Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
anak


“ suami?” Tanya Demeg kaget.


Lingling mengangguk.” Iya. Kenapa mau daftar jadi suami kedua?” Tanya Lingling menyerobot.


Segera Demeg menggeleng mendengarnya, ia sudah punya satu istri dan dua selir, itu saja sudah cukup pusing. Sedangkan Orge disana terdiam, senyumnya yang tadi menetap sekarang berlahan memudar mendengarnya.


Sudah memiliki suami yah. Hehe


Demeg terbahak mendengar ucapan Lingling, melirik putranya lewat ekor mata, ia menghela nafas dan menatap Lingling mengubah tawanya menjadi sumbing.” Rupanya nona ini sangat suka bergurau..” ujar Demeg. Lingling memutar bola mata malas. Mana ada ia suka bergurau, mereka saja yang orangnya receh, mudah sekali tertawa padahal ia hanya bicara asal.


Demeg menghentikan tawanya, karena hanya ia yang tertawa yang lain tidak. Demeg menjadi agak kikuk. “ hmm, sebelumnya kita belum memperkenalkan diri nona. Alangkah baiknya kita berkenalan.” Ujar Demeg menatap Lingling.” Perkenalkan namaku Demeg, ini putraku Orge.,” ia menepuk pundak putranya.


” Ini Lian adikku dan Leno anaknya Lian,” jelasnya pada Lingling.. Menjelaskan dan mengarah kan tangannya ke arah Leno dan Lian.


Leno disana memalingkan wajah tidak senang dan Lian membungkuk memberikan salam perkenalan kepada Lingling.


Lingling mengangguk mendengar Demeg. “ jika kami boleh tau siapa nama nona?” Tanya Demeg pada Lingling.


Lingling menguap pelan dan berdiri dari sana. “ jika kita bertemu yang kedua kalinya, aku akan mengatakan namaku, sampai jumpa..” ujar Lingling dan melangkah menjauh menggunakan ilmu anginnya. Mereka melebarkan mata menatap Lingling yang menjauh. Bahkan Demeg reflek berdiri hendak menahan Lingling tadim


Demeg berdiri dan menatapnya kagum., “ dia melayang.” Teriak Leno kagum, yah di dunia ini sudah sangat jarang menggunakan ilmu tenaga dalam, memang benar ada legenda mengatakan di sebuah kota ada yang menggunakan banyak ilmu angin dan juga bisa terbang, tetapi itu ada ratusan tahun yang lalu. Hari ini mereka melihat secara langsung. Demeg tersenyum lebar mengangguk pelan. ia sudah punya rencana baik di kedepannya.


Tatapan Demeg tidak sengaja dengan ekor mata Putranya yang sedang berdiri menatap dimana Lingling menghilang. Demeg prihatin pada anaknya yang belum berjuang tapi sudah dipatahkan dengan keadaan, bahunya ditepuk dan Orge menatap ayahnya tanda Tanya.” Lepaskan dia, dia sudah ada yang memiliki.” Ujar sang ayah tenang.


Ia tersenyum mendengarnya. Orge tau dan tidak perlu diingatkan. Hahaha orge benar benar bernasib sial sekali.


...----------------...


Ana memberesi permainan yang Airon tinggalkan di ruang tamu, berserak membuat Ana Migren, mau marah ini bukan anaknya, mau teriak ini bukan rumahnya,. Bisa kena pecat jika begini. Tapi airon ini hyperaktif. Dan ia juga belum tahu jika Airon ini anak angkat keyna. Ia taunya Keyna ini sudah punya dua anak, anak pertama ini kemarin berada di rumah ayah si Keyna.


“ Airon bantu mbak bereskan mainannya, jangan sembarangan menaruh mainan, jika terinjak nanti ada yang jatuh dan terluka.” Keyna mendekat smebari mengendong Lili. Ia menatap Airon yang sedang merakit mobl di atas meja dengan telaten. Airon mendongak menatap Keyna yang menatapnya tajam.


Airon dengan gugup mengangguk.” Tetapi Alon belum selesai melakit mainan. Alon mau buat mainan balu.” Ia menunjukan mobil yang sedang ia rakit.


“ tapi kenapa Barbie nya kamu rakit sama mobil?” Tanya Keyna menatap airon linglung.


Lihat tanganya itu memang merakit mobil, tapi yang satunya lagi itu ada mainan Barbie yang ia bedah di bagian jantungnya. Hanya bagian baterai dan beberapa terlihat. Airon tersenyum merekah.” Alon mau mobil ada berbienya. Supaya seperti ada yang mengemudi, da nada lampu mobilnya.” Teriak airon riang.


