
Loli menatap semua baju pusing. Dimata loli ini semua sangat cantik dan tidak ada bedanya. Loli menggeleng pelan pelanaya yang terasa pening. Andes melihat Loli yang menggeleng geleng pelan tertegun sejenak, merasa dejavu apa yang ia rasakan.
“ baik kak. Jadi mau pilih gaun yang bagaimana? Atau mau rancang gaun sendiri?” Tanya dari penjaga butik tersenyum santun.
Loli menggaruk tengkuk yang gatal, melirik andes yang diam saja di sebelahnya.” Saya males ribet mbak, kalo bikin sendiri nanti ribet ini itu lagi, mending yang jadi langsung saja.” Jelasnya polos.
Loli tidak suka yang ribet. “ mbak kalo gaun yang paling murah yang mana yah?” Tanya Loli sedikit berbisik kepada penjaga toko.
Andes yang mendengarnya meksi pelan melirik Loli dengan alis terangkat. Pelayan tokoh terkekeh pelan mendengarnya.” Hehe maaf mbak sebelumnya tapi kami tidak ada yang murah tapi kami bisa menyesuaikan budge dari mbaknya. Sekarang mbaknya punya budge berapa?” Tanya pelayan ramah.
Loli meringis Melirik andes. Ia menyenggil pelan lengan andes yang berdiri kokoh di sebelahnya, andes melirik pelayan dengan kesal, “ terserah.” Jelas Andes kepada pelayan.
Pelayan mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Andes yang tidak jelas. Loli melotot melirik andes.” Duh. Loe punya duit berapa buat beli baju andes?? Harga bajuya mahal mahal.” jelas Loli berbisik.,
Andes berdehem pelan mendengarnya.. ia memilih mundur dari sana membuat Loli meringis. Andes menelpon seseorang agar kesini membuat Loli meliriknya kesal.” Yaudah mbak saya pilih dulu gaun yang cantiknya yang mana. “ jelasnya kesal kepada pelayan.
Pelayan mengangguk pelan.” silahkan mbak, saya temani.” Jelas pelayan.
Loli yang ditemani mendelik tapi tak ambil suara. Tatapan Loli memindai semua rancangan yang bagus, yang dipatungi dan di hunger. “ mbak saya mau yang itu coba turunkan.” Ujar Loli menunjukan satu baju yang ia anggap bagus.
” Oh iya yang itu juga.” Bisik Loli lagi menujuk gaun lain yang menurutnya bagus. Pelayan mengangguk lagi mengambil baju yang ditunjuk oleh Loli.
Loli berdehem sejenak.” Yang itu mbak juga bagus yang itu.” tunjuknya pada gaun lagi. jika yang tadi berwarna putih smeua kali ini ia mengambil gaun warna pink salem. Pelayan menghela nafas melihat Loli.
Loli melirik andes yang duduk di sofa tenang. Tersenyum miring.” Saya mau semua gaun ini, nanti saya cobain juga sekalian.” Tegasnya lagi kepada pelayan.
Pelayan menatap Loli kaget.” Tapi mbak.”
“ udah nggak ada tapi tapi. Cepet bantu saya cobain bajunya.” Loli menarik pelayan untuk membantunya. Semua baju yang Loli pilih pas di tubuhnya dan Loli suka semua, loli terrsneyumy menatap dirinya di depan cermin.” Salah siapa bikin gue kesel.” Bisik Loli malas menatap dirinya di depan cermin.
Loli mengganti bajunya lagi dan segera keluar mendekati andes yang duduk di sana, sekarang sudah ada perempuan yang dulu ikut melamarnya. Loli melotot dan gelagapan. Loli belum tau siapa dia sbenearnya tapi mengapa dia ada di sini sekarang. tatapan keduanya bertemu semakin membuat Loli pias, mana ia menghabiskan banyak uang andes ini.
“ eh mbak.” Panggil Loli sopan menyalami tangan keyna.
Keyna mendapatkan salaman dari Loli, bahkan tanganya dicium pun agak kaget,. Loli sendiri mengusap tangan Keyna yang lembut insecure. Gila tangannya sangat halus nan lembut. Pasti perawatannya mahal. Mana harum banget lagi. Loli melepaskan tangan Keyna dan duduk di depan keduanya.
