
”Kalian anak prik...!!!” Ujarnya Linglking geli. Sunggujh tubuh mereka sangat bauk batinnya. Ia disana menggeserkan dirinya menjauh.
“Mangkanya jangan cari gara-gara dengan kami..!” Andes dan Keyna saling gandeng menatap Lingling.
Lingling menatapnya melotot.”Tadi aja riibut terus. Dasar anak dajjal.” Gumamnya.
andes dan Keyna saling tatap dann segera melepaskan gandengannya. Menatap tajam satu sama lain.”Kita belum damai yah..!” Ujarnya serentak.
“Hey harusnya gue yang bilang begitu..!”
Keduanya serentak lagi berkata dengan decak pingang yang sama melotot satu sama lain.
Lingling melihatnya semakin pusing.”Kalian kayak anak kembar.” Biisk Lingling.
“Dih ogah...”Keduanya memalingkan wajahnya melipat tangan didada. Lingling melihatnya terkekeh pelan mereka seperti anak kecil yang berkelahi tapi saling sayang. Hanya luarnya saja yang berkelahi tapi isinya hello kitty.
“Jangan mengikutiku..!” ujar Keyna melirik Andes yang gerakanya sama dengannya.
Andes melotot tak terima.”Loe yang mengikuti gue bocah prik..”Ujarnya mengejek pada Keyna.
Keyna melotot tak terima.”Loe..! bocah prik,.!” Ujarnya dengan kesal.
“Stop.. kalian itu bikin sakit kepala..!” Ujar Linglingh menengahi disana./
“KAU YANG DIAM. BOCAH PRIK..!” Lingling tertegun, terdiam dibentak keduanya dan dibilang bocah prik.
Ia melotot melipatkan tangan.,”Hey itu kata-kataku. Kalian prik.”Ujarnya.
Keyna dan Andes melihat wajah Lingling yang lcuu menahan tawanya. Lingling sangat mood, wajah lucu dna juga imut miliknya. Lingling menghela nafas menatap lain arah.”Sudahlah jangan ribut. Mending kita makan saja. Aku sangat lapar asal kalian tau.” Ujarnya Dengan Pelan.
Keyna Dan Andes saling lirik.”Oke deh kita makan tapi diluar saja. Nanti aku telepon suamiku biar aku ada temanya dan kalian berdua.. hhehe.”Ujarnya melotot menatap Andes masih dendam.
Andes memutar bola mata malas.”Loe aja dengan lakik loe. gue dengan Lingling. gue nggak suka gabung sama kalian.”Jawabnya nyolot.
“Udah udah kalian kalo masih ribut ku buang disungai buaya nanti..,” Ujar Lingling menengahi.
“Loe berani..!” ujar Keyna dan Andes serentak membuat Lingling kicep dan diam.
Lingling cengengesan dan menggeleng.”Sabar dong. Sabar disayang malaikat maut loh.!” Ujarnya berbisik.
“LINGLING..!!” Lingling lagi-lagi mengusap dada mendengar teriakan ekduanya, keduanya kenapa si kelihatan sangat galak? Apa mereka datang bulan? Ha tidak-tidak. Keyna kan lagi hamil masa datang bulan, oh atau karena hormone hamil kali. Kalo Andes? Masa dia datang bulan? Dia kan lelaki mana mungkin datang bulan. Apalagi hormone hamil. Gila saja.
...----------------...
Oh iya waktu Lingling disini hanya satu minggu lagi, itu alasan kenapa Lingling mau dirumah Keyna, itu karena dirinya tidak mau memiliki banyak waktu berdua bersama Andes. Ia tidak mau menyisakan luka terlalu dalam oke. Lalu ada yang bertanya emang Lingling tidak bisa bersatu dengan Andes? Hoho lihat saja nanti apa bisa atau tidak oke.. rahasia..
Malam ini Lingling diberikan dress oleh Keyna. Dress berwarna merah marun yang panjang menutupi seluruh kakinya,. Lengannya dibuat layer dan menyisakan setengah saja, kulitnya yang kecoklatan dengan rambut yang pendek namun sudah memanjang menampilkan bahu serta leher jenjangnya yang terlihat kurus dan seksi.,
Tubuh Lingling masih sama kurusnya tetapi lebih terawat dan bersih sekarang. Tulang lehernya terlihat cukup jelas menampilkan keseksiannya.
Oh apakah Lingling bisa make up? Tentu saja bisa. Lingling itu serba bisa meksi pemalas, ia itu disuruh mandiri oleh orang tuanya jadi jika hanya mengenakan lipstik. Bluson dan juga beberapa alat lain dia bisa. tohh tapi Keyna memberinya make up. Kata kryna ia harus tampil cantik malam ini.
