Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Masalalu


langkah laki Chun sangat berat, bagaikan ditahan batu berton-ton besarnya karena berjalan terlalu jauh. Sungguh ia lelah saat ini. mana jalannya penuh semak belukar disana. Sedangkan Grace terlihat santay—santay saja. Mana bajunya menggoda iman membuat Chun mati-matian menahan diri untuk mengumpat kasar dihadapan Grace yang tidak tau diri dan tidak tahu tempat. Sungguh ia muak.


Apa ia pikir Chun pria tidak normal?


“Kau tidak ada jalan pintas ketempatmu itu? Aku sudah sangat lapar dan lelah.”Ujar Chun disana jujur. Meninggalkan gengsinya untuk tuntutan hidupnya. Ia belum mau mati kelelahan dan kelaparan. Ia masih mau hidup dan memperbaiki hubungannya dengan Eliza. Perempuan yang ia sakiti baik fisik maupun batin. Sosok wanita yang sangat ia benci didahulu itu..!!


Grace disana menatapnya sinis dan berkata.”Kau pikir aku bodoh hmm? aku tak semudah itu mempercayai orang lain mengetahui jalan kami. Kau perlu lalui jalan seharusnya kamu lalui.”Ujarnya disana membuat Chun terdiam mendengarnya.


Sungguh ia membenci situasi ini. iya benar ia juga mau memanfaatkan keadaan. Ia mau tau jalan mana yang orang-orang ini lalui menuju tempat mereka. Tidak mungkin mereka melewati jalan yang mereka lalui kan? pasti mereka memiliki jalan pintas dan jalan rahasia.


“Terserah jika kau belum mempercayaiku. Tapi aku ingin istirahat dulu dan makan.. kita butuh asupan, jika kau tidak mau tidak apa. Sebab aku masih mau hidup.” Ujarnya disana membuat Grace disana mengangguk dan berjalan menuju sungai. Chun disana terdiam melihatnya. Nampak Grace sangat mengetahui tempat ini. bahkan belum dari sepuluh menit mereka sudah sampai disungai yang berwarna biru jernih. Wahhh ia baru tau ada tempat sebagus ini.


Namun tak berselang lama.. Crak....


“Awaaas..” Tereiak Grace ketika Chun hampir masuk kedalam jebakan. Ia menarik tangan Chun yang sudah hampir masuk lubang yang dalam disana. Chun yang tak tau apa-apapun kaget dengan mata yang melotot namun tidak berteriak. Sungguh ia terkejut sebab tadi perasaan ia hanya menginjak dedaunan kering, bagaimana bisa ia masuk jebakan ini?


Chun merasakan tanganya ditahan oleh seseorang. Ia ,mendongak disana ada Grace menahan tanganya sekuat tenaga. Wajahnya bahkan memerah.”Naik bo-doh. Mau mati ha? Dibbawah sana tumpukan benda tajam. Kau akan mati jika tidak keatas.”Ujarnya membuat Chun menatap kebawah. Benar saja ada banyak benda tajam jika ia jatuh pasti tubuhnya akan terpotong membuat ia segera menahan diri dan berusaha keatas.


Grace disana menahan nya sangat berusaha kuat. sebab Chun itu bertubuh besar, jadi BBnya sangat berat. Chun disana menahan diri dan berusaha lebih kuat. grace kelehan. Namun Chun itu sudah dididik keras hingga ia bisa keluar dan Gup...


Bugh.. Grace merasakan tenaganya habis karena menahan tubuh Chun. ia terkapar dengan Chun yang tertegun, sebab ia menindi tubuh Grace karena melompat tadi. Ia bisa melihat wajah kelelahan Grace. Nafasnya naik turun disana akibat usahanya. Ketika tersadar Chun berdiri dari tubuh Grace namu Grace tetap tak bergerak karena kelehan. ”Terimakasih.” Ujar Chun pelan pada Grace.


Grace menghela nafas dan mendesis. “ Itu sebagai balas budiku karena sudah menyelamatkanku dari singa sialan mu itu. Jadi jangan anggap aku baik. “Ujarnya melotot pada Chun membuat Chun menatapnya aneh.


