
Satu sekolahan gempar dengan adanya Nayara. Nayara, si gadis lugu yang tidak kenal makeup dan selalu berpenampilan seadanya kini tampil dengan balutan seragam sekolah bermerek dengan makeup tipis yang membuat wajah cantiknya semakin cantik saja.
Sorakan dan suitan sana sini Nayara terima saat dirinya menginjakkan kaki bersama Reyna dan Freya di sekolah. Dalam waktu sekejap, nama dan potretnya menjadi bahan bahasan nomor satu baik di sekolah maupun di grup sekolah yang terdapat beberapa guru.
Semua siswa yang tasinya acuh tak acuh dengan Nayara kini mulai mendekat layaknya serigala yang mendapat mangsa baru.
Namun dengan adanya David, mundurlah mereka semua!.
David menatap tidak suka pada Reyna. Lalu tatapannya teralih menjadi malas saat wajah polos Nayara menatapnya.
" Selalu.. Saja, gue dibuat gak berdaya dengan tatapan itu. Sialan, " Gumam David memaki.
" Kak David mau bicara apa? " Tanya Nayara lemah lembut yang membuat David lemah.
" Gue tuh gak suka elo dandan kayak gini! " Semprot David yang tidak bisa lagi menahan kekesalan di hatinya. " Bisa gak sih, Ara? Loe jangan dengerin bisikan iblisnya adik gue? Salah jalan lu tuh Ra, ".
" Eh maksudnya apaan coba? Niat gue baik loh, Kak. Dengan berseka gini kan Nayara kelihatan pantas buat elu yang lumayan ganteng. Lah, salahnya di mana gue? " Ucap Reyna tidak terima disalahkan.
" Ya tapi jangan secantik ini napa? Gue sukanya Ara yang apa adanya, gak usah dandan-dandan kek gini! Makin banyak kan saingan gue, " Dumel David.
Diam-diam Nayara tersipu malu dengan ucapan David. Secara tidak sengaja David mengatakan bahwa dia menyukai Nayara yang kucel dan tidak kenal makeup daripada yang sekarang ini.
Dalam hati Nayara bersyukur bisa dicintai laki-laki setulus David. Wait, kenapa dia berpikiran begitu? Mungkinkah Nayara sudah....
" Angel! ".
" Ya? " Reyna menoleh menatap Freya yang berteriak dari kejauhan. " Apa? ".
" Itu.. Hos.. Si, si Vika buat ulah di meja elu sama Naya, ".
" What?! " Pekik Reyna dan David bersamaan.
" Wah.. Tu pelakor masih aja gangguin calon gue. Kuy Gel! Gue bantuin labrak tu anak, ".
" Urusan cewek. Lu balik sana! " Usir Reyna. Pasalnya, saat ini mereka sedang berdiri di kolidor karena David yang mencegat jalan mereka saat hendak menuju kelas.
" Ara sama gue. Sayang, honey, baby, sweetie, loe gak boleh ikut war yah?! Biar si Angel aja yang hadapin si Vik-vik, " Ujar David menggenggam tangan Nayara.
" Kak David, tapi aku— ".
" Gak ada penolakan! Kalo kata gue enggak, ya artinya enggak. " Tegas David.
" Cih, males gue lihat kebucinan lo pada. Udahlah! Nayara, loe diem aja tuh ladenin si bucin! Biar gue yang hadepin dia, " Ujar Reyna berlalu meninggalkan mereka.
Nayara menatap sedikit kesal dapa David, yang sayangnya hanya dibalas cengiran oleh pria itu.
" Dari pada pusimg sama tingkah si Angel, mending kita ke taman aja yuk! Bolos jam pertama boleh dong ya?.. " Ajak David menaik-turunkan alisnya.
" Gak boleh dong. Kamu— ".
" Ayuk!!! " Sayangnya, David terlebih dahulu menarik tangan Nayara. Membuat gadis itu dengan setengah hati mengikuti kemana David menarik tangannya.
______-______
Di kelasnya, Reyna menatap nyalang pada Vika yang membuat onar. Baik mejanya dan meja Nayara dipenuhi oleh coretan-coretan bertuliskan hinaan dan sebutan tidak pantas yang Vika and the geng buatkan untuk mereka.
Di saat banyak pasang mata yang menatap mereka kepo, juga tatapan nyalang yang diberikan sang lawan padanya justru membuat Vika tersenyum mengejak pada Reyna. Sadar ada yang kurang, matanya melirik sana-sini mencari keberadaan seseorang.
