Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
masa hamil


Ia diam menatap perutnya yang memang sudah satu bulan tidak juga datang bulan.” Masa sih gue hamil? Kan kita ngelakuinnya Cuma sekali.” Gumam Loli pelan menatap perutnya.


Andes gelagapan di sana berdehem sejenak, dia sudah melakukanya berkali kali, saat di villa selama dua minggu hampir setiap malam. Akh andes tidak usah dikatakan.


Loli menghela nafas pelan menatap Andes menaruh Hp di dalam sakunya, ia bangkit melihat ke ruangan lain.” Andes semial nanti aku kuliah terus hamil pasti nggak banget. Aku mau joki aja yah skripsinya.” Ujarnya membujuk.


Andes mendelik.” Nggak ada cerita yah Loli. bodoh kok makin bodoh.” Jelasnya kesal.


Loli menatap andes kesal.” Katanya bikin skripsi itu sulit tauk. Dosennya pada galak semua.” Jelansya merengek memegang lengan andes.


Andes melihat Loli merengeh disebelahnya tetap menggeleng.” Sampek tangan kamu patah aja nggak saya kasih. Belajar mangkanya.” Jelasnya. Loli mencibir melihat andes. Ia merajuk segera melihat kamar kamar saja untuk dirinya pilih dikamar mana mereka akan tinggalkan nanti.


“ andes nanti kita satu kamar atau nggak?” Tanya Loli kepada andes.


Andes brdehem melihat Loli yang dikamar yang ia sukai. Andes tetap duduk saja dam membuka hpnya lagi.” satu kamar.” Jelas Andes.


Loli menciibir kesal mendengar Andes bicara.” Pisah aja yah?” Tanya Loli berteriak.


Andes melirik Loli dengan dingin.” Iya uang jajan nggak saya kasih, “ jelas andes tegas.


Loli menatap andes garang tidak setuju.” Kok gitu sih?” tanyanya kesal.


Andes mendengarnya hanya diam saja., Loli mendekati andes lagi.” Aku mau kamar ini aja eh tapi kayaknya kmar di atas aja deh dekat balkonnya. Enak banget disana. ayok di sana.” Ia menarik tangan Andes agar mengikutinya ke sana. Andes tak mau hanya ogah ogahan saja ditempatnya.


Keduanya sudah ada di lantai dua. Loli bertepuk tangan di balkon kamarnya.


Ruangan dengan kayu kokoh berserta orname yang sangat cantik, seprai putih menghiasi kasur mereka. Disana juga sudah ada sofa. Toilet dan juga lemari perlengkapan lainnya.


Dibalkon sudah ada gantungan ayunan sangkar burung dua buat yang di duduki oleh Loli dan juga andes, di sebelahnya ada meja kecil dan da kursi lain di dekat keduanya. Tak jauh daris ana juga ada tempat luas untuk bermain atau sekedar menaruh kasur bermain saja. “ wah kita disini aja. Disini keren.,” ujar Loli menatap kdepan kagum.


Rumah ini masih sangat asri, karena perkonplekan rata rata rumah kayu semua, dihiasi banyak pohon di sekitarnya. Tak jauh dari sini terlihat ada banmyak sawah warga yang sedang menguning hampir mau dipanen. “ padahal ini bukan di desa tapi kok bisa yah keren banget.” Ujar Loli kagum.


Andes juga disana diam menikmati udara segar di sini sembari menatap kedepan, ada beberapa anak kecil yang baru pulang dari sekolah berjalan kaki membuatnya tersenyum kecil. Loli melirik Andes dan menarik baju Andes.


Andes melirik Loli yang menatapnya tersneyum lebar.” Makasih yah udah mau beliin ini rumah buat aku., aku janji bakal berusaha buat jadi ibu dan keluarga yang baik.” Ujar Loli dengan tenang dan tulus.


Andes mendengarnya tersenyum tipis. Andes mengangguk.” saya minta maaf, karena saya kamu kehilangan masa depan yang kamu impikan.,” jelas Andes tenang. Karena dirinya kehilangan control Loli kehilangan apa yang diimpikan dna harus menikah dengannya.


...--...


haloo semua. salam sayang dari author yah. Dengan suasana baru author memiliki novel baru dengan suasana baru dengan Judul " IM women Not A Boy" dengan nama penulis " Nona manis"


 -


Loli menggeleng.” Justru impian aku udah kecapai lih.” Jelas Loli semangat kepada andes.


