
Reval melirik mereka cengengesan.” Bercanda.. ini Li kalo main sama mereka. Loe bakal cepet tua, soalnya orang orangnya serius mulu,. Maklum yah anak semester akhir kuliah nggak kelar kelar.” Ujar Revan terbahak melihat wajah suram teman temannya.
“ sih anak anj malah ngingetin kuliah.” Ujar Daniel kesla menatap Revan.
“ mentang mentang udah sidang.” Jeolos nya Daniel mencibir Real.
Revan menarik kaosnya bangga.” Iapa dulu yang ngerjain? Joki dong.” Ujarnya.
“ si anak babik.” Ujar Daniel melempar Reval paisr membuat ang anak tergelak menjauh. Loli disana ikut terkena pasir dibuatnya.
“ Btw loe kuliah juga Li?” Tanya Daniel pada Loli.
Loli berdehem mengambil minuman di sana, meneguknya sejenak.” Gue juga kuliah jurusan hukum. Kalian juruan apa?” tanyanya kepada mereka semua yang ada di sana,.
“ kita TIK sih hehe. Keren loe hukum. Udah semester berapa?” Tanya Daniel mengangguk paham.
“ gue smeter 4 sih sekarang.” jelasnya dengan tenang.
“ woh nikah muda dong loe haha. Cie cie. Berarti umur loe sekarang baru 19 atau 20an kan?” Tanya Reval.
Loli mengangguk” Biar kayak yang di sosmet gitu. Niklah muda bikin kita iri dan dengki.” Ujart LOli dengan senyum khasnya.
“ buset buat dipamerin dong Andes haha.” Tertawa Natan menular keseluruh yang lain.
“ yah nikah sama suami kaya raya tampan nan rupawan buat apa kalo nggak dipamerin. Loe lihat.” Loli menunjukan akun osial medianya menunjukan Andes yang sedang membuka kancing baju di dekat kasur.”gila. liat berapa lime dna komennya?? Pakek koma dia kali *** saking ramenya. Mana nggak seneng gue lihat manusia manusia panas?” tanyanya dengan semangat,
Loli tidak sadar jika suaranya itu menyamai toa masjid hingga Andes dan Mike bisa mendengar ucapannya yang mengatakan Andes tampan dan rupawan. Andes bahkan dalam diamnya mendengar itu sedikit bahagia. ingat hanya sedikit yah tidak lebih.
“ berarti loe mamfaatin Andes dong?” Tanya Natan.
“ yah kalo bermanfaat ngapain gue anggurin? Diibaratkan pisau kalo nggak gue gunain yah berkarat juga dia.” Jelas Loli mengibas rambutnya kebelakang.
” Buset bini andes.” Ujar Revan mengusap wajahnya yang tertimpa rambut Loli.
Mereka memandang komentar komentar nya LOli. “ Woh Tunti. Loe anak organisiasi rupanya? Loe anak mana sih?? banyak bet yang komen temen loe.” Ujar Natan pada Loli.
“ gue di sekolahnya UIN Cahya kusuma.” Ujarnya.
“ njir kok keislaman? Kan loe bukannya non islam?” tanyanya kepada Loli.
Loli melirik mereka dengan delikan.” Gue milih di sana soalnya tempatnya adem dan juga sekolah unggulan. “ ujar Loli meringis.
“memang boleh?” Tanya Reval mengerjab pelan kepada Loli.
“nggak apa apa. Soalnya gue jalur mandiri.” Jelas Loli polos. Mereka menepuk pelan kepala. Wajar saja, sebab UKT anak mandiri bahkan setara dengan biaya kuliah anak lain selama satu tahun. apalagi jurusan jurusan tertentu seperti hukum, dokter, managemen, beuh satu semester mampu membeli mobil saking besarnya.
