Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Sudah bosan bermain-main


Pria itu sudah selesai mengurusi anggurnya, sekarang pria itu akan mengurusnya.


Ketegangan di bawah kolong ranjang semakin menjadi jadi membuat Hara semakin meringkuk melihat kaki lelaki itu melangkah ke ujung ranjang dan berhenti di sana.


Apa yang akan dilakukannya?


Nafas Hara memburu melihat jari tangan lelaki itu meraih bagian bawah ranjang. Dalam sekejap ranjang itu ditarik oleh pria itu sehingga menampakan Hara.


Kegelapan yang awalnya menyelimuti Hara seketika menghilang digantikan oleh sinar lampu yang meneranginya karena ranjang itu telah berpindah tempat, tidak lagi menaunginya.


Laki-laki yang bertubuh besar itu kini berjalan ke samping ranjang dan berjalan ke arah arah.


Pikiran Hara menjadi kalut ketika ia


Diam terpaku dalam ketakutannya sebelum akhirnya mendapat ide dan berguling kembali ke bawah kolong ranjang.


Kini ia meringkuk di tengah kolong ranjang itu membuat langkah pria itu terhenti di samping ranjang. Hara menggerakan tubuhnya semakin menjauhi pria itu tapi kemudian pria itu kembali berjalan kedepannya.


Criittttt..


Derit dari kaki ranjang yang yang bergesekan dengan lantai menggema di ruangan itu. Pria itu mendorong ranjangnya hingga menyentuh dinding di belakang Hara.


Kini pintu yang menjadi satu-satunya jalan masuk orang dari luar sudah terjepit oleh ranjang.


Hara menelan air liurnya sambil berguling dan meringkuk di dinding yang dingin itu.


"Aku sudah bosan bermain-main. Sekali lagi kau menghindar dariku, aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang sebenarnya." Suara pria itu dengar kesal ketika pria itu berjalan kembali ke samping ranjang.


Hara semakin meringkuk dan berusaha membawa tubuhnya ke posisi terjauh dari pria itu.


Sayangnya pria itu memang sudah bosan bermain. Pria itu mengangkat ranjang lalu membantingnya di samping Hara.


"Ahhh," teriak nya dengan ketakutan ketika ia membayangkan ranjang itu akan menimpa tubuh mengirimnya.


Tapi sepertinya pria itu memiliki rencana lain hingga membuat orang itu jatuh disamping Hara.


"Kau pikir dimana lagi kau akan bersembunyi?" Pria itu tersenyum licik lalu berjalan selangkah demi selangkah mendekati Hara.


Hara melihat pria itu dan semakin bergetar ketakutan saat pria itu sudah berjongkok di depannya.


"Lepaskan aku!" Teriak Hara saat pria itu kemudian menindihnya dengan tubuh kekarnya itu.


"Aku akan memulainya sekarang, jangan terlalu tegang agar kau bisa menikmati permainan kita." Pria itu kemudian menggunakan salah satu tangannya menahan wajah Hara dan mulai menunduk untuk mencium gadis itu.


"Jangan lakukan ini," Hara tak lagi berteriak atau memaki, tapi ia sudah terisak dan berkata dengan pelan seraya memohon.


Tapi pria itu tetap meneruskan kan gerakannya dan mendekati wajah Hara. Matanya dipenuhi kilatan nafsu apalagi melihat gadis di bawahnya tidak dapat bergerak lagi.


Cup!


Sebuah ciuman kecil mendarat di bibir Hara. Kemudian pria itu mengangkat wajahnya dan tersenyum dengan puas melihat ekspresi gadis itu yang semakin menyedihkan.


"Badjingan sialan!" Umpat Harakemudian meludahi wajah pria itu tiga kali berturut-turut.


"Jalang! Beraninya kau!" Pria itu segera meraih sapu tangannya dan mengusap air liur Hara yang memenuhi wajahnya.


Tercium bau air liur yang sangat menyengat membuat pria itu semakin marah.


Hara sedikit merasa puas melihat pria itu merasa jijik pada air liurnya. Tapi rasa puasnya tidak berlangsung lama ketika pria itu kembali menatapnya dan mulai melucuti paksa satu persatu pakaiannya.


Srek, srek...


Bunyi pakaian yang dirobek secara paksa menyatu dengan suara ketakutan Hara.


Hara meronta-ronta ke segala arah tapi itu percuma, dalam sekejap hampir semua pakaiannya sudah robek.


"Tolong, tolong jangan!" Hara berteriak kencang tapi tidak ada yang mendengarnya.


"Ah! Tidak! Badjingan sialan!" umpatnya pada pria itu ketika ia telah merasakan kecupan basah pria itu memenuhi sekujur tubuhnya.


Ia berteriak meronta berusaha membebaskan diri sambil memandang ke arah pintu yang masih tertutup itu.


Kapan pintu itu akan terbuka dan seseorang datang menyelamatkannya, ia meraung sekuat kuat tenaga berusaha membuat seseorang mendengar teriakannya dan bersimpati menolongnya.


"Diamlah jalang!" Umpat lelaki itu seraya melepaskan pakaian dalam Hara.


"Ah tidak! Tolong, tolong jangan!" Hara berteriak sambil bergerak berusaha membuat lelaki itu pergi darinya, tapi apa yang ia harapkan dengan tubuh dan tenaga kecilnya itu?