
Keheningan dalam gudang yang remang-remang di pinggir kota itu berlangsung sangat panjang saat pria berbaju hitam yang masih berada di lantai selesai berbicara.
Pria itu tidak berniat untuk melanjutkan perkataannya lagi dan hanya terdiam seraya menunggu mereka yang berdiri memahami apa maksudnya.
Tapi sayangnya, detik demi detik berlalu waktu terus berjalan dan keheningan membuatnya semakin gemetaran memikirkan orang-orang itu benar-benar tidak mendengarkannya, kemungkinan mereka menunggu informasi yang lebih berharga lagi.
Namun demikian,ia tidak mungkin mengatakan informasinya sekaligus karena jika begitu, mereka bisa saja langsung membunuhnya.
Diam adalah salah satu cara membuat orang-orang semakin ketakutan dan bergelut dengan emosi mereka sendiri.
Itulah yang sering digunakan Kendra untuk membuat musuh-musuhnya semakin merasa takut dan tertekan lalu akhirnya mengalah dengan sendirinya.
Sama seperti sekarang, Radi tahu, bosnya hanya akan berdiri di sana melihat pria itu gemetaran.
Ia tahu, pria yang sedang menahan kesakitan itu sedang berpikir untuk mengambil jalan yang mana.
Sampai 3 menit berlalu akhirnya apa yang ada dipikiran Radi terjawab juga, pria itu akhirnya mulai membuka mulutnya dan kembali berkata "Tuan mohon lepaskan saya. Saya hanya disuruh oleh Tuan Taran. Mereka memaksa saya menculik gadis itu lalu menyekapnya, kemudian membunuhnya setelah menyiksanya. Tapi tuan, saya sungguh tidak melakukan apa-apa pada gadis itu dan hanya menyekapnya saja. Saya bahkan tidak pernah menyentuhnya! Sungguh!"
Pria itu dengan gemetaran melihat ke arah mereka yang masih tetap tenang tidak bergeming. Ia semakin gemetaran memikirkan pria itu mungkin saja mengetahui ia telah menganiaya gadis itu, bahkan berniat menyetubuhinya.
Tapi ia tidak akan mengakuinya apapun yang terjadi. Mengakuinya sama saja dengan membawa diri ke lubang kematian.
"Buat ia mengaku," Radi akhirnya berbicara setelah melihat pria itu tidak akan pernah mengakuinya.
Pengawal yang bertugas kembali berjalan menghampiri pria berbaju hitam itu sambil menarik tongkat bisbol nya.
"Ahhhh!!!" Jerit pria itu setelah tongkat itu mematahkan lututnya.
Ia menjerit beberapa kali lalu kembali memperbaiki posisinya dan berkata "Tuan saya benar-benar tidak melakukannya!"
Radi bergidik melihat pria yang kesakitan itu. "Katakan yang sebenarnya!"
Meski hanya Radi yang berbicara, pria yang sedang menahan kesakitan itu sudah merasa sangat ketakutan. Apalagi jika Kendra-la yang akan memaksanya nanti.
Namun ia benar-benar tidak bisa mengakui perbuatannya pada gadis itu, atau ia akan dikuliti habis-habisan.
Ia hanya menutup mulutnya rapat-rapat dan bergetar di tempatnya seraya berharap mereka tidak akan mengetahui perbuatannya.
Sayangnya, dengan pilihan seperti itu Kendra akhirnya kehabisan batas sabarnya lalu berbicara "Singkirkan Dia!" Kemudian Kendra berbalik pergi meninggalkan gudang itu.
Pria berbaju hitam itu langsung merasa panik dan segera berteriak "Tuan tidak! Tolong jangan pergi saya akan mengatakannya!"
Tapi terlambat, Radi sudah menoleh kearah 5 orang dibelakangnya yang mereka dapatkan dari kota kecil ibu kota.
"Dia milik kalian." Kata Radi dengan dingin
Pria-pria itu ialah pria yang suka bersetubuh dengan laki-laki. Mereka biasanya akan membuat seorang laki-laki merasa hancur secara mental dan cara penyiksaan mereka jelas mengarah ke pelecehan seksual.
Part selanjutnya sebentar siang ya..🙏