Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bahagia


Kabar bahagia buat kalian yang selalu ngerasa kurang sama Lingling hoho... Aku up diakali lipat lebih banyak dari biasanya. ! Krena kemarin aku ulang tahun hohoooo... Biasanya 1200kata hari ini 2100


BTW ada yang mau ngirimin aku jadi ngga si? hahahaha .. Maklum min ye..


.


Pulau yang dipijak oleh Lingling dan lainnya ini adalah pulau yang sangat jauh dari pemukiman warga, sebenarnya karena memang disekitar sini itu adalah laut semua dan jauh dari daratan, mangkanya Negara membuat jalan ditengah laut melalui jembatan gantung. Yang bahkan memakan banyak biaya. Jikapun Lingling dan lainnya bisa mendarat mereka harus melalui jalan ke daratan utara yang artinya akan mendarat di negara tetangga, itupun melakui jalan tengah hutan yang mereka jadikan tempat pencarian ikan. Rata-rata penduduk disana mengambil hasil laut seperti lobster dan juga ikan. Ada juga yang mencari batu-bara karena disini memang menghasilkan batu-bara cukup besar.


Jalan disana sangat rusak diakibatkan mobil-mobil besar pengangkut batubara yang tak bertanggung jawab, tapi tak bisa dibilang tak bertanggung jawab si sebab mereka juga udah punya anggarannya dan perjanjian. Tetapi memang angkutan yang mereka bawa adalah angkutan besar dan berat membuat kerugian dimasyarakat besar juga. Baik dari jalan yang mudah rusak maupun polusi udara yang tercemar karena debu batu bara dan jalanan tak terkendali.


Membahas mengenai jalan untuk pulang, kini sosok empat lelaki yang memiliki tubuh atletis itu penuh keringat yang bercucuran akibat menempuh jalan yang sudah sangat jauh.”Gila-Gila..!!! ini dimana sungainya? Udah hampir sejam nih nyari sungai nggak nemu. He Ling-Ling ngacok setan..!!” Bentaknya Boy disana tak kuasa menahan lelahnya. Apalagi jalan disni dipenuhi rumput liar yang berduri hingga kakinya banyak terkena duri. Dimana sepatunya? Sepatunya hilang karena hanyut dibawa arus.


Andes di sana mendesis dingin mendengarnya. Jika dipikir memang benar kata Boy.. ini mereka sudah menjelajah hampir satu jam tak menemukan air, tetapi semalam bahkan Lingling tak menghabiskan waktu selama ini?? Lingling bagaikan sudah mengetahui hutan ini saja. Bahkan jikapun ia sudah mengetahuinya itu sangat mustahil.


Alex disana menatap Boy mengangguk.,” Loe bayangin dia nyari air dimalam hari. Terus dia juga nyari obat sedangkan disini dipenuhin sama Pakis racun sama putri malu berduri. Apalagi dia dapat pisang, buah-buahan. Loe bayangin gimana dia nyarinya? Menurut loe wajar nggak si??”Tanyanya Alex disana dengan heran dan memicing.


Boy disana mengangguk dengan mengusap kepalanya basah.” Ini diluar nalar manusia nom,al woy. Sebiasa-biasanya dia dihutan, dia hidup dihutan. Manusia yah manusia. Nggak bakal bisa nimbus gelapnya hari dan mencari makanan secepat itu dihutan. “ Ujarnya Boy disana menjawab.


Andes disana melirik mereka berdua dengan diam. Sebenarnya jika dibilang curiga pastilah ia sudah curiga sedari awal, awal Lingling yang mampu memasuki hutan miliknya dan Keyna, ia masih bisa hidup bebas dan mencari makanan disana, bukankah disana sudah banyak air yang ditaruh racun untuk menjebak orang lain? Belum lagi perangkap dan lainnya???


“Wooyy loe denger nggak si yang kita bilang?”Tanya Alex disana mengejutkan Andes dalam lamunannya. “Apa loe tau sesuatu tentang dia?? Tolong kasih tau kita juga dong. “Ujarnya disana meneliti dan juga menatap dalam mata Andes.


Andes disana diam menatapnya, keningnya mengerut dan terdiam sebentar. Ia pun menjawab.”Dia memang terlalu aneh, Cuma selagi dia enggak ngebahayain kita itu bukan urusan kita. “Ujarnya lalu kembali berjalan meninggalkan keduanya yang berdecak. Tak suka Andes yang demikian.


“ Serah loe dah.. Serah..”Ujarnya Alex melangkah juga.


