Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Dapat


Hari demi hari sudah dilalui. Wulan dan Vuang sudah sangat sehat, sedangkan Lien juga sama, namun mereka tetap tak punya pilihan untuk keluar. Mereka harus tetap didalam tanpoya keluar sampai Lingling menyuruh mereka keluar. Mereka tak tahan. “Bagaimana ini? Eliza belum juga pulang. Apa dia baik-baik saja? Apakah dia ketahuan?”Tanya Wuulan Frustasi saat ini.


Mereka hanya mengandalkan Lingling untuk mendapatkan informasi!!


Vuang disana meliriknya dalam diam, ia juga khawatir namun memilih tak mengungkapkannya,. Menikmati setiap waktu bagai menikam mereka. Wulan sudah meremas rambutnya kuat akibat tak kuat.


Lien menatap Wulan dan menjawab.”Dia pasti baik-baik saja. Dia sudah berjanji pada kita.”Ujarnya sendu. Ia takut tapi mencoba yakin.


Lien disana menatap mereka dalam diam, didalam hatinya berkecamuk merasa menjadi manusia paling berdosa. Dulu ketika eliza dihukum cambuk, dirinyalah yang sering disuruh oleh jemndral You, dengan tega ia mencambuk Eliza tanpa belas kasih, sampai Eliza memohon dan meraung ia tetap melakukannya. Ketika Ia dibully oleh para pelayan dan juga yang lain ia tetap diam. Sampai pada ia sering mendengar Eliza menangis ditengah malam ia tetap diam tanpa minat menyemangati ataupun membujuk supaya ia baik-baik saja. Sama sekali tidak pernah membuat ia merasa jika dirinya adalah orang paling buruk sedunia.


Sama halnya dengan Wulan. Ia menyesal saat ini. air matanya setiap malam jatuh ketika ingat akan kejahatannnya terhadap sang adik. Ia memprovokasi semua orang untuk membenci dan menjauhi Eliza, memfitnanya sebanyak-banyaknya. Hingga ia mengatakan Eliza adallah anak pembantunya bukan adiknya.


Bukan sampai disana, ia juga merebut tunangan sang adik, Chun..! ia dengan lancangnya mengait Chun dan mereka berselingkuh dengan terang-terangan. Yang paling parah ia hampir melenyapkan adiknya. Yah ia membunuh Eliza hingga Eliza dan Lingling bertukar jiwa. Sedangkan saat ini ia menemui fakta bahwa sosok yang ia sakiti selama ini sangat melindunginya. Dimulai dari keberangkatan, hingga para ia disekap hingga ingin mati, ia diobati dan dijaga dengan sangat ketat. Ia kakak yang buruk..!! ia terlalu buruk dari yang terburuk.


Kalian tau apa alasan ia membenci Eliza? Itu karena ia takut membagi apa yang ia miliki, ia tak suka berbagi kasih sayang, ibu ataupun hal lainnya. Ia selalu ingat n jadi nomor satu!


Ditempat lain sosk yang di khawatir, Eliza sedang meringkuk kedinginan karena harus menerima kesakitan dan hukuman karena melakukan kesalahan terhadap tubuh yang paling dijaga. Ia tidak jahat, ia hanya terlalu polos dn juga terlalu naïf. Dirinya yang memiliki tubuh dan wajah jelek tiba-,toba diberi kesempatan wajah yang rupawan, ia yang dijauhi oleh orang tuanya dan para kakak, maka ia mendapatkan kasih sayang. Hal yang membuat ia obsesi akan hal yang dulu ia dapatkan. Ia hanya terlalu naïf dan juga memanfaatkan yang menurutnya menguntungkan.


...----------------...


Brtak.... Bagaimana bisa ada diantara kita pengkhianat, siapa yang menyebarkan berita palsu itu hingga terdengar polisi..!!” Bentak Andes kuat dihadapan meja bundar membuat Lingling yang tadinya tidur sekarang mendiongak menatap Andes. Semua pias dengan keadaan yang berat.


Jantung Lingling bergeser.


“Ahhh begini Andes... kami tidak tau, lagipula bukankah wajah jika orang lain berfikir jika kalian menjual para budak dan organ dalam?? Lagi pula bukankah kau juga menekuni pembunuh bayaran? Apasalahnya?”Tanya dari salah satu pria yang tak lain bernama Varo. Disana Varo tersenyum menyeringai menatap Andes.


“Aku tak mengapik hal itu, aku memang melakukan hal itu. Tapi itu usahaku bukan usaha Keyna. Dan penjualan organ bukan dilakukan oleh dia.. kalian tau? Bahkan tempat rahasia kami terbongkar oleh Negara..!!” Ia melempar name tag dihadapannya mereka membuat Lingling menatapnya. Ia cukup kaget menatap disana. Itu fotonya Wulan dan juga Vuang. Disana sangat tertera kelas jika Vuang jendral besar dan juga Wulamn tenaga menis Negara. Itu membuat Lingling sudah bernafas.


Semua terdiam disana.”Bagaimana bisa kau mendapatkannya? Apakau sudah menemui mereka dan sudah membunuh mereka?”Tanya oleh Hendrik disana memegang salah satu name tag disana. Matanya menatap Wulan dengan senyum. Cantik batinnya.


