
“ Apa benar ini buah bisa dimakan?” beberapa orang menatap aneh Lingling dan juga Jican menjual buah buah yang mereka dapatkan usai dipetik.
Lingling berdehem menunjukan buah naga yang sudah ia kupas. Ia memakannya.” Ini bisa dimakan dan rasanya manis dan segar. Sangat cocok untuk dimakan dimusim panas. Kami menjualnya dengan harga murah. Ayo dibeli. “ jelas Lingling semangat. Jisung yang melihatnya ikut menjual kepada orang orang yang lewat.
" Disini selalu panas bukan musim panas!!!" seru seseorang membuat Lingling terkekeh.
“ wahhh apa iya? Jika tidak bagaimana?” Tanya mereka kepada Ling-Ling berseru.
Lingling menunjuk buah buahnya.” Jika ini tidak enak aku akan mengembalikan uang kalian dua kali lipat. Ini manis dan lezat.” tegas Lingling. _| untuk hari ini kami kasih promo potongan harga untuk kalian yang beri. Yang beli dua akan kami kasih bonus satu buah gratis.” Jelas Linglingh.
“ dan yang kecil kecil ini, ini bisa dibel dengan harga perkilo. Jika kalian beli tiga kilo maka kami akan memberikan lima buah secara gratis. Ayo ayo dibeli.” Bujuk Lingling menggoda mereka dengan memakan buah naga penuh khidmat.
Jisung di belakangnya meringis pelan. “ wah kami akan beli dan coba. Beri kami cicip satu dulu.” Jelas pria Idi depannya.
LIngling menggeleng.” Tidak bisa. jika kalian tidak beli kami rugi. tapi aku akan potong kecil buat kamu untuk mencicipinya. Dan katakan pada semua orang bagaimana rasanya bagaimana?” Tanya Lingling dengan tegas.
“ kamu pelit sekali. Memberi tidak akan rugi.'' jelas yang lain.
Lingling meliriknya mengejek.” Jumlah kalian bahkan lebih dari tiga pulih orang. kalian pikir aku akan menghabisi berapa kilo untuk memberi gratis? Sedangkan kami butuh modal tau,.” Jelas Lingling.
Pria paling depan mengibas tangannya.” Ayo beri saya cicip. Biar nanti jika enak saya beri tahu yang lain.” Jelasnya. Lingling mengangguk di tengah sorakan warga.
Lingling memotong buah naga yang ia pajang dan memberi kepada pria tersebut. Pria tersbeut menatap aneh buah naga tersebut.” Dijamin tidak beracun. Jisung kita makanya dari kemarin apakah kau merasa pusing?” tanya Lingling melirik Jisung di belakangnya diam saja,
Jisung menggeleng cepat.” Tidak nona. Yang ada saya ketagihan.,” jelas Jisung. Lingling mengangguk menatap bapak bapak yang mulai mencobanya. Mengunyah pelan menjadi tatapan penasaram orang orang.
buah kaktus ini dikenal beracun dan tidak dapat dimakan, tiba tiba di jual sangat membuat warga shok. Apalagi mereka dengan percaya diri mengatakan ini enak. serangga saja tidak ingin makan buah buahan ini.
Mata pria itu berbinar menatap lingling.” Enak. manis.” Gumamnya mendekati Lingling untuk meminta buah naga lagi.
Lingling segera membentengi buah-buahan nya menggunakan tangannya.” Beli dong jika enak. Ayo di bei di beli.” Teriak Lingling.
Semua orang penasaran langsung segera membeli kepada Lingling. Lingling dengan semangat mengambil uang uang yang mereka beri dan membungkus buah buah yang mereka pesan. Hanya bertahan sepuluh menit semuanya habis tidak tersisa.
“ wah ini memang manis dan segar. Aku baru tau.” Jelas yang lain.
” Sangat lezat. akhirnya aku bisa makan buah dengan harga murah..!!” jelas yang lain berbinar.
” Iya benar. Biasanya hanya pejabat yang bisa sekarang bisa juga kita.” bisik yang lain.
Beda dengan Lingling dan Jisung berbinar menatap loin koin di dalam saku yang Lingling simpan.” Wah kamu sangat hebat bisa menjualnya begitu cepat.” Ujar Jisung pada Lingling.