Andes berdehem pelan mendengar mereka ngobrol terlalu seru. Ia mencoba bangkit dan pergi menuju pondokan yang paling jelek di anytara yang lain, sebab sudha rapu dan juga terkoyak dimana mana. Mike melihatnya pun hanya diam saja sampai pada andes memilih masuk kedalam pondok yang bahkan masih kokoh. Andes mengusap pelan permukaan kayu
“ Dia mirip banget sama loe Ling. Suka ngomong apa aja, akrab sama siapa aja. Bisa polos dan juga cerewet,. Loe jahat banget yah nyiptain diri loe dengan versi yang berbeda.” Gumamnya sendu dan lirih,
Sudah tiga hari disini main bersama dan menghabisi waktu bersama. Akhirnya andes dan semuanya pulang, sebelumnya keinginan yang lain ingin membiarkan mereka berdua saja disini untuk sekalian honeymoon. Tapi Andes dan Loli menolak tegas karena ini pulau terpencil dan jauh dari kota besar. Jika ada sesuatu akan sangat berbahaya. Jadilah mereka memilih untuk yang lain tidur di lantai satu semua dan mereka di lantai tiga agar tidak menggau mereka dimalam hari.
...----------------...
Bahkan ada jaya juga yang terlihat kelelahan.
Andes membawa sandal milik Loli yang ketinggalan di mobil dan menaruh ya kebawah menatap Loli tajam. Loli disana terkekeh mengup tengkuknya yang tidak gatal.” Lupa hehe.” Gumamnya.
Andes mendengus saja di sebelahnya.” Btw kita bakal tinggal di sini Des?” Tanya Loli tidak enak.
Andes meliriknya tenang menatap yang lain diam saja. Keyna pergi mengelon anaknya dan membersihkan diri maklum ibu menyusuhi kan, sedangkan Alka juga membantu istrinya. “ saya punya rumah.” Tegas Andes.
Loli mnenggeleng pelan merrasa andes salah tanggap dengan ucapannya tadi. ” Bukan gitu. Gu eh aku Cuma nanya doang kok.” Jelas Loli pelan,
Andes berdehem saja mendengarnya.” BTW rumah kamu dimana? Jauh dari sini?” tanyanya. Andes diam menatap Loli dengan tatapan sulit. Bukan apa apa, rumah lama nya itu penuh dengan pengamanan yang ketat akibat karena dulu dirinya banyak musuh. Takutnya loli malah kenapa napa. “ rumah di depan rumah keyna ini kemaren di jual. Kamu mau tinggal di sana?” Tanya Andes epada Loli.
Loli mendengarnya melebarkan mata. Tersenyum lebar.” Di depan ini? rumah yang cat Putih?” tanyanya semangat.
Andes berdehem pelan di sana.” Soalnya di sana sudah lengkap, ada kolam renang. Prabotan rumah dan yang lain lain juga. Perkarangan rumah juga cukjup luas, bisa masukin mobil mobil saya.” Jelasnya lagi.
“ tapi itu rumah ngak kegedean buat kita? kita masih berdua loh. Kalo begitu apa nggak rugi listrik?” Tanya Loli bingung. Saat dirinya berkata begitu ia memikirkan rumah yang dibilang oleh andes dna rumahnya sendiri.
” Rumah gue yah Ndes nih yah. sebulan aja habis lima juta buat listrik. Nah itu rumah mungkin tiga kali lebih gede artinya lima belas juta sebuklan? Yatuhan bisa beli motor setiap bulan gue. mending kita bikin usaha ojek online aja kalo gtu.” Ujar LOli polos.
Andes mendengarnya berdehem pelan. “ Cari rumah yang kecil aja lah yang nggak terlalu gede. Yang satu tingkat aja juga nggak apa apa gitu.” Jelas Loli kepada andes. “ tapi di depan dan belakang rumahnya ada perkarangan gitu. Biar kita bisa nambah lahan kalo semisal apa gtu. Terus nanam buah duren sama buah manga, atau buah apa gitu kan. terus bisa nanam bunga gitu. Nah buat kamarenya nggak usah banyak banyak. Cukup delapan aja, terus satu ruang kosong buat peembantu gitu kan.” jelansya dengan tegas.
Loli mnenghela nafas pelan.” soalnya kalo gede banget gede pengeluaran. Nanti kalo uang kamu memang masih banyak kamu bisa tabung. Kita buat aja jaringan social gitu Des. Kita bikin sosialis gitu kaytak artis artis ke Negara Negara terkenal kayak XX XX. Disa akita bisa bagi bagi makanan dan baju setiap bulannya. Terus kamu bikin aja sekolah yang membiayakan anak anak sekolah gratis. Atau kamu juga bisa buat rumah makan singgah yang setiap orang bisa makan dengan gratis atau bayar secukupnya. Kayaknya lebih baik deh ketimbang rumah gede gede banget.” Jelas Loli membayangkan impian impiannya yang memang belum tercapai.
