Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Rumah Keyna


Mobil keyna sudah meminggir, gerbang tinggi segera terbuka membuat Loli menatap kedepan. Mata Loli menyipit segera melebar. Mereka masuk ke perkarangan rumah besar, ah ini bukan lagi rumah tapi mansion, dengan lapangan depan rumah sangat besar, bahkan dari gerbang ke rumahnya saja jaraknya cukup jauh. Lihat mobil di sana berderet beberapa banyak. Tatapan Loli teralih pada rumah bercat putih duh silau. Semuanya seperti tumpukan uang.


Rumah Loli juga besar tapi ini lima kali lebih lebih besar. Loli jika di juluki paling kaya dari teman temannya maka di sini diirnya jadi paling miskin di antaranya..!


hahaha Loli rasanya ingin tertawa terbahak bahak. Sialan, mobil Keyna terparkir di depan pintu. Segera ada bodyuarrd membuka pintu miliknya dan Loli segera keluar sendiri. Bodyguard juga tak tau jika ada loli diisana buru buru membantu Loli turun. Loli jadi agak kaku.


Keyna memberikan kunci mobilnya dan mendekati Loli.” Ayo Loli.” Jelas Keyna menarik tangan Loli.


Loli mengangguk gugup membuka pintu yang tingginya tiga meter. Ia menatap semua bodyguard yang merunduk dan juga pelayan yang menunggu di sana. Saat pintu dibuka. Mata Loli kembali silau, dan melihat tumpukan uang.


Wah lihat itu lihat..!! lampu yang ia lihat di mall beberapa waktu lalu, eh ini lebih besar gila..!! yang kemarin saja harganya kalo tidak salah 470juta dengan potongan diskon lima puluh persen, jadi ,mereka beli yang ada diskon tidak yah? hahaha dan lagi ini ukurannya mungkin dua kali lipat. Sialan. Jiwa miskinnya meronta-ronta.


Duh lihat gucinya..! itu guci yang di pajang di lelang minggu lalu dengan harga milyaran rupa. Tidak Yatuhan, mereka ini kebanyakan uang atau bagaimana sih? Harga harga semua barang ini bernilai fantastis,, jika dirinya pembantu disini sudah ia curi beberapa barang, lagian mereka juga tidak akan tahu kan?? sebab barang yang begitu banyak ini.


“ mbak bereskan satu kamar didekat kamar Andes yah untuk istirahat loli.” Panggil Keyna pada pelayan.


Pelayan mengangguk.” Baik bu.” Jelas pelayan segera mundur. Keyna melirik Loli yang menatap semua barang barangnya kagum.” Kamu duduk dulu saja di sofa sana jika capek. Tunggu kamarnya dibereskan sejenak, biasanya kamar kamar selalu di bereskan, tapi takut ada beberapa serangga atau debu buat kamu tidak nyaman. Ayo disini. Saya panggil pelayan dulu untuk ambil camilan dan minuman yah.” jelas keyna menjauh. Loli mengangguk.


Sata keyna menjauh Loli menghela nafas dan mata yang menatap binar semua barang.” Gila. Kalo ditotalin semua ini berapa yah harganya? Bisa bisa kaya mendadak banget gue.” bisik Loli memegang guci yang kemarin dirinya lihat. Harganya 1,8M kalo tidak salah sih. Loli tidak perrnah terbayang memiliki semua barang mewah ini.


Kemarin dia beri sama Damar itu adalah Mobil seken, harga 120juta, lalu motor harga 30juta. Sedangkan apartemen hadia dari orang tuanya untuk dirinya tapi malah diberi sama Damar, sekolah dasar dan gisel. sejujurnya ia bukan orang miskin sih. Jajannya tiga puluh juta sebulan, tapi jika dibandingkan dengan keluarga ini.


dirinya miskin.


Loli mengusap pelan bunga yang terlihat asli.” Njir asli beneran.” Gumamnya pelan menatap bunga itu. bunga yang terlihat sangat segar di dalam nya ada air. Loli meringis. Di rumahnya banyak bunga buatan tangan dan bunga palsu. Bukan main yah orang kaya.


“ maaf nona.” Loli kaget melirik kebelakang ada bodyguard yang menatapnya sopan.


Loli berdehe,.” Maaf jika tidak sopan, tapi diminta untuk tidak menyentu barang barangnya, sebab disini ada beberapa sistem keamanan, “ jelasnya.


