Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Akhir?


Hai semua, apa kabar?? I'm come back.. hoho.. maafin yah kemarin ingkar janji, aku pikir akhir bulan semua urusanku bakal selesai, eh tidak taunya masih banyak, apalagi kemarin aku jatuh sakit beberapa hari saking sibuknya hingga hari ini Alhamdulillah udah sehat Cuma masih fileg saja.. dan kabar baiknya adalah Alhamdulillah kulianya aku udah selesai..


Huraa.... tinggal mengurus beberapa syarat Yudisium, dan Wisuda lagi setelahnya selesai.. alhamduillah ini juga salah satu dorongan dari kalian yang selalu support dan juga setia sama setiap karyaku hingga bisa menyelesaikan pendidikan ku lebih awal.. Terimakasih banyak yah semua, semoga kedepannya aku bisa bikin karya yang lebih baik lagi... salam sayang yah dari aku..!!


...----------------...


Jendral You disana menatap Eliza diam dan menatap Andes. Andes melangkat pistolnya mengarah pada Lingling.” Aku tidak suka pengkhianat. Berani kau mengkhianatiku aku tidak segan membunuhmu Ling..!!!” Ujarnya hampir berteriak.


Lingling tersenyum samar. “ Aku tidak berkhianat,. sedari awal kau memang bukan bagian dari kalian.”Ujarnya tegas menyadarkan Andes jika dirinya bukan siapa-siapanya Lingling. Sedari awal mereka memang Rival bukan? Lantas jika Lingling melakukan kesalahan yang memang sudah direncanakan ia bisa apa??


Mike dan lainnya tertegun mendengar bicara Lingling. “Ling-ling. Kau??”Tanyanya Alex lirih pada nya.


Lingling mengangguk.”Jangan melakukan trik busuk lagi serang kami apa adanya biarkan kita satu sama. jika begini pasukan kami habis tanpa sisa tetapi kalian menang tanpa penghargaan. Kalian terlalu licik.”Tegasnya Lingling.


Lingling..!!


Dar.. Lingling diam merasakan tembakan yang berasal dari Fiko tepat dilengannya membuat ia mundur beberapa langkah. Ia tau tapi ia diam, menatap lengannya yang mulai mengeluarkan darah.


Fiko maju dan tersenyum miring” Aku setuju. Mari kita lihat sebrapa kuat si mereka sampai menantang? ??” Lingling tersenyum miring. Yah ini jalanya sedikit lagi..


“ Ibu tunggu aku..!! aku akan pulang.!!!


“Lingling, kau.. berarti semua cerita kau selama ini dusta?”Tanya Andes dengan pelan menyetabilkan emosi yang ia miliki. Matanya menatap iris mata Lingling dalam meski Dalam kegelapan. Dadanya terasa sesak untuk dikhianati oleh orang yang ia percayai dan ia sayangi.


Ia masih belum percaya!


Lingling menatap Andes dalam, Seakan tau yang dirasakan Andes ia bisa rasakan jika dadanya ikut terhimpit, namun ia tergelak kencang hingga siapapun menatapnya kaget, termasuk jendral You dan kawanan lainnya. Lingling menggeleng.”Tidak ada kebohongan.” Ujarnya pelan. andes dan lainnya diam.


Linglling menatap ayahnya yang ikut menatapnya dalam diam. “Saya hidup penuh kesendirian tanpa ada cinta dari keluarga. Tidak ada yang salah dalam hal ini. yang salah hanya satu, kamu tetap menganggap aku baik dan berada disisi kalian, Sedangkan faktanya saya berdiri sendiri.” Jawab Lingling yang sulit dimengerti orang lain. Tapi Andes paham maksud Lingling. Jika apa yang ia ceritakan tak ada yang ia bohongi, semuanya nyata. Hanya saja kesalahan fatal ada pada dirinya yakni mempercayai dia sedangkan dia tidak meminta dipercayai.


Dia tetap Eliza yang haus kasih sayang.


Mungkin?


Krakkk.. Andes tersenyum sinis menarik pelatuk nya. “Baik jika begitu. Ayoo kita mengakhiri permainan yang kamu buat Lingling.”Ujarnya. lingling tersenyum miring dan mengangguk, andes mengarahkan pistolnya dihadapan Lingling. Lingling mengarahkan pistolnya dibagian wajah Andes..


Dor.


Dor...


Suara pistol itu nyaris serentak... Semua mata membola menatap kedua insan yang saling lempar Maut... Namun bedanya satu dalam dendam dan satu dalam keramaian.


"Jendral...!!!"


Lingling tersenyum dengan muncaratan darah dari dadanya, itu dari Andes, dan satu tembakan lagi dari bagian belakang pundaknya membuat ia terlemas dan mundur berberapa langkah sebelum jatuh. Matanya tetap menyorot dalam mata Andes. Andes diam menembak ke depan bertepatan dia mendengar suara tembakan lain, tapi ia tak merasa tembakan mengenai tubuhnya, Otak ya berfikir cepat dengan tubuh yang nyaris gemetar.


ia menatap kebelakang ternyata disana ada sosok jendral You yang tertembak dibagian bahunya, Andes terdiam menjatuhkan pistolnya.


Matanya menatap ke depan lagi nanar, Lingling tersenyum menjatuhkan air matanya, ternyata mati itu sangat sakit. Ia susah bernafas.


