Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Makan malam penuh drama


Tab..tab..taab... langkah kaki Lingling menggema dillantai bawah. Ia berjalan anggun penuh tata kerama yang ia pelajari dari ibunya dulu, ahh rasanya baru kali ini berguna. Dulu ia juga pernah belajar dengan Mama guru yang khusus mengajar putri atau keturunan raja, Meski begitu dia tetap keturunan kekaisaran yang harus memiliki etika dan terpandang dikerajaanya, mana ada yang berani dengannya atau melakukan kesalahan baik kesalahan kecil maupun besar.


Tetapi yah begitulah ia tak serius dalam belajar dan beretika, itu karena apa? karena ia muak selalu dinilai sempurna. tapi sekarang ia baru mempraktekkannya.


Kalian tau alasannya apa? Karena ia sekarang sudah serius menjalankan hidupnya yang monoton, siapa taukan dia dapat cogan nanti ehem hehe.. nggak .! Canda!


Dibawa ada Keyna yang sudah cantik dengan gaun hitamnya, gaun hitam yang menutupi tubuhnya sebatas bawah kaki, terlihat elegan dengan tak membentuk lekuk tubuh. Tubuh Keyna yang kecil-kecil mungil nan putih sangat cocok, ia terlihat sangat cantik saat ini. perutnya yang membesar yang menambah kadar keimutannnya.”Yaa—“


Ia menganga menatap Linging yang turun dengan sangat cantik kaget.”Yaampun lingling. Kamu cantik banget.”Ujarnya tak berbohong pada Lingling yang turun. Alka yang memainkan hp tidak peduli ia tetap diam melakukan tugasnya tanpa mengalihkan pandangan. Ia lelaki setia kok tenang saja meksipun Lingling secantik apapun.


Lingling tersenyum tipis disana.”Iya dong. Lingling gituloh.”Ia mengibaskan rambutnya membuat Keyna terkekeh.


“Yaampun pd sekali anda yah.”Ujarnya.”Ia tekekeh akan kepercayaan diri Lingling yang over baginya. Lingling mengibas rok celananya yang cukup panjang dan tersenyum” Udah laper nih ayok makan.”Rengeknya pelan pada Keyna.


Keyna menggeleng melihatnya, ia mengangguk.” Yasudah ayok kita jalan. Aku juga nggak sabar banget ini.” Ujarnya disana dengan pelan menatap Alka yang masih sibuk dengan handphonenya. Ia menggkat tangan Alka membuat sang empu mendongak. Alis Alka terangkat menatap Keyna bertanya-tanya. ‘sudah siap kah “ Begitulah isyarat dari dirinya.


"Iya ayok..." Ujar Keyna manja.


”Iya tinggalin aja gue. nggak guna emang gue tu..” Ujar Andes yang datang dari atas berdiri disampingnya Lingling


Keyna terkekeh disana. alka Disana mengangguk. ”Yaudah kita OTW Sekarang aja yuk.." Alka disana mendekat memeluk pinggang ramping istrinya dan melangkah penuh perhatian kepada istrinya, ia bahkan melihat baju yang Keyna kenakan takutnya menyangkut atau membuat istrinya terjatuh.


Lingling bagai melihat Liong disisinya Alka, yang terlihat cuek namun padanya. Namun nyatanya dia sangat perhatian.


Andes melihat Lingling yang menatap Alka sedemikian rupa mendengus, menarik lengan bajunya Lingling pelan ”Dia udah beristri. Nggak usah jadi pelakor.” Ujarnya sinis. Ia tak suka, ia tak yau kenapa tapi ia tidak mau Lingling memerhatikan orang lain selain dirinya disini.


Lingling disana menatapnya mendelik tak suka. “Menurut kamu dimukaku ada tu tampang-tampang yang suka sama suami orang?”Tanyanya disana tak suka pada Andes.


Andes mengangkat bahunya.”Siapa tau kan? hati siapa yang tahu, soalnya mata kamu keliatan mau lepas pas liat Alka dari tadi.” Ia berkata dengan ketus menunjukan ketidak sukanya terhadap tatapan Lingling pada Alka.


“Woy jadi nggak nih. Gue tinggalin juga loe...!” Suara Alka yang keras menyadarkan mereka yang ribut.


Lingling mencubit perutnya Alka dan berkata” Gara-gara kamu nih telat kita. ayok cepetan..” Ujarnya melangkah menarik gaunnya supaya tidak terinjak. Andes yang dicubit perutnya meringis perih. Matanya menatap Lingling yang menjauh dalam. Ia Mendengus melangkah mengusap perutnya. Cubitan Lingling tidak main-main emang.


Mobil yang Lingling masuki itu berisi delapan kursi. Mobil mewah yang harganya ratusan juta. Bisa tidur juga disini karena ada mode tidur kasurnya. Alka dibagian kursi kedua bersama keyna yang dari tadi pegangan tangan terus. Lalu dibagian ketiga ada Andes dan Lingling yang berdampingan menatap langit, dibagian depan ada supir dibelakang kosong.


