Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
mencuri


Seperti kebiasaan Lingling diwaktu dizaman purbakala, ia akan selalu berlati ditengah malam, dan malam inilah ia akan latihan, tapi bedanya kali ini ia akan berlati menggunakan senjata api, meski tak tau bagaimana mengenakanya dan dimana bisa mendapatkanya., tapi ia berniat untuk mencuri ditempat Sentara api dimarkas ayahnya..


Aha.. iyaaa. Mencuri, tak apakan? Karena ayahnya tidak mau memberikanya pinjam dan tidak menyuruhnya untuk latihan, lagian ia akan membuktikan jika dirinya bisa menjadi jendral besar disini dan merubah segalanya. Yang dirinya dihina akan menjadi dirinya yang dipuja puja bangsa..


Jam sudah menunjukan pukul dua belas malam membuat ia mengenakan baju serbah hitam yang ia pinjamkan milik Jo tadi, iya... Ia juga mengikat rambutnya dan menggunakan syal.. sebagai ciri khasnya. Ia tak suka lehernya terlihat, dan ia mengikat rambunya tingi dan menyepolnya rapi. Hal itu membuat ia Nampak bagaikan laki laki saja. Apalagi dirinya yang rata dan tidak punya body sama sekali.


“ Waktunya beraksi..”Ujarnya disana dan menelipkan satu lisau dipinggangnya mulai keluar dan mengerayap untuk pergi kegudang persenjataan. Dan dijalan ada banyak tentara yang sedang menyisirkan semua jalan yang ada. Disana Lingling harus menahan diri untuk cepat cepat.


Dan.. Lingling memejamkan matanya dan mengeluarkan jurusnya yaitu jurus peringan tubuh, ia akan berate bagaikan angin. Dan itu membuat penjaga yang malam ini berkerja itu terkejut.”Itu tadi angin?” Tanyanya kepada rekanya dikalah merasa angin bertiup kencang dibagian dekatnya tadi.


Rekanya yang lainpun mengusap lehernya dan mengerjab.”Sepertinya.. atau jangan-jangan?” Tanyanya disana dan merapatkan diri dengan rekanya satu itu.


"|Itu hantu?” Tanyanya gugup. Meski berkerja dipermiliteran, takut hantu bukanlah hal yang biasa.


Pucat wajah temannya membuat mereka melirik kanan dan kiri, mengusap tengkuk, dan “Kabur..!”Teriaknya dan teriak juga temannya.


”Hua.. jangan tinggalin akuuuu..!”Teriaknya dan mencicit kabur dari sana. Apalagi tempat yang gelap membuat mereka tak bisa melihat apakah disana ada hantu atau tidak.


Disisi lain Lingling menghela nafas dikalah sudah sampai digudang. Disana dikunci membuat ia mengusap kepalanya. “Yaampun, ini gimana bukanya?”Tanyanya disana membuat dirinya mengusap dada. Disana mengenakan pin dan itu cukup membuat ia pusing. Itu beum masuk gudangnya dan mengambil senjata. Apakah disenjata juga ada kuncinya? Batinnya Lingling ingin menyerah. Namun sebelum itu.


“Iya.. baiklah, kita harus memeriksa persenjataan kita apakah ada yang kurang atau tidak, sebab besok pagi akan ada pemeriksaan dari pusat untuk kembali mengirim senjata yang kurang..!”


Hal itu membuat Lingling melompat dan bersembunyi diatas atap, ia terkejut dikalah jedral Lien bersama dua orang prajurit disana memasuki gudang itu. Ia megusap dada.


Lien disana membuka gudang itu dan Lingling mengusap dada.. “Yasudah cepat lihat..!”Ujar Lien membuat Lingling ikut masuk sebelum pintu itu ditutup. Ia kembali mengenakan ilmu anginnya sampai pada didalam ia bergegas bersembunyi dibalik lemari lemari yang ada, disana nuansanya berwarna gelap dan coklat membuat cukup redup akan cahaya.. Lingling sampai menahan nafas, entah apa gunanya., mungkin reflekknya manusia jika sedang melakukan kejahatan atau sedang terancam yakan? Apalagi ini pertama kali bagi Lingling untuk mencuri.


Disana jendral Lien merasakan ada yang mengintip dibalik lemari membuat ia mengintip dilemari dengan cepat. Lingling tak kalah cepat, ia langsung kelemari lainnya.. Lien disana mendekati lemari itu tadi dan tak menemukan siapapun. Lalu matanya kembali menyusuri ruangan itu, sampai pada kelemari dimana Lingling bersembunyi., ia melihat disana ada kain hitam membuat ia menghela nafas.


