Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Misi 1


Malam begitu pekat menghiasi malam. Tak ada bintang atau bulan malam ini. Mungkin sedang berehat sejenak dalam kegundahan ketidak dianggapnya...


Pukul sudah menunjukkan ke angka 02. 08 Wib yang artinya manusia normal sedang menjelajahi dunia mimpi.


Langkah kaki Lingling menyusuri tempat ini, dimana tempat manusia bersenang-senang dan melepaskan masalah namun disini juga tempatnya iblis sedang berpesta-pora, ikut senang-senang dan merasa menang. Ada banyak manusia yang kalah dengan nafsu dan lupa akan tujuan hidup. Yah ini Club' malam.


Lingling diam menatap semua orang, matanya menyusuri semua tempat, ia memindai siapa saja yang ia kenal dan siapa yang ia cari dan terus mencari hingga tatapannya terjatuh disatu titik. Ketemu, totik dimana saytu lelaki yang duduk didepan bartender. Ia tersenyum dan merapikan bajunya pelan. Ia berjalan elegan menuju tempat seseorang itu duduk dan bertanya.


”Boleh saya duduk tuan?”Tanyanya disana.


Sosok itu terdiam meminum alkoholnya. Baju jas hitam, rambut acak-acakan menambah volume ketampanan, tatapan tajam dengan lengan baju yang mengetat menampilkan otot-otot lengannya, Ia melihat kesamping menatap siapa yang mengajaknya bicara dan sedetik setelah nya ia tertegun. sosok wanita yang sangat cantik mengenakan gaun putih sutra, rambut panjang. Bibir merah semerah ceri. Mata hitam legam, kulit putih seputih porselin. Ia perempuan tercantik ia pernah lihat. Tanpa ia sadari tangannya terulur menyentuh wajah sosok Lingling dihadapannya.


Lingling menekan auranya supaya tak membuat sosok itu mimisan, ia tersenyum manis membuat Hendrik merasa detak jantungnya terhenti. Yah dia Hendrik kalian ingatkan siapa dia?? Dia yang dulu hampir membunuh Lingling diacara sidang?


Dan juga pengkhianat sesungguhnya.


Hendrik hilang kendali melihat senyum Lingling. ia merasa tubuhnya terasa panas, hasratnya memuncak meminta dipuaskan padahal ia tak pernah lepas kendali sebesar inj, Tangannya dengan cepat menarik Lingling untuk ia peluk.


Lingling disana bicara.”Heyy apa yang kau lakukan? “ Lingling sengaja membesarkan suaranya menarik perhatian orang-orang disekitar supaya melihat dirinya dan apa yang Hendrik lakukan padanya....


Dam..... Perhatian orang-orang teralihkan padanya! Usaha dan salah satu rencana nya berhasil. senyum smirknya terselip diwajah sok kaget miliknya.


' Aayoo lakukan hal lebih gila lagi dari ini..' Batinnya


Hendro menggila, ia maju dan membuka bajunya dan menyambar bibir Lingling secara agresif. Lingling terlihat berusaha menahan Hendrik. Ia ingin menikmati bibir manis itu memajukan wajahnya. Ia hilang arah, akal sehatnya hilang.


Mata Lingling melebar dan mundur. “kau sangat-sangat cantik, aku menginginkan mu.. uhhh.”


Ia disana dengan cepat mengerang ketika sudah memeluk Lingling seakan hasratnya tersalurkan hanya dengan sentuhan saja, kepalanya semakin menggila berfantasi tubuh Dihadapannya ia nikmati. Lingling memberontak disana. hendrik tak peduli, ia memeluk terus mau menghujam Lingling serangan. Lingling disana sana memberontak.


”Tolong... dia gila.. tolong di g4y..!” Teriaknya.