Keyna memejamkan mata nya dna tersenyum, mengangguk.” Barbie siapa yang di ambil?” Tanya Keyna lai menduduki sofa. tidak mungkin kan diberi oleh Andes atau Mike.


Ana masih membereskan mainan Airon.


“ hehe ndak tau, tadi dapat di kamal Lili, jadi ai ambil.” Ia menatap lagi mobil yang di rancang nya. Matanya terlihat berbinar polos.


Keyna menggeleng tegas.” Lain kali tidak boleh diambil jika bukan milik aron yah. baik itu milik Lili ataupun orang lain. Tidak semua orang mau barangnya di ambil Ai.” Tegas Keyna pada airon. Airon mengalihkan atensinya dari mobil, mengerjab menatap sih ibu takut. Keyna menatapnya menggeleng.” Jika mengambil barang orang tanpa pemilik tahu itu namanya mencuri. Ingat yah.” tegasnya lagi.


Airin menghentikan tangannya melirik keyna. Mengangguk pelan.” maafin alon momny.” Ujarnya.


Keyna menghela nafas dan mengusap kepalanya.,” momy sayang airon mangkanya momy nggak mau airon melakukan kesalahan, jika mamy diam saja saat ai melakukan kesalahan itu namanya momy udah nggak sayang Airon. Jadi Airon jangan melakukan hal buruk paham?” Tanya Keyna tegas.


Keyna berdehem mnengusap kepala Airon.


Ana menggigit bibir bawah menatap keyna dan airon yang begtu manis.


“ bantuin mbaknya beres barang barangnya nanyti lanjut kagi buat mobilnya. Jika mau mainan bilang biar dibeli yah.,” ujar Keyna.


“ OTE..” Airon menunjukkan telunjuknya dan mendekati ana, ia segra memungut sampah sampah yang ia buat lalu membuang ketong sampah. Ana jadi terharu menatap keyna yang terduduk lemah. Terlihat sangat lelah dan juga capek.


Ana mendekati Keyna dan berkata.” Mau saya yang gendong Lili bu?” Tanya ana pelan.


keyna mengangguk.” Lili rewel banget sudah posyandu kemaren, dia nangis terus ditaro di ranjang.” Ujar keyna dengan helaan nafas.


Ana mendengarnya ikut prihatin dan khawtair pada Lili. Keyna meregangkan bahunya.” Pas ditanya sama dokter katanya itu udah hal biasa kecuali sudah benar benar memprihatinkan,” lanjut keyna lagi.


Ana mengangguk, “ dulu adik saya juga sudah diposyandu jadi sakit bu” ujarnya pelan.


“kamu punya adik?” Tanya Keyna.


Keyna menyidik kemarin ana ini tidak ada adik, kenapa bisa punya adik? Ana tersenyum,” ada dulu, saya punya dua adik, satu adik saya itu laki laki sesudah ibu saya melahirkan itu saat usia saya sepuluh tahun, saya senang akhirnya punya teman main. Tapi takdir berkata lain, hari itu jiuga adik saya diambil orang karena ibu dan ayah saya menjualnya dan berkata jika mereka tidak mampu menghidupi si adik, biar diadopsi oleh orang lain saja. Tapi mereka memberi uang cukup banyak pada orang tua saya,” ujar ana,


Keyna mendengarnya mengangguk paham, ana menghela nafas dan menepuk pelan pantat Lili.” Dan pas saya usia lima belas tahun ibu saya hamil lagi, tapi kali ini ibu saya melahirkan anak perempuan, anak perempuan ini cukup lama di kami,. Sampai tiga bulan ia dihidupi oleh ayah dan ibuk, yah tapi pas usia tiga bulan dia kembali dijual dan diambil oleh orang lain.” Ujkar ana tersenyum masam.” Sampai sekarang saya tidak tau siapa adik saya dan dimana dia sekarang berada, benar benar tidak ada lagi jejak yang saya dapatkan buk, adik adik saya itu dibawah jauh ke kota lain saat kecil, itu saya lihat pas dia masih bayi, tapi sekarang sudah pastinya jauh berbeda.,” lanjutnya lagi.


Dulu ana sangat memamerkan adiknya pada semua temannya, saat di sekolah, berkata ia punya adik perempuan cantik yang hhembul dna berisi, tetapi perkataan itu berbalik menjadi muram dan hujatan, semua anak mengatakan jika orang tuanya itu orang tua kejam dan jahat karna menjual anak mereka, mereka menjelek jelek kan ana hingga Ana menangis sepanjang waktu.


