
Seusai Lingling mendapatkan penginapan ini, Lingling sama sekali tidak keluar kamar, ia menghabiskan tidur seharian di tempat sewanya, tempat nyaman, ada selimut, tidak ada nyamuk yang berdegung di telinganya.
Duh senang sekali rasanya. Lingling bahkan melewatkan makan siang malam dan pagi ini. yang penting baginya tidur.
Lingling lupa kapan terakhir ia tidur senyaman ini. padahal dulu yang dirinya lakukan yah tidur tidur tidur. sampai semua orang pusing melihat dirinya yang tidak mau bergerak, ayahnya dulu berfikir jika dirinya anak yang berkelainan khusus, bahkan ibunya pertama kali melihatnya berfikir jika Lingling ini anak yang lemah otak saking pemanasnya. akh seperti nya akhir-akhir ini Lingling terlalu banyak bergerak.
Orge menatap kamar Lingling yang tertutup sejak semalam dan sampai pagi ini tidak terbuka buka kesal, dipanggil makan tidka menyahut, di ajak cari makan tidka nyahut.
Apa yang dia lakukan sih? Leno melirik Orge yang berdiri di sana terlalu lama, sudah dua jam sejak tadi.
” Pange ah Orge. Apa yang kau lakukan? Apa kua tidak jadi makan?” Tanya Leno leno agak kesal juga jika Orge ini tidak makan, itu arrtinya dia juga tidak makan, dan jika Orge ini makan, barulah dirinya bisa makan. Nah jadi pertanyaannya sekarang ini apakah Orge ini tidka mau makan? Sedangkan dirinya ini sudha benar benar lapar dibuatnya.
Orge meliril Leno mendekatinya. “ Nona LIngling sejak semalam tidak bisa dihubungi, kau tau sekarang sudah jam 11 siang dan dia juga belum makan. Apakah dia tidak lapar?”
ahhjjgggg Leno ingin teriak mendengar perkataan Orge yang terlihat cemas. yang mulia putra mahkota Negara ini yang benar benar disayangkan memiliki sikap tidak sadar diri. Kau juga belum makan..!! sudah jam segini kau juga belum makan dan malah mencemaskan orang lain. Apakah Orge ini waras?? Yatuhan Leno ingin meninggal saja rasanya melihat Orge ini.
Leno mencoba meredam kekesalannya, memejamkan mata sejenak dan menghebus nadas sepelan mungkin, lalu menarik kedua bibirnya samar sebelum berkata. “ Yang mulia ku yang tersayang, anda juga belum makan. Mohon untuk yang mulia makan lebih dahulu.” Karena jika yang mulia belum makan hamba sahaya ini juga belum bisa makan..!!! hamba ini kelaparan woy..!!’ lanjut Leno dalam hati menggebu-gebu kesal.
Orge tidak melirik.” Makanlah duluan jika mau, aku ingin menemui nona lingling terlebih dahulu.” Jawab Orge yang paham apa yang dimaksud Leno ini biasa.
Leno mendesis.” Begitulah dari tadi seharusnya. Perut hamba sahaya ini sampai berasap karena di gerogot cacing cacing nakal. “ geramnya kepada Orge.
Orge melirknya dengan alis terangkat” jika begitu kau tidak usah makan biar cacingmu menghabisi semua ususmu.” Ujar Orge tegas.
Leno melotot mendengarnya.” Kya. Bagaimana bissa begitu?” Tanya Leno tidak suka dan tidak setuju kepada Orge yang mudah sekali mengubah keputusan, baru beberapa menit lalu dirinya bahagia karena bisa makan, masa kini dia harus kecewa kembali? Kejam sekali dunia ini.
“ Itu hukuman karena kau sudah berani kurang ajar kepadaku.” Tegas Orge dingin.
Leno mendengar Leno gelagapan dan menatap Orge memelas.”Kya ayolah Yang mulia jangan begitu. Hamba sahaya ini sangat membutuhkan makanan. Jika hamba sahaya ini tidak makan sekarang maka kemungkinan akan semakin melemah, jika saya semakin melemah saya akan jatuh dan pingsan, jika saya pingsan pingsan saya akan lama, jika begitu saya akan meninggal dan tidak terselamatkan. Alangkah lucunya jika kelak semua orang tahu jika jendral muda yang baru saja dinobatkan enam bulan lalu meninggal dikarenakan kelaparan. Sungguh berita yang buruk, aku bahkan lebih baik mati di tengah perang di banding mati kelaparan.,” ujar Leno memelas.