“ Lingling.”Gumam Andes lemah melihat Lingling jatuh dengan keadaan yang mengenaskan. Ia membunuh Lingling sedangkan Lingling melindunginya bahkan mengorbankan ayahnya sendiri??


Tangannya gemetar hendak mendekati Lingling Cuma tertahan oleh Fiko. Fiko menahannya untuk tetap melawan pasukan lainnya.


Sesaknya dua kali lebih sesak dibanding luka yang ia dapatkan. Ia menatap Lingling nanar ditengah ia dibantu oleh tawanannya. Lingling hanya diam menikmanti rasa sakit yang ia rasakan. Ia memejamkan matanya dengan buliran mata yang jatuh. Ia tak tau kenapa rasanya sakit melebihi sakit yang ia kira. Sakit yang Ling-Ling rasakan bukan hanya tentang fisik, tapi juga melepaskan dan perpisahan.


“Lingling." Jesdnral Chun mendekati Lingling dan menangkup wajah Lingling. Lingling diam menatap jendral Chun yang menangis.


“Lingling mengapa kau lakukan ini? Mengapa kau mau membunuh ayahmu?”Tanyanya lirih.


“Kalian jahat.”Ujar Lingling membuat jendral Chun diam.


Jendral Chun terasa kelu menatap Linngling.”Lingling maafkan aku.


Bertahanlah.”Ujarnya disana lirih.


“BERHENTI MENYENTUHNYA.!!” Teriak Andes mendekati Lingling.


Duhgh. andes menendang Chun kuat. semua langsung menyerbu satu sama lain. menyisakan Lingling dengan merasa kesakitannya dan Andes menghabisi semua yang ada tanpa ampun.


Grace dan Mike saling tatap lalu mengangguk. Mike maju dan melempar granat yang sudah ia siapkan bersamaan dengan Grace juga melempar granat.


“Tiarap..!!!!” Suara ledakan kembali terdengar, dan semua bangunan runtuh, ledakan keras terdengar, semua pasukan Andes tiarap tetapi Andes hanya diam saja menikmanti rasa sakit ditubuhnya, sembari menangis tanpa isakan.


”ANDES..!” Teriak Alex segera menarik Andes memeluknya erat hingga terjatuh dan menelungkup kan badannya. Andes tetap diam tanpa membalas pelukan Alex.”Kau gila..!!” Ujarnya Alex lirih.


Andes tetap diam dengan telinga yang terasa pekak akan ledakan, wajah Lingling yang mati menghantuinya. Hingga menyisakan debu dan juga beberapa pasukan yang selamat. Sedangkan jendral You? Ia sudah dibawa oleh pasukannya kembali jatuh dan hampir hangus terbakar. Chun pun disana hampir mati karena terkena ledakan.


Alex melepaskan pelukanya ketika terasa aman. Andes bangkit merasakan kulit kaki dan tubuhnya sedikit melepuh akibat panasnya ledakan meski telah mengenakan baju anti terbakar tapi rasa panas masih menyamar ke tubuhnya. Dengan lunglai mendekati tubuh LIngling yang sudah melepuh hampir hangus. “Lingling?” Gumamnya terjatuh ingin menyentu pipinya Lingling gemetar namun ia tak sanggup. Wajahnya hangus terbakar ia terjatuh menangis dalam diam merasakan sesak didadanya.


Alex, Boy yang disana melihatnya mendekati Andes memeluknya menatap mayat yang ada, mereka ikut merasa kehilangan dan juga bersalah sebab telah menuduh Lingling yang berkhianat. Dari ujung pun ada sosok jendral You yang masih hidup meski kena luka bakar dan tembakan, ia dengan pelan mendekati tubuh sang putri. Air matanya jatuh terus menerus.


“Anakku..”Gumamnya terbatah-batah akibat tangisan. Tangannya kian menyempit terasa sangat perih akibat anaknya yang meninggal serta hampir membunuhnya. Ia tau jika Eliza sengaja tak menembaknya tepat dijantung, dan hanya memberikan luka di samping dada kanan.


Ia sadar.. ia memeluk tubuh lengket Lingling yang hangus merasakan sesak didadanya.


Berbeda dengan Andes yang menangis pelan tanpa menyentuh Lingling. Ia menunduk merasakan sesak di dadanya hingga berasa bisikan. “Selamat Tinggal... dan lupakan...” Ia mendongak menatap siapa yang mengatakan hal itu


Ia tertegun menatap sosok cantik, bahkan ia tak pernah melihat sosok yang lebih cantik dibanding sosok bayangan itu. sosok yang melambaikan tangan dengan tangan yang bahkan sangat lentik dan putih.”Lingling.”Gumamnya pelan pelan. sosok itu kian menghilkang dengan penuh kupu-kupu yang ikut melenyapkan sosok tersebut.


“Lingling.”Gumamnya kembali menangis memeluk dirinya sendiri. Itu sosok Lingling.. dia sangat cantik,,"LingLing maafkan aku... Jangan pergi... Tolong... Maaaf..!!!!" Teriaknya nanar ingin menggapai tubuh yang menatapnya tersenyum manis hinggga detik hilang ditelan angin


”ANDES..!!!" Semua teriak menatap Andes yang terjatuh pingsan dengan hidung yang berdarah serta jendral You yang ikut terjatuh akibat terjangan Andes yang hendak mengejar bayangan Lingling....


.


.


.


.


.