Keyna menghela nafas mengangguk, paham pasti ana menjalankan hidup sangat buruk. “ kamu harus bersyukur berarti diberi kesempatan bersama orang tuamu meski berakhir ingin di jual juga. Setidaknya adik adikmu jauh lebih buruk sebab tidak menikmati bersama orang tua kalian.” Ujarnya keyna tegas.


Ana mengangguk.” Sebenarnya orang tua saya itu baik, hanya saja pengaruh ekonomi membuatnya seperti itu., kekurangan uang menjadikan alasan mengapa melakukan kejahatan begini.” Tegas ana lagi lirih. Ana tidak membenci orang tuanya sama sekali.


Keyna tersenyum miring.”Kamu terlalu munafik, Mau perekonomian, mau apapun itu, jika dia orang tua yang baik, dia tidak mungkin menjual anaknya, lebih baik tidak melahirkan anak dari pada membiarkan anak lahir tampa kita tahu dia hidup secara baik atau tidak Ana. Saya pribadi saja benar benar sibuk memiliki banyak yang harus saya selesaikan, tapi kamu lihat mengapa saya selalu berada di rumah dan memberikan smeua tugas pada ayah dan adik saya? Sebab apa? Sebab saya takut setiap detik, menit saya jauh dari anak saya, saya merasa benar benar tidak nyaman, kecemasan dan kecemasan selalu menghantui kita. apakah anak kita baik baik saja? Apa dia sudah makan? Apa dia tidur? Semua itu meneror seorang ibu yang jauh. Mangkanya saya memutuskan untuk menyelesaikan semua tugas saya di rumah saya. Agar saya bisa memantau dan mematahkan kekhawatiran seorang ibu ini.” jelasnya lagi menghela nafas pelan.


“ bahkan saat saya di dekat dia yang sedang tidur saya sering menyentuh hidungnya, apa dia masih bernafas? Apa dia demam? Apa dia nyaman? Sekhawtair itu seorang ibu, saya yakin semua orang tua juga merasakan hal yang sama, jadi orang tuamu menjual anak anaknya hanya karena uang dan tidak ada nya keyakinan mampu menghidupi anak mengapa mampu melahirkan anak? Apa sedari awal tidak berfikir untuk tidak melahirkan anak saja ketimbang tak tau keadaan anak?” tegas Keyna kesal.


Keyna kesal mendengarnya kabar orang tua menjual anak karena perekonomian. Memnangnya anak dilahirkan untuk menghasilkan anak? Apa sedari awal mengandung tidak berfikir?


Ah tidak, sedari membuat anak, apa mereka tidak berfikir dulu? Jika tidak mampu menghidupi anak sekarang dunia sudah canggih, sudah ada pil KB, sudah ada k0ndom dan lain lain kan? tetapi mengapa tetap melakukan hal bodoh? Terlalu banyak calon calon ibu yang bodoh, berpacaran lalu hamil, tetapi lelaki tidak mau tanggung jawab dan si perempuyan masih sekolah. Berakhir sih anak harus di gugurkan. Dibunuh saat sebelum melihat dunia.


Apakah itu adil?


Apakah itu bukan tindakan bodoh? Sedari membuat mengapa tidak berfikir terlebih dahulu? Mengapa tidak mengonsumsi KB terlebih dahulu? Mengapa tidak menggunakan pengaman dan lain lain?? Hanya mau enaknya saja tapi tidak mau hasilnya.. padahal di luar sana ada banyak orang orang yang menanti keberkahan yang ada, anak yang benar benar hadir di rahim mereka. Ada banyak ibu ibu yang menunggu kabar baik di setiap harinya.


Ini punya anak di gugurkan, punya anak dijual. Dijual jika anaknya jatuh pada tangan yang tepat atau memang baik bersyukur sekali sih anak bisa hidup sehat dan bahagia dari pada orang tua kandung. Tapi bagaimana jika yang mengambil si anak bukan orang baik?


Mengambil saat pertama kali karena tidak atau belum memiliki anak, tapi saat mereka sudah punya anak, anak itu akan di buang dan dikucilkan, akan menjadi seseorang menjadi babunya, parahnya akan mendapatkan siksaan fisik dan juga batin. Tidak semua orang berhati adil. Ada banyak yang berhati ibis.


Dan bagaimana jika yang membeli adalah dari kalangan perdagangan anak? Ada banyak mafia anak di sekeliling kita, berkata jika mereka membutuhkan dan sangat menginginkan anak, tapi tidak taunya mereka hanya ingin mengambil organ tubuh mereka saja, menjadikan anak anak sebagai pengemis jalanan. Ada banyak kejatan di dunia ini, tidak ada yang bisa dipercayai kecuali diri kita dan Tuhan kita.