Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ingat


Andes mereasa denyut kepalanya semakin parah, selalu linglung Lingling dan Lingling...


dan seperti ada yang hilang dalam hidupnya, ada sisi kosong yang menjadi kelam dan terlupakan, Hati Andes sangat kosong, dijalani terasa hampa padahal Andes merasa jalan hidupnya hal yang biasa dan tidak ada yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Andes selalu mencari apa yang telah hilang dalam hidupnya.


Apa yang membuat sisi kosong dalam hatinya, dan apa yang membuat ia merasa kesepian padahal di tengah keramaian.


Dan mengapa rasanya Andes seperti berpisah dengan jiwanya? mengapa? dimana? berpisah dengan siapa? Andes kadang lupa dirinya itu siapa saking asing nya dirinya.


kali ini ia menemukan hal lebih parah, pagi ini ia mengingat wajah gadis yang manis tersenyum cerah kepadanya, mengajarinya banyak hal terutama untuk selalu tersenyum, semua seperti mimpi mereka lakukan, tapi mimpi itu semakin banyak masuk semakin bakat juga kepalanya ia rasakan. Andes tidak bisa tahan dan beberapa kali jatuh.


Andes membuka matanya pelan, memegang kepoalanya sakit.”Lingling... dia nyata?”Gumamnya lirih. lingling yang hilang benar benar ada, sosok yang mengisi hati dan harinya. sosok yang mengajarkan dirinya arti kebebasan. Sosok yang berpengaruh besar dalam hidupnya.


Katakan Andes jatuh sedalam-dalamnya pada pesona Ling-Ling, semakin mengelabuhi rasa rindu dan sesak menyeluruh. Andes enggan mengapik jika Lingling jahat meninggalkan dirinya tanpa ingatan. apa Ling-Ling pikir dirinya akan hidup bahagia tanpa ingatan?


Tidak..! ia hampir gila rasanya sebab melupakan hal yang penting dalam hidupnya. Lingling pikir dengan melupakan ia dan kenangan mereka maka Andes akan melupakan bayang-bayang cinta,? Hahaha bahkan ketika manusia mati dan dihidupkan kembali jika cinta itu sudah besemu maka mereka akan jatuh cinta yang kedua kalinya dengan orang yang sama.


Cinta itu fanatik.


Andes menghela nafas, berusaha untuk tidak mengingat apapun lagi. sampai di satu pristiwa yang membuat ia menangis, menangis. Ia kehilangan wanitanya, wanita itu mati sata menolongnya. Lingling siapa gadis itu? kenapa andes sampai menangis terisak begini saat mengingat dan memikirkan ia? Andes menepuk pelan dadanya yang seperti sesak menyerangnya.


Ana menghela nafas karerna di suruh oleh Keyna memanggil andes untuk sarapan. " Sarapan aja minta dipanggil. Ini orang kok ngerepotin bisanya ngerepotin orang lain aja. padahal sudah tua, kalo bayi yah nggak apa apa. ini kalo nikah udh punya anak lima kali." Gumam ana mendengus menaiki Lift menuju kamar milik andes. ana kesal.


Ana malas sekali berurusan dengan andes si bermulut pedas dan menyebalkan. Tapi mau bagaimana lagi? toh ia juga pembantu eh ralat pekerja di rumah ini. Karena ana sadar diri maka ia menurut kepada tuannya. Syukur-syukur Keyna mau membawanya kesini dan tinggal di sini. Ana tidak mau membuat ulah.


tok..tik...tok... " Pak Andes buka pintunya, makan dulu pak kaya nyonya Keyna...",ana mengetuk pintu andes pelan dan berteriak-teriak memanggil Andes agar Andes bangun. tapi tidak ada sahutan. Ia menghela nafas mengetuk lebih keras tapi tetap tidak ada sahutan lagi. " pak Andes pekak bangun pak bangun...!!! Bapak nggak mati suri kan pak???" tanya Aja pelan dan polos pada pak Andes ini.


ana agak frustasi dan mebcoba membukanya. Dan benar benar terbuka.


Ana mengintiip seidkit, tapi tidak terlihat apapun, ia membuka lebih luas dan memasukkan kepalanya lebih dalam.. tapi sesaat ia langsung maju dan menatap lebih jelas? Mengapa andes malah memukul dadanya sendiri dan menangis begitu piluh?


Sisi mengasih hanikan seseorang begitu kuat di hati Ana. Tapi ana takut untuk kesana, ana meremas kartunya sejenak.”pak. bapak nggak apa apa?”Tanya Ana pelan, takut andes memakinya.


Pertanyaan umat Konoha sekali, sudah tau sedang sakit dan menangis tapi malah ditanya bapak nggak apa apa?


sudah pasti ada apa apanya mangkanya Andes menangis, kalo tidak ada apa apa tidak mungkin Andes menangis.


Tapi andes seperti memegang kepalanya sakit dan mnenangis lebih keras. Ana jadi bingung. Dengan langkah gugup ia mendekati andes dan menatap andes lebih kasihan.”Pak. bapak tidak apa apa kan? bapak nggak kesurupan kan pak??”Tanyanya lirih.


