
“Kau---“ ugh...
Lingling terglak ketika Boy menyumpal mulut mereka dengan gurita lauin hingga keduanya bungkam dan melirik tajam satu sama lain.
"Hweyyy..Apoaa yuanghs kawu lakhukhan....." Ucap mereka tak jelas selembar mengunyah makanan yang disumpal Boy. Kedua nya melotot menatap Boy namun Boy hanya mengedikkan bahunya tak tau sembari kembali memakan makannya nikmat.
Lingling disanapun ikut tertawa dan juga kembali makan. Boy menggeleng disana, ia memilih makand engan khidmat dan juga menikmati waktu yang ada.
“Ternyata semenyenangkan ini hidup tanpa ada musuh dan hidup dialam bebas begini. Menikmati dari hasil tangkapan jika ingin makan, jadi tak perlu mencari uang untuk makan.. jika boleh aku ingin seperti ini selamanya. Bebas akan kekangan kehidupan ditengah gengsi lebih besar dari pada kebutuhan yang ada.. akhh bahkan sekarang gengsi menjadi tunjangan pokok manusia yang tamak dan tak berakal .”Ujarnya Boy menghela nafas menatap laut dan meminum air kelapa nikmat.. Ia memang suka hidup damai.. tetapi dengan dia yang sudah masuk ke dunia gelap mana bisa keluar dengan mudah.
Lingling tergelak.”Kata siapa enak ha??? Jangan bilang enak jika baru pertama kali hidup bebas begini. “Ujarnya membuat Boy mengernyit. “Kau akan merasakan kedinginan diwaktu hujan dan sallju, kau akan merasakan kelaparan saat musim salju karena dingin dan para buruan memilih bertedu dirumah. Pohon-pohon yang berbuah kebanayakan tak lagi berbuah dan gugur.. tak seenak yang kau bayangkan. Semua ada baik buruknya disisi masing-masing.. tapi kalian harus begini sesekali untuk merasakan nikmatnya alam bebas.”Ujar Lingling mengangguk semangat. Boy disana tersenyum mengangguk menatap Lingling. Ia tak menyukai Lingling layaknya antara beda jenis. Ia hanya kagum akan pemikiran dan talennya Lingling.
Dizaman sekarang sangat sulit menemukan wanita seperti lingling, ketika dihutan masih mampu bertahan hidup dengan ilmu pengetahuan dan skillnya. Ia juga bisa hidup ditengah kota tak terliht ganjen dan juga norak. Lingling itu unik baginya hingga ia menganggap Lingling adiknya.. iya.. wanita yang harus ia lindungi karena kepolosan dan ketulusannya.ditengah kenikmatan makan. Lingling cukup sulit membuka cangkang lobster dan kepiting dikarenakan biasnaya ia makan sesudah dibersihkan dan hanya makan dagingnya tidak ada cangkang begini.
Andes melihatnya pun segera membantunya membika cangkang loster dan kepiting yang ada. Alex yang melihat tak kalah membantu Lingling.ia disana mencubit daging ikan dan menaruh diatas daun pisang untuk memisahkan tulangnya. “Makan yang banyak hmm.”Ujar Alex menepuk keplalanya pelan dan tersenyum manis. Namun ditepis oleh Andes.
Andes tersenyum.”Makan.”Ujarnya lalu melanjutkan acara makanya yang tertunda.
Lingling melirik keduanya tersenyum melehoy.”Kalian baik banget. Aku sayang kalian.”Ujarnya memeluk keduanya sesaat dan kembali makan makannya. Keduanya kaku sesaat merasakan pelukan, namun beberapa detik kembali rilek dan tersenyum samar. Mereka menyukai kehangatan pelukan Lingling.,
‘Gila... plis loe normal Lex lloe normal. Ingat Ling-Ling itu cowok. Loe enggak boleh suka.. loe sukanya sama cewek plis, loe harus balik kejalan yang benar.”Batin Alex.
Namun hatinya menolak. Ia menyukai senyum Lingling, tatapan binar dan cerahnya, ia suka celotehannya.. dan ia menyukai semua dari Lingling. Ia tau Lingling itu tidaklah tampan, wajah penuh bintik-bintik karena bekas jerawat. Lingling juga kurus dan hitam. Belum lagi dekil. Ia tidak mungkinkan suka Lingling?