Loli segera menjauh.” Eh gue nggak nyolong. Cuma menyentuh doang kok.” Jawab Loli mendelik.


Bodyguard menggeleng.” Bukan itu nona. Tapi.” Ia menunjuk ke atas.


Mata Loli melotot garang ada pistol..!!! katana..!!! astaga Loli meneguk saliva kering dan segera semakin menjauh. Bodyguardpun segera menjauh daris ana memberi ruang untun Loli menenangkan diri.


“ Rumahnya.” Gumam Loli merinding. Segera duduk saja di sofa. Berselang beberapa saat pelayan membawakan dirinya minum dan juga makanan.” Silahkan nona.” Ujar pelayan kepada Loli. Loli meliriknya mengangguk segera meminum jusnya tenang.


“ Kamu kehausan banget yah Li?” Tanya Keyna baru saja sampai di sana. Loli melirik Keyna dan mengangguk malu.


Keyna menatapnya heran.” Kok muka kamu lebih pucet dari tadi? Kamu sakit?” Tanya keyna lagi heran.


Loli mau berteriak mana tidak pucat ia hampir mati Cuma gara gara menyentuh benda mahal itu. tapi Loli tidak akan bicara begitu.” nggak kok mbak hehe,.” Ia menggaruk pipinya pelan yang sama sekali tidak gatal.


Tatapan Keyna teralih dengan anak yang digendong oleh Keyna. Ia mengerjab pelan.” ini anak siapa mbak?” Tanya Loli pelan.


Keyna berdehem.” Ini anak saya namanya hampir sama kayak kamu, Lili.” Jelasnya Keyna tenang kepada Loli. Loli mendengarnya berbinar segera mendekat menatap sang anak keyna berbinar.


Wah sangat cantik. “ mbak matanya biru.” Gumam Loli berbinar.


Keyna tersenyum mengangguk.” Matanya itu Biru ke abu abuan gitu hehe. Cantik yah.” Keyna tersenyum membuat Lili digendonganya terkekeh juga menampilkan gusinya yang belum ada gigi.


Loli disana menggigit bibir bawahnya merasa gemas.” Yaampun cantik banget mbak.” Bisiknya dengan penuh puja.


Keyna berdehem pelan.” aku nggak nyangkah mbak udah punya anak, soalnya kelihatan masih muda dan langsing aja. “ jelas Loli pelan kepada Keyna.


Keyna terkekeh pelan.” banyak yang bilang gitu, tappi nyatanya saya sudah punya anak. Ini anak saya.” Jelasnya menunjukan anaknya. loli mengangguk pelan hendak menyentu Lili. Tapi ia segra mengambil Hand Sanitizer di tasnya. Keyna meliriknya tersenyum tipis. Lolis egera membersihkan tangannya dan menyemprot ke baju bajunya.


Baru ia berani memegang sedikit lengan Lili.


Keyna mengernyit.” Baru dua masuk tiga bulan.” Jawabnya.


Loli mengangguk.” Berarti masih mimi yah belum mpasi.” Jelas LOli.


Keyna mengangguk.” Kamu mau gendong?” Tanya keyna melihat Loli yang geregetan.


Loli menggeleng pelan,.” Loli belum mandi mbak. Nanti kena kuman adeknya.” Jelas Loli.


Keyna terkekeh pelan.” kamu suka anak kecil?” keyna suka pemikiran Loli yang tidak mengesampikan fakta demi egonya. Jarang sekali ada yang berfikir hal demikian, sembarang saja menyentuh anak orang berakibat anak orang sakit.


Loli menggeleng.” Saya sukanya sama bayi dan balita. Kalo anak kecil nggak.,” jelas Loli mencebikkan bibirnya.


Keyna mendengarnya tertawa pelan. loli menggeleng pelan.” bocil ada aja tingkahnya, males lah berurusan sama bocil. Kalo bisa mereka bayi aja terus, kalo nggak langsung gede gitu biar nggak ada fase bocilnya.” Jelasnya malas dan kesal kepada Keyna.


“ mana ada yng begitu.” Jawab keyna pelan.


“ mama..!!!” panggil dari belakang. Loli pun melirik kebelakang.


"Bocil.!” .


"Eh airon. Sudah bangun?” keyna mengajak Airon yang memeluk boneka beruang coklat miliknya melangkah mendekati Keyna. Ia menucek matanya pelan dengan diikuti oleh anjing kecil berwarnah putih dibelakangnya. Airon segera meminta gendongn dengan keyna. Keyna mau tak mau menerima pelukan aron dengan memeluk Lili.