Lingling mengangguk pelan.” itu namanya marketing. Hari ini harganya murah supaya yang lain bisa merasakan enaknya buah kita. ini jalan awal untuk kita maju. Ayo ayo kita lihat bagaimna kosmetik yang aku buat. jika bagus, kita akan menjual barang barang ini di dalam dan diluar negeri.” Jelas Lingling menarik tangan Jisung.
“ Nona.. apa besok nona menjualnya lagi?” Tanya anak anak kepada Lingling yang hendak pergi.
Lingling menatapnya dan mengangguk.” Siapkan uangmu besok yah kawan. Aku akan menjual lebih banyak.” Jelas Lingling semangat. Di sambut bahagia dari orang orang sekitar. Lingling melihat itu tersenyum senang.
Martin melirik Lingling tajam, tapi dibalas senyum oleh Lingling.” Halooo Tuan. Saya Lingling teman Jisung. Salam kenal.” Jelas Lingling. Martin mendekati keduanya dan menatap anaknya tajam.” bisa bisanya kamu bermain sedangkan tugas ku kau lalaikan? Jisung apa apaan kau ha?!!” bentak Martin kepada anaknya. dirinya berada di istana selama ini tapi mendapat kabar anaknya malah main main.
Jisung tersnetak menatap ayahnya dengan tatapan takut. Lingling di sebelah Jisung merasa bersalah melambaikan tangan,” tuan tuan. Aku yang membawa Jisung mengikutiku.” Jelas LIngling. Martin menatap Lingling lebih dingiin dari sebelumnya.” Aku dan Jisung satu sekolah di ACADEMY yang sama dulu. Jadi kami teman.” Jelas Lingling tenang.
Martin angkat bicara tapi Lingling tahan.” Dan aku dan Jisung tidak main main, kami membuat dobrakan baru. Kami mendapatkan beberapa hal yang bisa membuat Negara ini maju meskipun dengan tanah yang kering dan tidak bisa ditanami.” Jelas Lingling semangat.
Martin diam menatap Lingling tak menjawab. Jisung mberbisik pelan kepada ayahnya.” Ayah dia anak dari kaisar Zauhan yang dulu hilang bersama istrinya, ini anak terakhir dari dua saudaranya. Ayah bisa mempercayainya, sebab dia dan kakak kakaknya memang jenius.” Jelas jisung kepada ayahnya yang diam saja.
Martin mendengarnya mengerjab pelan.” aku mendengarnya.” Jelas LIngling.
Lingling menghela nafas pelan menatap martin.” Jangan memandangku sebagai putri atau cucu dari kekaisaran. Aku hanya musafir yang sedang mendapatkan hukuman dari kekaisaran langit.” Jelas Lingling lesuh.
“ ayo kita bicarakan di alam.” Jelas martin. kali ini suaranya lebih tenang dari sebelumnya. Lingling tersenyum mengangguk. Martin melangkah di depan dan Jisung menyenggol lengan Lingling.” Ayah tidak suka orang berisik.” Bisiknya kepada Ling-Ling.
Lingling mengerjab melirik Jisung.” Tidak berisik itu membosankan.” Biskknya. Jisung menggeleng pelan dan martin yang tersenyumlah tipis di depan.,
Lingling, jisung dan Maryin di dalam ruangannya, di sana juga ada tangan kanan Martin yang seumuran dengan martin, dirinya belum menikah karena terlalu focus pada negaranya., Lingling berbisik kelan kepada pelayan dan pelayan pergi meningalkan mereka. Lingling mnenatap martin yang menatapnya tajam.” silahkan diminum,” jelas Martin pelan. Lingling mengangguk segera minum minuman yang di sediakan tenang.
“ sebenarnya aku tidak begitu mudah mempercayai dirimu dari keturunan kekaisaran, sebab dari yang saya dengar, kekeluargaan itu sangat tertutup dan tidak mudah membeberkan rahasianya.” Jelas Martin kepada Lingling. Suaranya sangat berat semakin menambah kadar aura dari dirinya.