Andes hanya diam menatap Loli bicara. Jaya sok sibiuk bermain hp di tangannya tapi telinganya menguping apa yang dibicarakan Loli. loli menunjuk kearah lampu yang ada di rumah keyna.” Kamu liat itu lampu? Harganya hampir satu miliyarkan?? Kalo semisal kita sumbang ke salah satu sekolah di pelosok itu udah pasti sekolahnya jadi elit dan jauh lebih baik. bahkan mampu membuat sekolah baru. “ jelas Loli.
Loli menunjuk ke sofa yang mereka duduki.” Ini juga kalo semisal di jual udah pasti bisa buat makan lain seratus orang selama satu Tahun.” Loli menepuk pelan sofanya.” Gue bukan nggak suka uang. Cuma rasanya sayang aja gitu kita beli hal mewah mewah Cuma fungsinya sama, bedanya Cuma merk. Kita tu Cuma memperkaya manusia yang udah kaya.” Jelas Loli kepada Andes lagi serius.,
Andes berdehem pelan. ia pikir Andes tidak pernah melakukan sosialisasi sperti itu apa? Cuma memang tidak banyak, andes sering mendonasi tapi tiodak ada rumah singgah, sekolah gratis dan lain lain sih. “ Jadi kamu mau rumah kecil saja>?” tanyanya kepada Loli.
Loli mengangguk.”nggak kecil banget sih. seneggaknya yang bikin nyaman dan juga nggak sempit. Sekiranya kalo kamu pergi akiu tau kamu pergi, kalo aku pergi kamu tau aku pertgi, begitu juga sama pembantu dan lain lain. Kalo rumah gede banget juga serem.” Gumam Loli di sana tenang kepada Andes.
“ tapi bukan berarti rumah gede nggak bagus bukan. Kan kita punya selera gitu Ndes. seenggaknya kita buat rumah dua tingkat aja udha cukip gitu.,” jelas Loli kepada andes.,
Andes memejamkan matanya. merasa sesak di dadanya. Semuanya terlalu sama dengan Lingling, bahkan caranicara, poikiran dan juga tingkah lakunya. Andes kesusahan membedakan apa beda dari keduanya kecuali muka. Andes hanya bisa menghela nafas sesak dan menekan rasa sakit yang menyengat dalam hatinya. Ini benar benar sakit.
“ gimana kalo buat rumah di sebelah rumah keyna aja. Di sana kana da tu tanah gede, jadi kalian masih satu perkarangan aja. “ jelas jaya menyahut pada keduanya.
Andes menatap Jaya dalam pandangannya dingin dan tak terbaca. “ kalo nggak salah dulu mereka beli tanahnya empat belas atau berapa hekytar gitu tanah disini.” Ujar Jaya lagi mengingat tanah di sekelilingnya. Wajar saja, bahkan lapangan helly kopter dan pesawat juga di parker disini.
Loli berdecak kagum mendengarnya.” Boleh juga itu, lagian di belakang kita juga ada rumah kecil yang nggak kepakek tapi terurus kok. Sembari kalian menunggu rumah kalian jadi kalian bisa di sana dulu kalo kalian nggak nyaman disini.” Jelas Jaya kepada mereka.
Andes mendengarnya mengangguk.” Tapi tanahnya beli nggak om?” Tanya Loli kepada Jaya.
“ Kok Om sih?” Tanya Jaya kepada Loli. Loli tersneyum malu menggaruk tengkuknya. Jaya terkekeh. “ papa dong. Dan nggak usah, lagian juga nanti paling bisa papa bilang sama Keyna. Malah dia suka kalian di deket sini kan. kalo ada apa apa kalian bisa saling menghubungi. Di sini juga kan keamanannya ketat dan terjaga gitu.” Jelas Jaya.
Loli tidak enak untuk menolak menatap andes. “ kita tinggal disini dulu atau di depan atau di belakang?” Tanya Andes kepada Loli.
“kOk di depan?” tanyanya. Andes berdehem.
” soalnya rumahnya udah saya beli yang depan, rencananya memang tidak usah jauh jauh dari sini. “ jelas Andes kepada Loli