Semua disana terdiam dan dan musik mulai terhenti melihat Hendrik menggila, bahkan Hendrik tak segan membuka bajunya Lingling yang ditahan hingga hanya sobek saja dan baju dirinya sendiri hingga menyisahkan celananya. Ia berusaha membuka ikat pinggangnya tanpa melepaskan Lingling. Ia mencium leher Lingling dan menjilatinya ditengah keramaian.


Ada banyak yang menatapnya jijik, ada juga yang terangsang ada juga yang mengabaikannya karena kenikmatan surgawi bagi mereka.


Hingga pakaian Hendrik terbuka semua hanya menampilkan tubuh polosnya. Lingling menyeringai dan memberontak.


”Lepaskan aku... Tolong aku lelaki normal, dia gila. Dia G4y.”Ujarnya berteriak dan memberontak. Ada beberapa orang yang membantunya melepaskan dari Hendrik


“Lepaskan aku bedebah. Ahhh sayang aku harus mendapatkan mu kemarilah.”Ia memberontak sekuat tenaga tak mau terlepas dari Lingling. Ia terus memeluk Lingling ditengah dipaksa dipisahkan. Ia menatap Lingling penuh binar dan cinta. Itu karena efek mabuk dan efek yang memang Lingling ciptakan.


“Aku tak menyangka lelaki sekeren Hendrik itu G4y bahkan menggila ditengah mabuk., orang mabuk paling jujur bukan? Padahal ia sangat berotot dan memiliki belalai yang panjang.”Gumam dari salah satu wanita tetap diclub itu berbisik pada temannya.


Temannya mengangguk lalu menatap pusaka Hendrik yang bahkan sudah berdiri tegak disana. “ Ahh benar.. aku bahkan dengan melihatnya merasakan panas, tapi sayangnya dia G4y. Aku tak menyangka., eh itu cukup rugi mengingat betapa nikmatnya jika dinikmati.”Ujarnya meneguk Saliva kering melihat tubuh berotot dan juga berbentuk bagus begini wanita mana yang tak meleleh? Ditambah memang inilah pekerjaannya yaitu melayani para lelaki ditempat ini.


“ Aku tak bisa membayangkan betapa malunya tuan Hendrik jika tau dirinya telanj4ng ditengah keramaian begini.. dia pasti sangat malu.” Ujar salah stau pengunjung lain. “benar ini sangat memalukan. padahal dia masih muda dan tampan.”Jawab rekan lain.


Ada beberapa paparazi yang ikut memotret tubuh bugil miliknya dan Lingling yang diserang membabi biota. Lingling terlihat memberontak dan ingin lepas sampai dibantu banyak orang. Hendrik menggila tak mau melepas. Tak ada cara lain orang lain pun disana memukul pundaknya hingga ia pingsan.


Lingling terlihat menatap meeka semua pias dan juga menahan wajah merahnya,”Ak-aku pria normal, tapi dia memaksaku untuk tidur bersama hiks hiks. Dia..” Lingling menatapnya tak percaya dan memilih pergi dengan wajah malu.


Semua menatapnya iba.”Kasihan. pasti dia sangat terpukul dan trauma., apalagi dia seorang lelaki normal, harga dirinya pasti sangat sakit.”


“Tuan Hendrik keterlaluan. Bisa-bisanya mau memperkosa sesama lelaki ditengah keramaian. Sungguh tak beradab,.”


“Sesungguhnya aku tidak percaya jika dia menyukai sesame jenis karena aku pernah dengar dia suka menyewa para j4lang disini. Tapi melihat dia mabuk menyerang lelaki aku jadi ragu. Sebab orang mabuk tidak pernah berbohong.”


Ada banyak bisikan disana menguasai tempat. Ketika Lingling sudah pergi tempat yang tadinya terhenti dengan suara music kini kembali bersuara dan juga kembali ramai.s emua yang tadi sibuk bergosip kembali kegiatan awal.


