
Ana yang melihat emosi Keyna meluap tersenyum tipis.” Ana saat itu masih sangat kecil, hanya tau adik adik di adopsi agar mereka hidup bahagia dan juga bisa makan enak. Baru sekarang kepikiran hal begitu. Ibuk sama bapak juga banyak hutang yang harus dibayar sedangkan bapak tidak punya banyak penghasilan, hanya mengandalkan penghasilan ibuk yang menjual kue. Itu hanya cukup untuk membeli makan tapi tidak dengan hutang hutang bapak di pinjaman koprasi dan bank.” Cerita ana.,
Keyna menggeleng.” Yah jika tidak mampu membiayai hidup orang lain mengapa menikah? Kenapa juga ibukmu mempertahankan lelaki seperti itu? yang merepotkan dan menambah masalah yah tinggalkan saja. Di dunia ini hidup hanya satu kali, kalo mau hidup sengsarah semua orang bisa, hanya saja bahagianya yang susah. ’' tegas Keyna lagi mode mak mak ngerumpi.
Ana mendengarnya mengangguk.” Ana juga sudah mengatakan hal itu pada ibuk. Ibuk itu suka dicekik dan dibanting sama bapak karena enggak kasih duit buat beli rokok, padahal dia nggak punya banyak penghasilan. Penghasilan habis sama rokok saja,.” Ujar ana kesla pada ayahnya. Bayangkan saja ayahnya itu hanya menghasilkan satu juta sebulan, tetapi hutangnya di bank 780ribu, lalu uang koprasi nya 700ribu, itu saja gaji si ayah tidak cukup. Belum lagi uang air, listrik dan lain lain. Listrik dua ratus lima puluh ribuh, air dua ratus juga. Ayahnya merokok sehari menghabiskan dua puluh sampai empat kuluh ribu, dikali tiga puluh hari. Hitung sajalah. Yang artinya uang yang ayahnya beri itu sama sekali tidak pas dengan pengeluaran yang ia buat. Mangkanya mereka melakukan hall buruk menjual anak.
“ mangkanya cinta itu membuat orang lain bodoh,” tegas keyna malas mendengar ana, ia menggeleng pelan dan berkata.” Jangan sampai bodoh mencintai lelaki., jika dia melakukan hal buruk dan hal bodoh maka tidak akan ada pertimbangan lebih untuk mempertahankannya. Kita hidup berhak bahagia, tapi jika sudah terlalu mencintai, maka bahagia kita sudah di Sandra oleh si pemilih cinta kita.” tegasnya pada ana lagi. keyna bicara selalu tegas.,
Ana menggeleng pelan.” jadi nyonya cinta sama bapak ngga?” Tanya ana polos.
Keyna mendengus. “ iya cintalah, kalo nggak yah nggak bakal ada Lili.” Tegas Keyna menjawab.
Ana terkikik mendengar jawaban Keyna yang mengakuhi hal itu.” tapi jika alka berulah, jangan bilang saya tidak memotong miliknya dengan pisau tumpul, saya cincang cincang sampai dia menjerit. Saya lebih baik melihat dia kesakitan dan mati ketimbang dia melakukan hal gila di luar sana. “ tegas keyna lagi.
Ana mendengarnya menegang.” Kok nyonya tega banget sih., itu serem loh.” Ujar ana meneguk saliva keringnya.
Keyna menghela nafas.” kita jadi cewek harus tegas, kalo terlalu lemah lembut yah kita bakal di tindas. Harus tau kapan baik, lembut dan manis. “ jawab keyna lagi. “ semisal nih kalo terlalu mendominasi suami tidak akan tau jatih dirinya, tapi jika terlalu lembut dan lemah dia yang akan mendominasi hidup kita. Ana Ana, hidup itu sulit, jika kamu selalu berfikir baik untuk orang lain. Kamu akan selalu ditikam dan dihujam. “ tegas Keyna,.
Ana terdiam sejenak, menatap keyna yang juga menatapnya. Ana paham jika hidup Keyna tidak sebaik yang ia pikirkan, dari bicaranya saja sudah seperti manusia yang berpengalaman dalam disakiti dan menyakiti.
