
Haloo semua. Aku akan up lagi ye hehehe. Yaampun crazy Up masa ga kasih jejak sih?
.
.
.
.
Lingling melebarkan mata. Gila, laki laki ini juga sangat kuat rupanya. Siapa lelaki ini?
Lingling sampai menatapnya kagum, lelaki ini bukan orang sembarangan yang bisa ia atau orang lain singgung. bisa jadi juga memiliki ilmu tenaga dalam sama seperti dirinya. Lingling akui kecepatan lelaki ini cukup bagus.
Lingling menahan tubuhnya memegang lengan kiri si lelaki dan mengembalikan ke adaan. Lelaki itu lengah dan Lingling menarik tanganya dan menyerang dagu si pria. Pria itu mundur dan Lingling juga mundur. Semua menatap mereka kagum. Lingling berdiri menarik nafas lebih banyak karena ia sudah menguras cukup banyak tenaga menghajar lelaki ini.
Sama dengan Lingling nafas lelaki itu naik turun seusai mundur, nafasmnya juga naik turun dan pegangannya. Terlihat dari bahunya bergetar.” Rupanya nona ini sangat kuat. aku semakin tertantang. Tidak sia sia aku melepaskan uang seribu koin emas jika lawannya adalah nona.” Ujar pria itu sebelum menyerang Lingling dan memukul tepat bagian bahu Lingling secepat kilat.
Lingling segera menahannya dan memegang tangan lelaki itu tegap.” Katanya tak pernah menyerang wnaita. Hari ini ucapanmu nol besar yah tuan.” Ujar Lingling mengejek.
Lelaki itu terkekeh dan memutar tubuhnya. Lingling ikut memutar tubuhnya hingga kedua bahu mereka bertabrakan. Lelaki itu menoleh ke wajah Lingling dan Lingling menatap lebih dekat juga.” Kau bisa memprovikasih juga ripanya. Nona aku bukan tandinganmu.” Ujarnya pada Lingling dan semakin menguatkan genggamannya untuk membanting LIngling.
Lingling masih bertahan malah meloncat dan memutari angin berputar 360 Drajat,. Lelaki itu menatap Lingling kagum dan tubuh Lingling mendarat sempurna tanpa celah di tanah. Tapi hanya sesaat sebelum tubuh lelaki itu terbanting karena mengikuti arah tubuh lingling berputar. Lingling menegak tubuhnya tampa kesulitan dan tuhuh si lelaki ada di bawah sembari memegang dadanya sakit.” Hmmm, mau terprovokasi atau tidak kau akan tetap kalah denganku tuan.” Ujar Lingling mengusap hidungnya sombong dan tersenyumlah miring.
Lelaki itu terkekeh oelan mengusap dadanya. Sangat sakit, sial baru kali ini ia dikalahkan oleh orang lain, dan kabar buruknya yang mengalahkanya adalah seorang perempuan barbar tak ia ketahui wajahnya. Ia memaksa bangun memegang dadanya. Jisung dan Mao mao di sana menatap mereka sangat kagum, sama sama tidak mengetahui jurus mereka kenakan itu apa. Saat lelaki itu hendak menikam Ling-Ling dari belakang, mereka berteriak melotot karena kaget.
Tetapi mereka salah duga. Lingling sudah lebih dulu mengetahuinya dan juga mengser ke kiri secara cepat. Menahan tangan si lelaki dan memutarnya secara cepat. Lelaki itu berteriak kesakitan, Ling-Ling semakin menarik tangan itu tak melepaskanya dan membantingnya lebih kuat hingga lelaki memuntahkan darah. Semua orang bertepuk tangan heboh.
