
Setelah merasa tenang, Hara kemudian berbicara pada manager di salon kecantikan tersebut.
Ia tidak menuntut Asyila ataupun pusat kecantikan tersebut.
Manajer itu berkali-kali berterima kasih sebelum mengantar Hara untuk kembali.
Hara tiba dengan cepat di apartemennya. Apartemen itu kosong dan semua lampunya tidak dinyalakan hingga suasana gelap menyelimuti tempat itu.
Olan segera menyalakan lampu dan membawakan tas Hara ke atas kamar gadis itu.
Yang pertama dilakukan Hara ialah mandi membersihkan seluruh noda yang diberikan ashilla padanya.
Setelah selesai mandi, ia keluar dan mendapati Kendra sedang duduk di tempat tidur.
"Kemarilah," ucap pria itu mengangkat tangannya ke arah arah.
Harus hanya menggunakan handuk yang dililit di sekitar tubuhnya, tapi tatapan pria itu tidak dapat ia tolak dan ia berjalan ke arah pria itu dengan spontan.
Kendra menarik Hara ke pangkuannya dan memeluk gadis itu dengan erat.
"Kau baik-baik saja?" Tanyanya pada Hara.
Hara yakin lelaki itu sudah mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dan ashilla "Ya, tunanganmu itu sangat brutal!" Gerutu Hara.
"Maafkan Aku," ucap pria itu dengan penuh rasa penyesalan.
"Untuk apa kau meminta maaf, aku hanya kesal pada tunanganmu yang tidak tahu cara menyelesaikan masalah itu!" Kata Hara dengan semakin kesal.
"Maaf," ucap pria itu lagi.
Saat mendengar kata terakhir yang diucapkan Chandra itu, Hara memiliki firasat buruk.
Pria itu tidak akan meminta maaf sampai 2 kali jika bukan karena kesalahannya. Ia kembali teringat beberapa kata-kata yang ia baca di internet.
Ketika pasanganmu tiba-tiba meminta maaf, apalagi jika perkataan Maaf itu diucapkan berkali-kali, kemungkinan lelaki itu itu hendak memutuskan hubungan.
Wajah arah menggelap memikirkan kata-kata itu.
Hara semakin panik, ia hendak mengatakan sesuatu ketika Kendra telah mengangkatnya dari pangkuannya, "Pakailah bajumu dan turun untuk makan malam." Ucap pria itu kemudian pria itu berjalan ke dalam kamar mandi.
Hara merasa lega, ia tidak memikirkan lagi bacaan internet yang menyebalkan itu dan berjalan ke dalam ruangan untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian Hara turun ke lantai bawah dan langsung menuju ke meja makan.
Ia melihat meja makan itu dipenuhi dengan banyak makanan di atasnya, tapi laki-laki yang ingin ia lihat itu tidak ada disana.
"Di mana Kendra?" Tanyanya pada Olan.
"Tuan baru saja pergi, ia menyampaikan kepada kami untuk menjaga Nyonya." Ucap Olan.
Seketika perasaan Hara menjadi campur aduk, ia bisa merasakan dirinya dipenuhi kekalahan.
Tapi ia tetap memaksakan diri untuk duduk dan mencicipi beberapa makanan itu. Terasa hambar seperti tak ada bumbunya.
Setelah makan sedikit ia kembali ke kamarnya dan tidur.
Keesokan paginya ketika ia terbangun, tempat tidur disampingnya kosong. Tak ada pria itu, tak ada lengan yang memeluknya, tak ada nafas berat yang berhembus di lehernya.
Perasaan kesepian melanda dirinya. Kembali laki-laki itu meninggalkannya.
Ia duduk lama di atas tempat tidurnya sambil termenung. Setelah beberapa saat ia meraih ponselnya dan membuka internet.
Air matanya bergulir cepat merembes di pipinya hingga jatuh ke selimut yang menutupi tubuhnya.
Berita hari itu ialah kepulangan Kendra ke ibukota. Lelaki itu menggandeng Asyila dan tampil bersama di depan umum.
Mereka bahkan menggumumkan pernikahan mereka yang akan menjelang.
Hara menangis dengan keras. Rasa frustasi memenuhi dirinya.
Sekarang semua harapannya sudah hilang. Kalau dulu ia masih mengandalkan Kendra yang terus berada di sisinya. Tapi sekarang pria itu telah meninggalkannya, bahkan dengan kejamnya meninggalkannya di tempat yang asing baginya.
Sekarang semuanya sudah berakhir untuknya.