Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
KELAKUAN


Andes yang dis ana terlijhat kaku. Loli melirik Andes yang tidak menurut melotot.” Senyum andes senyum.” Tegasnya.


Andes menghela nafas pelan tak senyum. Ia malah membuka kancing baju dan dasinya. Loli tersenyumlah lebar.” Yaampun candit lebih bagus rupanya. Gue posting agh biar yang panas makin panas.” Gumam Loli mendekati Andes dan duduk pelan pelan di kasur.


Loli mengarahkan kamera pada dirinya dan kasur. Ia tersenyum menaruh dua jari di dekat pipinya. “ cantik banget. Snap snap snap. Bikin captain malam pertama.” Teriak Loli girang segera duduk.


Andes mendengus.” Tadi katanya takut rusak sekarang rusak beneran sama dia.” Gumamnya.


Loli mendengar tersentak mundur.” Yaampun lovenya jadi miring.” Gumam Loli. “ eh ini seprei putih nggak apa apa merah merah?” tanyanya gugup.


Andes berdehem.” Nggak apapa tidurin aja sampek semuanya merah biar mereka nyangkahnya kamu Pw3r4w4n” Jelas andes santai.


LOli menatap andes melotot.” Mulutnya cek cek. Pengen gue cekek deh.” Ujar Loli kesal.


Andes menghela nafas.” mending kamu mandi bersih bersih. “ jelas Andes pelan.


“ tapi aku nggak ada baju.” Jelas Loli kesal.


Andes menunjuk lemari.” Di sana itu baju udah di soapkan sama keyna. Kamu pakek aka.” Jelasnya.


Loli di sana merekahkan senyumnya dan melompat girang.” Akh mbak key paling baik sedunia.” Bergeas pergi meninggalkan andes.


Andes menghela nafas pelan. Loli memang dimalam hari tidak teralu rumit dalam riasan, hanya di rol dan beberapa gaya rambut yang terkena beberapa produk akan segera kembali normal.


Andes menghela nafas menyandarkan tubuhnya di atas kasur. Sangat lelah hari ini. andes melirik kearah balkon, segera ia keluar dan menatap ke bawah. Dimana semua orang maish joget. Bahkan Boy di sana sudah dijewer oleh istrinya. Andes terkekeh pelan melihatnya. Party bebas. Mereka terlihat sangat menikmati acara dan pemilik acara sudah tidur.


Sedangkan Loli mengutuk ucapannya yang tadi. Ucapannya yang mengatakan Keyna paling baik sedunia..!!! karena saat ini Loli ingin menangis saja. Baju pengantin sudah ia rendam karena banyak pasirnya, lalu apa ini? baju yang disiapkan oleh Keyna baju apa? Ini bukan baju tapi jaring ikan..!! iya jaring ikan di sungai dirajut menjadi seperti baju manusia. Bahkan cd nya saja hanya benang dan bolong ditengah lalu apa gunanya pakai baju jika begini?


Ia masih melihat baju lain dan semuanya sama, terbuat dari jaring ikan, dan ada yang paling paling menggunakan kelambu hahaha. Loli rasanya ingin menangis kedinginan di sini. Sudah setengah jam ia melihat baju baju ini. Ini jika dipakai pasti mudah sobek.


“ toktok. Cepet, saya mau mandi juga. “ teriak Andes dari luar.


Loli semakin memerah dengan jantung berdebat debar. Segera Loli ambil sembarang baju dan mengenakannya. Loli menatap diirnya di depan cermin dan hendak berteriak. Keyna sialan..! Keyna iblis. Bisa bisanya baju beginian dia kasih.


“ Loli cepat. Kamu masih hidup kan?!!” teriak Andes kesal dari luar. Sudah satu jaman lebih di dalam kamar ngapain aja sih? Tidur???


Andes menatap kesal pintu wc yang hendak terbuka, sebelum setelahnya ia tertegun melihat Loli yang pelan pelan membuka pintu dan menatapnya nanar. Andes melebarkan matanya terkejut.” Kamu ngapain pakek baju begtu?” Tanya andes gugup dan nanar.


hey hey. Bahkan tidak ada gunanya menggunakan baju jika model bajunya saja begitu. Loli memerah padam menutup tubuhnya menggunakan handuk menatap andes nanar.” INI ULAH MBAK KEYNA. BAJU NYA NGGAK ADA. CUMA ADA JARING IKAN..!” Teriak Loli lalu memalingkan muka kesal. Sedangkan Andes shok melihat Loli. Sialnya tubuh LOli sangat putih.


