
Dari jauh Andes bisa melihat keakraban Lingling dengan Lien dan Chun, ia mengepalkan tanganya mengeratkan tangannya.
Tak jauh dari sana dirinya juga ada Grace yang ikut menajamkan matanya menatap Tak suka kearah Lingling dan Chun.” Kenapa dia cantik? Bukankah dia lelaki?”Tanyanya pelan. Ia taunya Lingling masih laki-laki, dulu Lingling jelek tapi sekarang malah cantik kan dia jadi heran
Mike menghela nafas.”Dia itu peremmpuan tapi menyamar menjadi laki-laki.” Andes dan Alex taka da niatan menjawab jadilah ia berinisiatif menjawab.
Fiko mendengarnya tertegun. jadi dia normal kan? ia kan sempat suka dengan Lingling tapi Karen Lingling laki-laki ia cepat-cepat menyadarkan diri jika perasaan miliknya itu adalah suatu kesalahan besar yang tidak seharusnya ada.
Grace mendengarnya mendadak senang dan tak senang, senang karena tau Chun normal tapi juga tak senang karena tau jika mereka dijalan yang benar. Chun saja bahkan tak menyentuhnya barang seujung kukupun dikalah mereka betdua padahal dia memakai baju kurang bahan. Chun terlihat setia dan juga baik mana mungkin dia berpaling.
“Kau menyukainya?” Chun menoleh kesmaping disana ada Andes yang menatapnya angkat bicara.
Grace menaikan satu alisnya.”yang mana?”Tanyanya disana ada Chun dan juga Lien jadi ia harus pastikan dulu.
Andes menyesap minuman diatas mejanya. Hanya minuman soda kok.” Lelaki yang bernama Chun dan tunangannya Lingling. Matamu memberikan semua warna ketika melihatnya, marah kecewa, sedih dan juga cinta.” Jawabnya pelan.
Grace diam mendengarnya m. “kau menyukai Chun Grac?”Tanya Fiko kaget menatap Grace dissisinya.
Grace diam meliriknya.”Yaammpun jadi karena itu kau membawanya kemari tidak menghabisi dia dijalan?”Tanya Fiko lagi karena kaget akan fakta yang ia dapatkan saat ini
Grace tetap diam. Fiko ingin sekali memukul kepala Grace dibuatnya.”Sialan kau..” Gumamnya Fiko.
Grace diam tak menjawab. Ia hanya menatap Chun semakin menjauh nanar. Entahlah ia membawa Chun awalnya bukan karena ia mencintai Chun akan tetapi hanya ingin bermain-main saja. Ia hanya mau Chun ia jebak tetapi malah dirinya yang terjebak perasaan.
“Kau mau mendapatkannya Grac?” Andes angkat bicara lagi grace menatap Andes menaikan satu alisnya seakan bertanya.
Andes terlihat menatapnya dengan tatapan dingin khasnya dan terganti dengan senyum smirk miliknya.”Kau bisa mendapatkannya.” Ujarnya.
Grace mendengarnya terdiam mengerjakan pelan.”Bagaimana?”Tanyanya pelan pada Andes. Andes menjentikan tanganya menyuruh Grace mendekat. Grace dengan ragu mendekati Andes dan juga mendengar bisikan Andes. Matanya membelalak dan juga menatap Andes dengan tatapan kagetnya.
Ia mundur dan menggeleng.”Gila loe, nggak-nggak. Otak gue masih jalan normal..!!” Ujarnya menolak keras. Ia menatap Andes dengan tatapan tak teima seperti anak gadis yang dilecehkan saja. Saran Andes baginya adalah mimpi buruk. Ia masih punya urat malu untuk berfikir masa depannya yang suram.
Andes menatapnya menyeringai.”Itu adalah satu jalan yang gue kaish. Kalo mau yah lakuin kalo nggak yah udah. So terserah loe gue nggak maksa juga. Lagian keliatannya dia cinta banget sama Lingling. Gue jamin kalo dia nggak bakal berpaling. “Ia melirik Grace dari atas sampai bawa dua kali lalu tersenyum mengejek.”Apa lagi sama loe yang sama Lingling bagai langit dan bumi. Jauh beda ..” Biisiknya pelan Pada Grace didengar jelas oleh Grace atau teman-temanya.
