Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Dapat


... bagi yang bilang kak bertele tele. Serius amat neng hidupnya wkwkwk. santuy lah wkwk...


.


.


.


“ Huaa... itu dia..!” Teriak mereka segera memeluk Andes erat hingga


bugh.. arghh..Andes kaget hingga terjatuh akibat dipeluk mereka semua hingga bauh pesing melekat..”KALIAN..!!” Teriak Andes kuat....


Semua sadar hingga bangkit dan tegap. Muka Andes memerah akibatnya dan menatap semuanya tajam. Nafasnya naik turun ingin membunuh.


“Des mending kita cek aja deh.”Ujar Grace merinding. Ia ikut merinding juga dibuatnya akibat tertawa itu.


Andes pun disana menatapnya tajam.” Duluan.”Ujar Andes disana kepada Grace membuat Grace menatap Andes dengan tanda Tanya.


”Maksudnya?”Tanyanya.


“Yah kamu duluan..!” Ujar Andes memerah.


Fughhrfgg,... Fiko menahan gelak dengan yang lain menatap Andes dengan muka merah menahan tawa. Andes yang mau ditertawakan pun beratahan.


”Kenapa ketaa? Cepat gue bilang..!” Ujarnya disana membenah dirinya malu.


“Bilang aja loe takut.”Ujarnya Fiko. Andes menatapnya tajam membuat Fiko menatap lain dan Huaa.,... ia tertawa keras hingga kepalanya dijitak oleh Andes keras membuat ia terdiam. "Serem doang, sama hantu takut... "Lanjutnya.


“Mau kain kafan warna apa?”Tanya Andes.


Glek... saliva Fiko naik turun dibuatnya dan mengeleng.”Ampun bos.”Ujarnya.


Andes disana mendelik lalu melangkah duluan meninggalkan semua orang. Ia melirik kebelakang.”Buruan. “Ujarnya barulah yang lain ikut dari belakang.”Gue takutnya ini jebakan penyusup biar kalian lengah beg0k. beg0k jangan dipelihara juga.”Ujar Andes mendumel membuat semua mengangguk.


Glek. Tanpa mereka sadari Andes sendiri pias melirik sana sini mencari tau dimana hantunya. Bahkan buluh romanya meremang karena hawa dingin dan juga rasa takut akibat tertawa yang menyeramkan tadi.


“Mana hantunya?”Tanya Andes menunjukan arah depanya itu menatap kursi dan pohhon beringin yang ada.


Semua penkaga tadi menatap Andes panic.”Tad-tadi disana.”Ujar mereka menunjuk kursi dan lainnya semua yang bergerak.”Sumpah kita enggak bo’ong.”Ujarnya salah satu penjaga dan diangguki oleh mereka.


Andes memijit pelipisnya dan menatap kesemua penjaga.”push-up sebanyak 100X Sekarang..!” Bentaknya.


Semuanya menatap Andes nanar namun tetap dilakukan. Andes ingin memaki dibuatnya, bisa-bisanya ia percaya hal itu. Lihatlah tidak ada apa-apa disini kan? Ia menatap Fiko dan Grace yang diam dan duduk dikursi yang katanya ada hantu tadi dan menghela nafas. Apakah itu benar adanya?


...----------------...


Sosok Lingling yang sudah membuat kekacauan memilih masuk keruangan Andes, dan disana benar adanya, ada empat penjaga yang ada.. ia ingat yang ada kuncinya itu adalah penjaga gondrong dan ganteng. Ia menggigit bibir bawahnya dan berfikir. Bagaimana yah ia mengambil kunci tanpa ada keributan?


Lingling menatap lorong lain dan Flyukk. Bruk. Pintu ruangan lain terbuka tanpa ada sebab membuat keduanya kaget. “Siapa itu?!” Teriaknya. Dan hanya stau lagi, dan hanya satu inilah yang ada kuncinya. Kok bisa yah mereka tak kepo semua? Andai Lingling sudah pasti kesana kemari mau liat siapa.


Lingling menggeleng menghilangkan tanda Tanya itu. Ia segera berlari dan Bugh.. aghh. Penjaga itu kaget ketika pundaknya ditepuk dengan cepat. Lingling pun segera bersembunyi supaya tak ketahuan dengan CCTV. Penjaga itu pingsan membuat seringaian Lingling terbit. Hehehe. Rencanaya berhasil. Ia tinggal menculiknya dan membawanya keloteng kan?


