Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Hara Ginaran


"Maafkan aku,, Maafkan aku,, Maafkan aku,," ucap Hara seraya Ia terus menangis memeluk tubuh pria itu.


"Tidak, tidak perlu minta maaf, kau juga sedang sakit, bangunlah dan aku ingin memberikan sesuatu." Kata Kendra seraya membantu gadis itu untuk duduk.


Ia kemudian mengusap pipi Hara yang telah dipenuhi air mata gadis itu "Bantu aku mendapatkan sesuatu dari laci di sebelah ranjang."


Hara mematuhi perkataan pria itu lalu beranjak dari tempatnya membuka laci yang berada di samping ranjang Kendra.


Sebuah kotak bludru berisi cincin terdapat di dalam laci tersebut. Saat itu, bahkan air mata Hara kembali mengalir bahwa pria itu benar-benar akan melamarnya!


Kendra menerima kotak cincin itu dari Hara kemudian berkata "Mari menikah, jadilah istriku, satu-satunya orang yang kucintai seumur hidupku!"


Hara menutup mulutnya dengan kedua tangannya seraya berusaha menahan tangisnya. Setelah beberapa saat, ia kemudian dapat menguasai dirinya lalu mengangguk menerima lamaran pria itu.


"Berbicaralah, aku tidak mengerti mengapa kau mengangguk." Kata pria itu seraya memegang tangan Hara.


"Ya, ya,,, Aku mau menikah denganmu." Katanya lalu kembali memeluk pria itu.


"Terima kasih," jawab Kendra sambil mengusap rambut Hara.


Kendra kemudian memasangkan cincin berlian itu di jari manis Hara sebelum mengecup tangan putih itu.


"Terima kasih," lagi kata Kendra dengan tatapan penuh cinta menatap calon istrinya yang berada di depannya.


Setelah acara lamaran yang penuh kasih itu keduanya akhirnya terlelap di atas kasur yang besar itu sambil berpelukan.


...


Mereka berada di rumah sakit selama 3 minggu sebelum akhirnya Kendra membawa Hara kembali ke ibukota.


Di ibukota, Kendra tidak lagi membawa Hara ke Villa sebelumnya dimana ia dan Hara tinggal.


Saat itu, Ayah dan ibu Kendra pun sudah berangsur baik kesehatannya dan sedang duduk di ruang tamu ketika Kendra menggandeng tangan Hara masuk ke dalam rumah.


Kedua tetua itu sangat terkejut melihat putranya telah kembali bahkan membawakan mereka seorang menantu yang baru.


Keduanya berdiri dan menyambut hangat anak dan calon menantu mereka.


"Sayang, kamu sudah kembali," Nyonya Besar memeluk Kendra seraya wanita itu sesegukan karena putranya sudah kembali .


"Ibu, jangan menangis seperti anak kecil, putramu selalu akan kembali ke rumah." Kata Kendra menenangkan wanita tua itu.


"Kau badjingan kecil nakal!" Kata Nyonya Besar seraya mengusap air matanya dan melepaskan pelukannya dari Kendra.


Ia kemudian mendekat ke arah Hara dan memperhatikan gadis cantik itu "Siapa ini sayang?" Tanyanya pada Kendra tanpa mengalihkan perhatiannya dari Hara.


"Dia calon istriku Bu, mulai sekarang, Ayah dan Ibu tidak perlu menjodohkanku lagi, karena aku sudah menemukan pendamping yang tepat, calon istri terbaik untukku." Kata Kendra dengan bangga seraya merangkul bahu Hara.


Nyonya besar mengangguk-ngangguk seraya memeluk Hara dan membiarkan Kendra menyapa ayahnya.


Setelah memeluk Hara Nyonya besar membawa Hara duduk di sofa panjang dan memegang tangan Gadis itu seraya bertanya "Siapa namamu nak?"


"Nama saya Hara Tante." Jawab Hara dengan suara lembutnya.


Saat itu Nyonya Besar sedikit kaget mendengar nama gadis itu sama dengan nama gadis yang menjadi tunangan Kendra sebelumnya, Hara Ginaran.


"Apa nama lengkapmu Nak?" Tanyanya lagi.


"Hara Ginaran." Jawab Hara dengan spontan seolah ia benar-benar dirinya yang lalu.