
Sudah dua mingu Lingling pemulihan. Lukanya sudah mengering tidak lagi basah, jadi ia sudah bisa berdiri,. Melakukan banyak hal sendiri tanpa perlu dibantu lagi. dia juga sudah sangat sehat sejujurnya. Sebenarnya jika dirinya tidak bisa merasakan sakit bukan berarti dia speerti manusia baisa yang tidak bisa mati. Sebenarnya juga tidak bisa merrasakan sakit ini tidak berpengaruh pada tubuhnya. luka yah tetap luka yang harus diobati.
“Lingling... aku mendapatkan kabar baik untuk kita.” Keyna datang dengan senyum mengembang. Lingling yang tadinya mentap keluar jendela menatap kearah Keyna yang datang tersenyum merekah.
Lingling ikut tersenyum.”Apa?”Tanyanya pelan.
Keyna menepuk kepala Lingling.”Kabar gembiranya yaitu Hendrik sekarat masuk rumah sakit karena berencana bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya sendiri. Dia tidak lagi mau hidup karena merasa hancur.”Ia bertepuk tangan seakan yang ia dengar itu adalah lotre yang dimenangkan.
Lingling mendengarnya tersenyum miring.”Dan lagi perusahaanya jatuh ke tangan ku. Kasus milik usahaku ditutup dan jutga bersih dikarenakan tersangka terlibat dalam penjualan organ dalam adalah Hendrik. Jadi sekarang usahaku sudah aman perjalanan kontrakku dengan negara juga akan terjalankan secepatnya.” Lanjutnya lagi,.
Lingling mengangguk. Keyna mengusap kepala Lingling sayang dan mencubit pipinya gemas. ”Yaampun sepertinya aku harus mentraktirmu makanan hari ini karena kerja dan usahamu. Aku baru tau jika dalam satu misimu sudah menyelesaikan semua masalahku. Aku salah ternyata caramu tidak terlalu buruk.”Bisiknya semangat. Ia sangat bahagia.
Lingling menganguk semangat. "Bo- “
"Ngapain si Key, sana pergi..!!”ucapan Keyna terpotong oleh Andes yang sedang dan duduk didekat Lingling. Ia menatap Keyna tajam. Ia masih sangat marah pada Keyna yang tidak memberitahu misi Lingling. Ia masih sangat marah mengingat Lingling hampir mati saat itu kemarin.
Keyna menghela nafas. ia memang belum minta maaf atau menjelaskan pada mereka misi ini dan apa yang ia lakukan. Lingling memukul lengan Andes.”Apaan si Des. Keyna kan mengajakku makan.. kau ini kenapa si?”Tanyanya Limngling mendengus tak suka.
Andes menahan tangan Lingling memegangnya dan menatap Lingling tajam.”Kau tau. Dia egois dan juga licik. Jangan mau dekat sama dia, kau hanya dimanfaatkan untuk menyelsaikan masalah dirinya. Lebih baik kau menjauhinya dan kembali kerumah kita.”Ujar Andes tegas.
Lingling melototi Andes membuat Andes gemas menatapnya. Oh iya kalian harus tau jika Lingling memalukan banyak perawatan dua minggu ini, ia terlihat sangat cantik dan juga berwaja mulus, memang tidak terlalu putih tapi ia sekarang sudah cantik, manis. Lingling sendiri baru tau pemilik tubuh ini memilkiki lesung pipi yang tak dalam tapi cantik, hidungnya yang dulu terlihat gepeng dan besar ternyata sekarang bisa jadi mancung dan tirus.
“Aku tidak mau. Aku mau disini bersama Keyna. Aku mau main sama dia dirumahku tidak ada siapa-siapa, hanya ada buaya kau pikir aku apa?”Tanyanya melotot. Andes sibuk kerja dna para pekerja mana mau main dan menemaninya. Hidup Lingling itu terbiasa rmamai jadi jika spei ia merasa sangat kesepian.
“Tapi Ling jika disini kamu bukan siapa-siapanya Keyna. Aku juga capek bolak-balik kemari.”Ujar Andes dengan jujur. Jarak kantor dan rumah Keyna cukup jauh. Malu juga dengan pemilik rumah.
“Biarin aja si disini. Lagian kan disini sepi hanya ada aku, ayah dan adikku sedang diluar negeri mengurusi perusahaan keluarga, suamiku kerja dan yang lain juga kerja..”Ujarnya Keyna mendengus tak suka pada Andes yang mau mengambil Lingling. Lingling teman satu-satunya disini hey..!!