" Kurang personil nih. Mana si miskin yang sok kaya itu? Takut yah? Loe sembunyiin yah biar gak ketemu gue pacarnya Rey? " Ejek Vika.
Reyna menutup mulutnya guna menahan tawa, sedangkan Freya yang notabennya gadis bar-bar langsung memecahkan tawanya saat itu juga.
" Pacar? Hahay! Loe tanya gih si Rey! Masih ngaku gak dia elu pacarnya? Kagak! Sama seperti Nayara yang ditembak dengan alasan, elu juga jadi selingkuhan karena ada alasannya. Dan yang pasti, alasannya bukan cinta. Ha ha ha... !! " Tawa dan ucapan Freya membuat siswi berbisik-bisik. Dengan berisi berbagai pertanyaan yang menyudutkan sisi Vika.
Wajah Vika merah padam menahan marah dan malu secara bersamaan. Melihatnya, Reyna puas bukan main! Rupanya gadis pilihan Rey ini bisa sibuat mati kuku hanya dengan satu kali serang.
Hebat Freya!.
" Rey memang beneran pacar gue!! " Teriak Vika. " Dan loe, jangan sebar rumor yang gak jelas asal-usulnya! " Tunjuknya pada Freya.
Freya menganggat bahunya tidak peduli. Ketika matanya menangkap sosok yang sedang dibicarakan, sontak tangannya menunjuk dan berteriak:
" Eh, itu si Rey! Rey, sini!! ".
Semua orang menatap apa yang ditunjuk Freya, termasuk Reyna. Reyna menatap intens Rey yang tampilannya tidak se cool sebelumnya dan terkesan berantakan.
Ada apa dengannya?.
Saat melihat Rey melangkahkan kakinya, buru-buru Vika berlari dan bergelayut manja di lengan Rey.
" Rey.. Aku beneran pacar kamu, 'kan? Kamu pacarin aku karena cinta, 'kan? Bukan karena terpaksa kayak cinta kamu ke Nayara? " Tanya Vika.
Bertepatan dengan perkataan akhir Vika, Nayara datang bersama David. Wajah sedih Nayara saat mendengarnya terlihat langsung oleh satu pasang mata Rey.
" Rey gak bisa lagi, Dad. Rey gak bisa jika harus terus menyakiti dia demi orang yang belum tentu adik kandung Rey, " Batin Rey menggeleng pelan.
" Rey.. " Rengek Vika. " Benar kan apa yang aku bilang? Kalo kamu— ".
" Kita putus, ".
" A-apa Rey? ".
" Kita putus, ".
" Rey! " Bentak Vika tidak terima.
Semua yang menyaksikan termasuk David dan Nayara syok mendengar kata ' Putus ' yang terlontar dari mulut Rey untuk Vika. Mereka dibuat terheran-heran, bukankah selama ini Rey selalu memepeti Vika dengan tingkah yang seolah-olah sangat mencintainya. Bahkan Rey tega mencampakkan Nayara demi seorang Vika.
Tapi sekarang? What's wrong with Rey?.
Rey menyampingkan tubuhnya menghadap Vika. Dia menatap sendu pada gadis yang di sangka-sangka adalah adik kandungnya. Lalu tatapannya beralih pada Nayara yang masih membulatkan matanya terkejut.
Senyuman tipis Rey terbitkan pada gadis yang akhir-akhir ini selalu dia impikan dan inginkan diikatnya. Dan.. Sepertinya ini saatnya Rey mengungkap kebenarannya. Semoga saja setelah ini Nayara mau kembali kepadanya, ' pikirnya.
" Enggak Rey, enggak. Kamu gak lagi nge-prank aku 'kan? " Tanya Vika dengan mata berkaca-kaca.
" Gue jujur, " Rey menjeda ucapannya. " Gue deketin loe bukan karena cinta, tapi karena loe adik gue yang hilang. ".
What?!.
Semua murid langsung berbisik dan menyalakan ponsel guna merekam moment mengejutkan dari salah satu pasangan fenomenal di sekolah ini.
" Rey, " Gumam Nayara yang hanya bisa didengar oleh David.
" Maaf, Vika. Tapi dari dulu cinta gue hanya untuk Nayara, mine. Dan seperti yang gue bilang tadi, gue deketin loe hanya untuk mencaritahu kebenarannya. Apa benar elu adik gue yang hilang, atau bukan. " Ucap Rey mantap.