“Aku tidak bilang kamu baik, aku hanya bilang terimakasih karena sudah membantuku. Mau kamu baik atau jahat sekalipun jika kamu membantuku, sudah kewajiban bagiku berterimakasih. “ Ujarnya dengan datar pada Grace..


Chun terkekeh.””Tidak semua orang baik itu licik dan juga munafik. Kau hanya belum terbiasa akan kekejaman dunia dan terlalu mempercayai orang lain. Sedangkan tidak ada yang bisa dipercayai didunia ini termasuk dirimu sendiri yang memaksa diri untuk tetap tegar dan tersenyum sedangkan kamu sedang dalam titik terendah. Bukan salah mereka yang munafik, tapi salahkan dirimu yang begitu bodoh mempercayai mereka.”Ujarnya Chun dengan sinis


Grace terdiam mendengarnya. Grace menghela nafas disana. Memang benar, salah dirinya yang mempercayai orang lain, ia terlalu bodoh untuk mengangap orang lain baik, sedangkan yang benar-benar baik ia anggap munafik. Ia kehilangan dirinya, bahkan tujuan hidupnya. Keinginannya yang suci menjadi gelap.


“Kau tidak tau apa yang aku lewati. Jadi kau tidak bisa menyalahkanku..!!!” Ujar Grace diisana meninggalkan Chun. chun menguntitnya dari belakang takut kena jebakan lagi. hingga Grace berada dipinggir sungai. Chun disana menatap binar air. Ikan disini sangat banyak. Luar biasa. Ia bisa makan jika begini yah kan???


“Andai aku tidak bertemu dengan Keyna dikalah itu. Aku pasti sudah tidak memiliki arah. Aku sudah tada dibumi.”Ujarnya Grace membuat Chun disana menatapnya dengan kaget. Grace yang tadinya kuat sekarang malah terlihat sendu dan gelap. Grace menghela nafas memejamkan mata.


Hidupnya sangat kelam dan juga menyeramkan. Hidup dengan siksaan bibi dan pamannya sedari bayi. Hingga ia dijual oleh mereka. Ia diperk0sa oleh lebih dari dua lelaki. Disana ia begitu ingat ingin meminta bantuan terhadap kekasihnya karena dirinya yang sudah hancur, ketika diapartemen kekasihnya ia dikagetkan oleh sosok kekasihnya yng bergelung tampa busana didalam selimut. Mengerang nikmat bersama sahabatnya. Orang yang paling ia percayai. Kekasih yang paling ia cintai berselingkuh dengan sahabatnya yang ia anggap rumah untuk ia pulang.


Kakinya menjadi jelly, ie lemas dan ia hilang kendali dirinya. Matanya bersitatap dengan sang kekasih dan sahabat. Namun mereka malah tersenyum dan masih melanjutkan apa yang mereka lakukan hingga suara mereka membunuh mental Grace. Ia datang dan menampar wajah kekasihnya dan menjambak temannya. Namun setelahnya ia didorong oleh kekasihnya hingga ia terjatuh. Kekasihnya Nampak sangat marah hingga menamparnya juga.


Grace tak kuat memilih pergi meninggalkan mereka. Dadanya sakit. Hidupnya kacau. Fisiknya terluka, batinnya juga hancur. ia berjalan ditrotoar dan juga memeluk dirinya sendiri. Ia sangat terluka hingga ia dihadang oleh preman disana. Ia tak bisa melawan. Ia dipaksa dan juga ditarik ketempat sepi. Dan lagi-lagi ia diperk0sa, oleh tiga orang yang berwajah menyerammkan. Metreka memukul, dan mencumbuinya berkali-kali hingga ia merasa setiap jengkal dirinya sangat menjijikan.


Dunianya kembali pada posisi titik terendah. Ia membenci setiap orang yang ada, ia tidak mempercayai siapapun. Ia menjadi gila, dan lebih parahnya ia hamil dan tidak tau mengandung anak siapa. Ia ingin mati. Ia tak punya tempat. Ia tak punya tenaga. Ia kucilkan ditendang, diludahi. Siapapun menatapnya dengan tatapan jijik dan hina.


.


.


.