Benar Keno baru diangkat sebagai jendral enam bulan belakangan ini, belum lama. usianya baru saja 27 itu sudah termasuk cepat. Biasanya jika sudah menjabat jendral itu harus memenangkan beberapa perang besar. Minimal 10x, karena yang menjadi jendral yang benar benar pantas. Leno ini anak dari jendral Lian adik dari raja, dan memang dinobatkan sebagai kekeluargaan kerajaan. Dan dia memiliki hak istimewa untuk memilih ingin menjadi apa, itu berlaku juga untuk keturunan keturunan raja yang lain yang tidak menjadi raja berikutnya,,
Orge mengangguk.” Dan aku, tidak peduli.” Ujar Orge mengangkat bahu acuh.
Leno menatap Orge memelas tapi Orge menatap pintu yang belum juga terbuka. Ia sudha mengetuk tapi tidak di buka. Leno yang melihat pandangannya Orge mendapatkan ide.” NONA.. BANGUN KITA MAKAN, ADA BEBEK PANGGANG, ADA SAPI PANGGANG. ENAK LOH.” Teriak Leno heboh dari luar. Orge melotot dan menatap Leno tajam. Mana ada makanan yang seperti itu di sini.
Tunggu Linglung tidur masih menggunakan cadar ?
Leno mendengarnya menahan senyum dan menatap Lingling dengan tatapan jail. Seangkan Orge melotot masih kaget, tidak tau juga mau bicara apa. Lingling tersenyum dibalik cadarnya " Ayo..."
” Tapi boong.” Ujar Leno dari sebelah jail dan terkikik melihat wajah Lingling yang sangat sumringah, Sangat lucu.
Ling Ling yang tadinya tersenyum sumringah menjadi melunturkan senyumnya, wajahnya terlihat sangat datar dan dingin menatap Leno. Leno yang melihat perubahan wajah dan suhu di sekitar meneguk saliva kering, mendadak dirinya gugup dan takut kepada Lingling. Orge melihat hal itupun memilih diam menatap Leno dengan ketakutannya.
Leno mundur dengan gugup.” Em itu.. emm maaf, Tad tadi kumm kami mau mengajak nona ingin, ingin nona. Makan. Iya kami ingin nona ajak eh aduh .” Leno menepuk bibirnya yang bicara selalu salah.
Lingling masih menatapnya dingin dan tidak berekspresi. Leno meringis, lidahnya seperti terkelisu.” Anuh nona. Kami ingin mengajak makan nona. Yah ajak nona makan,, tapi nona tidak bangun bangun. “ ujar Leno mengeja kata katanya agar tidak kembali salah lagi.
Lingling tidak menjawab, tetap diam menatapnya dingin. Leno yang merasa lingliung mengiungat lagi apa katanya tadi. “ oh iya. Anuh. Ayam, em sapi em panggang. Anu mereka masih jalan jalan, dan anu nanti kita dimakan sapinya eh dimakan ay. Makan ayam.” Tegasnya pada ucapannya yang salah terus. Leno gugup.
Lingling menguap sejenak menghilang rasa kantuknya yang tersisa. Lingling menatap Leno bengis.” Aku tidak masalah jika makan daging apapun loh.” Jawab Lingling pada Leno diingin.
Leno melotot memeluk dirinya sendiri.
Lingling melihat itru tidak tertawa sama sekali.” Aku bisa makan semua daging, daging ikan, ayam, rusa.,. atau manusia. Jadi karena aku sedang ingin makan daging, daging bagian maka yang harus ku makan tuan?” Tanya Lingling dingin mendekati Leno pelan. Orge melihat dan mendnegar Lingling mengulum senyumnya, menatap Leno mengejek.
Leno mendengar ucapan Lingling segera mundur dan semakin memeluk dirinya sendiri. Ia melirik Orge meminta bantuan tapi rupanya Orge bahkan terlihat senang dengan ketakutan yang dirinya rasakan. Leno semakin cemas menatap wajah Lingling yang terlihat serius. Tidak ada jejak bercanda di sana.
“ Non Nona. Say saya hanya bercanda. Non nona juga bercanda kan?” Tanya Reno gugup dan tertekan.
.
.
.
.
Haloo semua...