Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Kedatangan tamu


Sheren segera mendekati Loli “ Loli jangan tinggalin gue..!” teriak Sheren dengan kesal.


Loli meliriknya dan juga mendengus.” Anter gue balik Li. Abang gue masih ada klien, dia nggak bisa jemput gue.” ujar Sheren memelas.


Sheren ini tidak punya orang tua lagi, yatim piatu, hanya punya dua kakak satunya pengacara dan satunya lagi kerja di perusahaan asing di Taiwan bagian pelayaran. Jadi kadang dia dijemput dan di antar kadang juga bawa kendaraan. Tadi pagi ban motornya bocor jadi harus diantar oleh abangnya.


Loli melirik sheren malas.” Rumah loe beda arah njir. Dari sini kerumah loe aja setengah jam, ke rumah gue satu jam. Gue harus muter kalo nganter loe dulu.” Jelas Loli kepada sheren. Rumah sheren ke kiri dan kearah kota sedangkan rumah loli arah kiri jalan tol digunakan. Memang tidak ada kena mengena jalannya mereka berdua. Hari ini Loli memang menggunakan motor abangnya, Moge kesayangan kakaknya yang harganya luar binasa mampu membeli satu rumah. Kalo Loli sendiri hanya ada motor KLX biasa yang harga tiga puluh juta. Bagi Loli rugi beli motor harga milyaran padahal masih kepanasan, tapi jika itu punya orang lain mengapa tidak kan?


“ elah pelit banget sih, sesekali Li. Plis yah. udah mau magrib.” Ujar Sheren menduduki jok belakang. Karena malas ada Daren mengejarnya dan terus memohon Loli hanya mengegas motor hingga Sheren kaget.


Damar menahan motor Loli.” Loli plis. “


“ loe nggak minggir gue tabrak..! Gue nggak main-main yah Damar Wulan!” tegas Loli pada Damar. Damar takut mau tak mau mundur dan memberi jalan. Loli menatap Damar sinis.


Saat loli sudah jauh damar mendesis dan mengepalkan tangan.” Cewek sialan..! gue bakal dapetin cewek yang lebih dari loe. Loe lihat aja nanti. Anjing.” Teriaknya menatap Loli menjauh kesal. Sialan, damar sudah merelakan harga dirinya memohon dan mengemis ditengah jalan begini tapi malah di acuhkan dan dipermalukan. Damar tidak terima. Ia akan membunuhnya nanti.,


Sedangkan Loli mengantar sheren tadi ke rumahnya, malah ketemu teman satu organisasii dijalan saat ia membeli boba untuk ia minum. Loli harus mengobrol dulu dan berkata jika ia ada urusan dna tidak bisa ikut rapat mala mini. Eh malah dibilang tidak bertanggung jawab dan lain lain,. Loli mau tak mau malah berdebat dulu karena kesal.


Brak.” Sialan. Semua orang bikin kesel aja bisanya..!!!” gumam Loli mengebrak pintu rumahnya kesal.


Ada Dmaar yang membuatnya kesal dan marah, ada sheren yang malah menyuruhnya mutar kesana kemari jadi ia harus sampai kerumah di jam hampir jam 9 dan dijalan ada juga kakak senior organisasi yang sok sokan membicarakan tanggung jawab hanya karena ia tak mau ikut rapat, memangnya mereka pikir pekerjaan Loli itu hanya rapat saja apa? Banyak yang lain juga kalik..!!!


“ Loli..!! kamu baru pulang jam segini?” Tanya orang dari ruang tamu. Mata Loli melebar melirik kearah ruang tamu sebelah kanan. Matanya semkain melebar saat melihat ramai sekali orang. kembali lebih melotot saat ada sosok yang ia kenal..!! andes lelaki mesum yang akh sudhalah.. dia ada disini bersama keluarganya kah?? Ia menatap ada perempuan cantik menggunakan dres yang uwah cantik banget..!!!! apalagi wajahnya yang imut itu, tapi tunggu itu matanya tidak cocok dengan wajahnya yang imut dan menggemaskan, matanya sangat tajam seperti silet menatapnya, uh itu mengerikan.


.Lalu ada laki laki di sebelahnya menggunakan baju jas warna senada. Uau gila lelaki itu sangat tampan..!!! wajahnya benar benar tegas dna mata yang juga tajam.