Mencintai sesame jenis di negara ini masih sangat tabu dan tidak diterima dipemerintah. Baik agama maupun lingkungan. Tak ada yang namanya adam dan Udin berjodoh yang ada adam dan hawa.. jadi wajar saja jika dihujat masalah.


Hahaha..


tawa Lingling sangat keras memasuki mobil milik Mike yang sudah menunggu diluar club. Ada Mike yang menatapnya datar disana.


“Gila.. bisa-bisanya dia buka baju ditempat umum.. nggak sabar lihat dia bangun besok gimana ekspresinya lihat berita.”Ujarnya mengingat hal tadi. Ia akui si jika tubuh Handri sangat emmm menggoda??? Milik—akh tolong otak Lingling jangan keluar batas.


Mike disana menatap Lingling dengan tatapan tak percaya. Ia mendekati wajahnya pada Lingling. Lingling tertawa langsung terdiam menatap Mike dengan tanda Tanya. “ Loe apain dia sampek bisa kayak gitu??? Nggak mungkinkan Cuma lihat wajah loe yang burik ini dia bisa gitu? Loe pasti punya ilmu hitam yang bisa narik perhatian orang lain atau pakek pelet. Ngaku loe..!!” Ujarnya dengan penuh penyelidikan.


Lingling menguap disana. “ Gue tu punya pesona yang luar biasa meksipun nggak ganteng atau cantik.. karena dari sini loe bisa lihat sebenarnya yang dibutuhkan orang itu bukan cantik atau ganteng, tapi pesona dan menarik. Percuma ganteng tapi nggak menarik yah nggak bakal juga dilirik orang lain.”Ujarnya menyandar dan mengibas rambutnya.


“Hina aja terus, tapi loe harus inget. Cewek miskin ini yang bisa bikin Hendrik tel4njang depan umum. Cewek lain? Secantik apapun gue jamin nggak bakal mampu..!” Ujar Lingling


“Itu karena dia mabok doang... loe licik.”Ujar Mike menjalankan mobilnya. Lingling mendelik.


“ Bahkan dalam keadaan sadar gue bisa.. jangan salah.”Ujarnya Lingling tak terima.


“ Tapi gue nggak tu. Handrik nya aja mental tempe, masa sama loe aja kalah. Atau memang dia suka batanhan...”Ujarnya Mike tak terima. Masa Lingling yang jelek bisa menggaetnya lelaki manapun si?


Termasuk dirinya? padahal jelek juga!


“Itu karena loe nggak liat rupa asli gue aja. Liat rupa jelek gini aja loe ketar ketir apa lagi kalo rupa asli. Bisa kejang-kejang tujuh hari tujuh malam loe.”Ujar Lingling menjulak kakinya Mike yang tak jauh dari kakinya kesal. Kesal dihina terus.,


“Emang rupa asli loe gimana si?? Emangnya muka loe ada dua gitu jadi ada yanga asli ada yang kaga?”Tanya Mike.


Lingling mendengus.”Auu akh. Ngomong sama manusia yang hatinya gelap yah gini. Semua orang dimatanya gelap Cuma dia yang suci, putih. Bersih tanpa noda,”Ujarnya disana tak senang. Ia menatap lain arah dan Mike yang diam saja menatap luar. Masih ngggak percaya


Lingling dengan mudah menaklukkan Hendrik. Ia melihat semuanya karena ada orang suruhannya yang merekam itu semua tadi.ia juga melihat dari CCTV yang terhubung dengan TV di mobil miliknya. Yah ada TV.


Pada dasarnya tadi lingling mengeluarkan rupa aslinya tapi berbeda bola mata, ia hanya bisa dilihat oleh Hendrik saja.. mudah baginya dan Hendrik benar-benar terjerat tanpa sadat mempermalukan dirinya sendiri. Mengingat hal itu Lingling menyeringai.


“Permanan selanjutnya mari dimulai” Gumamnya yang Mike masih mampu dengar.


