
“Lingling ayo makan dulu. Dikit lagi.” Andes menatap Lingling lembut sembari memberikan sendok berisikan bubur ditanganya kearah bibirnya Cleo.
Cleo menatapnya tak suka. “Ehh b4ngke. Loe nggak liat itu mukanya Lingling kek ikan bangol eh ikan badut, mulut dia kembung gitu malah dipaksa makan lagi. yang ada malah muntah..!” Sambar Jakson yang duduk disofa mengeleng melihat Andes dna menatap Lingling kasihan.
Lingling disana mengangguk setuju. Ia lagi mengunya makannya juga. Andes mendengus.,”Bukan gue yang bange(Beg0) tapi dia nih. Udah tau ini bubur yang tinggal makan ngak perlu dikunyah eh malah dikunyah. Kan nambah-nambahin beban hidup.”Ujar Andes ketus pada Lingling.
Eh benar juga yah batin Lingling yang makan.
Jakson berdecap.”Bukan gitu oneng. Dia kan masih sakit. Nah itu leher atau tenggorokanya sakit kalo makan cepet-cepet mangkanya agak lelet buat nelen. Loe ngerti nggak si Des gimana rasanya sakit?”Tanya Jakson sadar. Lingling mengangguk mengiyakannya meskipun sebenarnya tidak juga,
Andes menatap Jakson tajam.” Guea engak pernah sakit. Puas loe?!!” Tanyanya dingin.
Jakson cengengesan disana mendengarnya, “Bener juga. Loe kan titisan bajang mana bisa sakit gini. Mana tau mana makanann enak mana enggak. Mana yang bisa ditelen mana enggak. Yang penting hidup aja ye kan Des.”Ujarnya nyeletuk.
Andes menatapnya sengit.,”Loe kira gue apaan? Pemakan segalanya gitu?”Tanyanya dengan tak suka.
jakson menatapnya terkekeh .”Gini loh Andes sayang ka-“
“Nggak usah pakek sayang. Geli gue..” Potong Andes tak suka.
Jakson mengusap dada mendenarnya mencoba paham jika dihadapanya memang Andes si batu hitam yang keras sekaligus menyakitkan selama ini. jadi tidak lai heran dan tidak usah dimasukan kedalam hati ucapannya.”Gini lohh Andes tampan.. mak-”
“ Gue tau gue tampan. Bisa biasa aja nggak biasa aja ngomongnya. Guekan udah bilang. Gue geli. Gue gelii Jakson..,!” Tekan Andes menatapnya kesal, ia tidak suka dipanggil menjijikan begitu oleh orang lain ia suka jika Lingling yang mengatakan hal itu.
“Allahuakbarrrr Des. Salah apa si gue? dosa apa yang gue buat sampek punya temen kayak loh..!!” Ujarnya Jakson geregetan mendengar Andes yang darei tadi bicara menyakitan hatinya.
”Oke fine Andes gini maksud gue. Indra perasa loe nggak berfungsu makanya nggak tau kao sebenarnya Linglingg ngak suka bubur, bubur tu nggak enak mangkanya dia makan dilama-lamain biar loe ennggak lagi ngasih dia makan makanan yang nggak enak itu. Puas loe..!!!” Jakson diambang batas kesabaran pun menaikan satu okta suaranya menatap Andes penuh permusuhan.
Nah ini yang gue cari Bray....' Batin Lingling mengangguk semangat.
" Tu Lingling mengangguk kan tu anak..." Jakson menunjuk Lingling semangat yang menyetujui perkataannya.
"Lebay.” Ujar Andes mendengarnya.
Jakson memegang dadanya sakit,.”Des jangan sampek gue buang loe dilaut yang isinya ikan piranha deh. Masih untung gue masih sabar sekarang. Kalo nggak udah giu-“
”Udah loe apain?”Tanya Andes memotong menatap jakon menantang.
Jakson yang ditatap begitupun menciut. “Heheh viss Des., maksud gue gue ajak main hehe., iya main. Udah aahhh ngomong sama loe emosi gue. darah tinggi gue kumat.. tensi darah gue naik lebih dari pada gue kalo makan daging kambing. Besok-besok gue saranin ajalah yang darah rendah bicara sama loe biar langsung darah tinggi sekalian.”Ujarnya mendengus memilih pergi meningalkan keduanya kesal.
‘”Ling gue saranin kalo mo nikah nggak usah sama dia. Bisa-bisa loe darah tinggi setiap hari. Kan kasihan kalo loe mati muda Ling. Mana masih muda lagi.”Ujar Jakson kepada Lingling diambang pntu kamarnya Lingling melototi andes.
Brak......
“Tidak kena..!!!” Teriak Jakson sambil mengambil sandal nya dan...
