
Loli meringis pelan saat bangun tidur, entah mengapa semua tubuhnya terasa remuk total, bagian sela kaki nya sampai kebawah sangat sakit. loli meringis pelan saat bangun karena benar benar sakit semua.” Ini kenapa kaki gue sama paha gue sakit banget yah?” gumam Loli pelan meregangnya tubuhnya.
Ia melirik dirinya, masih berpakaian lengkap, CD nya juga masih ada meskipun semua bajunya kusut dan ada yang terlepas ikatannya. Ia melirik Andes yang tertidur di sofa menggunakan celana dasar dan juga kemeja semalam ia kenakan terbuka menampilkan kaos dalam. Ia meringis pelan. andes tidak mungkin ngapa ngapain dirinya.” Mungkin karena berdiri lama. jadi perih gitu yah.” gumam Loli berpositif thinking.
Mengerjab pelan dan menghela nafas pelan.
Loli memilih berjalan ke kamar mandi saja, sedikit memaksakan diri karena kakinya sangat sakit. bahkan terkesan perih. Loli harus membersihkan diri karena hari ini sudah pukul sepuluh pagi. Dirinya harus makan dan juga keluar dari kamar ini.
Sedangkan Andes yang merasa Loli sudah memasuki kamar mandi pun membuka matanya pelan. ia menghela nafas pelan dan segera duduk. Andes berdehem menghela nafas pelan. rasa legah sebab ulah ke brengsekanya tidak di ketahui oleh Loli saat ia tidak sadar akibat pengaruh obat tidur dari Keyna!
Andes merasa pintu kamar terbuka pelan. segera andes melihat kearah pintu, di sana ada Ana yang mengetok pintu.” Saya ana pak.” Jelas Ana.
Andes berdehem pelan segera melihat Ana. “ yah masuk Ana.” Jelas Andes padanya.
Ana diluar segera masuk dan membawa beberapa pakaian yang masih berbungkus.” Ini dari nyonya, katanya untuk Loli pakek.” Jelasnya.
Andes segera mendekat dan menatap baju itu. Andes membukanya cepat dan menajamkan matanya menatap Ana yang di dekatnya. Trauma akan apa yang Keyna kasih padanya. Tapi kali ini benar benar baju. Ana melihat Andes yang memeriksa baju itu mengernyitkan dahinya.” Kenapa tuan???” Tanya nya kepada Andes,
Andes mendengus.” Suruh anak buah saya saja yang kasih baju untuk Ana. Nggak usah dari Keyna..!!!! “ tegas andes mengembalikan baju tersebut pada Ana.
Ana di sana mengernyitkan dahi bingung.” Loh kenapa? “ tanyanya pelan.
Andes menatap ana tajam dan kesal.” Nyonya kamu itu. dia naro baju semalem dimana? Saya nggak pakek baju baru karena dia.” Jelas Andes kepada Ana dengan tajam.
Ana melirik andes dnegan bingung. Benar andes Masih menggunakan baju semalam yang terbuka menapilkan kaos dalam putih dan kusut sekali. “ loh kan NYonya taro di lemari sana.” Ia menunjukan lemari yang berada di atas kasur.” Di sana ada baju baju tuan dan nona Loli kok.” Jelasnya kepada Andes,
Andes bergegas pelan menuju ke lemari yang dimaksud. Sial andes tidak tau di sana ada lemari, dan yah di sana ada beberapa baju dirinya dan Loli. Ana di sana berdehem menaro dres di atas sofa.” Kata nyonya nanti kita bakal bikin piknik di pinggir pantai mangkanya pakek dres putih semua buat kita. jangan lupa dikasih sama nona Lolli yah tuan,” tegas Ana segera keluar dari kamar.
Andes memukul pelan baju di sana. Menghela nafas pelan.” sialan. Munafik loe anjing. Loe pikir gue nggak tau akal akal busuk loe? Ini pasti biar loe nggak nyalahin loe kan? anj emang keyna.” Jelansya kesal dan segera mengusap kasar kepalanya. Ia sudah melakukan hal yang benar benar pada Loli. yang benar benar kan bukan yang tidak tdiak yah. sebab kan mereka sudah sah..!