Keyna bicara seakan akan sudah pernah berada di posisi tersebut. Ana mengangguk lagi. “ Enn... terimakasih sarannya bu. Saya nanti akan seperti ibu.” Tegas Ana. Keyna mengangguk di sana dengan tegas tanpa tau jika dibelakangnya ada Alka yang memegang miliknya gugup. Pembicaraan keyna dan Ana ia dengar dan ia merasa ngilu.
Sesaat setelahnya telepon Keyna berbunyi, Keyna menatap nomor yang menelponnya, segera ia buka dan tersenyum miring mendnegarnya.” Suruh dia masuk.” Tegasnya. Lalu menutup hpnya. Keyna segera memberi pesan kepada seseorang. Keyna tersenyum miring dan mendengus. " tua Bangka ini."
...----------------...
Langkah kaki nya benar benar berwibawah, membuat seluru orang juga tau jika ia bukan orang sembarangan, lihatlah, jas yang dikenakan nya berbau uang luar biasa karena merk yang dikenakan, tidak usah dibilang sebab tidak di endors, sepatunya mengkilat dengan aura aura duit yang luar biasa menyeruak,. Meskipun rambutnya sudah hampir putih semua, ketampanannya masih bisa bersaing dengan yang masih muda. Ia memang profesi sugar dady yang di idam idamkan oleh wanita.
Tapi langkah kakinya di hebntikan oleh scuriry bagian depan rumah yang sedang ia temui, ia menatap tajam security yang menghalanginya. Scvuriity menatapnmya tajam.” Ada yang bisa kami bantui pak?” Tanya sciritry dengan tenang dan melakukan pekerjaannya secara professional.
Lelaki yang ditanyai menatap scurty tajam” buka pintunya, saya ingin bertemu dengan cucu saya.” Ujarnya tegas dan juga dingin.
Meeka saling tatap dan juga menatap si kakek dingin. “ apakah sudah ada janji tuan? Dan siapa cucu yang tuan maksud?” Tanya mereka. Mereka memang tidak tau siapa kakek ini, kakek ini tidak pernah ke rumah ini semenjak keyna tinggal di sini. Kan mereka baru menikah 2tahun,
Si kakek mendengus.” Bilang lah sama tuanmu itu, saya ada di luar ingin bertemu dengannya.” Ujarnya. Si scurrty saling tatap dan mengangguk, mereka segera menelpon orang rumah dan menelpon orang rumah,.
Mereka saling tatap dan segra menghindar. Berselang beberapa menit security menatap si kakek dan menganguk.” Buka gerbangnya.” Ujarnya si scurity yang menelpon orang rumah tadi berteriak.
Diikuti oleh teman temanya dan sih kakek menatap mereka dingin segera memasuki lagi mobilnya. Ia mendengus menutupi pintu. “ benar benar menyebalkan,” ujar si kakek dan menatap kedepan. Dimana gerbang sudah di buka otomatis oleh security, mereka pun segera memasuki rumah yang sangat luas tersebut.
Ia mengangguk menatap sekeliling rumah, rumah dilengkapi lapangan golf, ada juga taman, para boduyguard yang berlalu lalang di sekitar rumah.saat masuk dari gerbang saja mereka menghabisi waktu sekitar lima menit agar bisa sampai ke rumahnya, di sana terpampang rumah yang benar benar luas dan besar, di dekat rumah ada dua hellykopter yang terparkir dan juga beberapa mobil. Kakek tidka bisa tidka mengagumi hal ini. bisa bisanya mereka orang kaya ini menaruh helly di rumah sendiri.
Si kakek mendengus tapi juga memeluk keyna pelan. keyna tersenyum dan menyuruhnya duduk. Kepala Keyna dipukul pelan oleh si kakek.” Sudah tidak mengundang ku padahal sudah memiliki anak. Kau lihat? Bahkan cucuku masih menempelimu kemana mana. Aku jadi pusing melihatnya.” Tegas si kakek menghela nafas pelan.
Keyna mendengarnya tersenyum tipis. Yah ini adalah kakeknya andes. Kakek yang menyayangi mereka sedari kecil, kakek ini juga yang sering membantu Keyna. Pada dasarnya si kakek ini berwajah sangar dan sengak, bicara dingin dan ketus, tetapi hatinya benar benar baik. Sama seperti andes. Mereka menghabisi saat saat dimana si kakek andes berkenalan dengan keluarga Keyna. Suami Keyna, sebab kemarin pernikahan keyna ia tidak datang, ada urusan di kota Nepal karena ada yang di urus disana.