Loli mengerjab pelan, itus epertinya suaminya jadi tolkong jangan dilirik, apalagi tatapan wanita di sebelahnya menjadi lebih tajam. ia melirik juga ada andes yang menatapnya dingin di dekat lelaki paru baya. Andes menggunakan kemeja biru dongker dan lelaki paru baya itu menggunakan jas hitam. Hmm rambut dan brewok boleh putih tetapi wajahnya sugar dedy asli.


“ Loli papi nanya. Kenapa baru pulang jam segini?”


Loli kaget melirik ayahnya yang bertanya lagi, ia meneguk saliva keringnya melihat ayahnya yang menatapnya tajam., ayahnya menggunakan kaos garis garis oblong, sesuai bapak bapak di rumah, santuy, lalu melihat di sebelahnya ada ibunya yang menggunakan baju tidur santai di rumah. Sangat berbeda dengan penampilan keluarga andes Loli jadi ingin menangis melihatnya. Keduanya seperti kesenjangan sosial yang nyata haha.


“ Loli, astagjhfirulah. Bisu kamu ditanya nggak jawab jawab.” Teriak ibunya menepuk pundak Loli.


Loli menatap ibunya tersenyum.” Hehe maaf ma. Agak kaget ada mama papa disini, mana ada tamu rapi banget.Jadi salah pokus, berasa lihat pembantu sama tuannya.” Lirik Loli kepada ibu ayahnya dan andes beserta rombongannya.


" Maksud kamu papa mama kayak pembantu gitu ha???" Pekik Ibunya keras kepada sang anak kesal. bisa-bisa nya anaknya ini kurang ajar di depan tamu.


Wajah ibunya mendatar menatap anaknya. Loli malah terkekeh agak menjauh, sedangkan ayahnya menggeleng. “ hehe jangan marah dong ma. Bercanda doang. Yallah.” Ujar Loli kepada ibunya yang baperan. Ibunya ini suka sekali baju rumahan karena memang ibu ibu rumahan, biasnaya saja pakek daster saja di rumah. Ini kenapa baju tidur?


“ Ini katanya mau ketemu kamu dan ada hal penting yang mau dibicarakan. Mereka datang dari jam setengah 8 tadi Loli dan kamu baru pulang jam, segini, kamu juga nggak bilang kalo bakal ada tamu mangkanya kami kayak pembantu gini. Loli loli. Masalah apa lagi yang kamu bikin?” Tanya ayahnya kepada sang anak masam. Anaknya ini biang kerok, dimana mana suka bikin masalah, lebih tepatnya dimana dia berada disitu akan ada masalah.


Loli menggeleng cepat.” Loli nggak ada janji sama mereka loh pa. sumpah. Tadi juga Loli ada tambahan SKS kuliah sampek jam malah, terus tadi sheren nggak ada yang jemput. Papa kan tau dia anak yatim karena Loli baik dan penyayang anak Yatim yah Loli anter lah sekalian, eh mampir ditempat boba sambil beIi batagor. Soalnya Loli belum makan dari siang jam 2 gitu. Loli laper, eh ada temen disana sekalian Loli izin nggak bisa rapat pa. Loli nggak tau apa apa sumpah.” Ujar Loli polos menceritakan hati hatinya hari ini kepada sang ayah. Mana dia tau andes kesini.


“ yaudah kamu duduk sini dulu. Lihat ini apa yang kamu lakuin. “ ujar ayahnya dengan kesal kepada sang anak. Pak Herlambang terlihat tegas kepada anaknya. sedangkan sang ibu menggeleng melihat anaknya. Herlambang tersenyum pada Jaya dan andes.


“ Maaf yah pak. Anak saya ini memang agak nakal orangnya , kami aja pusing buat ngatur dia. Mungkin telat tadi karena ada kerjaan organisasi, udah dibilangin nggak usah ikut ikutan tapi masih aja ikut.,” jelas Herlambang sopan pada Jaya.


...----------------...


Andes, Jaya dan juga Keyna dan alka keluar dari mobil mereka. Menatap rumah dari Herlambang ini seksama. Besar dan megah. Lebih kearah nyaman sebab nuansa putih diiringi dengan banyaknya tanaman, bahkan bagian depan rumah itu ada beberapatanaman bongsai yang bisa dikatakan harganya luar binasa, lalu ada juga tanaman bunga bunga dipot yang cukup banyak dan luar biasa cantiknya. Ini sih rumah rumah yang memang dihuni ibu ibu rumahan,.


