Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Makan


Jadilah ia mengajarkan Qeqee dengan banyak sekali ilmu tentang obat-obatan dan tanaman. Qeqe yang diajarkan dengan semua kebaikan dan juga ketulusan ibunya pun menyukai semua jenis tanaman, ia suka menanam, meracik obat hingga melupakan pobia kuman miliknya. Ia juga seorang genius karena diajarkan banyak hal yang menarik dari ibunya.


Contohnya meneliti kuman yang ternyata ada beberapa seperti bakteri baik yang dipermentasi menjadi bakteri baik untuk tubuh.


Ia menyukai dunianya sampai ia banyak meneliti tumbuhan lainnya,


Ia bisa membuat banyak sekali penelitian seperti parfum dari tanaman liar. Dengan semua hobinya ia harus memiliki panyak pengetahuan dan ia pun banyak belajar untuk mendukung kesukaan dan hobbynya dan dinyatakan tidak lagi phobia kuman.


Ibunya sukses dalam mendidik kakak-kakaknya bukan?


Hanya dirinya yang gagal haha.. Lingling akui itu. dirinya bukan genius dalam segala bidang, ia bukan gadis rajin memuliki tujuan hidup selian tidur dan melakukan hal yang menyenangkan saja. Tapi ia punya tekat. Ia belahar ditengah malam dibandingkan siang. Dia meksi hanya tertidur dna melihat ibunya mengajari tapi ia pintar dan mudah memahami banyak hal hanya dalam satu kali baca dan pendengaran. Jadi meski bukan dari jajaran genius dia bukan jajaran orang bodoh..


“Hey malah ngelamun lagi. ada apa?”Andes kembali mengagetkan lingling dari kediamannya.


Andes menatap Lingling khawatir.”kamu kenapa?masih ada yang sakit? Atau mau kembali kerumah sakit lagi aja biar kamu dirawat lagi?”Ia mengusap keningnya Lingling sayang.


Lingling kaget. Ia mengerjab lalu menggeleng, kenapa ia malah memikirkan semua dosa-dosa yang telah ia perbuat. Ia bahkan tak sadar jika mobil yang ia duduki sudah berhenti dibawah pohon besar. Ia menatap Andes.”Apa tadi? Maaf aku ngelamun.”Ujarnya dengan helaan nafas. merasa bersalah.


Andes menghela nafas, ia keluar dari mobil dan Lingling diam menatapnya menjauh. Diisana ia melihat Andes berhenti disatu tempat yang menjual sesuatu., ia menunggu sebentar malas keluar. Sampai lima belas menit Andes kembali. Ditangan kanan dan kirinya penuh dengan makanan hingga kesulitan memasuki mobil. Ia menaruh beberapa kresek didekat Lingling dan juga empat minuman diatas dasboard mobil.


Lingling menatapnya dengan binary.”Wahhh banyak ,makanan.,”Gumam Lingling berbinar.


Andes tersneyum mengangguk. Ia memberikan minum berwarna hijau kepada Lingling.”Minum dulu nanti kita makam.”Ia pikir mungkin Lingling lapar mangkanya melamun. Atau tidak Lingling mungkin punya masalah mangkanya kurang focus. Setidaknya ini akan mengalihkan pikirannya dari ketergantungannya itu.


Lingling menerimanya dengan semangat.”Terimakasih Andes.”Ujarnya semangat dan dengan segera meminumnya. Ia menusuk sedotan itu diminumannya dan mengecapnya. Andes mengambil minuman yang berwarna coklat disana dan meminumnya juga. Lingling berdecap dan menatap Andes mencari tau ini rasa apa. Ini bukan rasa buah seperti daun-daunan. Daun Mint?


“Andes yang kamu rasa apa? Yang aku kok rasanya kayak ada yang maung-maung itu loh.”Ujarnya berbisik.


Andes mengernyit disana mendenarnya.”Itu macha, rasa Macha kenapa Ling??? Dan Maung itu apa?? Maung macan maksudnya?”Tanya Andes dengan kekehan. Maung emang ada rasa maung batinnya bertanya-tanya. Apa dirinya saja yang terlalu lama tidak belajar kosa kata selain dari rasa, manis, asin, asam. Dan pahit?


Lingling menggeleng cepat.”Macha itu apa? Tapi ini enggak enak..”Ia memberi jeda dalam bicara.”Dan lagi. maung bukan macan, tapi percampuran antara rasa aneh, rasa kayak engak bisa dungkapin karena ada bauk yang enggak enak pas dalam tenggorokan, enggak sesuai dilidah gitu namanya maung.”Ujarnya Lingling polos.