Ada yang bertanya dimana teman-temanya Keyna? Maka jawabannya mereka sedang sibuk tidak bisa diganggu, lagipula memang Lingling dan Andes Keyna suruh dinner berdua. Hoho jadi jangan nambah-nambah beban atau masalah deh.


Mobil berhenti didepan hotel besar yang sangat megah. Lingling disana menatap kagum hotel dihadapannya. Didunianya dulu tidak ada tempat sebesar ini kecuali istana. Ia sangat kagum. Tak berselang lama pintu disisinya terbuka menampilkan Andes yang membukanya.. lingling tersenyum menyambut tangan Andes.


Andes melirik Alka yang ternyata melakukan hal yang sama lalu mencium tangan Keyna. Ia pun berinisiatif melakukan hal yang sama kpada Lingling. Namun belum sampai ia menciumnya.. Plak.


” Ngapain? Nggak usah sok manis, nggak cocok banget.”Lingling mengeplak kepalanya pelan. Andes disana memasang wajah masam menatap Lingling.


“Bunuh orang kayak loe halal banget si kayaknya,, padahal gue udah mau belajar sok manis loh. Tapi ini balasnya cekcekcek. Nggak banget???” Tanyanya pada Lingling.


Lingling disana tersenyum miring lalu berdiri tegap menatap kedepan. Keyna dan Alka sibuk dengan dunia mereka tidak usah capek-capek memikirkan dua manusia yang sibuk berkelahi disini. “Ayook masuk nanti makannya habis loh.”Bisik Lingling melangkah dengan anggun meninggalkan Andes.


Andes menahan gaun belakangnya membuat Lingling hampir terjatuh. Andes menahan perut Lingling hinga wajahnya menempel dengan wajah Lingling. Lingling dengan cepat melepaskan diri menatap Andes tajam. Andes disana tak kalah tajam menatapnya dan berkata.” Jalan disampingnya dan berperilaku layaknya sepasang kekasih paham?”Tanya pada Lingling.


Lingling hendak menolak,, tapi belum sempat menolak tanganya ditarik oleh Andes, Andes melingkarkan tangan Lingling ditangannya membuat mereka bergandengan tangan. Lalu andes menaruh tangannya pada pinggangnya Lingling membuat Lingling semakin gugup dan kaget. Andes tersenyum miring melihat reaksi Lingling pada apa yang dia lakukan pada dirinya.. Lingling terlihat imut batinnya.


Langkah kaki andes terlihat sangat gagah menggandeng tangannya Lingling. Lingling melangkah dengan wajah ia angkat tinggi, tangannya ia lentikkan, ia merilekskan tubuhnya supaya tidak terlalu Kaku digandeng oleh Andes bukankah ia sangat malu jika ia ketahuan degdegan. “Bentar. Ini Gelang nyangkut.”Lingling melepaskan rantai gelangnya yang menyangkut di lengan baju miliknya Andes. Andes menahannya dan mengambil lengan mulusnya. lingling diam menatapnya


Tlak.. Andes menggigit benang yang tersangkut di lengannya menatap Lingling tersenyum miring.”Nggak ada alasan ling.” Ujarnya.


Lingling diam saja menatapnya dengan datar. Tak ada kesempatan untuknya pergi atau kabur. Andes memang benar benar licik sekali pemirsa.


Langkah keduanya serentak memasuki gedung besar disana. andes dan lingling bergandengan erat menatap banyak orang disekitar mengenakan baju tak kalah mewah dari mereka disana. langkah kaki Keyna dan Alka menuju disuatu ruangan. Andes dan Lingling mengekor saja dari belakang..


Ling-Ling celingak-celinguk melihat sekitar ini sungguh sangat-sangat indah dan megah batinnya. Ia menarik lengan bajunya Andes sebentar membuat Andes menatapnya. “ andes apakah ada acara pernikahan disini? Siapakah yang menikah? Dia pasti dari kelas bangsawan.”Tanyanya polos,. Sebab didunianya dulu yang menikah begini mewahnya yaitu bangsawan kelas atas, contoh nya putri atau putra raja, ragu, anak dari perdana Mentri dll.


Andes disana menggeleng pelan.” Ini namanya restoran Ling bikan bangsawan atau apapun. kita makan disini tinggal pilih mau makan apapun, lalu bayar mengenakan uang. Bukan pernikahan atau acara apapun itu oke, tapi loe harus kaya baru bisa makan di sini hehe..” Ujarnya Andes menjawab dengan sabar. Ia Tau Jika Lingling belum pernah merendahkan hidup dengan keindahan membuat ia sekarang tidak mempermasalahkan setiap apa yang dipertanyakan Lingling pada dirinya. Meski terkesan norak dan juga kampungan.


Kadang kalah juga kesal karena Lingling tidak tau apa-apa. apa orang tuanya memang benar benar tidak membiarkan Lingling mengetahui apapun didunia ini selain di caci maki? begitu?