Meksi dalam keadaan batuk darah lelaki itu tetap menendang Lingling hingga Lingling mundur. Lelkaki itu mengusap darah di bibirnya dan menyeringai. Lingling tersenyum mengejek menatap lelaki yang masih tidak mau kalah ini. “ kali ini aku kalah, ambilah koinnya. Menyenangkan bertarung dengan nona, ku harap hari berikutnya kita bertemu lagi. Akh pasti bertemu lagi.” ujarnya tersenyum miring ditengah darah mengalir di sela giginya, dan keluar dari area pertandingan
Lingling menatapnya dengan dingin dan mengintimidasi. Kata kata lelaki tu seakan akan hendak menemuinya lagi saja di kemudian hari, memangnya Lingling mau bertarung lagi? cuih tidak. Lingling mendengus dan menatap jisung dan Maomao yang mendekatinya.
“ wah daebak... kau mengalahkan dia dengan cara yang keren, jika kami tau siapa gurumu nona? Mengapa bisa kau melawan dia begitu keren.” Ujar mereka dengan heboh kepada Lingling.,
Mao mao mnengangguk semangat.” Yah, kau menyerangnya seakan akan sudah tau gerakannya. Di tambah kalian benar benar lincah. Aku yakin lelaki itu bukan orang biasa.” Tegasnya dengan tenang. " gurumu pasti sangat hebat sehingga memiliki anak didik sehebat dirimu. Bisakah kau bawa aku ke sana? aku ingin belajar juga beberapa jurus seperti milikmu tadi. " Ujar Maomao semangat kepada Lingling.
Lingling diam dan menatap jauh kemana lelaki itu pergi.” Iya aku juga yakin.” ujarnya. Lingling tidak menjawab siapa dan dimana ia belajar, lagi pula Lingling hanya murid ayah dan ibunya yang keras mendidiknya dalam bertahan hidup. Apalagi memiliki tunangan dewa perang. Lingling si tuntut menjadi sekuat mungkin agar tidak di intimidasi oleh siapapun.
Jisung dan Maomao terkekeh.” Aiya nona, kali ini aku percaya pada saranmu. Ini uang uang pertarungan mu. Tapi dipotong sepuluh koin emas untuk sewa tempat pertarungan.” Ujar Jisung menatap Lingling dengan tengil tak mau kurang.
Lingling mendengarnya berdehem dan mengambil uang tersebut. Tapi tatapannya memicing sejenak.” Kau mengambil lima pulih koin emas kan?” jisung gelagapan menatap Lingling.
Gadis ini, dari mana dia tau jika ia menggelapkan uang nya segitu Padahal belum dihitung. Lingling menatap Jisung tajam,.” Kembalikan atau ku patakan tanganmu sekarang juga.” Ujar Lungling menekan kata katanya.
Jisung gelagapan dan maomao menatap pelatihnya dengan tatapan datar tak senang. Jisung tersenyum masam mengeluarkan semua koin miliknya. Lingling merampasnya secara cepat.” Aiya nona itu belum aku ambil. “ ujarnya dnegan cemas dna gugup.
Lingling mendengus dan mengambil sepuluh koin emas memberikan kepada Jisung, cepat cepat Ji-Sung menerimanya dan menatap Lingling berbinar.”Berniagalah secara jujur agar kau bisa menaiki podium paling kuat. jika kamu tidak jujur maka kamu akan hancur sebelum berada di podium terkuat. percayalah padaku.” ujar Lingling menepuk pundaknya Ji-Sung kesal.
Jisung menggaruk pelan telinganya yang terasa gatal. Malu dan tidak enak kepada Lingling. Mao mao berdehem.” Maafkan nona. Kami akan jujur lain kali.” Ujarnya.
“ Nona.”
Orge mendekati Lingling dan menatapnya cemas.” Apakah nona tidak apa apa? Aku lihat nona tadi terbanting cukup kuat. apakah tidak apa?” Orge bertanya dengan nada khawatirnya.
Lingling berdehem pelan saja kepada nya,.” Tidak terlalu sakit.” Tidak ada rasanya juga batin Lingling.
Orge mnghela nafas.” syukurlah jika begitu.” Ujarnya. Cukup megah mendengar jika Lingling baik baik saja.
