Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Pintar


Wulan, Vuang dan Lien semakin hari semakin kuat karena latihan yang tiada henti mereka lakukan dimalam hari. Mereka menghela nafas kasar menunggu Lingling hampir satu bullan namun tak juga mendaoatkan kabar atau kembali kesini. Mereka ingin sekali melancarkan aksi mereka tapi mereka diingatkan oleh Lingling untuk tetap disini.


” Kita tidak bisa terus berpangku tangan kepada Lingling. Kita juga harus bergerak.. jika begini terus tubuhku akan membusuk kalian tahu?”Tanyanya Vuang disana dengan memelas tak suka. ia itu jendral mana mungkin hidupnya sepengecut ini.


Vuang jendral terbaik dari daratan sebrang dikarenakan keberanian dan skil yang ia miliki. Diam begini bukan dirinya sesungguhnya.


Lien mengangguk.”Yah kau benar, ini tidak benar. Kita harus mencari bukti atau setidaknya kita bisa membuat strategi menyerang mereka., jika matipun itu berarti kita mati menjalankan tugas bukan hidup tapi hidup hanya karena tak ingin mati saja,”Ujarnya dnegan pelan namun tegas.


Wulan mengangguk.”Aku setuju. Aku juga akan bergerak untuk kita. kita harus berdiri dan juga membuat Lingling pulang dengan bekal yang kita punya. Ayo kita bikin strategi untuk melakukan tugas ini.”Ujarnya semangat. Ia sudah kehilangan keperawanannya, dan ia pun bisa merasakan jika rahimnya terinfeksi akibat dari kelakukan jahannam dari mereka. Untunglah ia masih bisa hamil nanti.


Bagaimana bisa *********** ditaruh rumput dan juga tanah ketika ia disuruh mengangkang dan tak mengenakan sehelai benangpun. Wajahnya yang cantik jelita sudah tak ada yang ada goresan yang mengerihkan, tubuhnya yang mulus sudah tak ada karena cambukan dan pisau dari mereka yang jahanam. Yang ada hanya luka yang membekat tak akan hilang, ia akan membalas apa yang sudah mereka perbuat. Tungguh saja dimana hari itu akan ia lewatkan, ia pastikan dunia akan menatapnya dengan wanita kuat bukan lagi wanita cantik..


“Tapi sebelumnya bukankah kita harus melihat sekitar terlebih dahulu? Setidaknya kita memiliki clue untuk melakukan penyeludupan dan juga tugas?”Tanya Lien dengan pelan. Vuang dan Wulan mengangguk serentak kepada Lien.


Vuang mendekat dengan ranting ditangannya.”Aku masih sangat ingat jalan menuju ketempat terkutuk itu karena dudah ku tandai pohon-pohon yang paling menonjol. Bagaimana jika kita berpencar saja untuk mempercepat pergerakan, untuk melihat keadaan sekeliling?”Tanya Vuang kepada kedua rekanya serius,


Wulan mengeleng tak setuju.”Bukan maksudku menentangmu.aku tau kau ahli strategi tetapi masalahnya sekarang kita bukan ditemat yang dianggap remeh. Kita bisa saja berpencar tetapi kita tak bisa membantu satu sama lain. Bagaimana jika kita pergi bersama saja untuk tidak menaruh curuga yang besar atau pergerakan yang mampu menyadarkan mereka akan keberadaan kita?”Tanyanya mengajuhkan pertanyaan.


Kien menggeleng tak setuju.”Aku lebih setuju ide dari Vuang Lan., sebab jika kita bersama-sama itu mereka malah akan cepat menyadari kehadiran kita, itu karena kita yang ceroboh atau terlau banyak perdebatan. Lebih baik kita berpencar dan berfokus akan masalah yang ada. Tapi kita harus ingat jika dimalam hari kita harus kembali dengan kabar dan info yang kita dapatkan. Jika sudah cukup nantinya barulah kita akan bergerak?”Tanyanya dengan pelan.


Wulan disana terdiam sebentar. “tapi jika salah satu dari kita dalam bahaya bagaimana? Kita tak akan bisa berbuat apa-apa atau membantu begitu? Hutan ini sangat berbahaya bukan?”Tanyanya dnegan takut. Ia masih saja perempuan yang jika sudah skali dianiaya akan membekas dan trauma. Ia tak ingin kejadian yang ia alami akan ia radakan kembali. Yang sakit itu bukan hanya *********** atau fisiknya. Tapi juga batinnya. Ia perempuan yang memiliki harga diri yang tinggi.


