
Hari sudah gelap. Lingling dan Boy sudah menyiapkan makanan hinga mereka semua berkumpul didalam gubuk atau pondok?
Entahlah yang penting merekka tak kehujanan saja hooho.. Lingling bertepuk tangan semangat dan berkata.” Selamat makan.”Ujarnya dan tersenyum dengan tulus
Semua tertegun, sangat tulus tak ada yang lebih tulus lagi. sangat cerah membuat hati siapapun menghangat hingga wajah Lingling dirauk oleh mike dismapingnya.”Senyum loe kek joker. Serem mending loe diem.”Ujar Mike dengan tak berprikesenyuman.
Lingling mendengarnya membulatkan bibirnya tak terima. Ingin bicara lagi tapi bibirnya sudah ditarik Mike hingga memanjang.”Gue ikat nih kakek karet mau?”Tanyanya mengancam.
Lingling diam disana menepis tangan Mike. “Asin..|” Ujar Lingling mengelap bibirnya.
Mike disanapun mencium tanganya dan menyengir.”Lupak, tapi gue garuk ketek hehe. Soalnya gatel kek belum mandi gitu. “Ujarnya membuat Lingling melotot.
“Wa ngajak gelud ini..!! “Teriaknya menarik rambut Mike.
Mike mengelak dan berketa.”Tidak kena...” Teriaknya. Lingling menggebu nafasnya naik turun. Ia sgera bangkit dan ingin mendekati Mike menarik rambutnya kuat., mencakatrnya membuat semua kaget hingga Tubuh Lingling ditahan dan dipeluk Andes. “Des awas Des.. aku mau bunuh temen laknat kalian. Yang kayak gini wajib dibasmi tauk Des. Awas Des.. nyesel nyelamatin dia sumpah.”Teriaknya disana memberontak.
Andes disana menghela nafas merasaan sesuatu yang menendang pusakanya.”Lingling diem.. udah Mike masih sakit jadi mending kita makan.”Ujarnya menarik Lingling duduk dipangkuannya. Mike mmeletinya dan mengejeknya lewat isyarat.
“Des liat dia ngejek aku.”Ujar Lingling mewek melhat Andes. Andes disana menepuk kepalanya pelan.”Des diem deh. Nanti ditarik bener rambut loe baru nyahok.”Ujarnya Boy disana membuat Mike mendesik tak terima disana. Andes disana diam mengusap kepala Lingling.
Alex yang melihat wajah memelas Lingling tak tega hingga berinisiatif. “uuuuu aauu apa-apaan loe jambak gue woy sakit..!” Teriak Mike ketika rambutnya dijambak Alex.
Lingling melihatnya tersenyum lebar.”Yah lebih keras yah. cepet yah sampek kepalanya botak..!” Teriaknya menyemangati dan melompat-lomoat dipangkuan Andes mmbuat Andes sesak nafas, sesak batin., sesak adik.
Alex dengan bangganya dan melepasnya.”Udah yah. jadi jangan nangis lagi.”Ujar Alex menepuk kepala Lingling.
Lingling disana tersenyum.”Ahhh sayang Alex banyak-banuyak.”Ujarnya membuat alex tersenyum lebar dan menampilkan wajah bangganya.
Mike yang menjadi korban mendelik menatapnya.”Sialan loe. “Ujarnya menarik rambut Aex membalas. Alex tak tinggal diam kembali menarik rambut mike.
“Berhenti woy. abis dah makanan kita kalo gini terus. Kalian woy berhenti..!!” bentakkan Boy kiat melihat makanan mereka hampir tergencet oleh mereka.
“Dia duluan.”Ujarnya serempak.
“Gue cuma ngelakuin yang Lingling mau.”Ujar Alex menepuk tanganya tersenyum sinis. Mike disana mendelik.
”Loe lebih milih dia dibanding gue?”Tanyanya dengan heran dan tak suka. bukan tak suka terasa tersaingi tapi tak suka merasa ada banyak saingan.
“Sejak kapan loe cemburuan sama gue?”Tanya Alex.
Mike mendengus.”Gue pikir hubungan kita sangat dekat. Ternyata nggak sedekat ini.”Ujarnya Mike dengan drama.