“ gimana? Sudah dapat bajunya?” Tanya keyna pelan kepada LOli. Loli mengangguk pelan dan sopan.
Andes melihat tingkah Loli yang jadi seperti kucing penakut tersenyum tipis. “ sudah kok mbak, tapi ..” Loli harus gimana yah ngomongnya.
“ ini mbak pesananya sudah jadi. Totalnya 3,3miliyar rupiah.” Panggil pelayan mendekat.
Loli menenang mendengar total baju yang ia ambil. Dengan geglagapan loli menggeleng dan menatap pelayan keyna dan andes.” Nggak aduh nggak.." suara Loli seperti tercekat,.
“ yaudah Andes. Bayarin tuh.” Keyna menyenggol andes di sebelahnya. Loli terasa kelu melirik keyna yang santai saja. Keyna malah duduk santai disana menatap Loli tenang. Rahang Loli nyaris jatuh. Dengan mudahnya mereka mengiyakan semua itu???? Loli bahkan kaget dikiranya tidak akan sebanyak itu totalnya. Paling paling lima ratus juta batinnya.
Andes berdehem memberikan kartu blackcartnya kepada pelayan. Pelayan menatap Andes dengan mata berbinar, segera menggesekkan kartu pelan. Andes segera memasukan beberapa sandi dan juga surat cart dari butik. Loli hanya duduk dengan cemas menanti mereka semua untuk selesai.
Keyna melihat wajah Loli yang piaspun hanya tersenyum lucu. “ kamu santai saja,. Jangan terlalu tegang.” Jelas keyna tenang. Tapi dimata Loli itu mengerikan, perawakan dan aura keyna ini sedikit berwibawah sedangkan Loli merasadirinya dari khasta bawah.
“ iy iya mbak.” Panggil Loli pelan.
“ key loe nggak mau sekalian ambil gaun?” Tanya andes kepada Keyna.
Keyna meliriknya dan menggeleng.” Gue udah ada drescort sih kemarin dikasih Alka, sayang nggak dipakek gue juga jarang ke pesta.” Jelas Keyna pelan kepada andes.
Andes mendengarnya mengangguk pelan.” Lili sama airon?” Tanya andes pelan.
Keyna mengibaskan tangannya pelan, “ nggak. Mereka udah ada baju samaan.” Jelas Keyyna santai.
Loli hanya diam saja di sana mendengarnya. Andes mengangguk. “ Nnati pesanan yang lain mbak kirim saja yah kealamat ini. “ jelas andes kepada pelayan.
“ loe nelpon gue Cuma nyuruh gue duduk doang? Yaampun des loe sumpah.” Keyna memijit pelipisnya pelan karena ulah andes.
Andes mendengarnya melirik keyna datar. “ tadi gue bingung mau pilih yang mana. Loli juga bingung, nggak tau kalo dia bisa milih baju.” Jelas Andes panjang. Loli menatap mereka agak linglung. Baru kali ini mendengar Andes bicara dengan tanpa nada janggal.
“ udahlah. Gue mau pulang.” Ujar Keyna kesal.
” Sekalian ajak dia. Gue mau ke kantor buat meting. Kalian harus cari gedung sama dekor kan?” Tanya Andes kepada keyna lagi. keyna melirik Loli yang diam saja.
“ yah boleh aja sih. Tapi ibuanya Loli gimana? Bolehin nggak gue ikutan?” Tanya Keyna lagi dengan bingung. Tidak mau mendahului orang tua.
“ nggak apa apa Key. “ jelas Andes pelan dan lembut. “ mereka tinggal terima beresnya aja nanti. Pokoknya gue percayain sama kalian aja. “ jelas Andes sembari berdiri.
”duitnya mana? Harus pakek uang muka lah nanti.” Jelas Keyna lagi dengan Andes.
“ pelit banget loe jadi orang. Talangin dulu lah, nanti gue ganti.” Ucap Andes mendesis.
“ ninti gui ginti" Cibir Keyna. ". Nggak ada. Nggak bakal loe ganti. Cepetan duitnya mana?” Tanya Keyna kepada andes kesal.
Andes melirik keyna dengan datar.” Btw kemarin kartu gue belum loe balikin kan?” Tanya andes sinis.