Andes diam mengerutkan keningnya, ia ingat Lingling bisa mengeluarkan api dari tangannya dulu pas pertama kami meeka bertemu, ia ingat Lingling itu.. tapi ia berusaha mengelak, bisa jadi dikala itu Lingling memegang korek api kan?? atau mungkin saja ia berhalusinasi karena ia terlalu pusing dikala itu?.


“Itu suara airnya ketemu..!” Serunya Booy heboh menunjuk arah suara air.


Alex mengangguk semangat dan berkata.”Jum kesana.”Ujarnya membuat mereka berlari kearah air.


Andes tetap tenang berjalan cepat dibelakang mereka. Ia melirik kekanan dan kekiri, disini memang sangat lebat hutannya hingga tak ada celah untuk berjalan, sangat kentara jika Lingling tak akan bisa melewati ini dengan sekejap mata dimalam hari.. sial Lingling bahkan pulang tanpa luka sedikitpun.


Mata Alex dan lainnya menatap kagum air didekatnya, disana airnya ada dikarang bawah yang sangat bagus dikelilingi pohon bambu kuning berjejeran,. Airnya berwarna biru bahkan dasar airnya terlihat. Ikan disana sangat banyak hingga tak ada yang terluput dari penglihatannya. “Gila keren banget airnya.”Ujarnya Boy kagum disana, lalu membuka bajunya cepat hendak menyeburkan diri disana.


Dan Byurr... ia menyemburkan diri dari ketinggian 3meter.


"Gila dingin banget woyy.. seger...!!!" Ujar nya pas kepalanya menyembul dipermukaan air. Ia tersenyum lebar saking senangnya.


Alex tak kalah hendak merasakan segarnya air disini dan Segera menyemburkan diri. Disusul Andes yang ikut mandi sebab gerah kena air laut semalaman. “Gila.. Gue mau bikin Vila disini, pasti seru banget kalo kita mau jalan-jalan dan juga nenangin diri. Pasti diusini bagus banget, pasti banyak yang mau nyewa dengan semua keindahan ini”Ujar Alex mengusap wajahnya bangga.


Andes mengangguk.”Setuju, tempat ini sangat bagus.”Ujarnya mengangguk.


Boy berdecak disana mendengarnya.”Kalian otaknya Cuma bisnis doang yah,,. Sekarang aja mikirnya bisnis. Kalian tu harusnya mikir cari kebahagiaan kalian. Nggak capek hidup gitu-gitu aja?? Uang nggak bakal buat hidup kalian bahagia, yang ada buat kalian terobsesi dan kehilangan jati diri. Berhentilah menuhankan Tuhan, sebab Butuh butuh ketenangan dan asupan layaknya manusia.!!” Ujarnya tak suka dan kembali menyelam.


Boy memang bukan sosok gila harta, mangkanya ia tak memiliki bisnis gelap. Ia punya Club malam, tapi legal hoho, setidaknya ia tak menjadi mafia atau pembunuh bayaran, ia juga memiliki perusahaan tambang, jadi ia pengusaha bersih. Ia hanya sesekali membantu teman jika ada yang buruh dirinya kok. Oh iya satu lagi, istrinya itu dokter, ia itu bucin. Baginya itu uang nomor dua,. Yang pertama adalah ketenangan dan kebahagiaan. Selagi ia bisa bahagia ia akan tenang.


Alex disana mendesis.”Kita nggak kayak loe. Kita nggak nuhanin Uang, kita Cuma realistis. Apa yang bisa jadi peluang dalam hidup yah kita jalanin, soal kebahagiaan bakal ngalir. Gue si percaya bahagia akan datang disaat yang tepat. Lagi pula gue udah bahagia kok hidup kayak gini. Punya banyak uang, punya temen, bisnis.. Standar kebahagiaan orang beda-beda.”Ujarnya Alex disana dengan pelan.


Boy yang mendengar mengangguk mengiakan mengusap air diwajahnya. “Yah bener, kebahagiaan orang beda-beda standarnya. Tapi kalo bukan diri loe sendiri mikirin kebahagiaan loe, bahagia nggak bakalan dateng. Loe pikir bahagia itu apa?? Loe terlalu meninggi standar kebahagiaan loe sampek buta kalo bahagia itu bukan tentang standar tapi tentang peduli atau enggaknya loe pada diri loe sendiri. percuma punya banyak uang tapi stess. “Ujarnya tergelak.


Benar jugaa...