“Mike lebih baik loe kayak dulu aja dehh. Gue jijik liat loe drama gini.”Ujar Alex membuat Mike mendengus. Sedangkan semua menggeleng tapi beda hal dengan Lingling yang tersenyum kepada Alex yang mendukungnya. Fiks si Alex orang baik yang harus dilestarikan.
“Ayo makan... Mike Lingling udah masakain sup Labu buat loe jadi ini buat loe. Dan ini buat kita.”Ujarnya membagi semua makanan tetap mengenakan tempurung kelapa bulat disana. Lingling dengan semangat memakan buatannya tak mekpedulikan Mike yang tertegun menatap makanan yang Lingling buat. Lingling sangat perhatian meski ia suka menyakitinya.
Semua mulai memakan makanan masing-maisng. Sama hal dengan Mike yang makan dengan sendiri. Enak dan guri meski ada yang kurang tapi ini sangat lezzat.. apalagi ada daging-dagingnya disini menjadi tambah nikmat. “Ini daging apa?”Tanya Mike disana memakanya lahap. Ia sangat lapar sedrai tadi jika boleh jujur.
“Itu daging Rusa. Tadi gue sama Lingling nyarinya dihutan.”Ujarnya. lingling yang dipangkuannya Andes mengeser kesamping.
Namun Andes tak reka, tapi terpaksa melepaskanya hingga mereka duduk berdampingan saja.
Mike melihat Lingling diam.”Gila Lingling mudah banget dappet Rusanya. Cuma beberapa menit langsung dapet.”Ujar Boy semangat menceritakannya.
Lingling disana mengangguk sombong dong.. “ Beneran??” Tanya Alex.
Diangguki semangat oleh Boy.”Gila si Ling. Loe keren banget. Andai aja loe cewek udah pasti gue nikahin loe. Lo—“ Uhukk Uhuk.. ia terhenti ketika Mike dan Andes tersedak makanan.
Segera Lingling memberikan Andes minum dam Boy memberikan Mike minum. Keduanya cepat minum namun beda dengan Mike yang tak terima Lingling malah memberikan Andes minum tidak dengannya. Tapi bukan salah LIngling juga, kan lingling Cuma membantu siapa paling dekat dneganya saja. Tapi Mike tak mau tau pokokny ia tak suka.
Dengan kasar Mike meminum minuman dari Boy. Andes disana menerima minum dari Ling dan tersenyum. Alex disana meringis “Kalian keknya kaget banget sama ucapan gue kalo mau nikahin Lingling kalo dia cewek. Secara diakan memang sempurna buat jadi cewek.”Ujarnya disana dengan pelan dan juga polos kepada teman-temannya.
Brak.. Andes disana menggeprak membuat semua diam menatapnya. Entah kenapa Andes tak suka mendengarnya.”Dia punya gue sedari awal. Jadi berhenti muji dia.. “Ujarnya Andes disana tak suka. lingling mendengarnya mengangguk saja polos. Nampoak tak paham namun dalam hati ia sangat paham kok. Tapi ia harus berpura-pura tak tau saja.
“Emang dia mau sama loe? Loe Tanya sama orangnya dong.”Ujar Mike disana menatap Andes tajam.
“Mau atau ngak dia, dia tetep milik gue,, dan loe ngak berhak apapun tentang dia., kalian minta gue bawa dia kesni buat gue kenalin bukan buat kalian deketin.”Ujarnya dan segera mendekati Lingling. Tanpa kata ia langsung menyambar bibir Lingling yang sedang makan. Lingling kaget akan serangan itu terdiam. Andes disana mencium bibirnya?!!
Andes disana memejamkan matanya dan mengusap rahang Lingling. Lingling merasakan dadanya bergemburu menetralkan sakit, ada yang sakit memecah. Ia bahkan tak bisa bernafas sampai tak bisa menjauh ataupun memberontajk akan ulah Andes.
“Des apaan loe ha?!!!” Teriak Alex tak terima menarik Lingling. Namun Andes malah menambah dalam ciumanya menjadi instens. Ia menjelajah labu dan daging didalam mulut Lingling. Ia meneguknya dan memejamkan matanya hinga ia merasa tamparan di pipinya dari Boy.
