Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Surat Nika palsu


Entah bagaimana Hara bisa tertidur sangat pulas sehingga ia tidak merasakan malam sudah berlalu dan matahari sudah kembali menyambutnya.


Ia membuka perlahan matanya dan melihat Olan sedang duduk di sofa sambil menonton sebuah siaran televisi.


Begitu Olan menyadari Hara sudah bangun, ia segera berbalik kemudian menghampiri Hara " kau sudah bangun Nyonya."


"Ya, aku merasa sudah lebih baik, apakah Kendra sudah keluar dari ruang operasi?"


"Tuan sudah selesai dioperasi, tapi dokter belum mengizinkan siapapun untuk melihatnya karena mereka masih perlu mengamati tanda-tanda vitalnya. Kita bisa menemuinya setelah makan siang nanti."


Hara mengangguk mengerti "Kalau begitu, bantu aku membersihkan diri."


Olan dengan patuh membantu Hara pergi ke kamar mandi, ia memandikan gadis itu bahkan memilihkan pakaian untuk Hara.


Hara merasa sangat bosan menunggu sampai jam makan siang jadi ia meminta ponsel Olan lalu mulai bermain gadget.


Tentu saja yang ia lakukan ialah mencari berita-berita terbaru di ibukota.


Mulai dari perusahaan keluarga Asyila yang bangkrut hingga kedua orang tua Asyila yang dipenjara dan bagaimana Asyila kini digosipkan menjadi wanita simpanan seorang pria tua.


Hara membaca satu persatu beritanya, bahkan sampai detailnya pun tak ia lewatkan sebelum akhirnya memilih meletakkan ponsel itu.


"Olan, ceritakan padaku bagaimana situasi di keluarga Kendra saat ini," kata Hara ada Olan yang sedang mengupas buah untuknya.


"Tuan besar jatuh sakit dan kini sedang menjalani perawatan rutin di rumah tua. Sekarang perusahaan benar-benar mengandalkan Tuan Muda.


"Sebuah rumor mengatakan kalau Tuan besar tidak akan pernah menjodohkan anaknya lagi karena sudah dua kali ia menjodohkannya dan semuanya berakhir dengan tragis.


"Tapi syukurlah, kedua kedua tidak pernah melirik mereka dan hanya berbahasa basi sebelum akhirnya semua orang-orang itu pulang dengan perasaan kecewa.


"Nyonya aku rasa setelah ini, Nyonya dan Tuan dapat bersatu, kau tahu, Tuan bahkan membongkar rahasia gelap keluarga Asyila hanya untuk membatalkan pernikahannya dengan Asyila.


...


Di ibukota.


Asyila mendatangi kantor catatan sipil menanyakan mengenai surat nikahnya dengan Kendra.


"Maafkan kami nona, kedua nama yang Anda bahwa ini tidak tercatat sebagai seorang suami istri."


"Apa katamu? Bagaimana bisa tidak tercatat, sedangkan kami sudah menandatangani berkas pernikahan kami." Asyila penuh kemarahan menatap pria berkaca mata yang terlihat merendahkannya.


"Nona, berhentilah bermimpi sebagai istri dari Tuan Muda, Anda bisa di penjara hanya karena menyebarkan berita palsu seperti ini. Kalau tidak ada lagi yang lain Anda bisa keluar dan biarkan orang lain yang mengantri bisa mendapatkan pelayanan."


Saat itu Asyila merasa sangat marah, tapi ia tidak memiliki kemampuan untuk berdebat dengan orang itu. Sekarang, kedua orang tuanya telah di penjara dan hanya tersisa dirinya sendiri yang mengharapkan surat nikahnya dan Kendra bisa menjadi senjata untuk mengancam keluarga besar itu.


Sayangnya semua yang ia pikirkan mustahil!


Lelaki sialan! Dia berani memberiku surat nikah palsu untuk ditandatangani.


Asyila menjejakkan kakinya meninggalkan kantor itu, ia sudah tidak punya tujuan untuk pergi lagi, sudah beberapa hari ia tidur di jalanan seperti gembel dan hanya mengais sampah untuk mendapatkan makanan.


Kemanapun ia pergi mencari bantuan, tidak ada yang mau meliriknya. Bahkan anjing sekalipun menjauhinya.