
Baru kali ini Eliza mengeliligi dunia pasar didesa ini. mereka menghabiskan waktu selama satu jam dalam perjalanan menunggang kuda. Eliza dan Wolly mengenakan kuda masing-masing dan baju seperti laki-laki. Eliza yang mengenakan baju berwarna nafi dan wajah ditutupi topi yang sangat besar. Wajah yang mengenakan cadar putih yang sudah disiapkan oleh Wolly.
Woollys emdiri mengenakan baju merah marun, topi berwarna merah. Keduanya sama-sama membawa pedang masing-masing. “ Ikan panggang.. ikan panggang.. hanya dua tembaga satu potong.. “
“ Ayam bakar.. ayam bakar.. hanya lima tembaga dipasikan kenyang. Ayo mampir dikediaman kami..!!!”
“Manisannya semanis nona yang membeli dan tuan yang membeli. Ayo datang kemari, dijamin yang punya hati dalam keadaan bersedih langsung bahagia karena penjualnya yang manis ini. ayo beli-beli kemari..” Suara yang saling menawarkan dimana-mana itu membuat Elzia tersenyum samar dibalik cadarnya. Ini sangat indah.
“Lotre-lotre.. masuk saja dijamin kaya raya/....!!”
" Tuan ayo main lotre kami menyiapkan plusplus untuk tuan-tuan sekalian. Ayo masuk ayo..” Tangan Eliza ditarik-tarik oleh seseorang wanita yang mengenakan baju berwarna cerah dan bibir merah merona, rambut yang disanggul besar membuat Eliza kaget setengah mati.
Wolly meringis melihat Eliza kaget.”Maaf nona-nona manis. Kami belum tertarik. Lain kali saja yah.”Ujarnya Wolly menarik tangan Eliza untuk menjauh dari sana.
“Tapi tuan kami menyiapkan arak terbaik dikota ini, ada juga ruang pijit, dan makanan yang lezat.” Ia menatap keduanya penuh binar dan pemaksaan tepatnya.
“Ayo tuan masuk. Jangan malu-malu.. kami akan membantu tuan untuk bersenang senang.”Ujarnya kepada Eliza.
Eliza disana menatapnya kaget dan ikut saja. Iakan masih sangat polos jadi mana tau dia bersenang-senang yang dimaksud.
” El..” Wolly meneriaki nama Eliza yang ditelan oleh rambut-rambut sanggul besar menepuk jidatnya.”Ya Tuhan bagaimana bisa teman polosku dibeginikan? Jika tidak polos lagi nanti gimana?”gumamnya takut memilih masuk menyusul Eliza saja.
Eliza menatap lain arah dengn mengerjab.”Saya mau pijit saja boleh? Soalnya saya lelah beberapa hari ini.”Ujar Eliza polos dan tersneyum pelan.
”Uuhhh manisnya. Mengenakan cadar saja tuan sangat manis patsi tuan sangat tampan. Apapun untuk tuan ada kok. Ayo masuk-masuk. Dipilih mau dipijit yang mana?”Ujar wanita berbaju pink dan juga hiasan pink ditubuhnya. Sangat menyilaukan mata.
Eliza disnaa mengerjab pelan.”Em yang pijitan paling enak siapa?”Tanyanya pelan.
” Aku..”! Semuanya bersorak disana sembari mengipasi Eliza. Eliza kaget ketika tangan-tangan nakal mengamit pantatnya.
“Eh jangan tolong..” Ia disana Menggeleng kuat.”Aku terserah pokoknya satu yang paling enak pijitannya.”Ujarnya lagi polos....
“Aku pijitan yang paling enakk..!” Ujar yang mengenakan gaun Ungu.
” Kau berbohong. Aku pijitan terenak dirumah ini. bahkan bangsawan sering mengenakanku.” Ujar yang berbaju warna Hijau mencolok.
“Aku saja aku. Aku hari ini belum dpaat job.”Ujar berbaju kuning taik.
“Sialan aku-aku.”Eliza ditarik-tarik. Eliza panic disana dan menggeleng. Aksi dorong mendorong membuat Eliza terjatuh. Karena tau mau terperangkap dengan perempuan-perempuan itu ia pun melewati jalan bawah untuik keluar.
Hugh.. nafasnya disana terdengar pelan ketika berhasil. Wajahnya memerah masam mengingat perjuangannya melewati jalan bawa menghindari mereka semua.
“el.. kamu tidak apa-apa?”Tanya Wolly memeriksa tubuh Elliza.
Eliza mengusap keningnya yang berkeringat.”Tidak apa-apa.. “Ujarnya Eliza menghela nafas.
