EPS 26 CASTING FILM
Terdengar tepuk tangan yang begitu meriah. Orang-orang yang dating bersantai di sekitar taman kota memberikan apresiasinya. Mereka sangat mengagumi kemampuan Ren dalam memainkan jurus-jurus pedangnya. Gerakannya begitu cepat, persis seperti para pendekar yang sering mereka jumpai di film-film action. Apalagi wajahnya sangat cantik, serasa mereka sedang menonton film betulan.
“Gadis itu betul-betul hebat ya? Wajahnya mirip Liu Yifei,” ujar seorang penonton.
Liu Yifei dikenal pecinta drama China lewat aktingnya sebagai Xialongnu di The Return of The Condor Heroes (2006). Belakangan ini dia menjadi buah bibir di berbagai jejaring sosial karena didapuk memerankan Mulan oleh Disney. Liu dianggap sebagai cerminan kecantikan tradisional China dengan mata lebar, kulit putih, dan bibirnya yang bulat mungil. Para penggemar drama China bahkan memberi julukan Fairy Sister berkat kecantikannya yang berkesan murni.
“Kau benar, kalau melihat gerakannya memainkan pedang, gadis itu memang mirip Liu Yifei. Tapi dari sisi melangkolinya dia lebih mirip Ji-soo, personel girlband Korea,” sahut temannya.
Kim Ji-soo adalah seorang penyanyi asal Korea Selatan, merupakan anggota BLACKPINK sebagai vokal dan visual utama. Sebelum menjadi penyanyi, dia dikenal oleh banyak orang karena kecantikkannya. Dia bahkan sudah membintangi beberapa iklan komersil. Ji-soo disukai penggemarnya karena kerendahan hati, kecantikan dan juga bakatnya.
Lalu orang-orang dengan antusias melemparkan uang kertas atau koin ke dalam wadah menyerupai ember besar di dekat Song. Rupanya kemampuan yang tinggi, di samping kecantikannya membuat orang-orang berempati dengan Ren. Bahkan ketika Ren dan Song sedang mengemasi barang-barangnya, beberapa orang masih berkumpul dan meminta mereka berselfie ria.
***
Pagi menjelang siang. Matahari bersinar penuh, menebarkan kehangatannya pada awal musim panas ini. Orang-orang dengan antusias keluar rumah dan memenuhi jalan- jalan di sepanjang kota. Diantara keriuhan itu terdengar suara langkah kaki yang sedang berlari diiringi tawa riang dari dua orang gadis yang sedang bergembira. Ren dan Song saling berkejaran menuju tempat tinggal mereka dengan semangat. Tangan kanan mereka memegang jajanan pasar khas Korea yang paling dikenal yaitu Tteokbokki.
Tteokbokki adalah makanan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis. Tteok (tepung beras) yang dipakai berbentuk batang yang memanjang. Makanan ini juga termasuk dalam makanan internasional. Rempah-rempah yang di gunakan dari masakan ini bisa dibilang akan sedikit familiar di lidah orang-orang.
Pada awalnya, penganan ini berasal dari masakan istana Dinasti Joseon yang disebut Gungjung tteokbokki. Pada waktu itu, masakan ini berupa huintteok yang dimasak dengan kecap asin bersama daging sapi, bagogari, kecambah kacang hijau, peterseli, shiitake, wortel, dan bawang bombay. Rasanya jauh berbeda dari tteokbokki berbumbu cabai yang dikenal sekarang. Selain itu, tteok yang dipakai bisa terdiri dari 5 warna yang melambangkan Korea: merah, kuning, putih, hitam, dan biru.
Di sebuah taman kecil depan rusunawa tempat mereka tinggak, kedua gadis itu berhenti. Duduk di atas rerumputan sambil menikmati jajanan pasar yang baru saja mereka beli di sekitar taman kota tadi. Ren tertawa mendengar nafas Song yang terdengar memburu, dan wajahnya yang sedikit pias karena kelelahan.
“Kau menertawaiku Ren?” tanya Song.
Ren mengangguk. Tawanya semakin lebar dan suaranya sedikit tergelak. Song jadi kesal melihat tingkah sahabatnya itu.
“Iya, aku tahu aku tak sekuat kamu,” gerutunya sambil mengatur nafasnya kembali.
“Karena kamu malas berlatih,” sahut Ren.