Andes menatapnya dengan aneh. Loli mengangguk riang.” Bisa punya rumah sendiri, suami kaya dan tampan, terus nggak usah kerja karena kamu banyak uang. Aku juga nggak dituntut apa apa lagi sama orang lain. Aku senang dengan apa yang aku milikin kok.” Jelas Loli semangat.


Andes mendengarnya tersenyum tipis. Loli bagaikan reingkarnasi Lingling, Andes tidak tau ini hnaya kebetulan atau bagaimana, tapi yang jelas andes menikmati setiap kata dan juga ekspresinya yang membuat dia semakin mirip dengan wanita yang ia cintai. “ kalo semisal kita langsung tinggal di sini aja hari ini gimana?” Tanya Loli lagi.


Andes menggeleng pelan.” kita harus pamit dulu sama keluarga.” Jelasnya.


Loli mendengarnya mencebikkan bibirnya pelan. “ yaudha nggap apa apa deh hehe. Aku mau bawa mbak Key ke sini lah besok biar bisa pamer.” Ujar Loli.


Andes terkekeh.” Kamu suka banget pamer.” Jelas andes.


LOli mengangguk.” iya soalnya ekpresi mereka yang sayang sama kita atau nggak tu pasti kelihtan kalo kita cerita apa yang kita miliki dan apa pencapaian kita. aku jadi tau dia suka sama aku tulus atau enggaknya.” Jelas LOli lagi tenang.


“ kok kamu bisa mikir gitu?” Tanya Andes kepada Loli heran. Pikiran macam apa itu sampai Loli mengatakan hal tak masuk akal.


Loli mengangguk menatap kedepan.” Ada yah orang yang kalo kita pamer bakal bilang ah segitu doang, atau ‘ ih ngapain pamer, gue juga mampu.’ Atau bahkan ekpresi mereka itu bakal natural, nggak bisa dibohingin meksipun mereka Cuma pura pura. “ jelas Loli semangat.


“ tapi sampai ditipu sama pacar dan temen sendiri yah kamu Li. “ jelas andes terkekeh.


Loli segera menatapnya tajam.” nggak usah ungkit yah.” ujarnya merajuk. Andes terkekeh melihatnya.


“ maaf tuan. Nyyonya semua berkas sudah dibuat. Silahkan penandatanganan yah.,” jelas dari sales konsultan membut keduanya menatap mereka kikuk. Andes berdehem mengangguk segera bangkit dan menuju tempat yang di ajak. LOli segera mengikuti andes kemana mereka mengurusi berkas.


Di ruang kamu rupanya sudah ada orang andes dan juga dari pihak perusahaan, andes mengundang sekretaris dan juga notaris pribadinya untuk mengurus beberapa surat di sana. Agar tidka terjadi kekeliruan dalam pemalsuan atau hal hal lain.


Andes segera menanda tangani berkas yang sudha dirinya baca, lalu mengguyur pada Loli. Loli menatapnya dengan rumit dan membacanya dengan tenang.” Atas nama aku? Kok aku?” Tanya Loli polos.


Andes berdehem.,”karena kamu istri saya. Cepat tanda tangan biar mereka tidak terlalu lama.” jelas Andes tegas Loli yang di bilang istri jadi salah tingkah dan segera menanda tangani berkas dengan tangan gemetar.


Disana mereka terkekeh melihat tingkah lucu Loli. usia semnua berkas selesai Andes pun menghela nafas mengucapkan terimakasih pada pihak dirinya dan pihak bersangkutan. Hanya meningalkan andes dan Loli pulang ke rumah. . Loli menghela nafas pelan menatap semua orang sudah pergi. Menatap andes dengan dalam.” Andes beneran ini rumah atas nama aku?” tanyanya lagi penuh penyelidikan.


Andes berdehem pelan mengusap kepala Loli.” iya cerewet..” geram andes dan menjauh dari sana. Loli shok memegang kepalanya yang di usap andes. Loli kehilangan suara memandang andes yang menjauh. Diam diam dia mengulum senyumnya menatap rumah yang diberi.


“ apa ini kado pernikahan dari Andes? Uh soswittttt..” gumamnya dengan riang. Ahh benar rupanya. Andes lelaki yang sangat baik.