
Di gelapnya malam dalam ruangan tanpa pencahayaan, Morgan terduduk di atas lantai dengan sebelah kaki memanjang dan sebelahnya lagi dilipat ditumpuk tangan kanan.
Karena satu keputusan yang Reyna buat Morgan sampai harus merasakan keringnya air mata dengan hati yang masih terasa sakit. Mungkin karena terlalu banyak menangis, membuat air mata lelah harus kembali jatuh berulang.
Dalam kesunyian yang ada, Morgan menikmati kenyamanannya ditemani rasa sakit. Benar kata orang, hal terbaik untuk ketenangan adalah kesendirian.
" Abang, "
Tatapan kosong Morgan mendadak terisi. Bola matanya melirik ke arah pintu yang tertutup dimana dibaliknya terdapat Mikhayla, ibunya.
" Abang Mommy mau bicara, buka ya? " Bujuk Mikhayla dari luar sana.
" Abang mau sendiri dulu, Mom. " Balas Morgan dengan suara serak hampir tak terdengar.
" Tapi jangan ngapa-ngapain, " Pinta Mikhayla khawatir.
Morgan tersenyum tipis mendengarnya, " Abang gak bakalan bunuh diri, "
Mikhayla menghela nafas lega, " Mommy tinggal. Jangan kemaleman tidurnya, besok harus ikut sarapan juga. Awas kalo enggak, Momny suruh Daddy dobrak pintu kamar kamu. " Ancamnya.
Morgan diam tidak membalas. Tatapannya kembali menatap asal dengan pandangan yang kembali kosong.
" Asal ada Nana, ntar juga gue keluar. " Gumam Morgan lirih.
" Reyna, " Ucap Morgan menundukkan kepala sedih.
" Dari awal gue sadar kalo hubungan kita ini gak bener, ini toxic. Tolong hargai keputusan gue. Gue, mau kita hentikan hubungan gak jelas ini dan loe, jangan ganggu gue lagi. "
" Kita sudahi saja, ya? Loe dengan dunia loe, dan gue sama dunia gue. Karena sadar atau tidak, kita tidak saling membutuhkan. "
Tangan Morgan mengepal seiring berputarnya ucapan Reyna beberapa jam yang lalu dikepalanya.
" Tidak saling membutuhkan? Menyudahi? Toxic? Cih, alasan loe terlalu klasik, Reyna. "
Kepala Morgan terangkat, senyuman miring terbit dibibirnya seiring dengan pemikiran gila yang hinggap tanpa permisi dikepalanya.
" Loe berurusan sama orang yang salah, Reyna. Dengan loe memutuskan jauh dari gue, sama aja loe nyuruh gue semakin ngejar loe. Mungkin loe lupa, sekali milik Morgan, akan tetap menjadi milik Morgan. "
Seringaian semakin terlihat jelas dibibirnya. Morgan menepuk pipinya kasar dan bangkit dalam hitungan detik.
" Hanya karena si Alex? Hah, easy! "
π π π π π
Reyna tampak duduk dibangku taman hotel tempat pesta resepsi David dan Nayara diselenggakan. Di sana Reyna tidak sendiri, ada Gavin yang menemani.
" Angel, "
" Kakak tahu kan, hubungan aku sama Morgan kayak gimana? " Tanya Reyna tanpa menatap Gavin.
Gavin menghela nafas pelan, dia mengangguk sebagai jawaban.
" Gila kan? Masa saudara jatuh cinta sama saudaranya sendiri. Meskipun kami bukan saudara kandung, tetap saja darah yang sama mengalir dalam tubuh kami. " Kekeh Reyna.
" Kak Gavin, " Reyna menatap Gavin. " Sekarang hubungan itu telah berakhir. Aku dan Morgan murni sepupu, bukan wanita dan pria dewasa yang saling mencintai lagi. Jadi aku gak perlu merasa bersalah lagi, kan? Sama Mommy, Daddy, juga keluarga yang lain. " Ucap Reyna menatap Gavin dengan tatapan polosnya.