Lingling menggeleng.” Aku tidak membebernya. Kebetulan Jisung mampu menebaknya. “jelas Lingling melirik Jisung.” Dan yang tau hanya kau dan anakmu dan mungkin tangan kananmu. Statusku bukan aib yang harus ditutupi sedemikian rupa tuan.” Jelas Lingling.
Martin mengangguk pelan, iya juga. Beberapa saat pelayan datang membawa beberapa bahan yang Lingling perintahkan. Mereka meliriknya aneh.” Letakkan disini.” Jelas Lingling kepada poelayan pelayan itu menuju meja mereka. Ia menyingkirkan kudapan kudapan di atas meja. Hingga meja sekarang penuh dengan banyak hal ciptaannya,.
Martin. Jisung dan tangan kanannya Jiyun mentap Lingling bingung. Pelayan undur diri dan Lingling membuka beberapa bahan produk yang dirinya buat.” Sejujurnya aku tidak mau berteleh teleh tuan. Aku disini mungkin hanya tersisah beberapa bulan lagi. dan akui hanya bisa mengandalkan kalian saja. Sang kaisar kalian sudah mengusirku dan membentakku. Aku harap kalian tidak mengecewakan aku, dan dengarkan instruksiku.” Jelas Linglingh pada mereka.,
Martin dan yang lain mengangguk.” Aku lihat dataran kalian sangat kering dan memang sama sekali tidak bisa lagi aku bantu. Ini seperti Negara kutukan. Aku harap itu hanya pikiranku saja.” Jelas Lingling tegas hingga mereka disana terenyuh.
Lingling menujjukan beberapa hall yang mereka ketahui.” Ini ada beberapa produk kecantikan alami yang aku buat. Kalian bisa mulai meluncurkan stempel kepemilikan ke kerajaan untuk produk produk ini. dimulai dari lipstick, dan beberapa pewarna mata dan pipi. Ini dijamin aman untuk digunakan oleh perempuan perempuan.” Jelas Lingling.
Lingling menatap Martin dan Jisung serius.” Ini dimulai dari kalian menjual di dalam negeri, jika ini sudah bagus dan berhasil kalian bisa mulai menjual keluar bersama dengan buah naga dan buah kaktus yang kita siapkan Jisung. Jika itu berhasil kalian bisa membudi daya kaktus dan buah naga untuk dijual dan dibuat kosmetik. Kalianm bisa menjadi kaya tanpa tanah subur. Tapi dengan jual beli secara ekspor impor.” Jelas Lingling kepada mereka semangat.
“ kita sudah menggunakan ekspor impor. Cuma memang dari luar kurang pemasok kedalam neegri kita dikarenakan kecilnya umpeti dan pendapatan kita lingling.” Jelas Martin tenang.
“ nah karena itu kita harus memperbaiki dulu perekonomian kita. dan ini bisa menjadi salah satu ajang untuk kalian tukar atau pemasuk barang keluar negeri. Aku juga bisa mengajarkan kalian beberapa hal yang mungkin tidak akan kalian temui di liuar sana. Semacam sepeda dan hal lainnya.” Ujar Lingling semangat.
Mereka mengernyitkan dahi.” Apa itu sepeda?” Tanya Martin heran.
Lingling melebarkan senyumnya.” Sepeda itu benda yang bisa digunakan untuk transportasi. Bukan hanya kuda tapi ini bisa digunakan kemanapun kalian pergi. Kalian hanya pergi memberikan aku bahan dan ajak aku kepengrajin besi. “ jelas Lingling semangat.
“ kamu yakin dengan apa yang kamu beri ini? “ seratus persen aku yakin. aku akan memastikan semua berjalan lancar. Aku hanya butuh nama dari kalian. Kalian dari nama Duke sangat dipercayai oleh masyarakat jika kalian meluncur produl produk ini pasti mereka akan lebih cepat percaya dan menerima, beda dengan diriku yang akan menjualnya. Karena aku belum punya nama disini.” Jelas Lingling lagi.
Jiyun mendengar semuanya menatap Semua produk Lingling tertarik.” Tapi bagaimana jika semua kosmetik ini tidak aman?” Tanya Martin mengambil salah satu pewarna bibir merah murni ditangannya bingung.