Rambut pendeknya yang seperti lelaki yang hanya sebatas bawa telinga sedikit dan terlihat layer V, bibir yang berwarba merah merona, kulit sawo matang , hidung yang tak mancung dan tak juga pesek, mata yang berwarna coklat bulat memiliki layer. Ia terlihat sangat elegan dan manis malam ini. emm terlihat mengggoda dan berani.
“Lingling sudah bel—“
Andes yang diluar pintu terdiam melihat Lingling yang memasang anting berwarna emas ditelinganya. Andes tertegun dan terdiam menatap Lingling yang didalam cermin terlihat sangat cantik. Ia meneguk saliva keringnya. Memang benar semua wanita itu cantik. Hanya tergantung perawatan dan uangnya saja. Jika bisa merawatnya maka sejelek apapun dia maka dia akan terlihat cantik dan mempesona.
Lingling sekarang sangat jauh dari Lingling yang dulu ia kenal, berwajah jerawat. Jelek, kurang gizi, hitam dekil. Gigi kuning. Yaampun sekarang Lingling yang dulu serta yang saat ini sangat jauh berbeda. Memang benar Tunggul pun akan terlihat cantik jika ditangan yang tepat, akan dilihat, dibentuk dan dicat. Tunggul yang murah akan menjhadi mahal ditangan yang tepat bahkan memiliki harga tak terhingga. Sial Jantung Andes terasa berhenti berdetak saking sesaknya melihat Lingling yang cantik.
Lingling mendengar Andes mencarinya namun tak juga masuk melirik kepintu, terlihat Andes menatapnya dengan tatapan diam dan dalam, ia menatap cermin lagi.”Duh bentar es, aku pakek anting dulu, ini telingaku lubangnya ketutup jadi agak sakit.”Ujarnya pelan memasang anting berwarna emas dengan permata merah yang bergantung indahnya.
Andes disana mendekat pelan, tubuhnya yang berbalut jas berwarna hitam dan juga tampan seperti biasa. Rahangnya yang berbulu sudah ia cukur menampikkan wajahnya yang fress dan lebih tampan. Ia berdiri dibelakangnya Lingling menatap Lingling dipantulan cermin yang terlihat cantik. Jantungnya berdetak sangat cepat apa lagi penampilan Lingling yang menggoda, bahu mulus, leher yang terbuka. Ia tidak bisa mebahan diri jika begini.
Ia mengambiul kalung yang berwarna emas dan juga permata merah dibagian perhiasan anting tadi, ia disana memasangnya dilehernya Lingling. Lingling terdiam merasakan Andes memakaikan kalung miliknya. Andes merasakan tubuhnya terasa panas saat tanganya tersnetuh kulit lehernya Lingling. Sangat lembut, ia bahkan menggigit bibir bawahnya. Ia memakainya dengan pelan menatap Lingling diverin tersenyum. “Sangat cantik.'' Bisiknya.
“Aku memang cantik.’' PD nya Lingling disana.
lingling sabgtat PD dan yakin. ia memang cantik toh.
Andes mendatarkan wajahnya dna berkata.”Kalungnya maksudku bukan kamu.”Bisiknya ditelinganya LIngling memegang bahunya lingling. Mengusapnya pelan sangat lembut dan menggoda imannya.
Lingling menepis tanganhya dan berbalik menatap wajah Andes yang ternyata masih disana. wajah mereka sangat dekat.
“ Kau berbohong aku tau.”Bisiknya nafasnya menerpa wajah Andes. Andes terdiam menatap bibir menggoda LIngling. Lingling disana tersenyum miring menepuk kepalanya pelan.”Jauhkan piiran kotormu ayo cepat kita harus turun.!!'' Semebari memalingkan wajahnya saat wajah Andes semakin mendekati wajahnya.
Dikit lagi batin Andes mengepalkan tanganya yang mau mencicipi bibir itu, ia disana meneguk saliva keringnya dan berdiri kaku. Ia tak mau menatap lingling, takut lepas kendali.
Lingling mengambil higt yang tinggi disisinya dan memakainya. Mengambil gelang emas juga dan berjalan ala bangsawan. Andes cukup terdiam melihat Lingling yang berjalan anggun penuh kekerabatan. Ia bagai bangsawan yang betjalanm ia tak tau jika LIngling bisa seelegan ini.
“Ayoo nanti kita telat aku sudah lapar..!” teriak Lingling diluar menyadarkan Andes.
Andes menepuk kepalanya pelan.”Siall dia semakin cantik, dan aku membencinya.!!”