Mike jadi merinding dibuatnya. Apa yang akan Lingling lakukan untuk langkah selanjutnya? Rencana begini saja tak ada dibenaknya.. biasanya ia selalu maju dan bunuh tak pernah ada yang namanya memalukan atau menjatuhkan. Sebenarnya cara Lingling itu menghancurkan mentalnya... lebih dari kejahatan yang bisa Mike lakukan tanpa Mike sadari.


Ditempat lain sosok lelaki menatapnya dengan tajam dan tak suka, berbeda dengan sosok perempuan disisinya tersenyum puas. Tadi.. mereka mendapatkan banyak foto yang sudah mereka suruh.


“Mari kita lihat berita apa yang besok ia dapatkan bangun tidur indahnya.. mulai bermain-main dengan kami he?”Tanya Keyna terkekeh disana lalu menyebar foto-foto itu ditengah sosial media supaya semua orang bisa melihatnya. Mulai dari banyaknya aplikasi social media sampai pada alikasi game sekalipun ia kirimkan hingga tiada sisa yang tertinggi. Ia pastikan ini akan menjadi berita terhangat besok pagi. Bayangkan, lelaki Straight. Tubuh atletis di damba-damba seorang perempuan tela4njang ditengah tempat umum hendak memperkosa sesame jenis dan menggila.. Keyna tak sabar melihatnya.


Bukankah ini awal kehancuran yang sangat baik dan diluar nalar manusia? haha


“Sebenarnya apa rencana kalian? Bagaimana bisa Hendrik melakukan hal memalukan itu hanya dengan menatap Lingling?”Tanya Andes pada sang sahabatnya disisinya.. cukup heran hanya menatap Hendrik langsung berbuat gila, padahal sedari tadi ia menatap detail tak ada tu Lingling menaruh obat minumannya atau apa gitu.


Keyna menguap ngantuk menggeleng pelan. “Kalian akan tau nantinya. Lagi pula ini salah satu syarat untuk Lingling agar terbebas dari hukuman dari gue.”Ujarnya jujur lalu bangkit.


Andes pun menahannya menatap sang sahabat.”Gue kenal loe Key. Apa yang loe sembunyikan tentang dia dari gue?? kasih tau gue.,”Ujarnya pelan kepada Keyna.


Keyna menatap Andes dengan tatapan dalam, ia menepuk pundak Andes. “Ini bukan hak gue buat ngasih tau ke elo apa yang sebenarnya terjadi atau kenyataan tentang Lingling, itu hak dia. Tapi yang pasti Cuma ngingetin buat nggak terlalu berharap, sebab manusia merasakan sakit karena harapan yang bertolak belakang dengan kenyataan, “Ia pun pergi setelahnya meninggalkan Andes yang memijit pelipisnya yang terasa berat. Merenung ucapan Keyna yang selalu mengodenya untuk tak mencintai atau berharap pada Lingling. Hey...!! ia harus apa?


...----------------...


Lain sisi lagi sosok Lingling berusaha menjaga kelopak bunganya tak boleh lagi gugur, ia akan menjauhi hal yang memicu itu terjadi, dan akan berusaha untuk menutup hatinya menggenakan mananya, ia tak boleh jatuh cinta lagi.


Malam sudah berlanjut meninggalkan Lingling yang memilih duduk dibalkon kamarnya, ia menerawang jauh mengingat banyaknya masalah, terutama masalah yang tak berujung saat ini. tapi ia berjanji akan menyelesaikan semuanya tanpa cela dan tanpa ada yang tersisa.


“Lingling. Bagaimana keadaanmu nak??”


Lingling kaget mendengar suara itu, ia melirik kebelakang dan disana ada ibunya. Ia tertegun. bagaimana bisa ibunya kemari? Ia segera menghampiri ibunya dan memeluknya erat. Terlihat disana ibunya tersenyum hangat pada sang anaknya.


