
Lelaki tersebut menatap Andes nyalang. “ Kau yang membuat Ling-Ling pergi jauh dariku dan cintanya berpaling dariku. Akan ku buat kau pergi dari dunia ini.. cras.. arghhh” Andes berteriak memegang lehernya, Andes terbangun memeriksa leher nya dna sekitar, dirinya dimana? Ia mengerjab menatap infus yang ada di lengannya. Dirinya di infus???
Kenapa terasa sangat nyata, bahkan Andes tidak melupakan rasa sakit menyentuh lehernya.
“ kau sudah bangun?” Alka mendekati andes dan menatapnya dingin, Andes menghela nafas memegang kepalanya yang terasa pening. Alka segera memberi pesan kepada yang lain sebelum mengambil air dan memberikan Andes , Andes meminum air dari Alka seperti sedang di gurun pasir. Sangat kehausan.
Alka duduk di sofa tak jauh dari kasur milik Andes santai.
”Gue kenapa?”Tanya andes pelan.,
“nggak tau, tiba tiba aja gue ditelpon pihak rumah sakit loe kecelakaan, dan berakhir loe dibawa ke rumah skait, tapi karena nggak ada yang bisa jagain loe loe dipindahkan ke rumah gue. soalnya Keyna nggak ada yang jagain. Make dan Boy lagi ada urusan.” Ujar Alka pelan kepada andes. Andes menghela nafas mengusap wajahnya kasar.
Andes ingat terakhir malam itu ia mau menemui keyna tapi malah kecelakaan menabrak seseorang, tapi tadi ia mimpi aneh, mimpi mengenai Lingling, nama yang membuat dirinya mengingat seseorang.” Loe kenal Lingling?”Tanya andes pelan kepada Alka.
“Loe lupa?”Tanya Alka pelan kepada ande. Andes mengernyutkan dahinya heran.
Alka menghela nafas.” Linglingkan nama anak gue. Lii alkane Giovano.” Ujar alka polos kepada andes.
Andes mendatarkan wajahnya dan berkata.” Maksud gue tu perempuan yang lain, gue lupa gimana muka dia tapi gue ngerasa dia perempuan paling cantik yang pernah gue lihat mati di depan mata gue. Gue ngerasain namun itu muter dikepala gue tapi gue lupa dia siapa. Atau gue pernah amnesia?”Tanyanya pelan kepada Alka.
“ Lingling itu.” Alka juga melupakan tapi ia samar samar mengingatnya. Ia dan istrinya memang tidak dihilangkan ingatannya tapi Alka ragu mengatakan hal ini. alka tidak dekat dengan Lingling dan tidak juga tau banyak tentang keduanya selain dari Keyna.”Loe mending Tanya sama Keyna aja. Loe biasanya kan cerita sama dia bukan gue.” ujar Alka.
Andes menghela nafas memejamkan mata. Tangannya kembali memegang lehernya. Lehernya tidak putuskan? Apakah itu benar benar mimpi? Yah sepertinya." Kenapa nggak loe aja yang ngasih tau?" Andes sudah beberapa kali menanyakan Lingling pada Keyna tapi nyatanya Keyna malah mengalihkan pembicaraan dan enggan menjelaskan siapa Keyna.
Alka menggeleng sejenak. " Yah itu bukan rada gue buat jawab. " Ujar Alka santai. Andes hanya diam tak lagi menjawab, kepalanya semakin berat saat ini.
...----------------...
Di sisi lain Liong mengepalkan tangan menatap bayangan yang memudar seusia ia tebas menggunakan pedang,” sialan kau iblis, sudah membawanya kemari,” gumamnya kesal. Yah tadi itu nyata dan yang menemuinya tadi itu adalah Liong. Andes nyasar di salah satu hutan yang sedang ditangani oleh Liong, ada banyak monster disini.
...----------------...
“Loe udah bangun Des?”Tanya Keyna pelan mendekat kepada Andes, dibelakangnya ada Lili yang digendong oleh perawatnya, perawat yang merawat Lili untuk saat ini. Keyna bisa bisa saja sebenarnya tapi Keyna tidak mau terlalu stress memikirkan anak. Keyna type emosian tidak terlalu suka anak kecil, termasuk anaknya mungkin haha.
Andes mengangguk, melirik pengasuh Lili.”Oh yah., kenalin nama dia Ana, pengasuh Lili.” Ujar Keyna mengenali ana.
Andes terdiam sejenak menatap Ana.” Dia?”
keyna terdiam sejenak. Yah wajah Ana ini mirip dengan wajah Lingling dulu, bedanya dulu Lingling versi wajah jeleknya dina ini versi glowupnya. Keyna menemukannya dijalanan akibat kabur dari rumah. Ia ingin di jual oleh orang tuanya kepada debkolektor.
Karena kaishan Keyna pun menjadikan ia sebagai pengasuh anaknya saja. Usia Ana sendiri itu baru saja menginjak 22 tahun dan sedang masuk klia jurusan PGSD, jadilah ia sekarang tinggal disini bersama.
Ana menatap andes dnegan senyum manisnya.” Haloo. Saya ana, '' Ujar Ana sopan.
