Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Takdir


"Apa kau takut?" Tanya pria di belakangnya ketika melihat Hara sedang memperhatikan bagian dasar rumah sakit.


Suara Hara benar-benar tercepat dan ia hanya bisa menjawab dengan suara serak yang berat dan tidak terdengar jelas "ti,,,ak,,"


"Kau benar-benar wanita pemberani," komentar pria itu lagi membuat Hara berbalik menatap pria yang sedang berbaring di atas ranjang.


Mata pria itu terlihat tenang, saking senangnya pria itu membuat Hara merasa lebih pedih lagi hingga ia tidak bisa menahan sesegukannya.


Hatinya benar-benar sakit!


"Jangan menangis dan dengarkan kata-kataku," suara pria itu kembali menarik perhatian hara.


Dengan segera Hara menghapus air matanya dan berusaha menenangkan diri, ia perlu beberapa menit sebelum akhirnya bisa tenang dan memandang ke arah pria yang berbaring itu.


"Seperti matahari yang mencintai salju, mereka tidak bisa bersatu, bahkan untuk saling menyapa saja mereka tidak bisa melakukannya. Karena kapan matahari itu menampakan cahayanya, saljunya akan meleleh dan menghilang. Terkadang cinta tidak dapat kita paksakan, karena cinta itu akan melukai orang yang kita cintai."


Mendengar kata-kata itu Hara kembali menangis sampai ia jatuh tersungkur di bawah lantai mengubur wajahnya diantara kedua kaki dan tangannya.


Benar, cinta mereka benar-benar seperti matahari dan salju yang tidak bisa menyatu. Karena kapan salah satu dari mereka begitu egois untuk memiliki maka pasangan mereka akan menghilang.


Tapi dari semua perasaan egois itu waktu ialah hal yang tidak bisa mereka singkirkan dan tidak bisa dihindari.


Bagaimanapun matahari itu menjaga salju itu tidak meleleh, bagaimanapun matahari menahan dirinya untuk tidak menemui salju, waktu tetap akan membawa mereka untuk bertemu.


Namun pertemuan itu tidak berlangsung lama karena sang salju akan hilang ketika sinar matahari itu telah mengenainya.


Sang salju akan meleleh berubah menjadi air lalu meresap ke dalam tanah dan menghilang di pandangan si matahari.


Hara mengumpulkan semua tenaga dan kekuatannya lalu berdiri melihat keluar jendela.


"Malau begitu, aku akan pergi. Cinta matahari kepada salju akan menghilang ketika salju itu tidak ada.


"Ketika salju itu telah menghilang digantikan oleh rumput dan bunga-bunga yang mekar, matahari lambat laun akan melupakan salju dan terhibur oleh indahnya padang rumput dihiasi bunga-bunga yang mekar.


"Matahari akan bahagia bersama dengan bunga-bunga yang indah dan tidak akan rusak jika terkena cahaya matahari. Rumput-rumput akan semakin subur ketika cahaya matahari menyinarinya membantunya tumbuh lebih segar dengan energi yang ia dapat dari matahari."


Hara menghentikan kata-katanya lalu memandangi matahari yang bersinar dengan gagah di atas langit.


Meskipun mata manusia tidak bisa memandang matahari itu terlalu lama karena akan menyakitinya, tapi manusia tidak bisa menghentikan matahari itu terbit.


Matahari itu akan terus berada di sana apapun yang dilakukan manusia, karena waktu tidak dapat dihentikan ataupun diperlambat.


Semua yang akan terjadi akan terjadi, tidak ada kata cepat atau kata terlambat, karena semuanya akan terjadi tepat pada waktunya.


Segala sesuatu benar-benar telah ditakdirkan telah digariskan oleh alam semesta untuk terjadi.


Siapa yang dapat menghentikannya?


Apakah orang sepertimu bisa melakukannya?


Sebesar apa kekuatan yang kau miliki untuk mengubah alam semesta?


Itulah takdir, beberapa hal benar-benar tidak dapat disatukan, seperti beberapa cinta yang dengan mudahnya bersatu maka beberapa cinta memiliki rintangan beratnya sendiri untuk bersatu, dan cinta yang lain harus menerima takdirnya untuk tidak pernah bersatu.