Eliza yang dikagetkan pun menarik tangan Woolly”Lari Ly..!!” Teriaknya. Wolly yang tak tau apapun ikut lati saja menghindari para wanita-wanita yang mengjar mereka.,
Sampai mereka harus menabrak banyak orang merela tetap lari.”Huuhu.. stop El. Aku capek.. UhuuUhuu. Mereka ud-ah enggak ngejar lag-ih kok..”Nafasnya putus putus dada yang kembang kempis. Wolly menumpu Tangannya dilututnya dan menyekah keringat dipelipis saking capeknya lari-larian.
Hahahaha. Ekliza tertawa dengan nafas putus-putusnya.. ia mengelemg pelan dan duduk didekat kedai itu bersender didinding “Gila.. kenapa mereka mengajarku? Apa salahku padahal mereka yang menawar enak-enak piit-pijit pas aku mau malah rebut.. kan tidak jadi dipijitya kan aku mau.”Gumamnya kesal.
Pltak.. au. Eliza memegang kepanya yang terasa nyeri.” Kau bukan hanya bodoh tapi juga sangat-sangat bodoh rupanya. Hey mereka itu hanya mau uangmu saja. Lagi pula enak-enak mereka itu yah anu, itu buat cewe- kecewo gitu.”Ujarnya berbisik pada Eliza.
Eliza mengernyitkan kening nya.”Buat cowo kecewe gimana?? Kan hanya pijit ?”Tanyanya pelan.
“Pijitnya plusplus El..” Wolly mulai jengah jiuga menjelaskannya pada Eliza jika begini.
“emang bedanya apa si Ly?”Tanya Eliza gemes.
“Ya,,pun El. Kau itu bodoh atau tolol si? Atau keduanya gitu?” Ia tak sanggup lagi hingga menguyel pipi Eliza gemas. Kapan lagikan bisa MeNguyel-nguyel? Kalo Lingling asli mana bisa hehe. Cari kesmepatan baisalah yah.
”Eh kalian kalo mau merusak jangan disini..!!” Eliza dan Wolly dikagetkan dengan penjaga yang mendekati mereka menatap mereka tajam,”Mana sama-sama lakik lagi. pergi jauh-jauh cari tempat modal kek. Kalo ngak uadah uang yah dihutan sana disemak-seemak..!” Ujarnya mendengus.
Eliza dna Wolly disnaa mencebik.”Siapa yang mesum si. Paman saja mungkin otaknya isinya mesum semua. Orang duduk aja dibilang masuk. Dasar otak manusia.” Eliza Menggeleng polos pergi meninggalkan bapak-bapak dan Wolly.
“El tunggu..!!! kita harus beli kue kukus isi ikan Fatih enak banget loh..” Teriaknya.
...----------------...
Dua hari sudah berlalu, sekarang waktunya sidang untuk Lingling lakukan. Sedari pagi ia sudah disiapkan oleh Keyna dan teman-temannya. Keyna sendiri masih dijauhi oleh teman-temannya. Itu resiko untuk Keyna. Lingling? Ia hanya pasang badan saja disana.
“Bagaimana jika semua rencana loe gagal Ling?”Tanya Keyna menatap Lingling. Mereka akan berangkat lima menit lagi bersama Andes dan lainnya.
Lingling tersenyum miring.”Lihat aja nanti.” Keyna menghela nafas pelan. Ia tau jika Hndrik saat ini sangat hancur, semua usaha dan perusahaannya hancur tapi ia masih punya tangan-tangan yang membantunya. Ia tak mau perjuangan Lingling sia-sia juga. Tapi harus bagaimana lagikan? Mereka sudah setngah jalan. Jika berhenti ditengah jalan juga akan trugi untuk mereka. Rugi wkatu, rugi tenaga. Rugi . Apalahi Lingling. Dia rugi banyak hal. Salah satunya sudah ditusuk masa harus mundur?
“Ayokk..” Andes datang membantu Eliza untuk duduk dikursi roda mengabaikan Keyna. Keyna hanya diam melihatnya saja tanpa minat menjelaskan apapun untuk Andes. Andes tak meliriknya sedikitpun.
Lingling menghela nafas. ia juga merasa bersalah dengan Keyna. Gara-gara dirinya jadinya begini. Keyna terkena imbasnya kan padahal dia tak salah apa-apa. Tapi tunggu semuanya selesai dulu yah kan? Andes membantunya mendorong kursi rodanya. Keyna menghela nafas ditingal keduanya. Ia menghela nafas lagi untuk meredakan nyerii di dadanya. Ternyata rasanya sakit yah jika sedang didiami oleh orang yang kita sayangi.
..
.
.
Nanti aku up lagi kalo banyak yang Komen.. hohoo sekaligus 2 mungkin