Vuang dan Lien terdiam sesaat. Benar kata Wulan. Jika idsini bukanlah temoat yang bisa mereka remehkan hanya untuk berjalan sendiri-sendiri. Itu sama saja mereka menyerah diri. Ingatan masih sangat terekam diotak Vuang bagaimana parahnya dirinya terkena jebakan, bagaimana dirinya mendapatkan penyiksaan. Ingatan bagaimana mengerihkan tempat ini. Mengingat itu dadanya bergemuru dan gigi yang bergemertak akibat beruntunnya. kerutan didahinya sangat terlihat kentara dengan urat lehernya yang menonjol, cengraman tanganya mengerat dan sangat erat.


Sedangkan Lien ikut terdiam mengingat malam itu, andai bukan Lingling yang membantunya, ia sudah pasti mati karena tertikam belati itu. Begitu juga dengn Chun, ia Masih sangat mengingat peristiwa itu mana mungkin ia bisa me menyepelehkan tempat ini dengan sedemikian rupa.


“ Kau benar.”Ujar Vuang pada Wulan. Matanya menatap Wulan tajam. “Biar kau bersamaku dan Lien sendiri bagaimana? Ia akan ditemani oleh Lina sang beruang kita untuk mengenali tempat ini dan kita akan dibantu Mongkay monyet untuk kita?”Tanyanya disana dengan pelan.” Kau tau? Mengandalkan satu arah disini tidak bisa. kita harus memiliki insting yang kuat dan kerja keras.”Ujarnya. Wajahnya sangat dingin menatap Wulan.


Wulan tertegun disana. Ia menggeleng. “Kau benar. Tapi bagaimana jika kau dan Lien keluar bersama Lina dan juga Mongkay mendapatkan informasi sedangkan aku didalam sini menunggu kalian, jika sesuatu terjadi pada kalian., maka kalian tinggal suruyyh burung merpati yang diberi oleh Lingling memberi kabar kepadaku. Aku akan menyelamatkan kalian,. Kita memang tak bisa hanya satu arah,. Tapi menelusuri segala arah tanpa pegangan juga suatu hal yang buruk, tidak ada yang menjamin jika diujung jalan tak ada harimau yang siap menerkam, atau bom yang tiba-tiba meledak.”Ujarnya degan tenang. Meski dia hanya seorang perempouan ia sangat pintar. Tolong jangan lupakan jika ia anak jendral, ia juga sangat pintar membuat sang adik tak dianggap..!!


Vuang memicing matanya menatap Wulan.”Kau? ini bukan trikmu untuk tak ikut dalam misi bukan? Jika kau takut dan tak ingin terlibat tak masalah, kau tinggal bilang dan aku akan menyuruhmu tetap digoa saja. Lagi pula kau hanya soerang peremmpuan. Aku paham hal itu.”Ujar Vuang dengan paham keadaan,.


Wulan menggeleng.”Bukan masalah gender. Aku tak masalah jika keluar, tapi saat ini kita harus saling mendukung., aku akan berusaha untuk mencari informasi sebanyak mungkin dan kalian akan berusaha mendapatkan informasi kalian, hanya saja kita saat ini tak punya patokan sehingga harus saling mendukung.”Ujarnya dengan tekat.


“ Bukan itu masalahnya Lan. Kita memang harus saling mendukung tetapi kita memang harus memilih dan mendapatkan kosequensinya sendiri, kita juga harus menerima tanggungan apa yang kita pilih, kami pun tak bisa menjamin jika kau sendiri disini akan aman atau keluar dengan aman., jika disini memang kau akan dilindungi hewan yang LINGLING siapkan, tapi diluar kita tak tau banyak hal. Sekarang kita hanya punya dua pilihan, menunggu tanpa tujuan atau bergerak menerima kosequensinya,.”Ujarnya tenang


“Baik kita akan mengambil opsi dari Wulan saja karena kita juga tau tujuan Wulan. Lgi pula aku tau qosekuensinya terlalu beresiko apalagi dia perempuan, setidaknya jika ini gagal Wulan masih tetap disini untuk menunggu Lingling dan akan menjalankan misi berikutnya.”Ujar Lien pada kedua temannya


“ Apa yang kau bicarakan bodoh..!! taka da kata mati sebelum mencoba. Jangan asal bicara sebab apa yang diucapkan itu akan dikabulkan oleh Tuhan, emang kau mau?”Tanya Wulan dnegan datar.