Plak....
Boy disana menamparnya kuat hinga ia baru sadar. Lingling kaku tak bergerak karena rasa sakitnya. “Des sadar dia cowok. Loe nggak waras..!!! “Teriak Boy disana kuat.” Mau sesempurna apa dia dia tetep cowok dan loe nggak bisa bersatu sama dia Des. Kayak minyak sama air nggak bakal bisa nyatu.”Ujarnya tak suka akan kegilaan temanya stau ini.
Linmgling disana memegang dadanya sakit dan berdiri dengan linglung. Boy dan lainnya terdiam disana. “Lo—‘ Semua diam ketika LIngling berdiri dan melangkah pergi. Ia turun dari gubuk dan juga berlari . andes melihatnya Lingling ingin mengejar namun sebelum itu ia sudah ditarik Alex. Allex disana menahan Andes dan menatapnya kecewa.”Gue enggak tau kalo loe enggak se bermartabat ini. Bisa-bisanya loe gini des, loe egois. Bisa aja kan dia normal? Itu artinya ngehancurin dirinya tau nggak.!!” Ujarnya kecewa dan terdiam. Andes disana mau mencari Lingling tapi ia tak lagi ada diluar membuat ia mengusap kepalanya kasar. Ia terlalu tersulit emosi. Hingga tak sadar akan ulahnya membuat Lingling takut padanya. Apa yang ia harus lakukan? Mencari Lingling
Mike? Ia memanas. Ia ingin menghajar Ade tetapi ia lemah. Ia memaki dirinya tak bisa berbuat apapun sebab saat ini memang Andes yang berhak akan Lingling. Mike akui jika dirinya tertarik dengan Lingling, ia akui menyukai Lingling meski belum tahap mendalam tetap saja ia tak mau kalah. Tapi disisi lain ia tak mau egois. Andes sahabatnya., baru kali ini Andes tertarik akan wanita. Baru kali ini ia mau berdekatan dengan wanita, masa ia rebut? Mereka sudah sangat dekat. Mangkanya ia selalu berbuat jahat kan Lingling. Biacara kasar berharap Lingling dan dirinya menjadi semakin jauh. Tapi Lingling terlalu cerah untuk dirinya yang gelap. Rasanya ia butuh cahaya itu untuk menyinarinya. Ia buruh itu untuk melingkuhi harinya. Tuhan ia harus apa.
Boy? Ia sudah menikah. Ia sudah mau punya anak jadi mana ada dia mau dnegan Lingling. Tapi disisi lain ia terdiam dengan tatapan tajam. Tanganya terkepal. Entah apa yang ada dipikiranya saat ini hanya dirinya yang tahu. Satu hal kagi hatinya menyenduh entah mengapa.
Disisi lain Lingling pergi menuju tengah hutan., memilih menyandarkan diri dipohon besar dibelakangnya. Kepalanya sakit menahan denyut, dadanya keram sulit untuk ia bernafas. Ia memukul dadanya sakit dan menyandarkan dirinya dipohon. Tak lama setelahnya ia merasakan darah keluar dari hidungnya.
Merembes membuat ia mendongak dan juga menahanya dengan telapak tangannya. Ini sangat sakit dan sangat sulit. Kenapa? Apa jiwanya kembali retak? Ini tidak boleh terjadi. Jika kelopak bunganya kembali jatuh maka kemunglkinan ia tak bisa kembali, dan jika kelopak itu habis maka ia akan mati. Ia tak boleh.. jiwanya akan hancur.
Kenapa? Apa ia sudah mencintai Andes membuat ia begini? Ia memukulkan dadanya sakit dan terbatuk darah. Darah kental keluar dari mulutnya membuat ia tak mampu bernafas dna terkapar. Tubuhnya sangat lemas. “Liong maafkan aku hiks hiks.”Gumamnya menangis. Ioa tak mau dan tak tau.,
Ia tak mau berselingkuh atau mengkhianati Liong sungguh,.!! Tapi disisi lain ia juga tak tau kenapa bisa begini??
Sampai pada satu singa besar mendekatinya. Lingling diam merasakan Singa itu “Warghh....” Lingling menatapnya dan Singa itu serga sujud kepadanya. Lingling melihat singa itu berubah menjadi manusia membuat ia kaget. Sangat kaget.