Andes mengernyit.”Bahasa dari mana itu Ling?”Tanya Andes polos. Mendadak ia menjadi kepo dan bodoh juga.


Duh hahaha. Andes tertawa lebar mendengarnya. Ia tak habis pikir pikiran Lingling yang aneh. Ia disana menggeleng pelan.”Mana bisa begitu Ling. Kenapa enggak rasa kokokok aja kan bunyi ayam. Enggak jelas tu.”Ujarnya dengan bercanda.


Lingling menggeleng.”Nggak agh. Kalo ayam berkokok itu karena mau bertelur atau mau kawin. Masa makanan atau minuman rasa kawin dan rasa bertelur kan nggak masuk.”Ujarnya dengan polos.


Andes disana memikirkannya dan terkekeh. Benar juga yah batinnya. “Kenapa enggak rasa mbek aja? Kan pas tu rasa laper.”Ujarnya pelan.


Lingling mengeleng.”Aku nggak suka sayur tapi suka daging kayak macan aummmm.. lagian juga singa, buaya dan lainnya yang suka makan daging mengaung. Aung..” Lingling mengaung lucu. Andes terkekeh melihatnya menepuk kepalanya sayang.


Lingling melihat minuman Andes.” Coba kamu cicip minuman aku aku cicip minuman kamu.” Ujarnya dengan memohon.


Andes mendengarnya tersenyum miring.”Bilang aja kamu mau minuman aku karena minuman kamu nggak enak?”Tanyanya mengetahui niat licik Lingling.


Linglking melotot.”Bukan, tapi mau mastiin kalo minuman Andes itu lebih enggak enak, kalo lebih enak kita tukeran lah.. masa nggak adil banget."’Ujar lIngling polos kepada Andes.


Andes disana menatapnya dengan kekehan, ia mengalah. Ia memberikan minumanya pada Lingling. Lingling menerimanya cepat memberikan juga minumannya pada Andes. Lingling dengan cepat mencicipi minuman di sedotan yang sama.. matanya dengan cepat membulat dan mengecapnya.”Ih Andes curang. Masa minumannya enak yang aku nggak.. masa yang Andes rasa kopi..”Ujarnya mengerucutkan bibirnya.,


Andes disana mengernyit dengan heran.” Itu namanya kopi latte Ice. Jadi memang enak kalo mau ambil aja. Kita masih ada empat minuman yang harus kamu cicipi. Semua rasa enak nanti kita bagi-bagi aja biar adil gimana?”Tanyanya Andes pelan.


Lingling menggeleng polos.”Nggak ah.. nanti kalo Andes penyakitan aku juga penyakitan. Kan dari mulut bisa nularin penyakit.” Ujarnya polos tanpa sadar sudah bertukar sedotan yang sama.


“Tapi kamu barusan udah minum di sedotan yang sama loh sama aku,.”Ujar Andes geregetan pada Lingling yang semakin hari semakin cantik dan semakin menggemaskan.


Lingling memikirkannya pelan.”Oh iya hehe. Jadi udah pentakitan yah kayak Andes.” Ujarnya ceplas ceplos pada Andes.


Andes menatapnya dengan tatapan gemas dan juga bercampur tak terima.”Lingling aku tu nggak penyakitan kok suer deh.. Jadi nggak usah khawatir yah.. jadi kalo kita tukeran juga nggak apa-apa gitu.”Ujar Andes, lagi pula kan jika satu sedotan yang sama itu artinya mereka ciuman tanpa sengaja yah kan? jadi bisalah dia sedikit modus.


Lingling terkekeh menatap Andes gemas apalagi wajah Andes yang geregeran. Ia menarik kedua pipi Andes kekanan dan kekiri.”Iya bawel enggak penyakitan kok. Kita minum semua oke jadi jangan cemberut kamu jadi imut.”Ujarnya terkekeh,.


Wajah Andes memerah dikarenakan malu, mau dikatakan imut dan malu dicubit. Ditambah efek dicubit semakin membuat ia memerah.” Ehem Ling aku juga beli makanan loh. Yok kita makan.”Ia mengalihkan pikiran Lingling kepada makanan tak mau malu. Ia membuka tau kresek disana.


Lingling pun terkekeh mengerti akan Andes mengangguk mulai melihat makanan yang ia makan. Roti?