Dan dengan segera ia melesat dan membawanya keloteng hingga terlihat angin dan bayangan saja di CCTV. Dan ada beberapa dirinya dapat namun dengan jubbah merah. Tak akab ada yang bisa tau. Saat diloteng ia segera merobek pakaian penjaga itu dan mencari kuncinya. Ia tak mau basa basin anti bisa basi pun. Ia dapat ketika menyentuh sakunya namun ada banyak kunci. Ia teliti lagi ada namanya ruang bawa tanah. Dan itu ada tiga membuat ia mengambil ketiganya.


Ia menghela nafas dan menatap kebawah, dan ternyata ada Andes dan lainnya yang wedang push-up membuat ia heran.”Malam malam gini olahraga? Sakit nih orang.”Gumamnya tak ia sadari jika itu adalah ulahnya.


“Kejam sekali lah ku tengok Andes nih sama orang. Masa dipaksa malam malam gini?”Gumamnya tak suka. Ia disanapun menatap penjaga yang ia bukakan bajunya itu membuat seriangain liciknya itu terbit.”Hihihi... “Gumamnya disana. Ia kembali membuat ulah.


Satu.. dua.. tiga.. hap.


Kyak. Semua teriak kaget dikalah penjaga itu Lingling lempar ketengah mereka dengan beberapa luka karena Lingling sengaja melukai beberapa titik yang mengeluarkan banyak darah. Semuanya gemetar ketakutan dan nafas yang naik turun.”Siapa itu?!!” Teriak Andes kuat maju paling depan.


Hihihi.. Lingling tertawa hingga ada banyak yang pingsan termasuk Fiko disana. Grace hanya menelan ludah dan memilih mengajak yang lain kabur dari sana.”Cepat pergi, biasanya yang gini minta tumbal cepet.”Ujar grace membuat Andes menatapnya tak percaya..


Bisa-bisanya Grace percaya. Andes masih tak percaya namun melhat hasil nyata itu membuat ia menatap lagi yang dibuang. Penjaga kamarnya.!!!!


“Siyal..!” Teriaknya dan segera memeriksanya kembali, benar.. itu penjaganya membuat ia berlari menuju ruang kerja dan kamarnya. Ia dengan cepat berlari mengabaikan yang lain dan juga takut, takut ruanganya yang menjadi acak-acakan dan hancur karena hantu sialan itu? “ Marko...!” Teriaknya disana.


Dan ia diam dikalah ada tiga penjaganya tadi.” Apakah ada penyusup? Dan dimana Porgus?”Tanyanya disana dengan paniknya. Mereka saling tatap dan menatap kelain arah..


“Maaf tuan tidak ada, tapi Porgus tidak ada mungkin sedang ketoilet.”Ujarnya disana. Andes segera masuk dan memeriksa file yang ada. Jika hilang bisa gawat guys.


...----------------...


Lingling menguap dibuatnya. semua orang sudah bubar, ia segera menuju kepintu ruangan itu. Ia punya tiga kunci yang membuat ia berfikir. Kunci mana yang kebih cocok., ia mengantuk hingga beberapa kali menguap akibatnya. “Ini yang mana si?”Gumamnya lelah."’Dan nyoloknya gimana?”Gumamnya disana.,


Tagh.. kuncinya masuk dan matanya Lingling melebar.


Tag—taghh-tagh.. bisa..!!


Ia segera membukanya dan bisa..!! disana ia segera masuk dan menatap teman-temanya.


Nyut. Jantungnya sakit ketika melihat ada dua penjaga disana yang sedang mencambuk keduanya menatap Lingling tajam.,”Siapa kau?!” Tanyanya penjaga kepada Lingling.


Lingling menatap kedua temannya itu nanar, mereka menatap lingling lemas dna memelas. Lingling pun menjawab.”Aku hantu.”Ujarnya disana dengan polosnya.


Huahhaha.. “Tawa mereka meledak disana menatap Lingling.”Penyusup kau..! cepat tangkap dia..!” Ujarnya disana menunjuk Lingling.


Langkah mereka lebar menuju Lingling. Lingling menekan pintunya dan menyimpan kuncinya kembali.


KFhyuuuu.. "ngabisin waktu aja si. “Gumamnya tak suka tapi tetap juga ia maju dan...Bam....