Lingling disana kembali menahan nafas melihat banyak senjata didepannya.


Tap.. tap. Tap.. ia terpojok, tak ada .lagi lemari atau tempat untuk ia bersembunyi membuat ia menahan nafasnya.. dan..


Tap.. Lien melihat ketempatnya.. namun tetap tidak ada orang lain disana membuat ia menatap kekanan dan kekiri.. itu membuat ia menghela nafas dan membuang fikran buruknya. Kan tadi ia masuk tidak ada orang diruangan ini, jadi mana mungkin ada penyusupkan? Lalu ia kembali berjalan dan mendekati rekannya.,


Disisi lain Lingling yang tadi mengenakan ilmu angin itu bersembunyi dibelakangnya jendral Lian, ia menahan nafas disana mengerjab dan menghembus nafas lega dikalah jendral Lien sudah pergi.. Lingling kembali kelemari tadi dan melihat mereka yang sudah selesai menghitung senjata.


Itu membuat Lingling mengambil dua pistol kecil, dan satu pistol besar tanpa tau itu merk dan jenis apa, jangan lupakan pelurunya yang ia tak tau untuk apa itu, dan gunanya apa. Ia harus keluar sebelum mereka mengunci ruangan itu. Harus, jika tidak ia tidak bisa keluar, apalagi disinikan menguncinya mengenakan kunci modern. Mana paham dirinya.


Dan lien disana masih merasa ada yang janggal membuat ia menatap sekeliling. “ Ayo keluar, dan kunci rapat rapat pintunya.. dan kalian bawa data persenjataan kita..!”Ujarnya jendral Lien disana membuat dua prajurit yang sedang sibuk menghitung tadi mengangguk dan pergi dari sana..


”Apa kalian merasakanya?!”Tanya jendral Lien membuat mereka mengangguk kaku.,


Jendral Lien disana mengusap tengkuknya dan keluar tanpa curiga sedikitpun. Itu membuat mereka cepat cepat juga keluar.,”Laporanya simpan baik baik, aku hanya membawa rekapnya., besok kumpulkan lagi denganku dan komandan You.. secepatnya karena paginya akan ada pemeriksaan.”Ujarnya dingin dan tegas,.


Disisi lain Lingling mengusap dadanya ketika ia berhasil keluar dengan selamat, ada baiknya ia sekarang berdoa jika ia tidak dikejar bab1 ditengah malam ya? Haha..


Lingling melihat lampu lampion ditanganya yang ia beli tadi sore, ternyata masih adaz ia sudah menyiapkan ditempat perbatasan hutan kok..


Dan ia mengeluarkan sesuatu ditangannya.


Tak..


ilmu api yang ibunya ajarkan memanglah efic. Meski ia tak selihai kakak-kakaknya tapi setidaknya ia mampu dan tidak perlu diiragukan lagi, dan akh iya, ia akan menguasainya dan mengasa kembali didunia ini.


Ia menatap kesekelilingnya, itu hutan dibelakang kediamannya.”Aku harus berlatih jauh dari sini supaya tidak ada yang mencurigai ku.. dan Dogi..!”Teriaknya membuat sosok yang ia pangil itu mendekat. ”Ikut aku, aku akan mempelajari benda benda ajaib ini.. Dan jika ada seseorang kau harus memberi tahuku.”Ujarnya membuat sosok anjing peliharaanya itu mengangguk.


Linglingpun tersenyum dan mulai menyusiri hutan yang ia sering mencari tempat makanan itu..


Perjalanan yang jauh supaya tidak ada yang tau. Namun ditengah perjalanan ia bisa meliihat dua sosok yang sedang dikuliti oleh seseorang dengan mengenakan baju hitamnya itu membuat Lingling tertegun..


GuggGug...


DDegh..


gonggongannya Dogi membuat tiga orang itu menatap kearah Lingling yang sedang memegang lampu lampionya itu.. dan Dogi yang bersembunyi dibelakangnya Lingling.


Apakah Dogi ingin Lingling secepat itu mati?


.


.


.


betewe? aku bakal doble update kalo banyak yang like and komen.. hehe. Maaf kemarin enggak up. Soalnya ada banyak tugas dan novel yang aku kejar.. semoga aja kalian enggak bosen dan selalu support aku ya..