
Keyna mengangguk-anggukkan kepalanya melihat laporan yang ada, disana sudah ada Andes yang sibuk dengan laporannya. Mike, Alex dan Boy? Mereka sudah pulang kerumah mereka, mereka punya pekerjaan kok wey jadi mereka sudah pulang. Lagi pula ini sudah salah satu rencana mereka yang sudah dibuat.
“ Bagus juga rencana loe Ling.”Ujarr Keyna dnegan kekehan. Ia tahu jika Lingling mengenakan rupa aslinya membuat Hendrik menggila, dirinya sebagai perempuan saja tergoda dna tertarik apalagi Hendrik lelaki normal. Wajarlah jika ia sampai hilang kendali dan hilang akal ditengah kerumunan.
Lingling disana mentap berita-berita di laptopnya Keyna mengangguk-angguk. Luar bias batinnya,. “Gila yah.. mudh banget britanya tersebar. Apa ini semua orang bisa liat?”tanyanya mengerjab . melihat berita tak senonoh ditambah gambar Hendrik yang seperti situs nggak banget begitu.
Keyna mengangguk.”Dunia ini itu penuh teknologi canggih sama kayak ibu loe bilangin. Bahkan dengan loe duduk aja loe bisa dapat duit asalkan loe ngerti cara cari duit dengan cara lain kayak punya hp. Apalagi Cuma nyebarin situs kayak gini. Ditambah Hendrik itu salah satu orang yang terkenal karena ketampanan dan juga kekayaannya. Mudah banget buat berjatuhin dia dengan berita kayak gini apalagi bukti-bukti. Ini Cuma sedikit efek yang dituai. Masih banyak efek lain yang dia dapetin. Contohnya itu dimaki netizen, ada juga yang bakal dihina dia dan banyak hal. Salah satu menjatuhkan mental lawan si kayak gini. Cuma biasanya gue ngak pakek cara gini, kalo dendam yah gue jalanin dan temuin sendiri.seenggaknya nggak sampek satu dunia tau dia gimana. “Ujarnya Keyna meringis.
Lingling mengernyit pelan.”Netizen tu apa?”Tanyanya.
Keyna menepuk keningnya pelan.” Netizen tu kayak tukang hujat. Tukang gosip. Tukang tukanglah pokoknya. Jadi dia bertugas mengomentari orang-orang. Biasanya netizen tu yah omongannya pedes-pedes sampek nggak sadar kalo yang dia lakuin itu salah satu bullying.”Ujarnya menjelaskan penuh kesabaran mengingat Lingling bukan dari dunia ini.
Lingling membentuk huruf o dibibir nya. “Dan biasanya Keyna kalo balas dendam gimana emang? Kelewatan yah cara aku?”Tanyanya pelan menatap Keyna. Keyna jadi salah tingkah sendiri jika ditatap begitu oleh Lingling. Entah semenjak kejadian malam itu ia sedikit suka terngiang wajah asli lingling.
“Hemmmm kamu jauhan dikit hehe. Jangan dekat banget.”Ujar Keyna menjulak wajah Lingling pelan.
Lingling tak peka bertanya”kenapa emang? Nafasnya Lingling bauk yah mangkanya Keyna nggak mau deket-deket?”Tanyanya dengan polos.
Keyna menghela nafas pelan.”Ngak gitu Ling. Gue ngak terlalu suka deket-deket atau kontak fisik sama orang lain/.”ujarnya jujur tapi spesifiknya ia tak mau belok..!!! lingling mengangguk paham. “Dan masalah pertanyaan loe. Gue emang jahat tapi nggak sejahat itu buat musuh dijadiin layanan Publik dan menjatuhkan muka dia.. nggak taulah tapi loe jahat.”ujar Keyna pelan.
Lingling disana menjulurkan lidahnya sesaat nak anjing dan terkekeh memang salah satu ekspresi andalannya kalo dibilang jahat dan licik. Lalu wajahnya mendatar.”hemm... ini baru permulaan kan?? tugas berikutnya nanti malam kita mulai.”Ujarnya pelan disana.
Keyna menatapnya dengan tatapan prihatin.”Loe yakin mau pakek cara ini?”Tanyanya pelan. Ada sirat kekhawatiran disuaranya. “Bahaya.”Ujarnya pelan. Lingling mengeleng.