Andes disana terkekeh dan mengapung memikirkan kata-kata keduanya. “Loe alay.. gue cukup bahagia dengan hidup gue. gue Cuma tinggal nunggu kapan gue terasa sangat bahagia.”Ujarnya Alex disana terkekeh menerima ucapan Boy. Merekapun kembali mandi dengan damai. Mereka tak akan berdebat masalah bahagiakan? Andes? Ia memejamkan mata nyaman.


Setelah perdebatan kecil tapi mereka memilih kembali ketempatnya Lingling dan Mike karena sudah terlalu lama meninggal kan mereka. Mereka juga membawa air mengenakan bambu buatan Lingling semalam, dijalan mereka juga menemukan pohon buah Pir membuat mata Boy melotot.”Woy.. buah Pir woy gilak gede-gede banget. Pasti ini buahnya Lingling bawa semalem.”Ujarnya menepuk pundak Andes semangat.


Alex mengangguk.”Gila iya.. mumpung laper nih. Naik yok.”Ujarnya segera menaiki pohon itu dan mengambil buah.


“Woy bantuin gue. gue juga mau sialan..”Ujarnya mengelayut dan ikut manjat.


“Jatuh loe. Jatuh loe..!!” Teriak Alex menggoyangkan pohon ketika Boy ditengah pohon


Krak.. kyaaa. Brugh... Boy dan Alex sama-sama jatuh karena dahan yang diinjaknya Alex ternyata sudah melapuk mungkin karena air laut yang kadang tiba-tiba naik atau air hujan dan umur pohon. Keduanya disana paling tatap dan tertawa bersama akan ulah mereka.


“Siyalan loe Mike..!!” Teriak Boy merasa punggungnya sakit. Ia menlirik buah Pir disisinya yang terdapat didahannya patah itu dan memakanya nikmat mengabaikan pantatnya yang perih. Yang penting kenyang dulu ye kan.


Andes hanya menggeleng disana, ia membungkuk dan memasukkan bajunya kedalam celana. Ia memetik buah pir dan memasukinya kedalam baju untuk dibawah. “ Ada gunanya loe jatuh Lex... seenggaknya nggak usah capek metik.”Gumamnya Andes disana terkekeh.


Alex disana mendesis.”Iya si hehe.”Ujarnya mengakuhi. Kemudian mereka tertawa bersama mengingat kebodohan mereka saat ini hingga tak terasa mereka melewati dua jam diperjalanan hingga menuju ketempat mereka.


Tapi jika boleh jujur. Mereka tak merasa tersesaat saat ini, atau mereka merasa tertekan karena terdampar disini. Mereka malah merasa lepas dan bebas, bebas tak harus memikirkan musuh, bisnis. Ataupun lainnya.. semuanya hilang dan mereka merasakan nyaman.


Tak merasa waktu berjalan mereka sampai, namun disana mereka melihat Lingling berbicara dengan seseorang namun mereka tak bisa melihat siapa itu, mereka hanya bisa melihat jika Lingling berbicara sendiri dan memeluk angin.. Boy melirik Alex dan Andes.”Kalian ngeliat dia bicara sama siapa nggak?”Tanyanya memakan buah Pir setelahnya.


Keduanya menggeleng dan menajamkan mata mereka.” Tolong gue bukan indigo siyalan.. mata batin gue tertutup sama dosa-dosa gue.. mana mungkin Tuhan ngasih kelebihan gitu kegue.. rugi Tuhan ngasih kegue.”Ujarnya Alex disana cepat.


“Iya si rugi.. soalnya bukan loe yang takut sama setannya nanti, tapi setannya yang takut.”Ujarnya membuat Alex mendelik tajam menatapnya.


” Ngomong sekali lagi gue tonjok bibir loe biar puasa.”Ujarnya. Boy mencebik. ”Cih baperan.”Gumamnya tak terdengar lalu menatap kedepan dimana Lingling yang menangis dan juga berhenti berbicara.


“ Ngomong sama siapa Loe??” Ucapan itu dari Boy yang baru tiba dibelakangnya Lingling.


Lingling terlihat menegang dan kaget disana. Ia lalu kembali menampilkan wajah acuh dan biasa saja. “Oh tadi gue ngomong sama angin.. biasalah gue punya kebiasaan aneh hehe.”Ujar Lingling tersenyum.”Kalian dari mana?”Tanyanya melirik keduanya. Baju mereka sudhya kering dijalan mana tau Lingling mereka mandi menurut mereka. Mereka tak tau saja bahkan ia bisa mendengar ucapan mereka dari jarak mereka mandi dan juga ghossip mereka tadi.


Boy mendesis.”Nggak usah ngelak. Loe terlalu aneh kalo jadi manusia biasa.”Ujarnya berdecak.