Andes segera menutup rapat itu lemari dan menguncinya kembali. Ia segera duduk di sofa kembali dan menidurkan dirinya. Loli masih dikamar mandi.
setelahnya Andes melihat ada Loli yang keluar menggunakan handuk saja mendekati Andes. Andes di sana memalingkan wajah pelan enggan menatap pemandangan membuat dirinya khilaf lagi. “ kayaknya aku alergi sabun deh, soalnya badan aku ada merah merahnya gitu. Biasanya kayak gini itu aku alerrgi sabun.” Jelas Loli pelan kepada andes menunjukan bagian bawah lehernya banyak bercak merah keungunan.” jadi takut.” gumam Loli pelan.
Andes mengerjab pelan, gagap melihatnya.” Itu tadi ada Ana nganter baju dres buat kamu.” Ujar Andes padanya .
Loli meliriknya dan berbinar. Segera ia mendekati andes dan mengambil dres senang.” Yaampun akhirnya. “ jelasnya terkikik, segera menatap dres yang diberi. Dres berbahan satin yang memiliki tapi spageti menampilkan bahunya dan juga cukup panjang.
Loli segera pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Di sana sudah sepaket dengan hal hal lain. Andes mengusap pelan keringat di dahinya.” Berasa naik wahana horir.’ Gumam andes, segera ia bangkit untuk mandi saja. Bisa bisa dirinya Gilak jika begini.
“ wah wah pengantin baru lama banget yah bangunnya.” Goda dari Gali mencibir Loli dan Andes yang baru saja keluar dari lift menuju ruang keluarga. Andes melirik Loli dibelakangnya yang membenarkan bajunya sejak tadi.
“ iya ma soalnya kecapekan.” Ujar Loli pelan dan jujur. “ kaki Loli sakit banget, jadi susah jalan.” Ujar Loli lagi kepada mereka polos.
Dini dan Herlambang melotot dibuatnya. Gali bahkan tercekat rasanya tenggorokannya ingin bicara lagi. andes di sana memerah padam, bahkan telinganya juga memerah saking malunya akan jawaban Loli
Sedangkan di ujung ada Keyna yang menaruh tangannya dikening dan menutup wajahnya, menahan tawa yang hampir meledak. Alka menatap lain dan menghela nafas pelan. keduanya hampir mati menahan tawa yang mencuar .
Loli dan Andes mengambil tempat duduk didekat mereka, sedikit meringis saat duduk.” Kamu nggak apa apa dek?” Tanya Gali kepada Loli.
Loli menggeleng pelan.”ngak apa apa abang. Sakit banget kaki Loli, badan loe juga sakit sakit semua.” Jelas Loli lagi pelan. Gali meliik andes yang duduk dengan wajah datarnya. Tapi semua bisa lihat wajah dan telinganya sudah merah padam.
“ oh sakit yah?” Tanya Keyna terkilkik pelan. Dini disana menepuk pela bahu Keyna dna terbahak. Karena dini terbahak alka dan keyna ikut terbahak pelan. Herlambang dan Gali tak tahan ikut terbahak karena bagi mereka snagat lucu.
“ haha Yatuhan sakit banget.” Ujar Alka disana membenamkan wajahnya diperut sang sitri. Semuanya tertawa kacau,
Andes melirik Loli dan memejamkan mata. Semua disana masih tertawa bahkan lebih kencang lagi. paling kencang Herlambang yang menepuk nepuk pundak Jaya tak kuat. jaya disana menghentikan tawa mendelik menatap Herlambang yang tertawa sembari memukul orang.
“ tidak. Cuma cuacanya panas.” Ujar Andes pelan.
Loli mengernyit bingung.” Nggak sih perasaan. Soalnya ini rumah full ac.” Gumamnya menatap acc di atas ruangan.” Kamu aneh.” Ujar Loli pelan dan mendelik kepada Andes.
“ Itu kita masih lama nggak disini?” Tanya Loli mengambil camilan di atas meja dnegan tenang.
“ emang kenapa Li?” Tanya Gali pada Loli.