Dan Andes sangat normal.!


Andes berdehem pelan, melangkah menuju koper miliknya, membongkar dengan tenang tapi otaknya sudah kemana mana. Andes mengerjab pean menatap isinya. Isinya pengaman dan juga susu beruang semua. Andes terdiam sejenak, merasa otaknya loading.” KEYNA..!!!!!” Teriak Andes kesal dan memaki.


Sedangkan dibagian lain ada keyna yang terbahak bersama suaminya yang di sebelahnya. Alka bahkan ikut cekikikan pelan membayangkan eskpresi suram andes dan Loli malam ini. Keduanya saling bertepuk tangan dan terkikik pelan. yaampun membayangkan saja mereka merasa ingin pipis saking lucunya. Bagaimana di sana langsung yah?


Andes berdehem pelan melirik Loli yang tersingkap kaget melihat Andes yang berteriak kesal. Wajah Andes merah padam menatap Loli yang diam di sana memeluk dirinya menggunakan handuk. tapi handuk itu sama sekali tidak berguna, masih saja memperlihatkan lengan dan paha mulus loli. Sialan Andes ingin keluar dari sini memanggil pelayan.


Krek.. pintu dikunci. Andes mencoba berfositif thinking dan segera mengambil kartu eh tapi tunggu dulu. Kartu?? Ia mengerjab pelan. tadikan dirinya di bantu alka masuk ke dalam kamar. Andes mengepalkan tangan. Suami istri itu. !


Andes melirik Loli yang diam saja melihat andes yang mondar mandir.” Hp? Mana HP?” Tanya andes pelan kepadanya.


Loli menggeleng.” Hp aku habis batre karena selfie sepanjang acara, casannya di koper aku, dan yang kamu tadi dikasih sama Mbak Keyna sama alka biar acaranya nggak main HP.” Jelas Loli polos.


Andes diam mengusap dadanya sabar. Segera ia menyigarkan rambut kebelakang. Loli di sana kikuk dan segera mendekati kasur. Andes berdehem pelan, merasa panik dengan reaksi dirinya yang berlebihan melihat Loli mendekat. Loli menghela nafas pelan.” Mana handuknya basah lagi, Cuma satu ini dingin.” Gumam Loli memelas menatap Andes malu.


“ yasudah buka saja. Saya juga tidak minat.” Jelas Andes ketus. Reflek karena kepanikan dirinya.


Loli mendengarnya melepas handuknya cepat.” Syukurlah kalo gitu.” Jelasnya dan segera tidur di kasur.


" Ini handuknya. Handuk ini untuk kepala rupanya. Nanti buat kuras badan.” Jelas Loli melempar handuk basah tadi., Andes mengepalkan tangan dan segera masuk tanpa melirik Loli yang tidur menampilkan paha putihnya tidak tidak. Loli lebih mirip tidak menggunakan baju. Hanya benang yang di anyam.


Brak. LOli berjengkit kaget saat pintu toilet yang di tutup keras.. loli menengus pelan.” santé dong maas. Vila mahal ini.” ujar Loli pelan lalu menatap langit langit kamar lamban. Loli menghela nafas pelan dan menyelimuti dirinya. Loli harap malam ini dirinya bisa tidur.


Loli melkirik minum di dekat nakas kamar, karena dirinya haus. Loli segera mengambiknya dan meminumnya segera. Menghabisi setengah minum dan segera memejamkan matanya untuk tidur.


Sedangkan di dalam kamar mandi ada andes yang mengusap rambutnya kebelakang melihat adiknya yang sudah menyakitimu dirinya. Andes tidak tau harus menangis atau bagaimana sekarang. padahal Andes biasanya bisa mengontrol diri., mengapa sekarang tidak? Apa karena dirinya sudah merasakan nya bersama Loli sebelumnya??


Andes menggeleng pelan, memilih menyelesaikan sendiri dengan berendam air dingin. Usai dirinya segera keluar menggunakan handuk, saat keluar ia mendapatkan Loli tidur dengan kaki melintang dan bibir yang terbuka, hampir jelas semua asetnya terpampang jelas.