Lien disana menghela nafas mengusap wajahnya yang sekarang terasa lebih kasar akibat tak bertemu skincare,”Pokoknya setidaknya ketika kita ketahuan ingkar janji dengan Lingling,kita tetap bisa mengatakan maaf kepadanya.”Ujarnya. diangguki oleh keduanya.


Setelahnya mereka mulai membicarakan apa yang mereka lakukan kedepannya,. Vuang dan Wulan memang sangat merenungi dan sedih wajah mereka yang hancur akibat ulahnya mereka, tetapi mereka juga tau jika ini adalah tanggungan ketika mereka menemima misi ini. mereka sadar jika hidup saja sudah syukur jadi tak bisa menyesali begitu banyak tentang yang dihadapi mereka, mereka sudah dididik sedemikian rupa untuk membantu Negara, mengabdi Negara, hidupnya untuk Negara dan percaya jika wajah mereka akan bisa mereka obati tapi tidak dengan harga diri yang pulang tanpa membawa apapun.


...----------------...


Dilain sisi Lingling diam memandang langit., sudah malam sekarang,. Eempat temannya sudah tidur. Ia menghela nafas dan menatap api unggunnya.” Bagaimana kabar mereka, sudah lama aku tinggalkan, semoga mereka tidak ketahuan dengan para penjaga disana.”Ingatannya memikirkan empat temannya yang berjuang demi misi sedangkan ia disini senang-senang.


Sosok yang dibanting dan juga ditinggal menatap Lingling tak percaya.”Wah wah.. kau sangat agresif Lingling. Tapi kau tak ada niat membantuku begitu? Kau tak melihat tubuhku hampir patah karena ulahmu.”Ujarnya dengan ketus pada Lingling.


Lingling memutar bola mata malas tak mau mengapiknya sebenarnya. Tapi mulutnya gatal untuk hendak menjawab.” Aku yang memulai atau kau yang memancing? Oh ayolah Lex, kau tau hidupku tak semudah itu hingga bisa lengah sedetikpun.”Ujarnya disana dengan datar.


Alex mencebik lalu berdiri dengan tulang pingang yang sedikit bergetar karena kesakitan. Ia mengepak baju belakangnya dan duduk disisinya Lingling. Ia sudah melihat Lingling sedari tadi, Lingling sudah merenung sejam yang lalu tapi tetap saja tak tidur membuat ia khawatir.” Apa yang kau pikirkan hingga tak tidur jam segini. Ku rasa sebentar lagi akan pagi.”Ujarnya disana dengan pelan.


Lingling mengedikan bahunya.,”Entahlah. Aku pun tak tau apa yang menguasai pikiranku.”Ujarnya acuh-tak acu. Lalu melirik Alex.”Lex apa yang kau lakukan pada ‘pengkhiatan’ jika sudah keluar dari sini nanti??” Tanya Lingling pelan mengingat jika dirinyalah yang sbenarnya pengkhianat yang sebenarnya.


Alex mengernyit memikirkan pertanyaan Lingling. Apa yang ia tadi bilang? Pengkhianat? Oh kejadian yang membuat mereka terdampar disini?


“ Kau tau? Aku bukanlah orang baik Lingling. “Ujarnya dengan datar. Lalu menatap api unggun. “Aku tak akan membuat ia mati dan hidup dengan tenang. “Ujarnya dengan datar tak beriak.


Lingling tertegun. ia mendengarnyapun berdegub dalam jantungnya. Apakah semengerihkan itu? Tidak-,tidak ia bukan takut mati, ia lebih takut mati dalam kebencian, apalagi Alex beserta temanya adalah orang yang ia sayangi didunia ini.


“Lalu jika ada dari temmanmu yang berkhianat apa yang kau lakukan?"


Pertanyaan Lingling kembali membuat Alex meliriknya.” Kau memikirkan jika dari Mike dan juga mereka ada yang berkhianat begitu?? Tenanglah Ling. Mereka sudah sejak keci bersamaku jadi mereka tak akan berkhianat dengan ku.”Ujar Alex tenang.