“ Yuk masuk yuk.” Ujar Jaya kepada mereka. Mereka segera mengangguk menuju pintu bercat putih itu pelan. memencet bel yang ada disana dengan tenang.


“ iya sebentar-sebentar..!” teriak dari dalam menghentikan Jaya memencet bel nya disana.


Seusainya, keluar seseorang menggunakan daster dan rambut yang dijepit kebelakang menatap tamu dnegan heran.” Iya siapa?”tanyanya menggaruk tengkuknya.


Menatap ada mereka yangh berpakaian rapi kerumahnya agak bingung, sebab biasanya jika ada tamu pasti ada yang memberitahu dulu, atau mereka akan janjian ini??


Lihat lelaki dihadapannya ini Meksi sudah tua aura ketampananya Mariah terpancarkan, apalagi kedua lelaki di hadapannya, yang menggunakan jas lelaki berbadan kekar dan tatapan tajam merangkul istrinya yang juga bermata tajam itu. uhk dia terlihat sangat seksi dan juga luar biasa pesonanya. Dan lihat lelaki yang menggunakan kemeja naci yang rapi itu. itu dia terlihat seperti idol korea, wajahnya sangat bersih dan putih. Dangat tampan dan juga berkarisma. Ia bahkan hampir menjatuhkan liur dibuatnya.


" Yaampun Eun Wo ngapain di sini???" Tanyanya dengan berbinar.


Andes ditatap begitu agak merinding. " Yaampun ganteng banget. " Gumamnya lagi menatap Andes berbinar.


" Maaf Bu saya bukan Wowo. " Jelas Andes membuat wanita itu menjauh.


" Eun Wo. Wowo dikira apaan. " Gumam wanita itu pelan membuat Keyna dan yang lain menahan tawanya.


“ Ehem.. apa ini kediaman nya Loli bu?” Andes angkat bicara lagi kepada yang membuka pintu tadi.


” Jika boleh tolong panggilkan tuan rumahnya bisa? sebab kami ada urusan.” Jelas Andes lagi kepada wanita yang membukakan pintu itu sopan.,


Wanita itu mendelik menatap andes, tampan tampan menyebalkan yah lelaki ini.” saya tuan rumahnya btw. “ ujar Dini kesal. Yah ini Dini, andes mendengarnya tersingkap kaget, dihadapanya ini pemilik rumah ini? andes menatap penampilan Dini dari atas hingga bawah, menggunakan Daster rumahan yang sudah kusam dan luntur, rambut yang dijepuit santai, dan sendal rumahan yang dari hotel. Lihat bahkan merk hotelnya terlihat di sendalnya,


Diini yang ditatap begitu oleh andes tidak nyaman. Keyna yang melihat andes menatap tidak sopan memukul kepala bagian belakang Andes pelan. Andes melirik keyna dengan datar dan keyna melotot membuat andes mendengus.


Dini melirik andes kesal.” Ada perlu apa yah malem malem kesini ?” yanya Dini agak kesal kepada Andes tapi masih mencoba menanyai niat mereka yang kesini.


Jaya berdehem.” Begini kami ada yang harus dibicarakan kepada anak ibu namanya siapa Andes?” Tanya Jaya kepada andes.


Andes berdehem.” Loli.”


“ akh iya LOli.” Jaya menatap dini lagi dengan tersenyum formalitas.” Bisa beri kami waktu bicara pada kalian ibu?” Tanya Jaya lagi.


“ tapi anak saya belum pulang dari sekolahnya, dia masih kuliah.” Ujar Dini bingung.


Jaya mendnegarnya mengangguk.” Tidak apa bu. Kita bisa menunggu.” Ujar Haya. Dini melirik mereka dengan linglung dan menaiki satu alisnya. Rasa rasa kenal dengan mereka ini tapi dia lupa siapa, apalagi wajah suami dari perempuan yang dibelakang. Ia menghela nafas pelan.” tapi kalian bukan penipu kan?” Tanya Dini dengan pelan.


jaya melotot mendemgarnya.” Muka kami kayak penipu emang bu?” Tanya Jaya dengan pelan dan mendelik tidak terima.


Dini menggeleng.” Nggak sih. Lebih mirip sales.” Jelas Dini membuat semua dari andes suram. Dini hanya tercengir melihat mereka berwajah masam.