“Ibu hiks hiks. Maafkan aku ibu... ibu aku mau pulang hiks hiks. Aku berjanji tidak akan bertindak manja lagi. aku berjanji.”Ia merengek menangis pilu pada ibunya yang ia peluk.


Qira terkekeh mengusap kepala sang anak. Tubuh Qira jauh lebih tinggi dari tubuh Eliza yang ditempati Lingling, ia seperti memeluk anaknya yang masih berusia 14tahun yang hanya sebahunya. padahal didunia asli Lingling jauh lebih tinggi dari Qira dikarenakan anak-anaknya mengikuti gen ayahnya Zauhan yang tingginya diatas rata-rata.


Ia mengusap kepala anaknya tersenyum. “Aku menanti janjimu.”Jawabnya pelan. Tangannya halus mengusap pipi sang anak.


Terlihat Lingling tertekan. Qira memilih duduk diayunan tapi Lingling tak juga melepaskan ibunya. Qira memang mengawasi anaknya terus mangkanya ia menjenguk anaknya. “ Bagaimana ibu bisa kemari??”Tanya Lingling pelan pada ibunya.


Qira menunjukan kalung dilehernya.”Setengah jiwa yang diambil Xavier ada tanganku, jadi aku bisa menyusul setengah jiwamu.. lagi pula ini memang dimensi asliku jadi aku memang bisa kemari menjenguk mu tapi harus mengeluarkan energi yang sangat besar.”Ia masih mengusap kepala Lingling sendu. “Maafkan ibu yang egois yah yang mau dirimu berubah sampai kamu harus melewati masa sulit begini.”Ujarnya lirih.


Lingling semakin menangis memeluk ibunya. Rambut biru ibunya diikat tinggi membuat ia mudah memeluk leher ibunya.”Ibu aku yang salah, aku selalu menyia-nyiakan kesempatan belajar dan juga perhatian kalian. Disini aku banyak belajar untuk tidak lagi malas dan menghormati semua orang yang ada disisi ku.”Ujarnya lingling lirih. “ Tapi ibu.. aku—aku mengecewakan dia.”Ujar Lingling lirih lagi.


inilah yang paling sakit, ia menjadi pengkhianat.


Qira tertegun. “ Ibuuu aku mau pulang ibu. Aku ingin bertemu dengannya.” Yang Lingling masud adalah Liong. “Aku merindukannya ibu. Aku juga merindukan kalian semua. Aku tidak mau di sini hiks hiks. Ibu aku siap jika harus menjadi jendral perang dikekaisaran kakek Wey asalkan pulang. Sungguh aku siap melawan ribuan prajurit dan berperang dibandingkan disini. Semuanya sangat sulit ibu.” Ia terlihat putus asa semakin membuat Qira merasa sesak dan bersalah.


“Lingling ini salah ibu. Andai ibu tidak menuntut mu seperti wanita lain yang memiliki semangat hidup.. ibu salah maafkan ibu.”Gumamnya lirih. Qira melakukan ini memang karena tak melihat sisi dimana Lingling berniat hidup. Ia selalu melakukan hal yang seperti mayat yang tak bernyawa. Hanya mau tidur, tidur makan dan juga tak bergerak. Ia bahkan lebih malas dibandingkan ulat.


Lingling disana menggeleng. “ Ibu tidak salah.” Lingling sebenarnya memang tak pernah menginginkan suatu perasaan, ia tak punya perasaan malah, mangkanya ia tak pernah menginginkan harapan pada siapapun, ia malas karena tak ada yang bisa ia rasakan, ia selalu dirundung rasa hidup sesuai dengan keinginannya, tapi hal itu keluar dari pondasi manusia. Manusia normal tidak akan hidup dengan secara instans hanya dengan tidur lalu merundung manusia lain menyiapkan kehendaknya. Hidup tak semudah itu.


Dan ada kalahnya hidup tak selalu bisa memiliki pondasi bagus untuk tetap kokoh.