Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
dokter kandungan


Haloo semua. maaf yah baru up hehe...


Loli melirik Andes yang membawanya ke dokter kandungan gugup. Loli takut dirinya tidak mengandung dan Andes meninggalkannya juga sebenarnya. “ Nona Loli... selamat anda sedang mengandung usia tiga minggu, “ jelasnya menatap Loli yang diam saja di sana. Loli mengerjab menatap dokter yang tadi usai memeriksa perutnya.


Loli Reflek mengusap perutnya pelan sembari menatap Andes murung , ia semakin takut, jika nanti dirinya kuliah bagaimana? Bukankah nanti perutnya akan membesar seperti ibu-ibu pada umumnya? Apa kata teman-teman nya nanti, apa dirinya masih bisa main dan ikut demo kembali? Apa ia bisa lompat lompat lagi?


Bagaimana Jika dirinya tidak bisa menjadi ibu yang baik ?


Andes melihat Loli yang terlihat gelisa memegang tangan Loli ringan., loli mendongak mengerjab menatap Andes yang menatapnya tenang. Andes tersenyum kepada dokter.” Apakah ada hal yang harus diperhatikan dok? ” Tanya Andes tenang.


Loli menatap tangannya yang digenggam oleh andes. Tatapannya mengarah pada andes dan juga membayangkan kedepannya bersama andes, jika saat ini Andes adalah laki laki yang baik dan juga tidak kasar entah di besok atau seterusnya. Semua orang mengatakan Andes ini baik dan juga dewasa. Tapi siapa tau jika sikap asli nya ditutupi kan???


Andes menggenggam tangan Loli lebih hangat.” ayo pulang.” Ujar andes menyadarkan Loli.


Loli mengerjab menatap dokter yang menatapnya tersenyum.” Eh emang udah??” Tanya Loli polos.


Andes menghela nafas.” hehe udah ibu., ibu sih lihat suaminya terus dari tadi. Memang si suami ibu tampan tapi lain kali harus lebih focus yah ibu. Aman saja suami ibu tidak akan ada yang mencurinya kok.” Jelasnya dengan kekehan mengoda LOli.


Loli disana jadi salah tingkah melirik Andes yang menatapnya menggeleng. Loli kehilangan suaranya dan menatap dokter.” Eh dokter bisa saja. Saya hehe.” ia tidak bisa menjawabnya membuat Andes segera berpamitan saja untuk segera keluar dari sana membawa Loli. Loli menghela nafas pelan memegang perutnya yang ternyata sudah ada anak.


Andes menyetir tenang melirik Loli yang diam saja. Andes menghela nafas pelan.” udah jangan seperti orang depresi,.” Jelas andes.


Loli melirik Andes sinis.” Saya yang mengandung, perut saya yang buncit dan saya yang melahirkan yah pusing lah. Emang kamu yang udah buat nggak ngerasain apa apa lagi. “ jelas Loli mencerca andes di sebelahnya.


Andes terdiam mendengarnya. Benar juga. Kan hanya dia yang merasakan apa itu mengandung. Andes menghela nafas pelan mendengarnya.” Yaudah sekarang kamu mau apa?” Tanya andes tenang.


Loli melirik Andes malas.” Terserah.” Ujarnya dengan gamblang.


Andes menatapnya rumit.” Mau makan?” tanyanya.


“ Boleh.” Jawab Loli juga cepat.


“ mau makan apa?” Tanya Andes lagi.


Loli melirik andes tajam,” terserah makan apa aja.” Ujarnya.


Andes mendengarnya memejamkan matanya. sabarkan hati Andes yah untuk tidak mencekik Loli andes harus melampiaskan kekesalannya dengan meremas stir kuat. Loli di sebelahnya hanya berwajah lempeng tanpa rasa bersalah. hanya mampu Andes tarik nafs dalam dalam melihatnya lalu ia keluarkan lagi. Sabar Andes dia sedang mengandung anakmu. “ mau makan seafood saja?” Tanya Andes masih dengan kesabaran.


" Terus kamu mau makan apa Loli??" Tanya Andes masih bersabar.


" Terserah kamu aku bilang. " Jawab Loli ikut kesal


" Steak? nasi goreng?" Tanya Andes lagi.


" Nggak mau yang berminyak.." Ujar Loli menggeleng dengan wajah mupeng miliknya.