Lingling berdehem menatap Jisung dan maomao.” Besok aku akan ke sini lagi untuk membicarakan apa yang aku katakan tadi. Tugas kalian hanya satu yaitu. Lakukan cara yang sama sepertiku tadi. Tandinglah secara sehat. Jangan ada yang memakan korban dan saling membunuh. Cukup saling berkata dan mengungkapkan kekalahan. Dan lagi uang taruhannya juga diucapkan secara jelas dna uang yang jelas. Jika tidak jelas tolak saja. Masalah kekaisaran aku akan melakukannya seperti yang aku katakan tadi. Itu tugasku.” Ujar Lingling tegas.
.
“ Baik nona. Kami akan menjalankannya. Terimakasih.” Jisung membungkuk memberi hormat, sama dengan Maomao. LIngling tersenyum bangga mengangguk bangga dibuatnya. Lingling tersenyum keluar dari rena pertandingan. Semua orang yang menyaksikan Lingling tadi tidak bisa tidak melampirkan wajah kagum dan juga senang kepadanya. lingling terlihat benar benar kuat dan juga bukan wanita biasa.
Lingling melompat kecil dan tersenyum. Orge melihatnya menggeleng. Begitu mudah gadis ini mendpatakan uang seratus koin emas, padahal orang disini harus mati matian mendapatkan uang sebanyak itu.
jangankan sebanyak itu, dua koin emas saja mereka sangat sulit mendapatkannya. “ Nona jangan melompat lompat, nanti kau lelah dan energimu kan terkuras.” Ujar Orge pelan. Orge heran melihat Lingling yang tidak ada lelah lelahnya. Dari tadi sesudah bertanding selalu bermain dan berjalan jalan begitu cepat. Orge malah berfikir Lingling bukan manusia biasa.
Lingling menoleh dan menatap Orge yang berjalan lamban dibelakangnya.” Justru karena lamban itu yang membuat lelah. Ayolah kau ini laki laki tapi tenaganya melebihi siput. Jangan membuatku lelah atau aku akan minta gendong nanti.” Ujar Lingling kesal. Jalan Orge ini sangat lamban seperti para calon raja yang berjalan wibawah dan penuh perhitungan.
Ah tidak tidak, mengapa malah menyamai nya dengan raja? maksud Lingling seperti kura-kura yang berjalan sangat lamban menggunakan kaki mininya, kalian tau kura kura? yah itu yang hewan bercangkang itu loh?
Lingling kesal. Lingling penganut jalan cepat bukan jalan lamban. Bagi Lingling jalan lamban hanya menambah kadar kelelahan saja.
Orge mendekati Lingling yang melipatkan kedua tangan di atas dada,. Orge menghela nafas pelan, ia sudah terbiasa dilatih berjalan dengan wibawah dan juga tidak secara tergesa gesah. “Kau terlihat sangat terburu buru nona.” Ujarnya.
Lingling menggeleng.” Jika Jalanya lelet rezekinya juga datangnya lelet kata ibuku.” Jawab Lingling asal dan berjalan lagi tetapi kali ini jalannya lebih pelan dari sebelumnya.
Wajah Lingling menunduk dan bermain dengan beberapa kerikil dan batu yang baginya menghalangi jalannya.
Orge melirik Lingling dalam dan tidak memalingkan wajahnya.” Mengapa kau menjanjikan hal seperti itu pada mereka? Kau tau jika apa yang kau katakan itu akan menjadi boomerang denganmu suatu saat nanti. Memangnya kau tidak takut di tuntut melakukan penipuan?” yang dimaksud Orge adalah Lingling yang menjanjikan kesuksesan dalam turnamen tadi, baik dari pengelolah maupun masyarakat. Jadi jika tidak terwujud juga kan Lingling yang terkena masalah.
