Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Mandi sebelum kembali ke rumah


Hara masih terjaga saat Kendra kembali. Gadis itu itu duduk menunggu di depan TV.


"Kau sudah pulang," kata Hara ketika melihat Kendra masuk ke dalam rumah.


"Mengapa kau masih disini, Kenapa belum tidur? Hmmh?" Kendra menghampiri gadis itu lalu mematikan tv-nya dan membawa Gadis itu ke atas kamar.


"Aku merindukanmu," ucap Hara sambil memeluk leher pria itu.


"Aku juga merindukanmu," balas Kendra seraya meletakkan Hara di atas tempat tidur dan mengecup kening gadis itu.


"Cium aku di bibir," cara membuat bibirnya terlihat sedikit monyong.


Kendra mengecup bibir Hara kemudian memeluk Gadis itu dan menarik selimut mereka.


"Apa kau baru saja mandi?" Hara mengeryitkan keningnya seraya mendengus pria itu, tercium aroma sabun beraroma maskulin yang sangat menyengat dari pria itu.


"Ya, aku mandi di bawah sebelum naik ke mari," pria itu mengeratkan pelukannya di sekitar pinggang Hara.


Hara menatap tajam Chandra seraya mendeteksi kebohongan pada ucapan Chandra.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Pria itu balas menatap tajam mata Hara yang terlihat sangat meniti.


"Aku hanya takut kau pergi bersama wanita lain," kata Hara dan menenggelamkan wajahnya di dada pria itu.


Ha ha ha...


Kendra tertawa keras mendengar ucapan Hara, tapi ia tidak bisa menyalakan gadis itu karena memang Ini pertama kalinya ia mandi bukan di rumah.


"Aku menemui seorang klien wanita hari ini," ucap Kendra kemudian.


Hara tidak lagi memperpanjang masalah itu, iya tahu, Kendra sangat tidak menyukai wanita dan cenderung menjaga jarak dari mereka.


Hara kemudian memejamkan matanya dan tertidur lelap.


Ia beranjak membersihkan diri dan memakai pakaian santainya lalu turun ke bawah untuk sarapan.


"Tunggu sebentar lagi, rotinya akan segera matang." Ucap Kendra ketika melihat Hara memasuki dapur.


"Kau memasak? Dimana Anni dan Olan?" tanya gadis itu sambil mendekati Kendra dan memeluk pria itu dari belakang, ia menyelipkan tangannya diantara celemek dan kaos pria itu.


"Aku menyuruh mereka untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya."


Wangi dari roti yang dibakar telah memenuhi dapur itu sehingga membuat Hara semakin merasa lapar membuat perutnya berbunyi.


Ha ha ha...


Kendra tertawa keras mendengar bunyi perut Hara "Aku tahu masakanku sangat menggoda, hanya wanginya saja dan perutmu sudah tidak tahan untuk segera merasakan nikmatnya masakanku." pria itu berbalik dan memeluk Hara seraya mengangkat Gadis itu dan mendudukkannya di kursi meja makan.


Hara tidak mengatakan apapun dan memperhatikan pria itu kembali ke tempatnya mengangkat roti yang telah matang di teflon.


Hara meraih garpu dan pisaunya ketika Kendra meletakkan makanan itu di depannya. Ia menelan air liurnya seraya mengiris rotinya menjadi beberapa potong kecil.


Ketika ia hendak memasukkan roti itu ke mulutnya, tangan Kendra terulur dan menahan tangannya, "Minum dulu susumu," ucap pria itu memperingatkan Hara.


Hara memberikan ekspresi tidak suka melihat susu putih di dalam gelas yang disodorkan Kendra. "Aku sudah berumur 19 tahun mengapa kau menyediakan susu untukku?"


"Wanita memiliki masa pertumbuhan sampai umur 20 tahun, susu putih baik untuk pertumbuhan mu. Aku akan menyuruh Olan untuk menyiapkan susu putih untukmu setiap pagi." Kata Kendra kemudian.


Hara tercengang, ia tidak tahu harus berkata apa.


"Minumlah," kata pria itu mendekatkan gelasnya ke mulut gadis itu.


Hara dengan patu membuka mulutnya dan menunggu susu itu sampai seperempat gelasnya telah habis.