
Karena aku nggak suka ingkar janji jadi yah aku tepati yah buat Up lagi hohoooo. jadi komentar nya diatas 70. Jadi keliatan malah malak komentar yah author hohooo Tapi apresiasi di buat kalian yang semangat banget....!
Arigatogozaima
.
.
.
.
.
Kehidupan itu terbagi dengan dua takdir, takdir yang memang dari tuhan yang tak mampu diubah meski jukir balik sekalipun dan ada takdir yang dibuat karena pilihan kita sendiri. Contoh dari takdir yang tak dapat dibuah adalah jodoh dan maut, tapi takdir yang dibuat Karena pilihan adalah jalan kehidupan. Masih stay dikehidupan yang menurut kita benar dan baik atau memilih jalan yang memang benar dan jalan yanhg terbaik. Mau menentang jalan Tuhan atau percaya jika takdir Tuhan lebih baik.
Cukup rumit jika membicarakan takdir, karena ada banyak yang mengatakan jika takdir itu Tuhan yang mengatur, manusia hanya bidak catur yang dijalankan oleh Tuhan, namun ada juga yang berkata ketika hidup kita benar mata takdir akan mengikuti kita bukan kita yang mengikiti takdir. Tergantung dengan sang pemilik kehidupan yakini.
Contohnya Linglling. Dulu Lingling selalu percaya jika takdir itu sebenarnya sudah diatur oleh Tuhan, mau bagaimana manusia menentang akan tetap terjadi. Contohnya jatuh, manusia tidak ada yang menginginkan jatuh bukan? Tapi kenapa tetap jatuh? Apakah itu hanya suatu kebetulan tanpa campur tangan Tuhan? Lingling percaya manusia hanya boneka Tuhan. Tapi sekarang ia tidak lagi percaya. ia tidak seegois itu lagi untuk mempercayai kehidupan dan takdir.
Ia tau mana takdir yang bisa dirubah dan takdir yang tidak bisa dirubah. Hidup itu seperti bermain catur bukan menjadi budak catur, siapa yang paling cerdas dalam menjalankan hidupnya, mewanti-wanti jalan kedepannya., menghitung jarak langkanya maka ia yang akan menjadi pemenangnya. Meski kadang kita harus kehilangan banyak hal, kehilangan satu persatu pelindung hidup hingga kita sendiri dan harus membuktikan jika kita Queen sesungguhnya.
Lingling menguap lebar dalam berfikir. Ia melihat beberapa orang yang berada diruangan miik jasadnya Eliza. Ada banyak orang didalam sana. Ada Andes, Mike yang terlihat tidak mandi selama satu minggu, ada juga Boy. Dan juga Jakson yang terlihat membawa banyak data dna bukti. Lingling mengeleng pelan sangat mengantuk. " Udah dua hari nggak mandi tapi tetep tampan dan wangi. memang beda yah aura orang tampan dan parfum orang kaya." Gumamnya pelan. andai kata itu orang kismin sudah pasti terlihat jadi gembel.
“Jadi bagaimana pak kasus ini? “Sejujurnya Andes sendiri tak yakin bisa membawa kasus ini kejalur hukum. Bukan karena apa, Hendrik itu pemanipulatif ulung, ditambah ia orang yang berpengaruh dan memiliki banyak uang. Didunia ini siapa yang banyak uang dia yang menang. Andes dan teman-temannya juga penganut hal itu. Jika tak percaya tolong lihat sekitar anda.
Polisi terlihat menatapnya tegas.” Kasus sudah naik kedalam pengadilan dan kita sedang menunggu pengadilan memutuskan. Kami sudah menyiapkan yang terbaik untuk kalian tuan.”Ujarnya tegas.
Tidak semua oknum polisi itu sama,. hanya mencari uang dan popularitas, suka memamerkan baju kebanggaannya meningalkan kewajibannya. Ada banyak juga yang tidak. Murni menjadi polisi menjalankan tugas. Jangan selalu menyalahkan seluruh popularitas hanya karena satu stampel yang diambil dari salah satu atau yang berdarah gelap, tak semua darah mereka ada di satu Gen.
“Saya mau kasus ini dibawa kepengadilan dan Hendrik diukum mati dilihat dengan seluru dunia dialun-alun kota.”Ujar Mike tegas kepada sang polisi dihadapannya. Polisi terasa sesak merasakan hawa orang beruang. Ia bagai manusia kerdil jika begini meksi memakai seragam andalan.
“Maaf tuan, tapi kita punya cara dan juga peraturan sendiri karena kita negara demokrasi dan memiliki konstitusi. Jadi saya tidak bisa jamin.”Ujarnya pelan tak bisa mengelak dari peraturan yang ada dan permintahan kejam dari orang dihadapannya. Memangnya sekarang zaman kerajaan pembunuhan dialun-alun disaksikan banyak orang?? Hey ini dunia modern.!