Andes melirik minum yang terbuka di dekat nakas, andes mengepalkan tangan dan memejamkan mata. Sial Andes harusnya tidak mempercayai Keyna untuk kamar pengantin.


...----------------...


Pagi harinya keyna tidak berhenti tersenyumlah senyum sendiri. Ana yang di sebelah keyna sedang menyiapkan makan pagi mengernyit kan dahinya.” Ibu kenapa ketawa terus sih buk?” Tanyanya pelan kepada Keyna yang nyaris meledakkan tawa setiap saat.


Keyna menggeleng pelan.” nggak, saya tadi Cuma lucu aja soalnya liat kecoa terbang.” Jelas keyna mencari alasan.


Ana menatap keyna aneh.” Itu mah serem bu bukan lucu.” Jelas ana.


Keyna di sana malah terbahak.” Iya sih yaampun udah sih Ana.” Jelas Keyna menepuk pelan pundak ana. Tapi bagi Ana itu bukannya pelan tapi kuat.


“ he mbak keyna.” Panggil Dini yang keluar dengan baju tidurnya menyapa Keyna.


Keyna menatapnya dan tersenyum.,’” eh iya bu hehe.” Keyna tersenyumlah sopan.


Dini menatap Keyna yang siap dengan pakaian yang hendak olahraga bingung.”Ibu mau kemana?” Tanya Keyna sopan pada Dini yang berusia jauh di atasnya. Dini ibu Loli.


Dini tersenyum.” Ini loh ibu tu nggak bisa tidur lagi kalo lewat dari jam lima, rasanya gatel tangan mau masak sama cuci piring. Dimana yah nak dapurnya biar ibu masakin.” Jelas Dini kepada Keyna sopan.


Keyna menatapnya menggeleng.” Oh nggak usah bu, kita udah pelayan masak kok bu di dapur., ibu istirahat saja pasti masih lelah usai acara.” Tegas keyna.


Dini menggeleng.” Yo enggak nak. Ibu sudah biasa. Kamu tunjuk aja dapurnya biar ibu bantu bantu. Eh nak Keyna mau masak bareng saja bagaimana? Seru pasti,” jelas Dini mengusap pelan bahu Keyna. Keyna sesak nafas melirik Ana yang disana malah menahan tawa.


Keyna menggeleng.” Maaf ibu saya tidak pandai masak. Saya mau jogging dulu bu mumpung Lili masih tidur. Dada bu. Ana tunjukin dapurnya.” Jelas keyna pada ana segera buru buru keluar.


Dini menatap Keyna yang kabur heran. Kenapa Keyna seperti sedang menghindari dirinya. Ana berdehem melihat Dini yang heran menatap keyna menjauh.” Duh buk hehe maaf yah,. Nyonya memang nggak masak. Dia tu nggak mau belajar tapi kalo ditanya masalah masak dia juga malu ngomong nggak bisa masak. Kan perempuan itu identic dengan dapur, sedangkan nona keyna itu tidak suka dapur.” Jelas ana sopan kepada dini.


Dini mendengarnya mengangguk kaku melirik Ana yang berdiri sedang memegang dot susu.” Saya baru tau hehe,. Nak Keyna nggak bisa masak mangkanya dia kabur,. Tapi nggak apa apa lah, yang pentingkan tidak ganggu orang.” jelas Dini pelan.” saya nggak masalahin perempuan nggak bisa masak.” Jelas Dini meringis pelan. merasa tidak enak pada keyna.


Ana mengangguk pelan.” iya tapi nyonya nggak enakan aja orangnya.” Jelas ana pelan.” udah buk, saya mau ke kamar anaknya mbak keyna dulu, takut nangis. Soalnya biasanya jam segini udah bangun.” Ujar Ana dengan sopan.


Dini membuka mulut lebar.” Keyna udah punya anak?” dmei apa Dini tidak tau, dan Keyna terlihat tidak pernah membawa anaknya.


Ana mengangguk.” Dua malah.” Jelas Ana terkekeh pelan.


“ yaampun saya ikut dong mau lihat anaknya keyna kalo gitu.” Ujarnya berbinar menatap Ana.


Ana di sana terlihat kukuk dan mengangguk. “ ayok Nyonya jika mau.” Ujar ana tersneyum segera membawa Dini kekamar Lili dan Airon.,


.


.


.


. hayo apa yang kalian pikirkan?