Andes diam menatap wajah Ana, ana dan Lingling begitu mirip dalam ingatannya, tapi dulu wajah Lingling jauh lebuih jelek dari Ana, wajah Ana memang ada jerawatnya tapi tidak separah wajah Lingling. Jika dipikir mengapa dia dulu suka Lingling? Tapi sepertinya bukan dulu, tapi sampai saat ini ia masih mencintai Lingling, tapi lagi nih yah wajah Lingling di dunia nyatanya sangat cantik, wanita tercantik yang andes lihat selama ini, sayangnya andes hanya melihat satu kali, itupun saat Lingling hendak meninggal. andes diam tapi air matanya tetap jatuh. Membicarakan perpisahan entah mengapa andes tidak kuat. Andes tidak bisa mengingat hal itu.


Ana melihat andes kembali menangis gelagapan, dengan reflek ia memegang wajah andes yang menangis lirih dalam diam.”Pak jangan nangis, nanti saya di pecat loh pak kalo nyonya Key liat bapak nangis ada saya. Nanti dikira saya ngapa ngapain bapak, padahalkan harusnya kebalikannya.”ujar Ana dengan polos.


Andes mendecih” maksud kamu saya harusnya ngapa ngapain kamu? Ngarep kamu!!” ujar Andes dengan lirih.


Ana menghela nafas sabar.” Iya nggak gitu. Akh bapak ma, sedang sedih aja bisa ngeselin, sehari aja deh pak janga bikin saya pusing. haredang tau nggak pak. Mari hidup dengan bahagia tanpa pertikaian?”Tanya ana dengan senyum lebarnya. Andes memutar bola mata malas dan mengusap air matanya. andes tidak tau mengapa hatinya sesakit ini, apa karrena semua kenangan itu? ia ingat semuanya, dimana mereka pertama kali bertemu.


Lingling yang membantunya saat ia tersesat di hutan, Lingling ia temukan di tengah hutan karena dibuang ayahnya ternyata semua bohong, lingling juga yang selalu mengisi harinya sampai ia pertama kali jatuh ciinta, dan Lingling juga yang memilih pergi ke asalnya. Linging pergi meninggalkan wajah aslinya yang melekat dikepala andes. Andes tidak tau jika kisah cintanya setragis itu.


Ana yang melihat andes kembali melamun gelagapan, ia reflek menampar kepala Andes, andes yang melamun tersentak memegang kepalanya tidak percaya. Melirik ana yang menatapnya takut.” duh bapak, jangan bikin saya takut, jangan nangis, marah, ngelamun gitu. Yallah pak, saya nggak hapal ayat, saya atheis.” Ujar Ana dengan fgeregetan.


“ Setan. Loe bilang Yaallah tapi bilang atheis. Goblok.” Gumam Andes mengerang marah.


Ana mengerjab.”oh map kelepasan pak, hgehe.” Gumamnya cengengesan.


Andes menatap ana tajam. Ana yang ditatap menjadi ciut, “kamu nampar saya yah. berani kamu, mau dipecat kamu?”Tanya andes lagi dingin kepada ana.


Ana mundur beberapa langkah dan tersenyum masam.”oak saya baik loh., saya pikir bapak kesurupan mangkanya saya gampar pak. Bapak nyeremin soalnya, udah nangis marahh marah terus ngelamun. Pak demi Tuhan pak saya nggak ada niatan sengaja.” Ujar Ana dengn yakin dan juga gugup kepada Andes. Wajah andes sangat menyeramkan melihatnya saat ini.


Andes Mendengus dan menghela nafas, menguap wajahnya kasar.”pergi kamu.”ujar andes kepada Ana. Andes bukan tidak mnampu membalas, tapi andes tidak akan memukul wnaita jika bukan kondisinya. Jika ia menampar ana balik bisa jadi ia yang digampar bolak balik oleh Keyna. Keyna itu benci lelaki yang memukul wanita dan andes tidak mau hal itu terjadi. Sebenarnya andes itu sudah mnganggapp keyna bagian dari hidupnya, bukan sebagai wanita yang Ia cintai. Sebab jika tidak ada Keyna ia sudah lama memilih mati. Hanya itu


Ana menggeleng.”taapi bapak nanti kesurupan lagi.” ujar Ana menolak disuruh pergi. “ saya enggak kesurupan, saya sehat. Kamu yang setannya disini, bisa kemasukan dan bunuh kamu saya kalo lama lama dekkat kamu. Sana jauh jauh bikin saya emosi aja.” Tukas andes cepat melirik ana dengan ekor mata.


Ana kicep dibuatnya, menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.” Bapak beneran enggak kesurupan?”Tanya ana pelan.


Andes menggela nafas.” Kmau maunya saya kesurupan?”Tanya andes geregetan kepada ana.


Ana menggeleng cepat.” Saya Cuma memastikan pak, kalo nggak yah alhamdulillah, tapi kalo iya saya mau panggil dukun.” Ujar ana pelan.


Hari gini masih percaya dukun?


Andes menghela nafas, dimana sih keyna mendapatkan Ana ini? Katanya atheis tapi bicaranya speeryti manusia yang beragama, tadi apa katanya? Dukun? Hari gini masih percaya sama dukun? Jangan jangan ini anak dilahirkan sama dukun bukan sama dokter mangkanya otaknya sedikit terkontamidasi sama iblis. Yah dukun ilmu hitam. Andes jadi kasihan kepada Ana.


Ana yang di tatap andes kasihan merinding.”pak jangan tatap saya kayak gitu, saya semkain ngeri loh kalo bapak kesurupan.” Ujar Ana polos, meremas roknya sejenak. Andes tersenyum masam. Pusing pusing, jangan sampai ia punya istri seperti Ana, ana itu bego, wanita terbodoh ia temui.,