Mereka hanya menunggu sidang untuk pembuktian kasus ketika semua data sudah lengkap, setelahnya nanti ada beberapa jalan lain yang akan mereka lewati. Semuanya sudah selesai hanya ada beberapa lagi saja lok. Itu dikarenakan Lingling yang tak sadar hingga saat ini semakin membuat warga geram, ada beberapa netizen juga yang selalu meneror pemerintahan untuk menindak lanjutkan kasus ini.
Andes dan temannya hanya mengangguk menyeramkan kasus ini pada polisi.
Dinegara lain, sosok Chun yang sekarang berada dikamar tamu miliknya itu terdiam menatap kedepan, disana ia diperlakukan sangat-snagat baik meski semua orang terlihat cuek. Terutama lketua kelompok ini yang ia kenal bernama Fiko,. Siapa dia sebenarnya? Apa dia pemilik? Tapi speertinya iya tapi bukanya pemiliknya itu perempuan? Apa jangan-jangan dia Grace?
“ Chun..” Chun terkaget merasa ada memanggilnya,. Ia melirik kekanan dan kekiri mencari siapa yang bicara. Ia disana melirik Lien yang tersenyum menunjukan kertas surat kecil dibalik minumnya. Chun disana mengangguk lalu Lien memilih pergi dari sana meninggalkan Chun yang mendekati tempat minum itu pelan mencari tau apa yang Lien beri tau..
Disana ada Note yang berisi tulisn Lien yang terlukis entah dari mana, itu darah? Apa disini tidak ada bendah lain apa? Ia memijit pelipisnya dna pura-pura meminum teh buatan Lien sembari melirik catatan itu.
...“ Temui aku taman didekat pohon belakang. Kita harus bicara jam 10malam.” ...
Chun melirok jam yang terjyata sudah menunjukan pukul 9malam.
Ia melirik CCTV pelan, disini ada cctv mengawasinya 24jam membuat ia tak punya privasi saja. Tapi itu ketentuan kamar tamu yang tidak bisa seenaknya saja disini. Ia memiliki membasahkan surat dari tysu itu mengenakan air hingga semuanya habis dan tak lagi terlihat melebur bersama dengan air berwarna kuning tersebut. Ia menatap kedepan dan menatapnya tajam.
“ Lingling, kapan kau pulang?”Gumamnya lirih. Sangat lirih, ia menyayangi Lingling dan ia merindukannya.ia sendiri sebenarnya jika boleh jujur yang ia cintai bukanlah Eliza tapi Lingling. Meski begitu ia juga merasa bersalah dengan Eliza yang selalu ia sakiti.
Sejam setelahnya ia bergegas menuju dimana Lien suruh tadi, ia berjalan snatai tanpa melirik CCTV menghindar adanya kecurigaan. Ia melangkah tanpa ragu sampai keruangan Toilet, setelahnya ia memilih keluar dan kembali berjalamn menuju taman, ia sudah hafal dimana saja CCTV. Sampai ia ketaman dimana yang Lien suruh., disana Sudah
ada Lien yang duduk didekat taman sembari melihat bintang malam sembari menunggu.
“Apa kabar Lien?? Kau terlihat baik-baik saja aku senang melihatnya.”Ujar Chun datang memilih duduk didekat Lien. Lien terkaget disana mendengarnya namun setelahnya ia mendatarkan wajahnya melihat siapa pelakunya.
” Aku baik dan aku juga cukup senang kau selamat dari yang Lingling perintahkan. Bagaimana dengan misi mu? Sudah selesai?”Tanya Lien dengan to the point.
Chun menghela nafas.. Lien tak bisa diajak basa-basi. Ia menatap langit dengan dalam.” Disini sangat terjaga ketat bahkan sinyal kita terdeteksi dan terlacak hanya dengan menghubungi keluarga kemiliteran. Aku sekarang berharap kemiliteran kita baik-baik saja dan segera membantu kita. aku sendiri tidak jamin jika pesan itu masuk, tapi jika tidak maka bersiaplah kita akan bertindak dengan tangan-tangan kita sendiri. kau tidak lupakan jika kita seorang jendral.” Ujarnya tegas dan dingin.
Lien mengangguk yakin.”Tapi jika kita tidak menang?”Tanyanya pelan. Dilubuk hatinya sendiri ia belum bisa memutuskan mati atau belum dirinya, ia tak mau mati sia-sia jujur hanya saja jika mundur ia mati dalam hidup yang terendah. Ia tak mau.
Chun menepuk pundaknya dan menatapnya dalam.” Jangan takut. Jika kita mati maka kita kati bersama-sama. Lagi pula percayalah jika kita saat ini sudah terkepung dan hanya menunggu kedatangan Lingling untuk membantu kita.”Ujarnya pelan disana. itu adalah yang ia ketahui....
.
.
.
Besok yah Tripel Up lagi kalo banyak yang Komen. Vote dan Like... baybay...!