Andes disana mendnegus.”Ini alasan adanya rapat kali ini. gue mau---“ Ia memberikan seringaian mematikan menatap Varo.. hingga Varo menatapnya gelagapan.”Gue mau buat pelajaran siapayang udah cari masalah sama kita.”Ujarnya disana dengan devil.


Varo bahkan mundur disana. Andes mendekatinya dan berkata.”Masih nggak bisa lepasin sahabat gue loe ha sampai ngejebak usaha sahabat gue??? kalo loe mau cari masalah jangan sama dia, karena kalo loe cari masalah sama dia. Loe bukan Cuma cari masalah sama satu orang. Karena kami bakal maju paling depan..


Clak.. argh.. Varo dikagetkan dengan Andes yang menancapkan pisau itu dilehernya. Darah disana mengalir deras dari tubuhnya bagaikan pancuran. Bahkan darah itu menimpa dan muncat kemana-mana.. dan kewajah Lingling. Lingling malah diam dan menatapnya jijik.


“Andes..!!! lo—“ cras....” tak berselang lama Andes ikut menancapkan pisaunya diperutnya Varo hingga semua orang terdiam. Ia menatap tikus kecil lainnya yang bergetar. Ada sekitar lima orang dari dua puluh lima orang yang mundur dan ingin berlari dari sana membuat Andes menyeringai.


Semua yang tegang menatap Lingling. Namun Lingling dengan polosnya menangkap satu yang bergetar disana. "Nah ini pasti..! Gumam Lingling puas.


“dia bukan Ling.. itu disamping loe.”Ujar Alex membuat Lingliing linglung dan segera kesamping untuk menahan sang empu. Namun yang dilirik sudah melepaskan pisau diarah Lingling


Lingling menyeringai. Ia disana menepisnya dan Crak.. arghhh.. Lingling disana tersenyum. Pisau itu ia tendang namun malah menusuk sang empu sendiri.


Semua terdiam menatapnya.


”Bukan aku yang bunuh suer deh..”Ujarnya dengan mengerjab polos membuat semua orang terdiam. Ia mengangkat tangannya dan menggaruk rambutnya yang terasa gatal. lalu menariknya, ternyata ia kutuan. Ia tersenyum polos dan menggertisnya. Hal yang membuat semua orang menatapnya kaget dan jijik. Bisa-bisanya begitu ketika sudah membunuh.


“Bawa sisanya kemarkas. Berani macam-macam sama kita.”Ujar Andes disana lalu kembali duduk. Alex dan lainnya pergi mengamankan orang-orang itu. Andes disana kembali berdesis dan berkata.” Dan ini pelajarann buat siapapun yang berani variasi masalah dengan gue ataupun orang sekitar gue..!!” Ujrnya.


Hendrik mengangguk disana.” Kalo gue jadi loe, gue lebih milih ngeremukin jantungnya terus dijadiin makanan anjing.”Ujarnya menyeringai.


Lingling mendengarnya menatap hendrik. Hendrik itu misterius. Ia bisa mencium aroma yang tak asing. Hemm semacam aroma iblis?


Sedangkan yang lain hanya menatapnya datar. tak ada yang berani angkat bicara karena dunia bawah memang seapatis itu


Setelah kejadian tadi andes dan juga teman-temanya sudah pulang menuju mansion. “Jadi ini tugas yang disuruh sama Keyna? Keliatannnya mudah si kok bukan dia yang lakuin? Kalo aku liat dia wanita yang cukup kuat. Jadi pasti mudah baginya.”Ujarnya Lingling pada semua orang.


Alex menatap Lingling. Diselah semua diam dengan wajah datar. Ia menglhela nafas dan menjawab.,”Dia sudah menikah dan suaminya cukup posesiv, dia sedang mengandung membuat ia tak boleh banyak bergerak. “Ujarnya membuat Lingling mengangguk sudah tau hal itu.


”Dan lagi ini memang terlihat sepele, tapi yang kita lakuin sangat berbaya Ling. Kita menangkap 6kelompok mafia, dan enam kelompok ini punya solid lain hingga memancing perperangan kalo enggak dilakuin secara matang-matang. Kamu tau? Bahkan yang tadi kita temui adalah ketua mafia terbesar diberbagai benua ini. mereka adalah manusia licik. Kau bisa melihat mereka tegang pada faktanya mereka tidak setakut itu. Mereka sama sekali tidak punya hati, mereka berdarah dingin.,”Ujar Alx membuat Lingling meringis.


“Wahhhh. Lalu bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan tidak menimbulkan masalah? “Tanya Lingling memancing mereka. Tugasnya harus selesai. Ia harus pulang dan membawa kemenangan..!!!


Alex disana menyeringai.”Lihat saja hitungan mundur. Kita akan dikepung. “Ujarnya membuat Lingling terdiam.. tak lama setelahnya Mobil mereka semakin cepat.. Lingling tersadar lalu menatap Alex. Alex disana mengusap kepala Lingling.”Hidup mafia tidak sebagus orang lain bayangkan. Mati adalah teman setiap hari, pembunuh dan musuh sudah menjadi makanan sehari-hari kami.. “Ujarnya.


Lingling terdiam.”Mengapa kalian masih tetap ingin?”Tanyanya pelan.


“Karena kami sudah dilahirkan dari iblis. Bagaimana bisa anak iblis bisa merubah menjadi malaikat???’


cliittt