"Kamu taukan aku gimana??? Itu bukan apa-apa kok ini udah janji aku buat kamu dan kalian. Kamu tinggal jalanin arahan dari Aku.”Ujarnya Lingling. Keyna mengangguk pelan, sesungguhnya menghancurkan Hendrik sangat bisa dilakukan olehnya. Hanya saja menghargai Lingling yang hendak membantu membuat ia pasrah.
Andes melihatnya mengernyit pelan, keyna bukan sosok yang mudah didekatkan, tapi ini apa? Keyna malah terlihat khawatir dengan Lingling dan bisa bicara sepanjang itu.”Kalian sejak kapan sedekat ini?”Tanyanya pelan dan heran.
Keyna dan Lingling menatap Andes serentak lalu berkata.”Hmm entahlah..”Ujar Keyna mengangkat bahu acuh. Lingling hanya mengeleng pelan. “Oh yah Ling, gue udah ngasih dokter treatment buat muka loe, gue harap bisa menyembuhkan bopeng dimuka loe. Nanti siang yah.”Ujar Keyna pada Lingling pelan.
Lingling mendengarnya mengernyit.”Bopeng tu apa?”tanyanya lagi.
Keyna merasa dadanya panas mendengar Lingling tapi tetap tersenyum gemas.” Itu bekas jerawat yang ngebuat muka loe rusak, kek lobang-lobang gitu. Kalo loe pakek ini muka loe nanti bakal bagus lagi dan berbentuk kek semula. Nggak jamin loe jadi cantik tapi loe bisa lebih PD Sama muka loe yang lebih sehat.”Ujarnya pelan. Keyna diam-diam perhatian yah.
Lingling membuka bibirnya bulat lalu mengangguk.”Bukan operasi plastikkan yang kaya kata Mike buat bikin wajah aku mulus dan cantik kayak artis-artis? Aku ngak mau jadi cantik.”Ujar Lingling dengan polos dan PDnya..
Keyna dan Andes mendelik dibuatnya. Tapi sekejap Keyna paham maksud Lingling, dia aslinya sudah cantik dan pastilah itu beban baginya yang bisa membuat orang lain menyimpang. Ia mengangguk beda dnegan Andes.”Orang maunya cantik loe mau nya baisa aja.. loe waras Ling?”tanyanya. entah kenapa ia kesal melihat Lingling tak mau jadi cantik kayak wanita lain.
Keyna terkekeh.'’Nggak pa-pa si Des. Maksud Lingling nggak mau cantik itu karena dia nggak nyaman kalo disukai banyak cowok. Emang loe mau Lingling digaet banyak cowo? Digebet sama temen-temen aja loe ngamok.”Ujar Keyna terkekeh. Lingling disana pun terkekeh mendengarnya.”Dan Ling. Itu bukan operasi plastic, itu lebih ke suatu teknologi yang mengembalikan sel wajah yang rusak jadi itu buat menyehatkan kulit. Cuma loe nanti harus rutin pakek skincare atau produk-produk yang bisa bikin kulit loe balik lagi. inget ling meksipun loe nggak cantik, terawat itu penting dan perlu. Didunia ini memang benar jadi nggak menonjol itu baik tapi Yang Good looking yang selalu didahului. Loe nggak tau gimana dikesampingkan karena orang yang punya tampang bagus.”Ujarnya pelan mengingatkan.
Lingling mengangguk pelan. Sebenarnya maksud Keyna bukan untuk menghina kaum non guudluking tapi yah yang namanya manusia yang selalu melihat tampang Keyna salah stau orang yang merawat kulit dan tampang. Bukan haus akan pujian tapi dibanding dihina. Keyna lebih suka merawat kulit. Apa lagi sudah menikah nanti kalo suaminya malah suka dnegan wanita terawat bagaimana? Hey suami itu harusnya dikasih pemandangan yang bagus biar menetap biar ngak kegenitan lihat janda-janda lain oke.
Mencegah lebih baik baik... Keyna hoho.
Andes menggeleng mendengar percakapan para wanita. Ia tak tau apa-apa jadi diam kembali dengan tugasnya yang tak lain mengecek status dan anggaran keluar dari perusahaannya. “Besok gue mulai buat kerja lagi Key. Loe urus usaha dan pemindahan nya yah.. gue ada rapat penting besok, pendapatan gue terlihat ada kecurangan.,”Ia menyeringai melihatnya.
