Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
masih


Disudut ada Fiko dan Grace yang menguap melempar Bom saats etlkah Andes dan Mike memasuki kitak yang sudah disapkan sampai mereka memasuki ruang bawah dan tanah tertutup, barulah melempar dan bom terdengar besar memenuhi rongga udara. Itu sangat mengejutkan bagi siapapun yang mendengarnya, melihat banyaknya korban mereka menyeringai puas dan kembali memindahkan diri dari lokasi mencari jalan lain dalam penyerangan.,


Ada beberapa yangs elamat tetapi tidaks emua. Hanya sperau dari pasukan yang selamat namun mendapatkan luka-luka yang cukup parah. Disisi lain ada sosok Chun dan Lien yang mencari dimana pun melihat lorong lorong yang ada, semuanya sudah habis tanpa sisa. Tidak ada apapun diruang bawa tanah, diruang manapun. Dimana para Sanderahan atau anak-anak? Kenapa semuanya sudah kosong? Apa mereka sudah diselamatkan atau memang penyerangan ini sudah diketahui terlebih dahulu. Jika presefsi nomor dua yang paling benar maka celakalah mereka..!!


“Sial sepertinya kita sudah lebih dahulu ketahuan Chun..!!!” Lin merasa dibodohi saat ini, dimana mereka yang merasa jika yang dilakukan sudah sangat pas tanpa diketahui, merasa bangga akan hasil kinerja tetapi ternyata yang mnereka lakukan hanya menjadi lelucon semata dimata mereka disini. Mereka malu dan mereka marah.. marah diri mereka terasa dipermalukan.


Chun mengepalkan tangannya. Rautnya sangat mengerikan saat ini, tangannya menampilkan otot-otot yang besar karena menahan letupan amarahnya.” Kita ketempat lapangan sekarang. Kita dalam bahaya..!!!” Ujarnya tegas.


Lien mengangguk.” Aku yakin jika penyerangan ini sudah diketahui, cepat selamatkan yang lain..!” Ujarnya berlari menuju gerbang utama dimana terjaid ledakan-ledakan kuat antara staud engan yang lain. Mereka sedari awal mendengar penyerangan mereka sangat bahagia, mereka segera mengambil kunci para tahanan dan anak yang ditahan. Merasa menjadi pahlawan dan juga disanjung membuat tak sadar diri. Naasnya saat datang dan sampai tak lagi ada tahanan atau tawanan, yang ada hanya tempat kosong penuh dengan kegelapan.


Ledakan semakin terdengar menyisahkan mereka ditengah lapangan melihat betapa banyaknya yang mati dan luka parah. Tangan keduanya mengepal mereka bisa melihat jika Andes dan Mike melakukan trik mereka yakni bersembunyi ditengah dan seakan mereka menyerang dan hilang tak terlihat. Mata Chun nanar melihat semua pasukan meninggal.


Tangan Chund engan cepat mengambil satu pisrol yang sudah berserakan karena terhempas jauh oleh sang pemilik. Lien pun melakukan hal yang sama memilih senapan yang sangat besar disampingnya. Melirik Chun.” Serang mereka dari sini. Kita harus cari posisi. Aku yakin jika mereka ada disini.” Ujarnya dan melesat mencari posisi.


Lien pun juga melakukan hal yang sama. saat suara sudah reda hanya ada ringisan saja barulah Chun bisa melihat jika ada Alex yang dibalik tembok memegang senapannya. Ia tersenyum tipis disana lalu tak berselang lama ledakan kembali terdengar dan Chun bisa melihat asal dari Bom itu. ia menatap tajam dari asalnya. Disana ada Grace dan juga Lien yang melemparnya .


Krek.. tangannya mengontrol peluruh senapan dan menatap mangsanya tajam.. Tor..... suara ledkan itu membuat alihan dari orang disana terakhirkan. Argh.. Bugh,.. sosok gadis berpakaian hitam jatih dari atas pohon karena tembakan mengenai bahunya. Ini sangat sakit dan ia terjatuh tak elitnya. Fiko melihatnya pun segera turun membantunya disitu pula sosoknya menyerang dengan pistolnya lagi suara senapan bersahut namun Fiko tak terkena.peluru meleset smapai Fiko tak jadi turun membiarkan Grace yang sudah terkapar tak berdaya. Fiko menatapnya nanar dan tak bisa berkata apapun.


Mata jendral You berbinar menatap siapa yang menyerang. Itu Chun artinya anaknya baik-baik saja kan???


“ Chun..!” Gumamnya mengambil senapan. Rasa perih luka bakar punggungnya tak lagi terasa. Ia sebra mengambil posisi aman dan menfokuskan matanya. menatap dimanapun titik terang penyerang. Diikut oleh Jo dan juga Jendral Gio yang bangkit.