Loli melirikn Gali.” Itu kayaknya Loli alergi sabun deh, itu badan Loli merah merah semua, dari sini sampek sini.” Loli menunjukan arah bawah leher hingga pahanya. Smeua orang melotot merasa sesak nafas. Andes di sana semakin merah dan diam menatap tingkah Loli. Ingin tenggelam saja rasanya.
“ Loli.. nanti kita belikan sabun baru yah.” jelas Andes menghentikan pertanyaan atau ucapan lebih lanjut.
Loli mengangguk pelan kepada andes.” Iya harus. Kalo nggak bisa dari muka ke kaki merahnya.” Jelas Loli lagi. Andes berdehem pelan di sana.
“ ehem.,,” Alka berdehem pelan.” kamu pasti capek loli. mending kamu sarapan dulu gih. Di belakang tadi di siapkan makanan buat kalian. Mau dianter ke atas takut ganggu.” Ujarnya pelan kepada Loli yang masih menatap mereka bingung,
Loli mengusap perutnya pelan.” iya laper banget. Mau makan dulu yah,. yuk andes makan dulu,.” Jelas Loli semangat dan segera bangkit menuju ruang makan.
Andes di sana melirik Keyna dan menatapnya tajam. Keyna di sana mentapnya polos.” Loe awas yah key..!!” bisiknya. Keyna di sana menatap Andes menarik bawa matanya dan menjulur lidahnya mengejek. Semua orang terbahak melihat keduanya. Andes mendengus mengikuti Loli yang makan saja.
“ Loe negrjain Andes apa sih key?” Tanya Gali kepada keyna yang terlihat di ujung terkekeh. Ia melirik gajli dan menggeleng.,
” biasalah. “ jelas keyna pelan.
Gali di sana terkekeh pelan.” adek gue tu nggak polos sebenarnya Cuma minim pengetahuan dunia malem, mangkanya gitu.” Jelas Gali.
“ heem. Dijamin Loli pacaran nggak pernah cuman bahkan.” Jelas istrinya dengan pelan.
Keyna mendengarnya mengangguk pelan. “ duh lucu banget anak kamu key. Buat mama aja yah?” Tanya Dini yang sedari keyna pulang sampek sekarang menggendong Lili. Bahkan ganti gentian dengan Herlambang. Gali dan istrinya.
Keyna merasa senang anaknya ada yang menjaga. Jika begini dirinya fre.” Bikin lagi aja tante. Minta sama om Herlambang.” Ujar alka kepada Dini.
“ Uh nggak mau soalnya Om Herlambang ngasih beninya yang lokal bukan bule. Maunya anak yang matanya juga biru gini.” Ujar Dini di sana dengan malas melirik Herlambang.
Alka dna yang lain tertawa mendnegarnya. “ yo gimana mau ngasih yang bule kalo aku aja beni orang local. Kamu ngandung anak bule atau matanya biru patut aku curiga bukan bahagia..” Jelas Herlambang kesal kepada istrinya.
“ lah benar juga yah pak hahaha. “ jelasnya Jaya kepada herlambang.
Herlambang mengangguk.” Perempuan itu mintanya aneh aneh aja gitu loh. Dipikirnya kita bisa racik beni sendiri.” Ujar Herlambang di tertawakan yang lain di sana.
“ tapi bener loh Key, anak kamu yang paling cantik dari semua anak anak yang aku lihat.” jelas Dini kagum. Bahkan Gaji dan Elsa istri nya mengangguk setuju. Tak henti henti dirinya memuji Lili yang terus saja diam di gendongannya. Lili juga tidka rewel kecuali dirinya pipis dan Pup. Ia tidak suka pakek popok lagi.
“ ya bapak sama mamanya aja ganteng cantik gitu. Kalo jelek jadi pertanyananya ma. Kalo sama kita kan beda.” Jelas Herlambang.
“ betul itu. kalo anak saya item patut di curigain ini.” jelas Alka. Dini terkekeh pelan mendengarnya.
" Yo wong bapak mama nya putih gini." Jelas Elsa membuat mereka tertawa bersama.
Sedangkan Airon dan juga anaknya Gali sedang bermain tak jauh dari sana. Memang usia keduanya tak terlalu jauh. Jadi keduanya lebih cepat kenalannya.