Gavin menghela nafas pelan.
" Dari dulu aku sudah menyadarinya, Angel. Hubungan kalian memang lebih dari sekedar sepupu, " Ucap Gavin membuat senyuman tipis terbit di ujung bibir Reyna meskipun tampak terpaksa.
" Waktu itu kalian masih remaja, jadi aku maklumi dengan berfikir mungkin kalian tertarik karena visual masing-masing. Aku mengira kalian hanya sekedar penasaran pada satu sama lain tapi ternyataβ " Gavin tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Reyna kembali menatap Gavin, tatapannya berubah menjadi sendu.
" Apa itu menjijikan, ya? " Tanya Reyna.
Gavin menatap Reyna dalam lalu menggeleng pelan.
" Cinta itu bukan sebuah kesalahan, Angel. Cara kita saja yang terkadang membuatnya disalahkan, " Ungkap Gavin.
" Dengar, " Gavin memiringkan tubuhnya dan memegang kedua pundak Reyna. " Kamu tahu ini salah, kan? Tahu juga kalau hubungan kalian tidak akan berakhir bahagia karena tentangan keluarga. Jadi aku minta tolong padamu, hentikan hatimu dan hentikan Morgan jika mengambil jalan salah. Kamu ngerti maksud aku, kan Angel? " Ucapnya menatap Reyna dalam.
Reyna menatap Gavin sama dalamnya. Matanya mulai berkaca-kaca dan saat itu pula air matanya jatuh membasahi pipi.
Gavin yang melihat Reyna menangis pun lantas menariknya ke dalam pelukannya. Air mata Reyna mengalir semakin deras bahkan tangisannya pun terdengar begitu memilukan.
" Menangislah, Angel. Menangislah! Tapi ingat, ini terakhir kalinya kamu menangis karena seorang pri. Karena setelah ini hanya akan ada kebahagiaan diantara kita, " Ucap Gavin mengecup pucuk kepala Reyna penuh perasaan.
Malam itu mereka habiskan dengan saling berpelukan sampai pada akhirnya Reyna tertidur juga dalam pelukan Gavin karena lelah menangisi hubungannya yang tidak jelas bersama Morgan.
Gavin menatap wajah damai Reyna dalam pelukannya. Tangannya terangkat pelan mengelus pipi halus itu dengan lembut. Setelahnya, Gavin mengangkat tubuh Reyna dan dibawanya ke dalam hotel untuk ditidurkan.
π π π π π
Mikhael tampak memijit pelipisnya setelah mengakhiri telepon dari istrinya, Mikhayla.
" Aku bingung sekali sekarang, " Curhat Mikhael sembari duduk disamping Marchel. " Morgan mengurung dirinya di kamar. Dia tidak ingin keluar bahkan setelah Key membujuknya sekalipun, "
" Apa itu karena pertunangan Angel? " Dengan bodohnya Opa Alex bertanya.
Mikhael berdecak kesal, " Tentu saja Dad! Kenapa kau masih bertanya?! " Geramnya.
" Daddy hanya bertanya. Kenapa reaksimu kasar seperti itu? " Ucap Opa Alex santai.
Mikhael membuang nafasnya kasar, dia lanjut memijit pelipisnya yang mendadak pening memikirkan problem yang terjadi antara putra dan keponakannya.
" Dari sekian banyaknya wanita, mengapa harus Angel yang Morgan cinta? " Tanya Opa Alex.
" Dari sekian banyaknya paruh baya cantik, kenapa Daddy masih bertahan dengan Mommy Lyandra juga? " Tanya balik Mikhael membuat Opa Alex mendengus.
" Semakin ke sini semakin tidak tahu diri ya kau, Ael. Perlu Daddy coret sebagai suaminya Key? " Ancam Opa Alex yang dibalas delikan oleh Mikhael.
" Sudahlah, kalian keterlaluan! " Seru Marchel yang sejak tadi hanya diam menyimak.