“Putri. Kau tak apa?”Tanyanya. Lingling terdiam disana menggeleng. Ia tak baik-baik saja. Sosok pria itu pun segera membantu lingling dan juga membersihkan darah yang tak berhenti-henti keluar.”Putri jiwamu terkikis. Bagaimana bisa?”Tanyanya kaget merasakan nadinya Lingling
“Kau siapa?”Tanya Ling-Ling terdiam melihatnya.
Sosok itu terdiam melihat Lingling.”Saya Aiden Putri. Saya Raja Hutan Gaib. Tepatnya saya dari dunia bawah atau siluman, namun mencium darah Putri saya menjadi mendekat dan membantu Putri. Tenang saja aku tidak berbuat jahat sebab Putri adalah leluhur kamu. Dan putri adalah Putri terpilih. Bagaimana bisa Putri disini.”Ujarnya.
Lingling memijit pelipisnya. Ia lupa akan fakta itu. Ia memang sudah diwanti-wanti akan hal itu. Karena Qira seorang Dewii Bulan, maka dirinya juga ditakdirkan menjadi Dewi mahluk siluman dan juga hewan lainnya. Ia pernah menolak tapi tetap tak bisa karena jiwanya terpilih. Itu sebabnya Lingling bisa bicara dengan banyak hewan dan hewan selalu patuh dengannya. sebab ia punya darah yang harus mereka patuhi.
Masalah ia memakan hewan itu bagaimana?
Tenang. Bagi hewan yang LIngling makan, itu adalah stau hal kehormatan jika Lingling menjadikanya santapan. Mereka mengamngap itu berkah dan sangat tak keberatan. Jadi bukan salah Lingling.. sebab bagi Lingling makan daging itu adalah kebutuhan dirinya.
Lingling tak bersuara karena tak bertenaga.,” Yah.. Terimakasih Aiden.”Ujarnya disana lemah.
aiden disana tersenyum.”Saya yang berterima kasih karena sudah mau dibantu oleh saya yang hina ini.”Ujarnya menunduk.
Lingling mengangkat tanganya.”AKu bukan Dewi atau siapapun itu jadi berhenti. Aku tak mau menjadi hal yang tak semenyenangkan itu. Aku bukan wanita rajin.”Ujarnya tak terima.
Aiden tersenyum menambah kadar ketampananya. “ Jika boleh tau apa yang membuat putri kemari dan terluka begini? Apa ada yang bisa saya bantu putri?” Tanyanya disana dengan helaan nafasnya.
Lingling disana menggeleng.”Jiwaku terikat dan aku mematahkan larangan tanpa disadari. Aku hanya merasakan efeknya jadi jangan khwatir” Ujarnya.”Dan bisakah kau memberikanku pakaian? Aku tak suka pakaian ini.”Ujarnya.
Aiden terkekeh “Tentu putri. Tapi bolehkah aku meminta satu kesempatan dan permintaan. Aku hanya mau putri menyanyikan kami lagu.. aku tidak tau bagaimana bisa putri berada disini sedangkan katanya Putri hidup di ribuan tahun yang lalu. Rumor yang berkata suara Putri mampu membuat kami bersih dan suci. Tolong nyanyikan kami satu lagu putri.”Ujarnya pelan dan memohon.”Jika iya maka aku akan membantu Putri untuk keluar dari sini putri.” Ujarnya lagi,
Lingling terdiiam. “Aku tak bisa.”Ujarnya Lirih.”Semakin banhyak yang mengetahuiku didunia ini maka aku takut aku semakin sulit untuk keluar. Aku ingin kembali kekehidupan asliku. Aku tidak bisa terlalu lama disini. Maaf.”Ujarnya Lingling pelan membuat Aiden menatapnya lirih dan paham. Lingling menepuk bahu Aiden dan juga tersenyum.
Aiden tertegun melihatnya. “Mafakan aku.”Ujar Aiden disana. Lingling mengangguk diam merasakan sakitnya. “Aku akan mengambil baju untukmu. Kau tunggu sebentar,”Ujar Aiden. Lingling mengangguk.