Andes melotot” Hey kau punya Aiiden untuk diurus, jangan egois meski dia bukan anak kandungmu dia butuh sosok ibu Keyna..!!!” Ujarnya melotot tak terima.
Keyna ikut melotot mendorong Andes “Lah kan loe sendiri tau kalo anak itu dismebunyiin sampek pada wkatu ukuranya dia jadi dia nurut bokap gua disana lah . lagian itu urusan gue bukan urusan loe..!” Kdtusnya mendoorng lagi tak terima.
Andes disana tak terima ikut mendorong Keyna tak terima meski tak keras hanya dikit saja.”He gue kan Cuma ngingetin jangan sampek lupa kok malah nyolot si.. mangkanya lahiran cepet biar nggak ngambil milik gue. lingling milik gue. punya gue..!!” Tekannya jika Lingliing itu miliknya.
“Loe pikir gie apaan bisa lahir seenak dengkul loe ha.! loe pikir gue bisa request gitu kapan mau lairan kapan mau punya anak? Dasar lakik Cuma tu bikinnya doang..!” Ujarnya ketus.
“Iya mau ribut gue.. cepet maju disini.!!” Keyna disana mengambil ancang-ancang hendak menyerang
Andes menyising bajunya dan hendak menyerang Keyna. Lingling melihatnya tentu kaget. “Weyyy jangan rebut astaga naga.. ini kenapa pada rebut gini. Andes inget Keyna hamidun. Nanti anaknya kegeprek gimana? malah jadi bayi geprek bukan bayi gemoy nanti..!” Cerocosnya hendak mereraikan mereka.
Andes dam Keyna tak mendengarnya sama sekali. Mereka tetap siap-siap adu mekanik.
Hap.. Andes menarik kepala Keyna dan menaruhnya diketeknya. Keyna disana pun memberontak mulai menggosokkan tangannya diketeknya menyerang hidung Andes.”Nihhh rasain bau ketek gue hiya..!!!” Teriaknya Andes.
Lingling menolak keras.”Nggak mau Andes. Loe belom mandi dua hari kan. nih rasain ketek gue..!” Teriak Keyna menolak. Andes menolak akhirnya jadilah pertengkaran kepala Keyna diapit oleh Andes ditekikanya dan Keyna yang disana mengapit hidungnya Andes dengan tangan gesekan ketek.
Lingling disana menguysap dada. Ia pikir keduanya akan rubut tinju-tinjuan berakhir akan tendang-tendang, atau pakai pisau.
“Bocah Prik..”Gumam Lingling kesar disana.
Keyna dan Andes mendengarnya saling lirik.’'Wah ada yang ngatain kita bocah prik nih Des.'’Bisiknya melirik Lingling.
Andes disana menganguk menatap Lingling tajam.”Dia tidak tau saja jika ketek kita memiliki arima terapi yang bisa membuat seseorang pingsan karena khasiatnya.”Bisiknya.
Keyna mengangguk setuju.”Bagaimana jika kita serang sama-sama..”Ujarnya berbisik pada Andes.
“Ayo satukan kekuatan kita hiyaaaa..!!!!”
Keduanya mendekati Lingling. Lingling yang tadinya melihat mreka berbisik-bisk terkaget dirinya malah ikiut dikepung. Dengan Andes mengapit kepalanya ditekiak. Keyna yang mengesek tanganya hidungnya. Lingling merasa ingin pingsan.”Woy astaga.. ini apa-apaan. Tolong gue belom mau mati..!” Teriaknya.
“Rasakan ini bovcah Prik..!” Teriaknya Keyna mengsek hidunga dengan tanganya bauh tubuhnya. Lingling disana menahan nafas dan juga mengeleng. Keoalanya pusing karena bau yang bercampur. Bau keringat,, parfum, ketek. Deodorant milik Keyna dan Andes yang menyatu. Lingling disana terlepas menyisahkan dirinya yang menggeleng pelan. Andes dan Keyna tertawa keras dikamar sana hingga menggema.
”Rasakan hukuman dari kita..!!
Toiss.. suara tos antara Andes dan Keyna bersatu menyisahkan Lingling yang menghirup nafas dalam. Hueekkk. Lingling merasa peritnyta diaduk. Keyna dan Andes stergelak melihatnya.
”Kalian anak prik...!!!” Ujarnya Linglling geli. Sungguh tubuh mereka sangat bauk batinnya. Ia disana menggeserkan dirinya menjauh.