Lingling melirik Orge dan berkata.” Aku tidak memberi janji palsu atau berkata membual.” Ia mengelak tuduhan drai Orge.” Orge kau tau jika pertandingan ini itu sangat sangat bagus untuk kerajaan ini. dengan adanya pertandingan ini para petinggi atau kerajaan bisa menilai siapa siapa saja yang memilkiki kekuatan di atas rata rata dan itu bisa di angkat menjadi salah satu orang orang dari kerajaan. Kerajaan juga mendapatkan keuntungan yakni bisa merekrut yang bagi mereka bagus untuk di taro ke dalam kerajaan.” Ujar Lingling tegas. Orge diam menatap Lingling mencernah kata katanya.
Lingling melompat mengambil satu bunga dipinggir jalan dan tersenyum memetiknya.” Kau tau? Dengan adanya turnamen ini membuat minat dari masyarakat yang merasa kuat untuk ikut. Ini bisa menjadi salah satu ajang dari kerajaan mengambil orang orang yang kuat itu menjadi barisan terdepan melindungi kerajaan. Jika sudah teradu siapa yang kuat siapa yang lemah kualitas tidak lagi bisa diragukan lagi. kerajaan hanya perlu memolesnya sedikit atau mempernaknya agar pantas menjadi bagian Harda terdepan kerajaan, Ku dengar pertahanan kerajaan ini buruk karena kurang nya minat masyarakat“ Jelas Lingling. “ seperti lawanku tadi, aku yakin dia bukan orang biasa dan memiliki kemampuan di atas rata rata dari orang kerajaan ini. jika dia mau bergabung dan mengabdi di kerajaan pasti itu sangat menguntungkan bagi kerajaan,.” Jelas LIngling.
Lingling mengingat lelaki yang melawannya tadi.” Dari seranganya yang penuh perhitungan, kecepatannya yang luar biasa tidak bisa diremehkan. Atau bahkan kalimat provokativnya. Dia orang yang terpelajar dan bisa kalian bawa ke kerajaan untuk dipermak. Hey hey.orang kerajaan butuh yang kuat dan memiliki skil bukan hanya yang kalian anggap cocok saja.” Tegas LIngling lagi. " Jika pertahanan kerajaan baik maka bisa mencari opsi lain untuk memajukan negaranya. "
Orge diam dan membenarkan ucapan Lingling. Benar juga, dengan adanya turnamen ini, kerajaan tidak perlu susah susah lagi mencari pengalaman atau orang orang kuat untuik dijadikan pengawal atau orang yang bekerjasama di istana.. kerajaan berhak mengambil dari siapa yang sudah menenangkan pertarungan, atau mengajukan kerja sama. mengapa mereka tidak pernah keikiran yah? malah memikirkan jika tarung bebas ini akan sangat sangat meresahkan dan akan menambah masalah dari kerajaan. Rupanya jika diluhat dari sisi positif akan ada keuntungan yang luar biasa.
Di tambah lagi biasanya orang kuat akan di beri upah lebih besar karena sudah menyewa guru cukup mahal.
Orge menatap Lingling yang membuang kelopak bunga putih yang ia ambil tadi.” Dari mana kau mengetahui trik itu?” tany Orge tenang.
Lingling malas menatap Orge.” Itu sudah jadi hall lumrah di kerajaan besar, mangkanya jika kalian mau semakin membesar dan berkembamng kalian harus menjadikan salah satu kerajaan dengan sistemnya. Kalian pelajari yang positif dan baiknya. kalian bisa menerapkanya di mulai dengan hal kecil. Perubahan suatu Negara itu tidak bisa secara instan, harus ada jerih paya dan juga kekuatan saling mendukung. Apalagi kerajannya, dia yang sangat berperan untuk para rakyatnya. Tugas kita sebagai masyarakat yah kita membantu.. Karena hanya menunggu dan menanti hasil saja itu tidak cukup Kau pikir Raja seorang dewa yang bisa mengabulkan semua hal begitu mudah tanpa bantuan siapapun? Jika bukan kita yang membantu nya siapa lagi?” Tegas Lingling polos.