Loli melihat airon dan Loli tidak konek. Keyna melirik Loli.” Airon kenalin, ini calon suaminya papa Andes. Say hallo dulu sama mama baru kamu.” Ujar Keyna kepada Airon. Loli melotot mendengar ucapan keyna. Keyna sadar hampir menyemburkan tawanya tapi ia tahan.


Airon melirk Loli dan mengerjab pelan, masih memeluk kaki keyna. Loli meringis melihat wajah Airon yang terlihat bantal sekali, tapi dia terlihat tampan dan ganteng. Sangat tampan malah seperti anak anak orang cina. “ haloo.. Gu ehm saya Loli.. nama kamu siapa?” Tanya Loli kepada airon menjulurkan tangannya tersenyum lembut.


Airon mengerjab melihat Loli yang menjulurkan tangannya. Keyna menyambut tangan Loli dengan tangan airon.” Ini namanmya Airon mama.” GItu jawbanya sayang.” Ujar keyna pelan kepada airon..


Airton tetap diam memeluk kaki Keyna. Kyna terkekeh kepada Loli.” Maaf yah Loli. Dia baru bangun tidur mangkanya gitu, nanti enggak kok.” Jelas Keyna tidak enak melirik Airon yang masih memeluk kakinya dengan erat.


“ bentar geser dulu ai. Mama taro ini adekmnya dulu. Nanti adeknya jatuh ini.” jelas Keyna.


Tapi airon tidak mendengar ia masih memeluk keyna tapi tidak terlalu erat. Keyna menaruh Lili di atas sofa didekatnya dan mengambil bantal untuk pembatasnya. Loli melihatnya pusing sendiri. Duh jadi membayangkan bagaimana jika dirinya yang punya anak. Pasti riweh banget kan.


“ pasti capek banget yah mbak.” Ujar Loli pelan.


Keyna tersneyum.” Capek itu salah satu hal yang terindah buat kita sebagai ibu Loli, sebab diluar sana ada ribuan ibu sebagai pejuang garis dua. Jadi harus di syukurin dan dinikmatin.” Jelas keyna kepadanya Loli pelan. Loli meringis pelan mendengarnya. Keyna menduduki airon di sisi kanan jauh dari Loli.


" Andes sudah yah Mbak? istrinya pertama kemana???" Tanya Loli pelan.


Loli melirik airon dengan diam. Jika dia anaknya Andes itu artinya Andes duda dong? Kenapa tidak bilang coba.?


” Ini anak saya namanya airon, bukan anak andes.” Jelas keyna kepada Loli yang menatap Airon dengan diam.


Loli menatap keyna paham .” tapi dia panggil andes itu papa juga karena kesepakatan, anak pertama saya bakal panggil teman teman saya papa semua, ada yang manggil ayah juga.” Jelas keyna lagi agar tidak ada kekeliruan.


“ teman?” Tanya Loli.


Keyna menatap Loli dengan heran.” Andes nggak cerita tentang saya?” tanyanya.


Loli menggeleng polos.” Jangan jangan dia juga tidak menjelaskan keluarga atau ayahnya?” Tanya Keyna lagi. Loli kembali menggeleng sembari meringis.


Keyna menatap Loli menggeleng tak percaya.” Andes kurang ajar memang.” Gumamnya masih didengar LOli.


Loli mengangguk mendengarnya, menyetujui ucapan keyna. Keyna menghela nafas. “ saya dan andes itu teman sedari kecil.” Jelas keyna kepada Loli. Loli mendnegarnya diam saja karena tak mau memotong ucapan Keyna.


“ tapi kamu tenang saja., tidak ada cinta di antara kami, saya dan dia sama sama berjuang sejak kecil, bahkan kami punya perusahaan yang sama dan rata rata memiliki perusahaan yang bekerja sama satu sama lain. Salah satunya sirkuit di kota XXX lalu studio olahraga juga.” Jelas keyna pelan. wah mata LOli merasa ucapan keyna penuh uang, sebab siapa yang tak tau sirquit dan studio olahraga itu?? duh Loli merasa semakin miskin.” dan lagi kami punya beberapa teman lain., mungkin nanti biar andes sendiri yang jelaskan. “ keyna membuka HPNya dan memberikan foto mereka. Loli menerima gugup. Wahhhh tamvannnn