Andes mengangguk pelan saja. Menatap Lili yang ada dalam gendongan Ana. “ bawa dia kemari, aku merindukan Lili.” Ujar Andes pelan. ana menatap Keyna, Keyna terlihat santai duduk di kursi sofa memakan camilan tidak menanggapi, andes menggerakan tangan menyuru Ana mendekat memberikan Lili kepadanya.
Ana melotot menatap andes.” He hey. Ini Cuma empat eh lima yah. jangan gitu loh pak, saya sakit hati dengerin bapak ngomong gitu.” Ujar ana kepada andes sembari memeluk Lili erat enggan memberikan kepada Andes.
Andes mendengarnya menaiki satu alisnya.”lah kan memang kamu banyak jerawat dan jelek.” Ujar andes dengan santai
Ana mengeram kesal menatap andes. Bisa bisanya ada lelaki yang memiliki mulut lemes seperti lelaki ini. “ ogah saya akish Lili.” Ujarnya melaju menjauh.
“ he kasih Lili sama saya.” Teriak andes kesal.
Ana mendenggus pergi dari sana.” Bay, Lili nggak cocok di lingkungan ketus dan buruk tuan, takutnya nanti Lili terpengaruh.” Ujar ana duduk disamping Keyna.
Keyna terkekeh melihatnya, Andes melepaskan infusnya hendak turun tapi ternyata dirinya masih lemah, jadinya ia menatap Ana kelam dan Keyna yang hanya santai. Di hati Keyna sendiri berdoa semua andes mendapatkan cinta yang sesungguhnya, dan menjadi orang yang bahagia dikemudian hari kelak. Semoga saja hal itu bernar benar terjadi.
Seusai kjejadian tadi, Keyna membawa Lili bersamanya kekamar, sedangkan Ana ia perintahkan menjaga andes, memasak dan juga membantu kebutuhan Andes, Ana melakukanya dengan malas dan wajah yang masam., sedangkan Alka sendiri kerja.
Andes melirik ana, sekarang mereka hanya berdua di ruangan ini, ana yang sibuk main HP dan dirinya yang tidak mlakukan apaapa, ini sudah terjadi selama dua jam yang lalu.
“kamu masakin sop Iga untuk saya.” Ujar andes kepada ana.
Ana mendongak menatap andes malas.” Bilang minta tolong dulu.” Ujarnya malas
Andes mendelik tidak senang.” Kalo saya tidka mau?” Tanya andes.
“Yah enggak saya buatin.” Jawab Ana santai melanjutkan pekerkjaan di hp miliknya.
Andes mengepak tangan.” Yaudah saya bilangin sama Keyna biar gaji kamu nggak dikasih, susah banget, paling-paling dipecat kan kamu tadi di tugaskan untuk menjaga saya bukan cuma main hp doang..” Ujar andes malas kepadanya.
Ana melotot menatap andes.”Nggak bisa gitu dong, kan aku Cuma minta buat kamu bilang minta tolong dulu bukan merintah gitu, nanti saya juga akan buatkan. “ tegas ana tidak suka, ini jika gajinya ditahan ia mau bayar kulia pakai apa? Beli bensin dan lain lain. Rugilah dirinya.
Atau di pecat. mau kemana ia? pulang kemana? Rumah tidak ada, saudara apalagi? Uang sudah pasti tidak punya. Mau jadi gembel? Aja tidak sanggup, mana mau dirinya jadi gembel lintang lantung enggak tentu arah, jika ia diculik om om bagaimana? atau ditemukan oleh ayah dan ibunya bagaimana?
Sia-sia lah aksi kaburnya kemarin. Ana menggeleng mengenyah pikiran buruk dalam benaknya. sial Andes ingin ia maki.
Andes mengangkat bahu acuh.”saya enggak peduli.” Jawab andes." Tapi yang pasti jika saya angkat bicara kamu akan dihempas dari rumah ini." Jawab Andes, suaranya biasa saja tapi ucapannya tidak seirama.
Ana menghentakkan kakinya menatapp andes nanar.”nyebelin banget sih jadi cowok. Gue sumpahin loe jadi mermaid.” Ujar ana kepada andes sebelum pergi dari sana. Andes mendnegarnya terkekeh geli.
Mermaid? Ana pikir dirinya bisa jadi ikan setengah manusia begitu mudah??
Sedangkan ana, ana mengeram kesal sembari memotong lobak, wortel dan beberapa lainnya.” Untung yah temennya buk Keyna, kalo enggak, udah ku lempar pakek sepatu, kalo diusirkan ribet juga. Es kok bisa bu keyna punya temen mengesalkan gini.” Gumamnya sinis. Ana tetap membuatkan Andes makanan karena takut tidak di gaji ooke
" Gue sumpahin dapet jodoh jelek tau rasa....!" Ujar Ana mengingat wajah Andes malas.
sedangkan Andes mengusap telinganya yang tiba tiba panas. Andes mengernyitkan dahinya " Siapa yang ngomongin gue?" Gumamnya tak senang sebelum memejamkan lagi matanya.