
Menangis dalam diam melihat seorang pria hendak memperkosanya, Hara hanya bisa mengingat satu orang yang dapat menyelamatkannya.
Orang yang ia cintai tapi juga orang yang menikahi wanita lain.
Air matanya semakin bercucuran memikirkan 2 nasib sial yang ia jalani.
Tapi dalam hatinya Ia terus berharap Kendra akan datang. Ia berharap, sama seperti 2 tahun yang lalu saat mereka pertama kali bertemu di bar, saat ini pun Kendra akan menyelamatkannya.
Hati dan pikirannya saling beradu satu sama lain mempertahankan pendapatnya.
Hatinya meyakini pria itu akan menyelamatkannya, ia meyakini pria itu benar-benar mencintainya. Ia sangat yakin Kendra akan menjaganya.
Hatinya menenangkan dirinya kalau pria itu hanya sedang mempermainkan Asyila sama ketika dirinya yang bertunangan dengan pria itu.
Tapi pikirannya berjalan ke arah lain. Secara logis pikirannya memberitahu dirinya bahwa Kendra saat ini sedang menikmati pesta pernikahannya dengan wanita lain.
Dan ia sendirian di sini hanya ditemani segerombolan penjahat yang akan menyiksa dan melecehkannya sebelum membunuhnya.
Meski sebelumnya ia sudah pernah merasakan kematian, namun saat ini ia begitu ketakutan melihat pria di depannyanya akan menghina dirinya.
Apakah setelah ini ia masih memiliki keberuntungan hingga bisa hidup kembali?
Sementara Hara terisak sambil memikirkan nasib yang akan ia lewati sendirian, lelaki di depannya sudah mendapatkan satu botol anggur.
Suara anggur yang dituang ke dalam gelas menyadarkan Hara untuk melihat pria itu.
Ia semakin ketakutan melihat anggur merah di dalam gelas yang sedang dimainkan pria itu sambil menatapnya.
Pikirannya kembali mengingat saat mana ia bersama Kendra, pria itu menipunya menggunakan anggur merah di hari ulang tahunnya.
Hara semakin menggigit keras bibir bawahnya saat ia semakin menggerakkan tubuhnya ke belakang.
Sayangnya itu adalah ujung tempat tidur hingga ia tidak bisa bergerak lagi karena ia akan terjatuh.
Hara menjadi sangat panik "Bajingan sialan! Pergi dari sini!"
"Ha ha ha,, kenapa aku semakin bergairah karena teriakanmu? Kau punya cara yang bagus untuk meningkatkan nafsu seorang lelaki ya," Pria itu semakin mendekat ke arah Hara.
"Tolong,, tolong jangan sentuh aku." Hara menjauhi pria itu sampai brukkk.... Ia terjatuh ke lantai.
Ia merasakan nyeri di sekujur punggungnya. Tapi ia tak punya waktu untuk memikirkan rasa sakit itu.
Dengan semua tenaga yang dimilikinya ia menggerakkan badannya masuk ke kolong ranjang.
Gerakan pria di atas ranjang itu sudah semakin dekat ke pinggir ranjang ketika ia mendengar pria itu tertawa "Ha ha ha... Kau pikir bisa bersembunyi dari ku?"
Dari dalam kolong ranjang Hara bisa melihat kaki pria itu sudah memijak di lantai.
Ia semakin menggerakan badannya mendekati dinding di kepala ranjang.
Berikutnya ia melihat pria itu berjongkok dan mengintipnya, "Rupanya kau senang bermain petak umpet ya?"
Ketegangan semakin dirasakan saat laki-laki itu telah berdiri dan berjalan mengitari rajang itu dengan langkah pelan sampai laki-laki itu berhenti di meja mana ia meletakkan anggurnya.
Berikutnya suara anggur yang dituang ke dalam gelas terdengar pelan di telinga Hara kemudian diikuti dengan orang menelan air. Jelas pria itu sedang meneguk anggurnya.
Hara meringkuk di tempatnya seraya berharap pintu kamar itu segera terbuka menampakkan Kendra yang datang menolongnya.
Air matanya semakin bercucuran saat logikanya kembali mengingatkannya kalau pria itu sedang berada di ibukota, kemungkinan sedang bermesraan dengan istri barunya.
Ia tenggelam dalam pikirannya dan baru tersadar ketika ia mendengar suara gelas diletakkan diatas meja.
Pria itu sudah selesai mengurusi anggurnya, sekarang pria itu akan mengurusnya.