Keyna mengangguk pelan.” Wokelah... Tapi sebelumnya loe liat Aiden yah. soalnya dia kangen sama loe katanya.”Ujarnya. andes disana mengangguk tersenyum. Aiden anak angkat Keyna. Yang sudah baca novelnya pasti tau siapa Aiden? Aiden itu anak salah satu teman Keyna yang dititipkan karena diincar... jadi dia anak pertama Keyna sekarang.
...----------------...
Dibelahan dunia lain, ada Fiko yang menatap sosok didepannya itu tajam. Sosok yang dibawa oleh Grace. Lalu dimana Grace? Dia permisi untuk membersihkan tubuh meninggalkan Chun untuk membersihkan tubuh diruang belakang. Sebab belum ada kamar yang bisa ditempati.
Fiko mendengar Grace membawa orang pun menemuinya takutnya dia penyelundup. Tapi mendengar fakta jika dia tunangannya Lingling membuat ia terkejut setengah mati. Apalagi ia taunya Lingling laki-laki jadi itu fakta yang luar biasa yang ia temui saat ini. jadi jika dia suka dengan lingling tidak masalahkan? Berarti dia juga sesuka sesmaa jenis??
Tapi ia Menggeleng membuat pikiran kotor nan buruknya itu. Bagaimana bisa ia berfikir seperti itu. Ia lelaki Straight mana boleh begitu. Lagipula pikirannya maish bisa dikontrol. Ia masih harus berfikir masa depan dan anak. Jika sesame jenis mau dibawa kemana hubungan mereka? Ujung dan akhirnya apa selian nafsu dan juga perasaan?? Memang si cinta adalah rahmat tapi jika begini bukan rahmat namanya tapi malapetaka dan ujian.
Chun yang dari tadi ditatap oleh fiko sangat rishi, ditambah dia baru saja mandi dan memakai baju Fiko yang baru saja diantar membuat ia tak nyaman, apa dia ketahuan? Apa dia tertangkap? Apa mereka sudah tau?? Tapi ia mencoba tenang menghadapinya dengan wajah datar.
“Kalian tunangan? Udah tunangan? Tukaran cincin?”Tanyanya Fiko mempraktekkan menunjuk jari manisnya dna cincin yang melingkar mencari tau lebih dalam dan teliti takut ia salah pendengaran atau salah prasangka
Chun menjadi memutarkan kontak matanya. Maksud nya apa si? Kenapa lelaki dihadapanya mengesalkan? Memangnya kenapa jika tunangan? seakan-akan hal yang aneh saja jika mereka tunangan.”Iyaa.. “Ia menunjukan kalungnya yang ada cincin. Fiko tertegun disana.
“Gila...”Gumam Fiko memegang dadanya nyeri.”Kenapa Ling-Ling ngak bilang kalo suka sama sesame cowo?”Tanyanya pelan.
Menyesal tak mengatakan pada Lingling jika menyukainya. Kan jika ia tau ia tak akan ragu mengatakan kesimpangan rasa suka ini..
“Emang kenapa jika saya dan Lingling sudah tuangan?”Tanya Chun mencoba tenang.
Menahan rasa kesal supaya tak berkoar dan terlihat. “Kalian nggak cocok.”Ketus Fiko dengan sebal.
Chun disana mengerang mendelik.”Cocok kok. Siapa yang bilang ngak cocok?”Tanyanya pelan.
“Gue yang bilang ngak cocok. Loe nggak cocok..!!” Ujar Fiko nyolot. Chun mendelik menatapnya tak mau menjawab.
”Lagian kenapa suka sama sesmaa cowok? Nggak ada yang suka sama loe yah mangkanya menyimpang.” Ujarnya Fiko
“Menyimpang?”Gumam Chun heran dan tak paham. Ia tak tahu jika Lingling menyamar menjadi seorang lelaki dna mereka belum tau apa-apa..!!!
“iya menyimpang. Sesame jenis gitu. Jijik banget kalian main pedang.,”Ujar Fiko lalu duduk dengan wajah tak senang. Chun disana menatapnya dengan wajah tak tau dan tak bisa berkata apa-apa. Ia takutnya nanti menggagalkan rencana Lingling.
“permisi tuan.. kamarnya sudah siap..” Dari penjaga disana menyadarkan kedua orang tersebut. Tapi Chun dan salah stau penjaga membelalak kaget karena saling familiar. Keduanya disana mengalihkan pandangan ke arah lain cepat supaya tidak terlihat.