Brak. Grac mengebrak meja kuat. Mike, Alex dan lainnya menatap Grac kaget karena memang mereka tidak mendengar apa yang Andes sarankan kepada Grace. “Anj1ng loe..!!” Grace menbunjukan telunjuknya tepat diwajahnya Andes menampakkan wajahnya yang mengeras dan merah.”Loe kalo jadi orang ngak mesti gituu juga kali. Gue tau gue rendah tapi nggak segitunya juga.!!” Ia merasa sangat terhina dengan tatapan Andes yang meremehkannya. Ia merasa tidak ada harga diri dibuatnya .
“Dengan tatapan loe yang merendahkan udah membuktikan Des. Nggak usah ngasih muka sok polos loe. Muak gue liatnya, rasa pengen gue kukitin Sampek loe nangis darah.!!!” Grace menatap Andes sengit tak senang. Tadi siapa yang mengatakan dan siapa juga yang merasa disalahkan? Siapa yang direndahkan dan siapa juga yang merasa tersakiti.
Andes waras?
Andes menghela nafas menatap lain arah.” Gue bilang itu fakta kalo loe ngerasa loe rendah dengan tatapan gue seharusnya loe introfeksi diri. Biasanya kalo tersinggung itu fakta yang tertutupi sama kebutaan hidup loe..!!!” Kertusnya sinis,
Brak. Semua kaget saat Grace menendang meja itu kedepan Andes. Andes yang disana pun kaget merasakan meja itu menerjangnya. Ia menutupi wajahnya dengan lengannya.
Prang.. disana suara keras itu menyergap semua telinga. Mike. Andes pun mundur karena kaget merasakan ngilu dan sakit kan meja yang menyerang. Fiko? Ia kaget karena minuman miliknya menyemprat kebajunya.
" Baju mahal gue...!!" Fiko menatap bajunya nanar. bajunya sangat mahal Sans sekarang?..
Grace menatap Abdes dengan nafas naik turun miliknya. Kakinya dengan cepat melangkah dan menerjangnya. Andes disana menerjang balik meja itu samppai Grace malah menendang meja.
Andes menghindar.
Buar. meja itu terhempas didinding kuat hingga suara dinding bergetar. Grace nafasnya naik turun menatap andes. Andes diam saat Grace maju dan menarik kera bajunya. Mata grace terlihat sangat marah dan nanar. “Gue kasih tau sama loe kalo gue jauh lebih baik dati dia. Gue seksi. Gue pinter dan gue bisa dapetin Chun tanpa ataupun dengan pandangan loe..!!” Ujarnya keras.
Andes menatapnya dnegan mengangguk merasakan jika ulah Grace bulan main-main. Bahkan legernya terasa tercekik karenanya.”Iya gue tunggu gimana cara nya loe.. jangan sampek menjilat ludah sediri nanti karena nggak bisa dapetin dia yah.”Ujarnya berbisik dan terkekeh.
Plak.. kepala Andes hampur dipukul, tetapi Andes sudah menahan tangan Grace. Grace menatap Andes dalam dan tajam. Andes menepis tangan diketra bajunya tetapi tidak lepas, ia menarik kelingkingnya barulah Grace melepaskannya dan menatap Andes dingin.
"Arghbnn..."
”Kayaknya loe udah berani sama gue.. jangan lupa gue Andes a
Ranalandra. “ Ujarnya lalu pergi dari sana.. grace terdiam meringis dalam menatap kepergian Andes menjauh. Ia kenapa bis alupa jika dia Andes si iblis berdarah dingin? Ia meringis merasakan dadanya bergemuru takut,”Sial.”Gumamnya menghela nafas. ia dalam bahaya.
Disisi lain kalian bertanya kenapa Mike dan yang lain sama sekali tidka membubarkan mereka semua? Maka jawabanya karena mereka malas oke. Grace dan Andes bukan manusia bodoh atau lemah. Jika berkelahi paling yah luka sedikit atau menarik. Tapi jika sudah saling mau membunuh barulah mereka angkat tangan untuk membantu.
Pukpuk..puk.. Fiko menepuk pundak Grace. Grace meliriknya dan menatap senyum Fiko malas. “Semangat ye, gue ngak dukung tapi kasian hehe.”Ia pergi diikuti oleh yang lain. Grace menendang kursi disisinya mengusap kepalanya kasar. Sial semua dari mereka menyebalkan membuat dirinya ingin membunuh Lingling saat ini juga.