" Ini bukan waktunya untuk bercanda, Dad. Sekarang katakan pada kami! Alasan, mengapa Daddy menjodohkan Angel meskipun tahu putriku dan putra Mikhael saling menyukai? " Tanya Marchel menatap ayahnya serius.
Dengan tongkat sakti yang diketukan satu kali, Opa Alex menghela nafas pelan.
" Peka juga kalian, " Ucapnya.
" Dad! " Kesal Mikhael.
Opa Alex terdiam beberapa saat sebelum kembali bersuara:
" Dia, kembali dengan membawa kebencian terhadap Lyora. "
Bola mata Mikhael dan Marchel membulat mendengarnya.
" Mommy Lyora? Ibu kandung Mikhayla? " Tebak Marchel setengah tidak percaya.
" Hem. Musuh besar dari Lyora menjadi ancaman kita sekarang. Ancaman, mengapa Angel dan Morgan tidak bisa disatukan. "
" Tapi, siapa? Dan kenapa bisa? " Tanya Mikhael bingung. " Bukankah Mommy Lyora sudah bahagia di seoul bersama Daddy Jake, suaminya? ( Ada dalam cerita My Obsession Model ) "
" Wanita itu.. Wanita yang bertukar suami dengan Lyora kembali hadir membawa dendam atas kematian suaminya. Mereka mengira keluarga kita ada hubungannya dengan kematian suaminya dan, dia sangat membenci Mikhayla beserta turunannya. "
" Apa? Dad, Ael sungguh tidak mengerti. Jika tidak salah, bukankah waktu itu Mommy Lyora mengatakan jika ayah kandung Key telah tiada? Tapiβ "
" Dia masih hidup, Ael. Mungkin untuk saat itu sebelum dia bener-benar mati, " Potong Opa Alex.
Tangan Marchel mengepal, " Aku tahu dia. Dan aku akan membunuh wanita tua itu dengan tanganku sendiri, " Ucap Marchel tidak main-main.
" Jangan gegabah, Ecel! Karena dia kita sempat kecolongan perihal Angel, "
" Apa? "
" Gadis itu, gadis yang mencelakai Angel di masa lalu adalah cucunya. Freya, " Ucap Opa Alex membuat Marchel dan Mikhael semakin terkejut juga.
" Jadi itu, alasan Daddy menutup kasus Angel dari polisi dulu? Dan alasan Daddy juga, memisahkan Angel dari Morgan agar wanita tua itu tidak bisa mencelakai keluarga kita lagi. Begitu? " Tanya Marchel menebak.
" Benar, " Angguk Opa Alex. " Wanita tua sialan itu sangat terobsesi menghancurkan keturunan Mikhayla, terutama Morgan. Kecelakaan yang menimpa Angel bertahun-tahun silam juga karena dirinya, dia tahu jika Morgan dan Angel saling mencintai. Karena itu dia mencelaki Angel untuk menghancurkan Morgan, "
" Sampai di sini kalian faham bukan, alasan mengapa Daddy tidak merestui hubungan Morgan dan Angel? "
Marchel dan Mikhael mengangguk ragu dengan kepala dipenuhi pemikiran masing-masing.
" Bagaimana jika Morganβ "
" Kita tidak bisa memikirkan Morgan untuk saat ini. Yang perlu kita lakukan adalah mencari wanita itu, Freya. " Potong Opa Alex.
" Memangnya ada apa dengan gadis itu? " Tanya Mikhael.
" Kita akan memanfaatkannya untuk membuat wanita tua itu keluar dari persembunyiannya, " Ucap Opa Alex.
Senyuman miring terbit diujung bibir Marchel, " Masalah cari mencari aku rajanya, Dad. Kupastikan sebelum 24jam wanita itu bisaku temukan. " Janji Marchel pasti.
Opa Alex mengangguk puas, " Daddy serahkan masalah itu padamu, Ecel. "
_-_
TBC!
Buatlah teori sendiri sebelum Saya jelaskan yang sebenarnya, ha ha ha..
...Rumit Sekali Hidupmu, Angel....