Grace mendesis lalu menepuk punggungnya yang terasa ngilu. bukan tembakan yang menyakiti dan membuat ia teriak tapi karena jatuh dari pohon! Tatapannya mengilat menatap salah satu dari mereka dan...


Dor. arh suara teriakan itu terdengar nyaring karena jendral Gio yang terkapar dengan luka diartas dadanya. Darah mengalir deras dilengannya dirinya yang tak siap apapun. Prajurit mendekat hendak membantu tetapi setelahnya ledakan kembali terdengar menyisakan mereka kembali tiarap. Jendral Guang disana sudah lemah tak berdaya, terkapar tak lagi mampu tengkurap karena tubuhnya sudah penuh luka bakar.. Bom mini sangat mematikan meski tiarap sekalipun jika dengan dekatnya jarak kita.


jendral You segra mendekati jendral Guang membantu ia pergi dari sana tanpa memikirkan dirinya, Dor.. jantungny terasa ingin jatuh saat tubuhnya terasa melayang saat ledakan itu terdengar. Itu suara dari pistol yang mengarah pada dirinya tetapi dirinya sudah tak disana. alhasil peluru melesat tak menerkam ditubuhnya. Ia menatap sang empu yang membantunya.


Lingling. Lingling disana menatapnya lalu memutar bola mata malas... “ Tidak usah menatapku seperti itu. aku tidak sebaik itu untuk menyelamatkanku tanpa ada alasan... “ Ujarnya sinis.” Tidak usah berharap mendapatkan anak yang baik hati sedangkan kau saja menjadi ayah yang jahat dan durjana pada anak sendiri.,” Ia tersenyum miring.


Jendral You tertegun mendengarnya. Memangnya apa yang ia pikirkan tentang Eliza anaknya tadi?? Akhh iya ini benar-benar Eliza kan anaknya?


“Eliza dimana kakakmu? Apa dia selamat?”Tanyanya tak mempedulikan kata-kata Lingling padanya.


Lingling terdiam mengerjab, padahal tadi kata-katanya sangat menyakitkan bukan? Tetapi ada yang lebih sakit meski bukan kata-kata penghinaan atau merendahkan.


Tetapi kata-kata ayahnya Eliza. Apa ini perasaan Eliza rasakan saat dirinya tak ditanyakan kabar sedangkan kakaknya dipertanyakan duluan? Kenapa rasanya sangat sakit yah sampai tak bisa berkata-kata lagi? jika berkata maka masalah yang mempertunjukkan air mancur.


“Lingling!!” teriakan itu membuat kesadaran Lingling kembali, mata yang tadinya menyenduh menatap asal suara. Disana ada Andes yang mengepalkan tangannya menatap Lingling.”Kay berkhianat dan ingin membantu pasukanmu?? ,melanggar janjimu ppadaku?”Ranyanya hampur berteriak. Auranya yang gelap sangat mematihjkan lawan. Lingling saja merinding melihat tatapan ANDES YANG Kelewat Tajam.


Jendral You disana menatap Eliza diam dan menatap Andes. Andes melangkat pistolnya mengarah pada Lingling.” Aku tidak suka pengkhianat. Berani kau mengkhianatiku aku tidak segan membunuhmu Ling..!!!” Ujarnya berteriak.


Lingling tersenyum samar. “ Aku tidak berkhianat,. sedari awal kau memang bukan bagian dari kalian.”Ujarnya tegas menyadarkan Andes jika dirinya bukan siapa-siapanya Lingling. Sedari awal mereka memang Rival bukan? Lantas jika Lingling melakukan kesalahan yang memang sudah direncanakan ia bisa apa?? Mike dan lainnya tertegun mendengar bicara Lingling.


“Ling-ling. Kau??”Tanyanya Alex lirih pada nya.


Lingling mengangguk.”Jangan melakukan trik busuk lagi serang kami apa adanya biarkan kita satu sama. jika begini pasukan kami habis tanpa sisa tetappi kalian menang tanpa penghargaan. Kalian terlalu licik.”Tegasnya Lingling.


Lingling..!!


Dar.. Lingling diam merasakan tembakan yang berasal dari Fiko. Ia tau tapi ia diam, menatap lengannya yang mengeluarkan darah. Andes menatapnya kaget, rasanya kenapa dirinya yang luka dalam?


Fiko keluar dan tersenyum miring” Aku setuju. Mari kita lihat seberapa kuat si mereka sampai menantang? ??” Ling-Ling tersenyum miring. Yah ini jalanya sedikit lagi.. “ Ibu tunggu aku..!! aku akan pulang.!!!