Lingling menggeleng.”Tak ada yang tau siapa yang sebenar-benarnya berkhianat dikehidupan kita,, kau tau? Aku bukannya menghasutmu, tapi yang namanya manusia itu memiliki sikap tak ingin kalah dan egois, hingga merelahakan melakukan keburukan demi yang ingin ia capai. Itu berlaku untuk siapapun meskipun memiliki hati bersih sekalipun manusia memiliki sikap iri. Yang membedakanya hanyalah sikap bagaimana menetralkan perasaan jahat itu.”Ujar Lingling tenang


Alex terdiam mendengarnya, ia tak pernah berfikir jika teman-temanya ada yang mengkhianatinya. Bahkan anak galaksi sekalipun, sebab selama ini belum ada yang berkhianat dari hidupnya selama ia berdiri kokoh. Lingling kembali melihat Alex.”Dan ketika kamu sudah merasakan bagaimana rasa dikhianati oleh teman-temanmu yang kamu percayai barulah kamu sadar jika tak ada yang bisa diharapkan kecuali dirimu, dan mati tercekik karena menyadari dirimu yang begitu bodoh.”Ujarnya Lingling lagi.


Alex mengeratkan rahangnya. Tanganya terkepal dan menatap Lingling. Grabbb...


” Jangan bilang kau sedang mendeskripsikan dirimu? Kau pengkhianat itu?”Ia mencekik Lingling kuat. menatap Lingling tajam yang dalam Kungkungan nya.


Lingling tak menyangka juka Alex secerdas itu untuk mengetahui apa yang ia ucapkan dan apa makna dalamnya. Namun ia masih dengan wajah tak peduli dan memasang wajah kesakitan akibat rasa perih yang ada dilehernya.”Argghhh. Lepas, apa yang- kau lakukan?”Tanya LIngling susah payahnya karena tak memiliki nafas lagi.,


Alec melepasnya dan menatapnya tajam. Ia tak tega melihat Lingling kesakitan karenanya, karena rasa yang ada didadanya masih ada untuk Lingling. Lingling menghirup rakus udara dingin dan mengusap lehernya. Udara yang tadi dingin sekarang terasa memanas disekitarnya.


Dan Grepp.. arghh. Alex merasakan kesakitan ketika pipinya dipukul oleh Lingling kuat hingga ia tersungkur. “Apa yang kau lakukan?!!” Teriaknya hendak membalas.


Lingling dengan acuh menjawab.”Kau bodoh. Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu sedangkan aku berusaha membuat kalian hidup. Jika aku pengkhianatnya kenapa aku tidak memanfaatkan momen dimana kalian lemah? Dnia membantu kalian dalam hutan ini?”Tanya Lingling datar. Dalam hatinya beriak takut ketahuan, ia mencoba tenang menghadapinya.


Alex diam mengusap pipinya, iya juga. Ia baru ingat hal itu.”Seperti yangkau bilang tadi, tak ada yang menjamin jika orang terdekat melakukan pengkhaianat termasuk kamu. Bagaimana jika Kamu melakukan kebaikan untuk mendapatkan perhatian kami dan menusuk kami. Kan itu masuk akal?”Tanyanya.


lingling terdiam mencoba tenang, ternyata lawanya bukan orang sembarangan dan sangat mudah menyadari sesuatu hal. Alex disana mendengus,”Sejujurnya aku masih belum mempercayaimu sedari dulu, tapi karena kebaikanmu aku mempercayaimu sebagai temanku. Lingling ingat, aku tak menuduhmu menjadi pengkhianat dalam kehidupan kami, tapi jika kamu benar-benar pengkhianat, meski kamu sangat kami sukai termasuk Andes yang tergila-gila padamu, kami tak akan membiarkanmu merasakan nikmatnya bernafas dan juga mati dengan pantas.”Ujarnya dingin.”Kau tak taukan betapa kejamnya Andes?? Aku mungkin masih dibawah kekejamannya, tapi Andes? Aku tak menjamin kau tak menangis darah karena memohon kematian.”Ujarnya lagi disana dingin.


Lingling mencoba tenang dalam jantung yang berdebat. Ia baru bertanya sedikit Alex mulai tau tujuannya? Lalu bagaimana dnegan yang lain? Ia jadi sangat tau kenapa merekam sangat kuat. bukan karena mereka hanya licik tetapi memiliki otak yang diatas rata-rata manusia.


Semoga teman temannya disana mendengarkan arahan darinya... Iya semoga.


Lingling kau harus kuat dan semangat..