Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Udara segar


Kendra beranjak menghampiri Alisya dan melihat bubur di depannya.


"Makanlah selagi panas, ini baik untuk kesehatanmu." Alisya berkata dengan lembut.


Kendra menuruti Alisya dan kemudian makan separuh dari bubur itu.


"Kenapa tak dihabiskan?" Alisya bertanya setelah Kendra meletakkan mangkuknya.


"Aku sudah makan malam." Kendra bangkit kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.


"Baiklah, aku akan berkeliling di sini. Oh ya, di mana aku akan tidur?"


"Tanya pada Anni." Kendra berkata tanpa menolehkan wajahnya dari pekerjaannya.


"Baiklah, selesaikan pekerjaanmu." Kata Alisya dan kemudian keluar dari rumah itu.


Alisya berkeliling dan melihat bagaimana Villa itu terawat dengan baik. Ia bertemu Anni yang sedang membawa kardus kecil. " Pelayang Anni, apa itu?" Tanyanya sambil berjalan mendekati Anni.


"Oh, ini barang yang akan di buang." Anni tersenyum ramah.


"Ah," Asyila segera bergeser ke samping, ia tidak ingin dekat-dekat dengan barang bekas. "Di mana aku kan tidur?" Tanyanya pada Asyila.


"Di kamar utama lantai dua. Aku akan mengantar Nona sebentar lagi." Anni kemudian berlalu.


Asyila menunggu dengan senang, bagaimana bisa ia tidak senang ketika Kendra memberikan kamar utama untuknya.


"Silahkan ikut saya Nona." Ucap Nani setelah kembali.


Kemudian mereka tiba di kamar yang di maksud.


"Bukankah ini kamar Kendra?" Katanya memperhatikan desain khas lelaki pada kamar itu.


"Ya, Nona bisa tidur di sini." Anni kemudian pergi meninggalkan Asyila.


Asyila mengelilingi kamar itu, memeriksa semua perabotan tanpa ada yang tertinggal.


Ia mengerutkan keningnya saat mendapati semuanya baru, berapa lukisan terlihat baru saja di ganti.


Tapi ia menyingkirkan pikirannya dan langsung saja tidur.


Ketika Kendra selesai mengerjakan semua kerjaannya, ia beranjak meninggalkan Villa.


Ia memasuki kamar hotel dan menemukan Hara sudah terlelap.


Mata hara sembap, habis menangis.


Ia mengabaikannya dan kemudian mandi sebelum bergabung dengan Hara untuk tidur sambil memeluk gadis itu.


Pagi Harinya ketika ia bangun, Hara masih tidur dengan lelap, gadis itu terlihat bersinar dengan kulit yang bercahaya di pagi hari.


Ia tidak ingin mengganggunya dan hanya bangun menggunakan pakaiannya lalu meninggalkan kamar hotel itu.


Ketika Hara bangun ia mendapati dirinya sendirian. Rasa kesepian merasukinya saat ia masuk ke kamar mandi dan memulai ritual paginya.


Saat selesai, ia keluar dan mendapati seorang pelayan sedang menunggunya. "Nyonya, Tuan Kendra menyuruh saya mengantarkan gaun untuk Nyonya."


"Letakkan di situ," kata Hara dan berjalan ke meja rias.


Ia mendapati semua peralatan yang sering ia gunakan di Villa, sudah ditata di meja rias.


Ia tersenyum kecut, jadi begini cara lelaki itu memperlakukan wanita simpanannya?


Semua pikiran yang baik pada Kendra sudah lenyap ketika pria itu telah meninggalkannya di depan hotel sendirian.


Ia sekarang sadar, baik kehidupan di masa lalunya dan kehidupannya sekarang, ia tidak ditakdirkan untuk memiliki pria itu.


Setelah ia memakai baju, ia melihat dirinya di depan cermin dan tersenyum menguatkan diri.


"Tuan memerintahkan saya menemani Nyonya berjalan-jalan." Kata pelayan itu pada Hara.


"Berjalan-jalan? Kemana?" Hara kebingungan. Ia sudah bersiap untuk di kurung di kamar hotel itu.


"Kemana pun Nyonya ingin." Pelayan itu tersenyum ramah.


Hara melihat tanda pengenal pada baju gadis itu, Olan.


"Kalau begitu, ayo kita pergi." Hara tersenyum bahagia dan meraih tas miliknya.


....