Song mendengus kesal. Lalu dia memasukkan seluruh Tteokbokki yang sedang dipegang ke dalam mulutnya. Tentu saja mulutnya jadi terlihat manyun. Tawa Ren semakin meledak. Dalam pandangannya wajah Song yang sedang kesal dan mulutnya yang manyun penuh makanan adalah pemandangan yang sangat lucu. Bahkan kedua matanya sampai keluar air mata. Dia tahu Song hanya pura-pura marah kepadanya.
“Sudah Song, kalau kau terus bersikap begitu, nanti aku bias sakit perut. Hahaha..”
Song tersenyum. Rasa kesal yang tergambar di wajahnya tadi mendadak hilang. Ditatapnya wajah sahabat cantiknya itu dalam-dalam. Hatinya terasa bahagia saat melihat Ren tertawa. Dia tahu Ren jarang sekali tertawa, wajahnya selalu menampakkan kesedihan. Mungkin karena teringat dengan keluarganya atau orang yang disayanginya yang terpisah dengannya.
“Terimakasih. Kau tidak pernah gagal membuatku tertawa,” kata Ren tulus.
Song menganggukkan kepalanya. Lalu dia memeluk tubuh Ren dalam-dalam.
“Tertawalah tiap hari Ren. Karena dunia akan menjadi hangat saat mendengar suara tawamu,” kata Song.
Lalu mereka tertawa bersama. Mereka adalah dua orang gadis yang memiliki nasib yang sama. Membelot dari Korea Utara, untuk kebebasan dan berjuang hidup di Korea Selatan. Takdir mempertemukan mereka dan menjadikan mereka bersahabat. Song lah yang memberi semangat hidup pada Ren, dan mengajak Ren mengamen karena melihat ketrampilannya memainkan pedang.
Ren yang masuk ke Korea Selatan bersama dengan kakaknya Ryong Bae dan kekasihnya Rich Pranaja tiba-tiba harus terpisah. Mereka diserang pasukan Korea Utara yang didukung Angkatan Udara China saat memasuki wilayah Korea Selatan. Pesawat mereka meledak, dan mereka terlempar jatuh ke bumi dalam keadaan pingsan. Saat siuman, Ren mendapati dirinya berada di ruang asimilasi dan terpisah dengan kedua orang yang disayanginya. Dan bertemu dengan Song, teman sekamarnya.
Setelah lima bulan menjalani proses asimilasi, mereka dibebaskan dan mendapatkan kartu kewarganegaraan Korea Selatan. Sejak itulah kedua gadis itu berjuang bersama untuk hidup di negeri ginseng tersebut. Mereka menyewa sebuah rumah susun sewa sederhana, atau rusunawa yang berada di pinggiran kota Seoul.
“Ayo kita hitung uang yang kita dapatkan hari ini,” kata Song.
Ren hanya menganggukkan kepalanya. Dia memang selalu menyerahkan uang hasil ngamen mereka untuk dipegang Song. Saat gadis manis itu menumpahkan wadah yang dipegangnya, terlihat banyak sekali uang kertas dan koin berserakan di atas rerumputan.
“Wah, banyak sekali pendapatan kita hari ini, Ren,” katanya sedikit terkejut. “Kita bisa bayar sewa rumah dan berbelanja untuk satu minggu.”
Mereka pun mulai memisahkan uang kertas dengan koin sebelum menghitungnya. Di samping itu ada juga yang memberikan amplop yang cukup tebal. Amplop berwarna cokelat muda terasa spesial dan mengejutkan. Karena di kepala amplopnya ada nama perusahan film yang cukup terkenal di Korea Selatan.
“Amplop apa ini Song?” tanya Ren.
Song langsung menghentikan aktivitasnya. Diambilnya amplop dari tangan Ren dan langsung membukanya.
“NJ Entertainment?” ucap Song.
NJ entertainment adalah produser dan perusahaan film yang cukup dikenal di Korea Selatan.
“Ini surat dari NJ Entertainment Ren?”
Ren hanya terdiam tanpa reaksi. Dia memandang wajah Song tak mengerti.
“Apa itu Song?”
“Itu semacam agensi untuk melatih bakat-bakat muda di bidang perfilman.”
“Hah? Terus apa hubungannya denganku?”
Song terdiam sejenak. Ditatapnya wajah Ren sambil tersenyum.
“Kau mendapat undangan untuk mengikuti casting film action besok pagi.”
Song langsung memeluk tubuh Ren sambil berjingkrak-jingkrak. Sementara Ren masih terdiam melihat reaksi sahabatnya.
Hah? Kasting Film?..