Bugh.. tepat mengemai kepala Andes. Andes melotot dan Jakson yang merasa jantungnya nyaris putus.”Yaampun gue sengaja Des.. aduh jangan maafin gue bay..!” Teriaknya menutup pintu takut. berlari kucar-kacir takut Andes mengejarnya. Ada beberapa yang ia tabrak diluar sana, saking paniknya.
Andes mengusap wajahnya kasar menaruh mangkuk bubur diatas nakas kasar. Ia hendak memukul Jakson hingga mati rasanya. Lingling malah tertawa keras disana karena Jakson.”Dia memang gitu yah? soalnya baru kali ini liat dia dan ngobrol. Soalnya dia nggak pernah gabung atau bicara sama aku.”Ujar Lingling tersenyum melihat Jakson yang mengingatkannya pada Kenzo dan Kenza kembar anaknya pamannya Kenzi. Kalian ingatkan?
“Dia lucu banget.”Gumamnya lingling terkekeh pelan.
Andes mennegarnya terasa telinganya panas mendengar Linglling memuji Jakson.”Memang ngapain mau ngobrol sama dia? Dia tu ngak waras jadi nggak usah. Lagian lucuan aku jadi nggak usah lucu-lucuin dia. Yang ada dia bangsut kecil.”Katanya pada Lingling kentara sekali jika sedang jeules.
Lingling mendengarnya terkekeh geli. “ Yah dia lagi ngingetin aku sama seseorang jadi ngapa kamu yang sewot si? Lagian kamu lucu dari mana? Muka kek triplek gitu.”Lingling jujur mengatakan hal itu menunjukan wajah Andes.”Senyum aja bisa diitung jari selama ini.”Lanjutnya sembari terkekeh
Andes menatapnya dnegan menyipit.”Iyain biar seneng.” Ia menta lain arah bersama wajah datarnya. Lingling mendengus, barusan dia bilang lucu kan? lihatlah wahayy dunia lucu dari mananya yang ia bilang? Bahkan orang buta saja mungkin tau jika dia tidaklah selucu itu. Yang ada dia malah seream. Seram sekali malah dilingkupi aura gelap.
Tok.. Tok..tok..”Permisi..” Lingling dan Andes melirik pintu yang sudah ada tiga polisi yang membawa mab dan juga satu orang berbaju hitam. Lingling dan Andes tertegun melihatnya.”Boleh saya masuk tuan? Nona?” Mereka sudah tau jika lingling itu perempuan ketika sudah visum kemarin.
Lingling mengangguk bersama Andes yang berdehem saja. Polisi masuk dengan aura tegasnya. Lingling menatapnya dengan kagum.”Wahhh kalian kekar dan tampan juga hehe.”Ujar Lingling cengengesan.
Mata Andes melotot mendengarnya melirik polisi yang tersenyum tipis. Andes meraup wajah Lingling dengan telapak tangannya berkata.”Seleranya bukan kamu.”Ujarnya.
Lingling menghela nafas.”dia juga bukan selera aku kalo aku tau. Kalo dia ganteng bukan berarti aku Cinta paham?”Tanyanya pada andes
Andes memutar bola mata malas saja. Lingling kembali melihat polisi tersenyum .”Iya tuan-tuan tampan? Ada apa kemari?”Tanyanya dianggun-anggunkan.
“Lingling-“ Peringat Andes kesal.
“Apa si Des?”Tnaya Lingling kesal. Lingling menatap poolisi tersneyum lagi.”Yah pak lanjut aja. Anggap dia bukan manusia aja.” Ujarnya tanpa merasa bersalah.
Andes mengepalkan tangan menatap polisi-polisi dengan aura membunuh. Para polisi yang sadar mendadak gugup.”Sebelumnya maaf tuan nona maaf mengganggu wkatu kalian bersama. Sebelumnya perkenalkan nama saya Rugi dan rekan saya bernama Deni dan juga Darwin. Kami disini ingin menyampaikan pesan dan juga berita penting untuk kalian.”Ujar dari polisi bernama Rugi tegas membawa mab coklat.,
Lingling menatapnya serius. Andes tetap menatapnya taja, “Iya berita apa?”Tanya Lingling pelan.
Polisi Rugi angkat bicara.”Dua hari lagi akan ada sidang akhir dimana siding penentuan hukuman, tapi disna nanti nona diminta datang untiuk memberikan bukti kepada public dan akan diperiksa langsung disaksikan oleh beberapa saksi yang sudah disiapkan. Apakah nona sudah bisa melakukannya atau belum? Jika belom sidangnya akan diundur saja....”Ujarnya dengan helaan nafas. lelah juga bicara panjang dalam satu tarikan nafas.
.
.
.
yuhuuuu