Keyna mendengarnya mengernyitkan dahinya.” Kartu yang mana?” Tanya keyna pelan.
Andes menghela nafas. memberikan kartu hitam kepada loli. Loli menerianya bingung dan gugup.” Loe aja yang pegang. Nih cewek kalo megang kartu nggak bakal tahan lama. bakal hilang, nggak paham lagi gue key. Kartu gue udah ilang teru sama loe.” Ujar andes kesal.
Keyna melotot mendengarnya.” Nggak ilang cuy. Di rumah ada dan gue nggak tau dimananya.” Jelas keyna menolak.” Pasti di dompet deh.” Ujarnya lagi polos.
Andes mencebik melirik Loli yang memegang kartu hitam dengan mata yang kosong. Selama hidup baru kali ini ia mendapatkan kartu hitam.s elama ini otang tuanya membatasi uang jajannya. Alasannya agar dia tidak kalah uang dan barang barang kepada Damar. Dan sekarang Loli berasa jadi orang kaya raya.
“ yaudah gue duluan.” Jelas andes kepada Keyna. Ia menatap Loli yang menatap kartunya. Lalu melangkah menjauh. Loli yang tau meriingis dalam batin. Andes sangat dingin padanya tapi tidak untuk Keyna. Sedikit sakit tapi tidak apalah.
Keyna berdiri dari sana.” Yaudah skuy ke rumah. Nanti biar tukang dekornya ke rumah. Atau kita mau ke gedung langsung? Atau mau pesan yang lain dulu? Oh iya gue ada nih tukang undangan, dia ke rumah aja jadi kita ke gedung dulu baru ke rumah aja nggak si sekalian panggil tukang dekor?” Tanya Keyna mendektai Loli.
Loli melirik keyna pusing. “ ke gedung aja dulu nanti ke rumah mbaknya. Atau terserah mbak deh.” Jawab Loli pelan kepada Keyna.
Keyna mengangguk pelan.” skuylah.” Ucap keyna.
Loli melirik kebelakang.” Bajunya gimana?” Tanya Loli polos.
“ oh udah di anter ke mansion gue. yuk.” Keyna melangkah duluan. Loli melihat hal tersebut segera menyusul dan memasuki kartu itu ke dalam tas miliknya. Saat keluar dari butik mereka mampir ke tokoh perhiasan.
Keyna melirik Loli yang duduk anteng dan diam saja.” Loe mau mahar berapa dari Andes?” Tanya keyna pelan.
Loli meliriknya gugup.” Semampu andes saja mbak.” Mau berteriak. Berlian gede harga mahal..1M lah, tapi malu sama adik ipar Loli mengepalkan tangan.
Keyna berdehem “ yaudah kita keluar dulu.” Keyna keluar dari mobil dan Loli keluar juga. Pelan pelan menutup mobil ungu kehitaman yang bisa ditaksir harga ratusan juta oleh Loli.
Keduanya masuk ke tokoh berlian dan emas. Loli di sana panas dingin dibuatnya, seumur umur jarang sekali memasuki tokoh berlian. Keyna menjentikan jarinya.” Mbak tolong kasih kami beberapa kotak set perhiasan berlian yang terbaru.” Panggil Keyna tegas. loli mendelik melirik keyna. Rasanya Loli ketar ketir. Maksud Loli tadi bukan begini juga. Aduh bagaimana ini?
Kan jadi enak.
Beberapa dari mereka memberi ruang untuk Keyna dan Loli. Loli menatap ruangan klasik mewah. Keduanya diberi minuman dan juga camilan. ‘ pilih kasih banget, biasanya mama nggak gini gini amat pelayanannya.” Batin Loli mencibir beberapa pelayan.
Sampai dibeberapa dari mereka mengantarkan set set perhiasan yang mewah di meja mereka, disana ada set set tersendiri, seperti hanya kalung dan gelang, ada gelang dan cincin. Ada juga set lengkap gelang, kalung cincin, anting anting, gelang kaki.
Semuanya menyilaukan mata Loli. Mata LOli bahkan menyipit melihat harga yang bermerk USD itu.
Gilak harganya. Jika Loli jual ginjalnya saja tidak akan cukup. Bahkan jika jual keduanya saja mungkin tidak akan cukup untuk melunasi setengah harga. Loli mau pingsan tolong.