
Mike disana mendengus.”Tidak ada alasanku untuk tidak membunuh hama yang suatu saat nanti membunuhku, termasuk cintaku.” Jawabnya penuh tekanan. Lingling mendengarnya cukup menyeringai, bukankah jika begini kesempatan ia kembali akan mudah? Tapi tunggu dulu,, ia masih punya tanggung jawab disini. Ia tak bisa meninggalkan orang-orang yang sudah ia beri janji. Pantang baginya untuk mengingkari janjinya.
Hidup Mike, Keyna. Andes. Boy dan juga Alex itu jauh dari kata bodoh, mereka memang bisa mencintai orang lain karena mereka juga manusia biasa, memiliki ketertarikan, rasa sayang dan juga cinta, bahkan sangat mencintai, tetapi mereka tak melupakan jika bahwasannya memelihara duri dalam daging itu sama saja menyakitkan dirinya, yang artinya lama kelamaan duri itu akan membuat daging itu membusuk, semakin menjalar dan hingga tanpa disadari akan membuat kita kehilangan bagian dari daging yang membusuk.
Semakin kita menahan mereka yang memberikan rasa sakit semakin dalam pula rasa sakit itu kelak.
Separah itu ketika kita masih tetap kekeh mempertahankan hal yang menyakitkan padahal sudah tau jika itu hanya merusak diri sendiri.!! Hidup mereka realistis, tanpa kasih sayang sedari kecil mengajarkan mereka untuk tetap bertahan tanpa cinta. Hidup mereka keras, jauh dari kata kebaikan. Bahkan seribu kebaikan yang dilakukan Lingling itu sama sekali tak bermakna untuk mereka, sebab penyakit yah tetap penyakit. Hama yah tetap hama, yang memang harus mereka habisi dan juga hanguskan, meski mereka tau konsekuensinya kehilangan orang yang berarti dan orang yang mereka sayangi.
Mereka memang se egois itu untuk orang baru untuk melindungi diri dan bertahan atas kekejaman dunia yang mereka lalui. Musuh mereka bukan hanya satu, tapi banyak. Baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam. Baik orang luar maupun orang dalam.
Bagi mereka mati atau membunuh, membuang atau terbuang.
Tak masalah bagi mereka kehilangan seseorang dibandingkan hidup dengan kebohongan kamuflase. Mengatas namakan cinta padahal bukan cinta, tetapi kebodohan dan juga buta akan kebenaran dan fakta..!! Hey jangan lupa mereka manusia gelap.
Manusia penuh dosa, bukannya naif mengatakan mereka manusia suci. Mereka bahkan tak segan membunuh ratusan orang yang sudah mengusik hidup mereka dalam hitungan menit. Tangan mereka bahkan sudah membunuh ratusan orang. Akhh ralat, lebih tepatnya mereka tak menghitung korban mereka... Entahlah apalagi mereka pernah melakoni pekerjaan pembunuh bayaran.
Lingling disana sudah tau konsekuensinya jika ia ketahuan, tapi ia tak menyangka jika ia ketahuan secepat ini padahal ia sudah sangat menyayangi mereka, meski sadar ia hanya orang asing dan ini bukan rumahnya, tempat ia bersandar dan tempat ia mendapatkan kebahagiaan didunia sementaranya ini. tapi bukan berarti mereka tidak beharga baginya. Baginya Andes dan teman-temannya yang baru mengajarinya arti bahwasannya menghormati satu sama lain. Ia tulus kok.
Nafas Mike memburu dan kembali Menarik pelatuknya melihat tak ada respon dari Lingling. Alex dan Boy mengangkat pelatuknya juga mengarahkan pada Lingling, hanya Keyna tidak. Keyna terlihat menatap Lingling dalam dan dingin.
Dor.. dor..dor.... tembakan itu terdengar beruntun..
Tak..tak..tak. semua dikagetkan dengan peluru itu jatuh dilantai tanpa menyentuh Lingling. Lingling tak sadar jika auranya terlalu kuat untuk menahan tembakan kuat itu, matanya terbuka dan menampilkan mata yang sayu.
" Ba- bagaimana bisa???" Alex mundur menatapnya kaget.
“Aku—“Gumamnya tak tau bicara apa.”Aku tidak akan mengusik kalian sampai pada kalian mengembalikan dihutan itu. Aku-aku akan pergi setelahnya kalian tidak usah khawatir.”Ujarnya pelan. Tak ada air mata atau amarah,, ia hanya marah pada dirinya yang ingin pulang tapi masih ada janji yang harus ia jalankan.