”Nggak usah ngalihin pembicaraan. Kita ke sungai tadi nyari air. Sialnya jauh banget. Loe nipu kita kan??? gimana cara loe semalam ngambil air. Ngaku loe..! Loe siluman yah,” Ujarnya Alex disana sinis.


Ling;ling disana terkekeh dan menjawab.” Kalian pernah ngerasaan nggak si dimana kalian panic karena suatu hal?? Contohnya kayak kalian yang takut dikejar anjing ehhh pas dijalan jalanya mentok yang ada cuma tembok tinggi dan kalian enggak bisa loncat???? Karena kalian terlalu panic dikejar anjing hingga kalian bisa manjat dengan mudah dan turun dengan sempurna??”Tanyanya membuat mereka duduk dan terdiam.


Lingling memainkan pasir dan kembali berkata.” Atau kalian yang terlalu takut dikejar harimau karena terlalu takut kalian bahkan lupa kalo kalian enggak bisa manjat pohon. Dan kalian pun tiba-tina bisa. ehh engak sadar kalo kalian ada dipuncak tertingginya pohon?”Tanyanya lagi dengan polos.


Iya pernah si...


Keajaiban ketika panik memang luar binasa.


batin mereka.


Ketiganya diam menatapnya mengangguk paham. "Nah gitulah gue. gue udah sayang banget sama kalian, termasuk Mike. Pas gue tau dia terluka gue panic. Gue engak ngerasain apapun semalam. Jauh ataupun nggak, yang gue tau gue jaan aja nyari apapun yang ada. Karena gue enggak mau kehilangan Mike dan keadaan ngedukung gue. “ia tersenyum dan menunjukan kakinya semua disana membulatkan mata. Disana banyak luka yang tergores.”Ini contohnya. Karena panic gue bahkan nggak sadar kali gue semalem lari dna terluka.. gue manusia biasa, Cuma menjadi luar biasa karena rasa sayang gue sama kalian..”Ujarnya tersenyum tulus dan polos.


Alex disana menatap Lingling terharu, matanya bahkan memerah karenanya. Andes pun tersenyum haru. “Loe itu kebalikan Keyna. Kami enggak mau nyama-nyamain kalian berdua, sebab kalian jelas jauh berbeda,. Keyna cuek dan dingin tapi punya kehangatan tersendiri buat kami. Tapi loe sosok yang tulus dan juga cerah. Bahkan loe terlalu silau buat kita yang terlalu gelap. Loe enggak capek tersenyum terus gitu??? “Tanya Alex disana kepada Lingling ngeri


Lingling menggeleng dan berkata.”Cukup sekali gue nyesel enggak pernah tersenyum buat orang-orang yang gue sayang karena malas dan ngerasa nggak guna. Jangan lagi, karena sekarang gue sadar kalo senyum itu berpengaruh besar buat orang-orang sekitar gue.”Ujarnya dengan semangat. Dan jujur. Ia menyesal tak memberikan kehangatan untuk orang-orang berharga disekitar nya.


Boy terkekeh mellihat kepolosan Lingling. Tampa sadar tanganya terangkat mengusap kepala Lingling gemas.”Sekarang udah bisa bicara Gue-loe yah hehe... “Ujarnya terus mencubit pipi Lingling dengan pelan.


Lingling disana ikut terkekeh.”Karena gue nyesuain kalian aja. Bukannya menyesuaikan itu harus yah? ibaratkan kaktus hidupnya harus digurun karena kalo didekat air maka ia akan membusuk? Atau bunglon untuk mempertahan dan supaya nggak diserang mengubah warnanya sesuai tempat nya? Sama kayak gue. gue bisa jadi gimana yang kalian mau dan gimana kalian. Yahhh gimana yah bilang nya. Menyesuaikan hidup itu harus biar kita bisa diterima orang lain. Betul apa betul?”Tanyanya lagi polos.


Auuuu.... “Sakit ngapain digigit pipi gue..!!” Lingling mengusap pipinya yang digigit Andes disana. Andes disana terkekeh lalu kembali mengigitnya gemes. Semua tergelak disana melihatnya. Lingling menjulak kepala Andes kuat tak terima.


“mangkanya Jangan buat kita gemes..!!” Ujarnya Boy tergelak. Andes disana bahkan mengerang karena gemas melihat Lingling.


“Des gentian dong..” Ujar Alexx membuat hawa yang tadinya hangat menjadi dingin....


Gue salah ngomong kah? Batinnya Alex


.


.


.