" Terus mau apa??!!"


" Terserah!!"


yassalam..!! Andes ingin membuang Loli saja lah.!!


Berujung dengan andes dan Loli makan di slaah satu makan di all You can it dengan porsi premium Loli menghabisi berboks boks daging dan makanan lain membuat andes memggeleng kepala. Sampai keduanya pulang ke rumhnya Keyna. Bukan karena mereka belum bisa tinggal berdua tapi karena memang Loli dan andes belum bersiap siap. Besok baru bisa pindahan.


“ manten baru baru pulang.” ujar seseorang melihat Loli baru sampai dnegan andes. Mata Loli melebar ada Dini disini bersama Herlambangh papanya. Lalu ada Gali, Elsa dan juga Ryan anak mereka berdua.” Eh mama, kakak, papa. Kok disini?” tanyanya mendekat dna menyalami mereka semua. Andes dengan kukuk mengikukuti salams eperti Loli.


Dini terkekeh pelan menatap Loli yang mendekati mereka.” Mau main sama Lili. Itu papa kamu sakit katanya dia mimmpi kebayang bayang muka Lili, jadi mama bawa ke sini buat ketemu sama Lili deh.” Jelas dini menunjuki ayahnya yang memang terluhat lesuh. “ terus abang sama mbak kamu ternbyata juga mau ikiut, kalo Ryan beh seneng idia ketemu airon.” Jelas dini menunjuk Ryan dan airon yang bermain mobil mobilan remot rakitan airon.


Keyna di sana terkekeh menggendong anaknya tenang melihat kkeluarga Loli datang untuk melihat anaknya. loli jaid tidka enak pada Keyna.” Duh bisa bisanya papa kangen sama anak orang pas demam. Harusnya tu terbayang bayang muka Loli pa bukan Lili. “ jelas Loli duduk di sebelah Dini.


“ yto owng muka kamu pas pasan jadi nggak ada enak enaknya diingetin., andes aja nikah sama kamu pasti dipelet. Ngaku saja kamu tu.” Jelas Gali pada Loli. gali mendektai Keyna dan menatap Lili.” Saya aja yang gendong boleh?”tanyanya. keyna berdehem memberikan anaknya tenang. Untung Lili ini anaknya anteng dan juga tidka banyak gaya.


Muka Loli masam melirik andes yang malah mendekati airon dan Ryan. “ tuh lihat suami kamu. Dia suka anak anak. Cepet cepet kasih mama cucuk mangkanya, nanti biar kami suka mains ama anak kamu tu loh,” jelas Herlambamng pada Loli lagi.


Ingin rasanya Loli teriak ia hamil. Tapi nanti malah ketahuan dia kawin duluan sbeelum menikah.” Yah sabar aja. Nanti pasti hamil kok.” Jelas Loli. “Kalo bisa reqwes kamu minta resep sama mbak key biar anak kamu mirip Lili gitu loh Li.” Jelasnya Dini kepada Loli.


Loli melirik mamanya malas.” Yo satu resefnya. Kak alka resef mujarapnya ma. Disana beninya.” Jelas Loli polos. Plak. Loli meringis mengusap kepalanya yang dilempar buah anggur oleg Elsa. Smeua memandangnya melotot.” Yo aku jujur kah, kalian ngomongnya nhacok. “ jelas Loli kesal kepada mereka semua. Beda dneganm keyna di sana yang hanya terkekeh.


“ duh Loli Loli. udha ged ekok masih kayak anak anak. Kapan dewasanya kamu ini. bikin mama stress aja.” Jel;as Dinmi pada Loli dengan lelah. Loli melirik mamanya yang dramatis.,” mama ini berasa paling banyak beban punya anak kayak Loli. padahal Loli itu nggak ngapa ngapain. Kayaknya kalo Loli nafas aja mama tu ada masalahnya sama Loli. nafas saja salah kan Loli dimata mama?” tanyanya LOli kepada Dini malas dna kesal.


Dini mengangguk menatap anaknya.” mama nggak ngomong gitu yah. tapi kalo kamu sadar syukurlah” jelasnya kepada Loli mengejek sehingga di tertawakan oleh smeua orang. Loli hanya bisa menatap ibunya melotot. Sakit hati dirinya.