“Ka—“
“ Stop Mike..!” Ujar Keyna menahan Mike yang berteriak. Mike terdiam mendelik tak terima melihat Keyna. Namun Keyna terlihat tenang dan berwajah datar, ia berjalan mendekati Lingling, namun tangannya dicegah oleh Mike.
”Mau ngapain loe??”Tanya Mike. Keyna disana melepaskannya dan masih berjalan mendekati Lingling tenang.
“Keyna..!! berhenti gue bilang. “Ujar Mike berteriak. Keyna tak peduli, ia tetap mendekati Lingling dengan wajah datarnya. Lingling tak bergerak, ia masih diam menatap Keyna dalam.
Keyna disana masih bertanya-tanya. Kenapa Lingling bisa menghentikan peluru dengan mudah bagai ada tembok baja yang melindungi tubuhnya, lingling bukan manusia yang bisa mereka remehkan, ia sadar akan hal itu. Bahkan jika menghanguskan mereka saat ini Keyna yakin Lingling mampu, sebab Lingling memiliki ilmu supranatural yang tak kasat mata, yang bahkan bukanlah lawan manusia biasa. Entah itu ilmu hitam atau apapun yang bersangkutan dengan ilmu tak kasat mata Keyna tak tau. Tapi Keyna percaya kok didunia masih banyak yang menganut Luctifer ataupun bentuk Satan atau sejenis iblis lainnya. Yahhh mereka sejenis raja iblis atau pengikut iblis lebih tepatnya.
Yang mampu berwujud manusia dan membunuh.
Crak... Gerakan cepat Lingling menahan tangan Keyna, namun ia salah. Keyna licik, ia malah membelokan tangannya dan clik.. Lingling bisa merasakan jika ada jarum yang tertusuk di bagian nadinya oleh Keyna. Ia melirik tangannya dan Keyna, terlihat Keyna menyeringai dan mundur.
Tak jauh dari sana Ling-Ling bisa melihat dibelakang Keyna ada baca yang pecah karena senapan dari Mike dkk tadi. Keyna menginjaknya hingga hampir terpeleset. Lingling dengan cepat mendekatinya dan menarik tangannya dan membalikan tubuhnya. tubuhnya terasa lemah dan Bugh...
"Keyna...!!"
Teriak mereka kaget, namun semua terdiam kaget melihat Keyna yang jatuh tapi ditarik oleh Lingling yang memeluknya, jantung mereka terasa dicabut paksa akan penglihatan mereka. Nampak mata Lingling terpejam yang artinya obat yang ditusuk Keyna dengan jarum bereaksi, mereka tak tau itu cairan apa, itu racun atau hanya bius tingkat tinggi.
Crang.. semua membola melihat Lingling memeluk Keyna erat dna membalikan tubuh Keyna diatasnya dan ia dibawah. Kepala Keyna terkena pecahan kaca dibawah lalu punggungnya juga terkena hingga tubuhnya terhempas pada lantai.
“Lingling..!” Gumam Mike terkaget. Tangan mereka gemetar melihat Lingling bercucuran darah, serpihan kaca itu melekat dikepala Lingling memuncratkan darah, bagian punggung Lingling merembes luka yang cukup banyak. Keyna yang tadinya merasa dirinya ditarik membulatkan mata melihat siapa yang memeluknya dan menariknya.
Ia tertegun. ia bisa melihat Lingling kehilangan kesadarannya setelah menarik dan memeluknya, membuat mereka terjatuh dan Lingling tak bergerak barang sedikitpun. Artinya Lingling sudah tak sadarkan diri. Hingga hantaman kuat terjadi pun Lingling masih memeluk Keyna erat padahal ia sudah pingsan.
Ia ingin melindungi Keyna karena Keyna sedang mengandung tapi kesadarannya direnggut paksa membuat ia terluka cukup parah.
“Lingling.”Gumamnya kaget melihat kejadian didepannya.
“Keyna kau tak apa?”Tanya Mike mendekat dan menarik Keyna cepat untuk berdiri.
“Kandunganmu ada yang sakit? Ada yang terluka?”Tanya Mike lirih pada Keyna serta membolak-balikkan tubuh Keyna. Keyna tak sadar disana akan pertanyaan Mike. Ia masih menatap Lingling.
“Lingling...”Teriak Boy dan Alex, mereka mendekati Lingling yang sudah tak sadarkan diri.
"Cepat bawakan ke kamar dan panggil dokter Heru.”Ujarnya Keyna khawatir. Mereka mengangguk dan segera membawa Lingling kekamar. Bayangan Lingling yang tak melawan karena diserang tapi tetap melindungi meski ia terluka mengiang dikepala Keyna dan Mike.
