Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Kecantikan adalah sala satu senjata memikat pria.


Saat itu itu Asyila sudah memegang kopernya beserta dengan tas miliknya, ia sudah ingin kembali ke ibukota.


Sebelum ia keluar dari kamar hotelnya ponselnya berdering.


Ia segera mengangkatnya, "Ibu," ucapnya pada orang di seberang telepon.


"Kau masih di Dubai? Apa kau bersama Ke dra saat ini?" Tanya Karina dari ujung seberang.


"Tidak Bu, Kendra sangat sibuk dengan pekerjaannya dan aku tidak ingin mengganggunya. Kemarin ia menemaniku berbelanja, tapi ia terus sibuk dengan ponselnya yang terus berdering karena urusan pekerjaan."


"Kalau begitu Jangan ganggu pekerjaannya kemungkinan ia sedang mencari biaya juga untuk pernikahan kalian yang akan memakan banyak biaya."


"Iya Bu, aku tahu, tapi aku merasa dia bersikap terlalu buruk padaku. Belakangan pun dia tidak pernah menghubungiku. Apakah menurut Ibu ada sesuatu yang salah yang perlu aku selidiki? Aku berencana kembali ke ibukota dan menemui beberapa teman laki-laki Kendra untuk menanyakan beberapa hal mengenai pria itu." Ucap Asyila dengan cemas.


"Kau tidak perlu cemas, dulu Ibu juga pernah mengalaminya ketika ibu dijodohkan dengan ayahmu, ayahmu sangat bersikap cuek pada ibu, tetapi kemudian ayahmu ternyata memberikan beberapa kejutan kepada ibu dan saat itu itu ayahmu menyatakan perasaan yang sebenarnya.


"Beberapa lelaki memang bersikap seperti itu ketika mereka belum menikah karena mereka menyiapkan beberapa kejutan besar untuk pasangannya.


"Beberapa bahkan melakukannya untuk menguji kesetiaan pasangannya.


"Ayahmu sudah menyelidiki mengenai persiapan pernikahan yang dilakukan Kendra. Kau akan terkejut jika mengetahuinya." Ucap Karina dari seberang telepon.


"Apa yang kau bicarakan ibu, kalau ibu mengetahuinya, cepat beritahu aku sekarang."


"Kalau begitu cepatlah Ibu, aku harus mengejar penerbanganku." Kata gadis itu dengan tidak sabaran.


"Ayahmu mendapati Kendra sedang menyiapkan pernikahan kalian di sebuah pulau pribadi miliknya, pulau itu awalnya berbentuk biasa saja, tapi demi membuat kejutan untukmu Kendra membuat modifikasi pada pulau itu. Beberapa sisi pulau itu ditimbun menjadi daratan dan dibuat menyerupai bentuk hati.


"Kendra bahkan secara khusus menyiapkan jet pribadi untuk membawa tamu berkeliling melihat pemandangan dari atas, kau akan senang jika tiba harinya nanti. Ibu hanya bisa memberitahumu sebanyak itu, karena ayahmu juga merahasiakannya dari Ibu untuk menjadi kejutan." Karina berbicara dengan sangat senang.


"Ibu, itu sangat luar biasa, aku sangat beruntung bisa menjadi istri pria yang sangat romantis itu. Kalau begitu aku akan pulang sekarang. Tidak ada lagi yang perlu aku khawatirkan mengenai pria itu" Ucapnya sambil memainkan tali tas miliknya karena rasa bahagia melingkupinya.


"Apa yang kau katakan dengan pulang? Jangan pulang sekarang. Pergilah ke salon kecantikan yang ada di situ, Ibu mengenal salah satu salon kecantikan yang sangat bagus. Ibu akan mengirimkan alamatnya dan pergilah bersenang-senang, kecantikan adalah salah satu senjata untuk memikat seorang pria.


"Kau benar Bu, kalau begitu aku akan menunda keberangkatanku dan mengunjungi beberapa tempat untuk mendapatkan perawatan kecantikan, aku juga akan membeli beberapa produk kosmetik untuk ibu."


"Bagus, bersenang-senanglah di situ."


Telepon itu kemudian diputuskan.


Asyila kemudian berjalan keluar kamar dan memasuki lift. Ia merasa sangat senang dan akan menghabiskan banyak uang untuk perawatan tubuhnya.


Untungnya suaminya sangat dermawan dan menanggung semua pengeluarannya.