“Hantarkan dia kekamarnya.”Ujar Fiko ketus menunjukan Chun.
“Biar saya saja tuan.”Ujar penjaga satunya. Fiko menatap penjaga itu lalu mengangguk. Chun segera mendekat pejaga itu n menuju kekamar..
Fiko dari sana menyeringai dna bergumam.”Berarti Lingling pengkhianat dan salah satu bagian dari mereka?”Gumamnya pelan mengangguk.”Menarik..” Ujarnya terkekeh lalu kembali ke kantornya.
Di dua orang yang berjalan menuju kamar ketika sudha jauh dan memasuki kamar. Salah satunya segra memeluk kawannya.”Yaampun chun. gue pikir loe udah Ko’id alias meninggoy... “Ujarnya pelan dan tak bisa menahan rasa senang yang membunca didadanya saat ini. sungguh sosok dihadapanya ini bagaikan diluar kendalinya. Apalagi perjalanan Chun mencapai dua bulanan lebih diluar. Mereka saja tidak tau apa yang dilewatkan Chun hingga bertemu disini bagai suatu keajaiban.
Chun membalas pelukan itu dan menepuk pundak Lien. Yah dia Lien. Dia yang berpisha dari wulan dan juga Vuang. Vuang yang kepada penjaga tahanan. Wulan yang kepara pekerja dna dirinya yang entah bagaimn bisa ditengah jalan ia ditarik oleh penjaga lain sehingga dibawa kemari. Ternyata disini markas besar pemilik tempat ini.. ia ditambah kagetlkan ketika bertemu Lien tadi.
“Sialan... saya masih hidup.. saya kuat.”Ujarnya tak suka. Lien disana melepaskan pelukanya dan terkekeh. “Sumpah gue pikir loe udah habis disana. tapi kok loe bisa kesini? Gimana bisa?”Tanyanya Lien lagi tak bisa menahan diri.
Meteka sudah sangat lama bersama-sama menjadi jendral. Sudah berteman baik jadi wajar mereka sangat bahagia ketika bertemu bersama ditempat mencekam begini.
Chun disana mengeleng. "Diluar nalar dan diluar kendali Saya si.. susah banget nemu Alat kita. kayaknya udah dilenyapkan Sama mereka dan udah ditemuin, apalagi jalanan yang curam dan juga nggak banget nggak bisa bikin saya cepat.. gue mau kembali kegoa tapi gue saya ketemu sama Grace,,, saya nggak ada cara lain selain ngikutin arahan Lingling kalo ketahuan yaitu ngaku gue tuangan dia dan bilang saya nyari dia. Dia bawa saya kesini. Tapi syukurlah ketemu sama kamu. Banyak banget yang sayq lewatin jadi nggak bisa bilang diisini.”Ujarnya pelan pada Lien.
Lien disana menepuk pundaknya mengangguk.”Kamu kenapa bisa kesini si?? Bukannya dihutan? Dan gimana kabar Wulan sama Vuang??”Tanyanya pelan. ".Lingling dimana?? sama kalian?”tanyanya berturut-turut pada rekannya.
Lien menghela nafas.” Panjang ceritanya, tapi guee cerita sekilas... dua bulan yang lalu Lingling minta kami buat didalam goa saja buat pemulihan, dan dia pergi nitipin banyak penjaga hewan gue ngak tau juga tapi ini nyata. Mereka ngebantuin kami. Tapi kami sadar diri apalagi kita sebagai jendral memiliki tanggung jawab yang lebih besar buat menjaga dia yang cewek. Jadi kita memilih buat keluar. Wulan, Vuang. Tapi kami mencar setelah masuk. Kami berkali-kali udah hampir ketahuan dan hampir mati dan syukurnya maish bernafas sampek sekarang. Dan masalah Lingling kita belom tau, soalnya katanya dia pergi kenegara lain saat ini. “Ujar Lien pelan.
Vuang disana terdiam sesaat mengangguk.”Jadi nggak ada gunanya loe pas nyari alat buat menghubungi orang komandan?”tanyanya pelan.
Chun mengeleng.”Disini dijaga ketat. Kmrin udah saya kirim tapi nggak tua terkirim atau nggak.. kita tunggu aja..”Ujarnya pelan. Keduanya mengangguk.
.
.
Gua Doble Up karna ini yang bagian nggak penting hehe .. Tapi nggak papa lah yah...Paypay ..