" Ayoo aku Antar kedokter kandungan Key...?"Tanya Mike lirih,
Hidup Keyna dan Lingling sama kerasnya, sama-sama dituntut dengan keadaan dan juga dipaksa oleh perut. Mereka harus kuat supaya perut mereka masih memproduksi serabut busuk yang dikeluarkan besok hari pagi, mereka harus tetap berdiri meski kaki mereka masih menjadi jelly... dan mereka harus tegak tanpa pelukan.
“Key.. kau taka apa? kenapa melamun?”Tanya Jakson disisinya Keyna. Ia sedari tadi hanya menjadi pemangat teliti bahkan sedari awal hingga akhir percakapan ia menyimak dan membaca gerak tubuh dari Lingling.
Keyna tersadar menatap Jakson dan Mike yang menatapnya heran. Keyna memilih duduk disofa dan terdiam.”Menurut kalian gimana?? Loe ngeliat tadi Jak??Tanya Keyna pelan. Jakson disana tersenyum pelan dan mengangguk., ia sudah mendapatkan jawaban untuk Keyna.
“Semua yang dia bilang Fyur dan jujur.. nggak ada kebohongan yang gue baca.”Ujarnya pelan.
Keyna disana mengangguk ikut menyetujuinya. “Dan dia juga tulus berada disini dan ngak ada yang ditutupin dari dia.”Lanjutnya pada Keyna. Keyna mengangguk.
“Tapi Key..__” Keyna menatap Jakson yang terlihat ragu menatap Keyna. Jakson disana menatapnya dalam dan berkata.” Mau sebaik apapun dia, setulus apapun dia, dia tetap darah dari musuh kita, secara nggak langsung keluarga dia mau kita jatuh. Gue enggak mau kita lemah karena dia. Bukankah ada kata pepatah yang bilang, 'sebaik dan senurut apapun harimau yang kita rawat dari kecil kita harus tetap waspada? Nggak ada jaminan kalo harimau itu tidak menjadikan Kita mangsanya disuatu saat nanti, baik karena lapar atau karena apapun itu. Karena harimau tetap harimau. Binatang buas pemakan daging, dan kita adalah mangsa dimatanya bukan teman ataupun tuannya.”Ujarnya pelan. Jakson disana berusaha tegas pada Keyna.
Jakson memang bukan inti geng Galaksi, tapi ia adalah tangan kanan Keyna, orang kepercayaannya sedari dulu, jadi tidak ada yang Keyna tidak ketahui dari Jakson, anak yatim yang tak memiliki orang tua lagi dikarenakan orang tuanya meninggal tanpa meninggal harta apapun itu. Hinga ia menjadi gelandangan dan juga susah dan luntang lantung dijalanan. Ketika itu Keyna membawanya dan mengajarkanya untuk kuat. jakson memang tidak sekolah tetapi ia menguasai semua ilmu perkuliahan karena Keyna berikan. Sudah seperti adiknya saja.
Mike diam disana, ada rasa sesak didadanya, ia merasa sangat bersalah pada Lingling karena hampir membunuhnya,m ia manipulatif hatinya sendiri, menghindari fakta jika ia tak mau Lingling ada disini padahal ia sendiri sudah tertarik pada Lingling. Ia munafik tapi ia tak bisa merawat duri Meksi duri itu terbuat dari emas berlian sekalipun.
...----------------...
Jauh dari sana, tanggung jawab Lingling yang disuruh diam saja menunggunya saja sekarang sudah entah dimana, mereka sudah sibuk dengan pilihan yang menurut mereka benar, tanpa tau jika sebenarnya yang mereka lakukan itu benar atau malah memperkeruh suasana, yang mungkin menurut mereka berguna malah menambah beban orang lain.
Seperti sekarang. Jendral Chun sebagai tunangan Eliza disana memegang dadanya yang terasa sedikit gelisa, entah kenapa ia merasa sedikit gelisa saat ini. ia melirik kebelakang tak ada Grace, tadi katanya ia hendak membuang air besar sebentar membuatnya memiliki waktu sendiri. Ia tak membuang waktu, ia segera merakit kembali telegram tramwayniceix yang kemarin ia dapatkan, ia mengetuknya pelan dan memencet-mencetnya.
“Gunakan sidik jari untuk membuka sistem.’ Itu yang terdengar, ia pun dengan cepat membukanya. Dan menaruh sidik jari jempolnya. ‘Maaf, sidik jari tidak dikenali, beri ulang sidik jari dengan jari yang lain milik anda.’ Di sana terlihat gambar merah dengan bentuk silang dan juga pesan berbahasa inggris.