Lalu bertemu LIli dan Airon, tapi airon terlihat sibuk merakit mobil dan tidak mempedulinya. Sampai dimana Keyna dan lainnya bercerita heboh sampai berjam-jam kemudian.
Sampai andes sudah datang kemari dengan keadaan masih menggunakan baju kantor dan wajah bingungnya memasuki ruang tamu tapi raut itu segera berganti menadi wajah datar saat tau jika yang datang adalah kakeknya. “ sedang apa kau di sini Jove.” Tanyanya kurang ajar.
Joke memandang andes dengan tatapan sengitnya. Jove seperti tidak di hargai oleh cucunya satu ini, tidak memanggil dirinya dengan sebutan kakek. Hey dia pikir dia lebih tua atau bagaimana? “ aak bodoh, dimana sopan santunmu? Apa sudah lenyap?” Tanya jave dengan cucunya kesal. Sedangkan Andes mengangkat bahu acuh dan duduk di atas sofa di hadapan mereka semua.
Jave menggeleng melihat andes bersikap demikian.” Bagaimana kabarmu?” Tanya jave pelan.
Andes memutar bola mata malas” seperti yang kakek lihat, masih hidup.” Jawab andes remeh. Jave menatap cucunya benar benar datar. Keyna dan alka melihatnya menggeleng pelan, mereka memilih tidka ikut campur dengan masalah ini. keyna mengisyaratkan ana untuk mengambil minum di belakang,
“ mengoobrollah layakmnya cucu dan kakek. Kami ada urusan dibelakang.” Ujar keyna diangguki oleh Jave. Andes mendengarnya menatap Keyna dengan gerlingan tanda Tanya.
Memangnya ada apa sih sampek mereka pergi meninggalkan mereka berdua disini. Tapi keyna dan suaminya tetap pergi meninggalkan keduanya. Andes menatap jave dengan raut rumit. “ ada apa kek? Sepertinya ada hal serius?” Tanya andes bingung.
Jave menghela nafas menatap andes, ia memijit pelipisnya pelan.” Apakah ayahmu sudah menemuimu andes?”tanyanya pelan pada andes.
Andes mendengarnya menggeleng, sudah beberapa bulan ini ia berada di rumah keyna, sebab peristiwa terakhir ia berpisah dengan Lingling keyna mengajaknya di sini saja, dan lagi ia sempat kecelakaan berakhir di sini juga sebulanan ini, saat sudah sehat ia habisi seluruh waktu diperusahaan untuk bekerja.
Jave mengangguk pelan,” mungkin karena kau sulit ditemui, apalagi rumah Keyna ini sangat ketat.” Gumam jave mengangguk menatap rumah Keyna, rumah ini bernuansa calm, sangat nyaman di tempati, tapi ada banyak penjaga di setiap sudut rumah, dan banyak juga pelayan yang berada di sini.
Andes mengangguk.” Mengapa pria brengs3k itu ingin menemuiku?” Tanya andes lagi dingin.
Jacve kembali menatap andes.” Biasalah manusia tamak.” Ujarnya.
Andes mengernyitkan daginya, semburat penasarannya terlihat jelas. Jave menggeleng.” Mereka rebut hendak menemuimu. Ayahmu bersikekeh jika hartawarisan kakek harus diberikan dengannya, sedangkan kakek enggan memberikan kepadanya. bagaimana mungkin kakek memberikan kepadanya, bisa bisa di salah gunakan oleh istri barunya itu.” ujarnya ketus. Ingat pada putra nya yang sudah menikah lagi, memiliki satu anak tiri dan dua anak kandung. Dan mereka masih kecil kecil.
Jave sudah menyiapkan semua hartanya untuk andes seorang., sebab mau bagaimana pun anaknya itu menikah lagi, yang terlihat dimatanya hanya cucunya Andes, yang lain tidak. Mengapa begitu? Karena istri dari putranya satu ini bukan dari kalangan kaya, bisa jadi ia hanya memanfaatkan anaknya untuk hidup enak..
.
.
.