" Tapi sepertinya.. Informan Daddy salah. Karena keluarga gue gak punya keturunan orang besar kepala kayak loe, ".
Jleb!.
Vika melangkah mundur dengan kakinya yang mendadak lemas. Kepalanya terus dia gelengkan dengan bibir yang berkali-kali mengucapkan kalimat sangkalan.
" Cinta gue hanya untuk Naya, Vika. Hanya Nayara, dan selalu Nayara. "
David menjadi kalang-kabut mendengar ucapan Rey. Dia menoleh menatap Nayara yang setia membuka sedikit mulutnya.
Perasaan takut kehilangan terbit dalam diri David. Membuatnya tanpa sadar mendekat dan menggenggam erat tangan Nayara.
" Loe pilih gue, Ara. Loe milik gue, ".
Seketika Nayara tersadar dari keterkejutannya. Dia mengalihkan pandangannya dari Rey pada David. Pancaran ketakutan dapat Nayara lihat dan mengerti. Namun saat Rey mengatakan alasannya, entah kenapa hatinya yang mulai mantap menerima David kembali dilanda kebimbangan.
" Kak David... Aku— ".
" Angel!! " Suara bariton yang memanggil namanya membuat fokus Reyna teralihkan, begitupun dengan yang lain.
" Daddy? ".
Marchel berdiri di ambang pintu dengan pelastik kecil di tangannya. Dan kehadirannya membuat para siswi centil berteriak-teriak histeris akan ketampanannya yang tidak memudar.
" Hot daddy!! ".
" Ah.. Angel gue daftar jadi Emak tiri loe! ".
" Astaga.. Macho abis!! ".
" Wow!! ".
" Help-help, mau pingsan gue. Gue mau pingsan lihat bule ganteng, aaa!!! ".
Reyna menatap kesal pada Marchel. Dia berjalan dan menghampiri ayahnya.
" Daddy ngapain sih ke sekolah Angel? Gak tahu aja di sini banyak hamanya, ".
Bukannya menjawab, Marchel malah menyelono masuk begitu saja. Dia berhenti di hadapan Rey dan menjitak kuat kepalanya.
" Kau, nakal! ".
" Awh, Om! ".
" Diam, Rey. Pulang sekolah datang ke rumah Om! " Marchel berlalu, kini dia menghampiri putranya.
Kerutan terlihat jelas di kening Marchel saat melihat putranya menggenggam erat tangan perempuan yang dia yakini teman putrinya yang kemarin menginap.
" Ekhm, bisa Daddy pinjam gadis ini, David? ".
" Tidak! ".
" Wow.. " Marchel setengah tidak percaya dengan jawaban yang putranya berikan.
" Jika begitu... Kau, boleh Saya pinta beberapa helai rambutmu? " Pinta Marchel.
" Saya, Om? " Tanya Nayara.
" Iya, kamu. "
" Ba-baik, " Tanpa menolak, Nayara mencabut ujung rambutnya dan diberikan kepada Marchel.
" Terima kasih, " Ucap Marchel. " Boy, jaga kekasihmu baik-baik! Dia cantik juga, " Godanya pada David.
" Ah... Mau jadi Nayara!! ".
" Di puji hot Daddy Naya... Astaga, ".
" Uh uh, auto pingsan beneran nih gue! ".
" Dad! " Bentak David tidak suka.
Marchel hanya tertawa, dia membalik badannya dan berjalan menuju Reyna yang hanya diam menyaksikan.
" Jangan nakal, Angel! Pulang sekolah datangi Morgan, Daddy titipkan sesuatu yang harus kamu dengan dia yang pergi. " Ucap Marchel seraya mengelus pucuk kepala putrinya.
" I-iya, ".
Marchel mengangguk sambil tersenyum kecil. Dengan tanpa bebannya dia melangkah meninggalkan ruangan yang semakin dibuat recok akan senyuman irit darinya.
Sepeninggalan sang ayah, Reyna mendengus dengan tatapan tajam yang dia layangkan pada siswi-siswi ganjen yang tanpa henti memuji-muji ketampanan ayahnya.
" Berhenti muji-muji ayah gue!! " Teriak Reyna. " Sialan, si Daddy ngapain coba tebar pesona di sekolah? Gue bilangin Mommy baru tahu rasa, " Dumel Reyna cemberut.
_-_
TBC!