“Sial.”Gumam Chun, ini bukan miliknya yang artinya ia tak bisa membukanya..
“Ini milik siapa? Eliza? Wulan atau mereka?”Tanyanya bergumam, ia disana mengusap kepalanya berat lalu dengan cepat membuka kendali telegram itu,, mengacak dan membukanya.. ia menghabiskan waktu hampir setengah jam untuk menginstal sistem ini.
“Maaf, anda yakin ingin menginsal sistem ini? jika iya berarti anda akan kehilangan seluruh data termasuk nomor yang anda cari. “Ujar dari sistem disana. Dan segera Chun menekan kata iya. Dan sebentar disana terlihat sistem telegram tramwayniceix sedang loading.
Tak ada cara lain selain diinstal dan menghapus semua data. Untunglah ia hafal akan nomor mereka disana, meski diinstal sekalipun. Sembari menunggu penginstalan ia melirik kebelakang yang masih tak ada tanda-tanda Grace. Ia tak tau kenapa Grace sangat lama, tapi bersyukur juga karena sudah beberapa hari ini ia tak bisa bergerak karena Grace yang selalu ada disisinya. Ini kesempatan emas untuk ia memanfaatkan.
“80%..90% 100%.... Ting....Sistem berhasil terinstal, maaf semua aplikasi dan kontak terhapus, tolong unduh kembali atau tekan menu untuk mencari yang anda butuhkan.” Sistem itu kembali berbunyi menandakan selesai dalam install.
Chun tersenyum lebar, tangannya cukup gemetar disana menekan ID Dari yang harus ia hubungi, ia dengan celingak-celinguk kebelakang ,melihat apakah Grace sudah kembali, ia memilih menjauh dan dengan segera menghubungi komandan yang dilintas seberang.
‘Maaf, saat ini anda tidak memiliki sinyal atau akses untuk menghubungi nomor tersebut. Silahkan tunggu beberapa waktu.” Chun disana bertegun kaget mendengarnya. Hey ini bukan masalah sinyal tapi inikan tidak membutuhkan sinyal begitu. Ini alat canggih.
Namun matanya membola melihat peringatan disistem milik telegram tramwayniceix miliknya.
’Maaf, anda sedang dilingkungan yang memiliki jaringan berbahaya dan juga virus, dilingkungan ini akun anda disadap dan juga terbaca oleh pemilik sinyal. Mohon untuk berhati-hati dalam mengenakan handphone anda.”
“Sialan.. gimana bisa. apa ini sistem DIRECTION FINDER (DF) atau Cellebrite UFED?”Gumam Chun kaget melihat sistem telegramnya sudah terlacak dalam hitungan detik. Ia disana merasa dadanya bergemuru takut. Ia melirik sekitar.”Gimana bisa padahal disini nggak ada yang bisa liat kode IQ akun gue.”Gumamnya sangat tak percaya, bahkan ia tak mampu mencegah tangannya yang gemetar.
Ia segera menghentikan sadapan itu dan mengirimkan pesan pada orang yang ia butuhkan.”Setidaknya kalo gue mati gue udah kasih kabar ke mereka cepat mengirimkan bantuan buat kami.”Gumamnya disana pasrah. Berharap pesan itu sampai pada mereka.
DIRECTION FINDER (DF) adalah seperangkat alat khusus untuk mengidentifikasi IMSI dan IMEI yang bertindak sebagai menara telekomunikasi palsu sehingga bisa mendeteksi posisi keberadaan IMSI dan IMEI perangkat jaringan komunikasi tersebut.
Sedangkan Cellebrite UFED Touch. Alat itu sendiri bisa menyedot data dari ponsel, meskipun data meskipun sudah dihapus.
Dan ini sistem yang digunakan Keyna melalui sinyal digital melalui udara.
Prak.. ia menghancurkan telegram itu hingga melebur, iapun segera menguburkannya kedalam semak-semak yang disana. Akunnya sudah terlacak dan terkena virus, ia harus cepat pergi dan juga bersembunyi.
Namun ketika ia berbalik ia kaget melihat ada grace disana bersedekap dada menatapnya dengan tatapan tajam.,”Lagi ngapain loe?”Tanyanya pelan disana.
Chun membulatkan matanya kaget, Jantungnya terpacu dengan cepatnya, namun sebentar lalu kembali mendatarkan wajahnya.”Ngapain kamu disini? Enggak sopan.. saya baru sudah buang air kecil.”Ujarnya berusaha tenang dan meyakinkan.
Grace terlihat menatapnya menyeringai dan juga tajam. Chun tertegun melihatnya. ‘ka—“
.
Jan lupa vote, komen dan like yah....