Jika Lingling lelaki tampan dan cantik, memiliki senyum manis dan kulit mulus dan halus wajar saja jika ia suka. tapi ini? ini jauh dari kata cantik dan sempurna. Tapi bagaimana bisa ia menyukai Lingling?? Alex menggeleng mengenyahkan pikiran kotornya.
‘gue Cuma nyaman aja sama dia dan ngangap dia temen nggak lebih. Yah gitu nggak lebih.’ Gumamnya dalam hati meyakinkan.
“ Loe kenapa? Sakit?”Tanya Amdes pada Alex menyentu keningnya pelan dan leher Alex.
Alex meniepisnya dan menatapnya tajam.”Gue normal. Jangan sentu-sentu siyalan.”Gumamnya dan menjauh jijik.
Alex disana menatapnya polos dan bodoh.,” Tetep jangan sembarangan sentuh. Jijik.”Ujarnya mengerang geli.
Boy menatapnya sinis dan berkata.”Dipegang Ligling aja nggak jijik. Dipeluk dicium juga nggak jijik.. hello loe waras bung?”Tanyanya mengejek. Alex menatap Boy tajam dibuatnya.
Andes dan Lingling tertawa bersahutan mendengarnya. Sedangkan yang ditertawakan terdiam dan berfikir. Jika dipikir-pikir bukankah benar? Kenapa jika dipegang Andes ia jijik tapi dipegang Lingling ia malah ingin lebih?? Sial..! pulang dari sini ia harus kepsikiater..!!
Beda dilain sisi kabar berita kehilangan jejaknya empat pengusaha besar dihari ini, Dan Keyna selaku teman mereka ketar-ketir dibuatnya. Ia disana menghela nafas berat menghubungi sedari semalam namun keempat nya tak mendapatkan jawaban sama sekali. Dirumahnya sudah penuh dengan anak galaksi yang ikut panic dan mencari tau dimana keduanya.
Keyna disana sibuk mengotak atik laptopnya dengan serius mencari dimana jejak keduanya., sialnya chif itu kehilangan sinyal, ia tak mendapatkannya. Ia memijit pangkal hidungnya yang terasa berdenyut akibat rasa pusing yang melanda, “ Kamu istirahat aja. Kasihan kandungan kamu.. nanti bermasalah bagaimana?”Tanya Alka disana meringis melihat istrinya yang terlihat kelelahan. Ia tadi kerja, tapi mendengar hilangnya teman istrinya ia memilih pulang dan membatalkan banyak agenda.
Keyna disana menatap Alka dan berkata.”Gimana bisa tenang.. temen aku hilang.. chif mereka nggak ada sinyal yang artinya mereka ada diluar oulau yang bahkan nggak ada sinyal ataupun listrik. Mereka masih hidup nggak si sampek ngak ada kehidupan disana?”Tanyanya mendesak pelan.
“Tapi ada benernya kata suami loe key. Loe harus jaga kandungan loe. Loe tenang aja pasti mereka baik-baik aja. Kita akan cari dimana mereka.”Ujarnya Ziko sang adik Keyna meyakinkan. Ia menatap Keyna dengan rasa khawatir akan keadaan Keyna saat ini. apalagi adiknya sedang mengandung.
“Tunggu sebentar lagi.. mereka bakal baik-baik aja, mereka enggak semudah itu dikalahkan bukan” Tanya Alka disana mengusap kepala istrinya pelan. Semuanya disana diam melihatnya.
“kita cari lagi aja keliling dan berpencar yah... kita pasti ketemu mereka key tenang.”Ujar Jakson disana lirih.
Keyna mengangguk.” Kita bakal nemuin mereka secepatnya.. harusnya gue ikut dimisi kemarin.. sorry bokap gue nyuruh gue keprancis ngeliat usahanya kemarin.. gue engak tau kalo bakal jadi gini.”Ujarnya Nathan meringis disana.
“tapi dengan loe ikut kita bakal kehilangan banyak jejak dari mereka. Sekarang kalian awasin semua mafia yang ikut rapat sama mereka.. gue yakin hilang mereka ada sangkutan dengan rencana kita kemarin.”Ujar Keyna pelan. Semuanya menganguk paham dan ikut yakin akan hal itu..
.
.
Hayhay. terimakasih atas ucapan ulang tahun nya hehe.... Maaf update Dikit. Insyallah bsok aku banyakin lagi oke... paypay