Crazy Cousin

Crazy Cousin
Kabar Kehamilan


Kening Reyna berkerut bingung saat mendapat panggilan dari resepsionis yang mengatakan bahwa ada orang yang ingin menemuinya dan mengaku dirinya Bella, Ibu Reyna.


" Benar Mommy atau hanya orang tidak penting ya? " Gumam Reyna berdiri dihadapan Gavin yang tampak sibuk.


Resepsionis tadi memang menghubungi lewat Gavin, dan Gavin secara langsung memberitahunya.


" Temui saja dulu, Angel. Siapa tahu memang benar aunty Bella, " Ucap Gavin.


" Ya sudah. Aku ke bawah dulu ya? " Izin Reyna.


" Hem. Maaf tidak bisa mengantar, " Kata Gavin sedikit tidak enak hati.


Reyna tertawa kecil, " Tidak masalah! Jangan memasang wajah itu, Kak Gavin. Sangat tidak cocok, "


Gavin ikut terkekeh. Dia pun kembali sibuk pada pekerjaannya setelah melihat Reyna pergi.


Di lantai bawah, Reyna semakin mendekatkan tubuhnya pada sosok wanita yang tampak membelakanginya.


Dari postur tubuh dan cara berpakaiannya saja Reyna tahu itu memang Bella.


" Mom? "


Wanita paruh baya cantik itu berbalik, " Angel? "


" Mommy kenapa siang-siang gini ke perusahaan? Ada masalah? Ini masih jam 2 loh Mom, " Ucap Reyna sembari melirik jam yang melingkar indah ditangannya.


" Kamu harus pulang, Angel. Keluarga sedang mengadakan pertemuan penting dan kamu harus hadir, " Pinta Bella menatap putrinya serius.


Perasaan Reyna mendadak tidak enak.


" Pertemuan apa? "


" Sebaiknya untuk saat ini kamu jangan banyak tanya dulu. Ayo, hubungi Gavin dan katakan kamu Mommy suruh pulang! "


" Tapi Mom— "


" Angel, " Potong Bella setengah membentak. " Nurut, okay? "


Reyna menghela nafas pelan, " Okay, " Balas Reyna pada akhirnya. Perempuan itu mengotak-atik ponselnya meminta izin lewat pesan teks pada Gavin.


" Sudah? "


" Ya. Kak Gavin bilang boleh, "


" Bagus. Ayo pulang! " Ujar Bella menarik tangan Reyna.


" Eh, Mom barang-barang Reyna masih di atas! "


" Tinggalkan saja! Nanti suruh Gavin bawakan ke rumah, "


" Mom! "


" Masuk! " Titah Bella membuka pintu mobil.


" Ck, ini sebenarnya ada apa sih? Kalian mau bahas apa sampai seluruh keluarga harus ada segala? " Tanya Reyna kesal.


Sebenarnya Reyna sudah menduga jika bukan tentang masalah David, pasti tentang perjodohannya bersama Gavin.


Namun pura-pura bodoh lebih baik daripada menunjukkan ketahuan kita bukan?


" Masuk Angel, " Tekan Bella.


Reyna kembali berdecak. Tidak ada pilihan selain menurut, dia pun masuk ke dalam mobil dengan disusul Bella setelahnya.


Hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai di rumah, Bella dan Reyna keluar dari mobil yang telah berhenti dan melangkah memasuki kediaman Alexander.


" Astaga Rey, Kak David?! " Pekik Reyna terkejut.


Bagaimana tidak? Hal pertama yang menjadi sambutan kedatangannya adalah wajah babak belur Rey dan David. Kedua pria itu duduk besebrangan dengan mata saling menatap tajam seakan hendak memakan.


" Ini kok? Kalian berantem? " Tanya Reyna konyol.


" Bukan. Mereka salaman, " Balas Mikhael yang memang ada di sana bersama keluarganya.


" Dih, gak tanya si Om ya! " Sewot Reyna.


" Eh ini kalian kenapa? Ada apa juga sih? Rey loe syukur yah udah waras, di mana temen gue? " Cerocos Reyna.


" Angel duduk! " Titah Marchel tegas. Lama-lama panas telinganya mendengar ocehan putri tunggalnya itu.


" Hah? Oh, i-iya iya. " Reyna melangkah mendekati Bella dan terduduk di samping ibunya.


" Apa? " Tanya Reyna saat semua mata tertuju kepadanya. " Ayo mulai! Kalian mau bahas Rey, Kak David dan Nayara bukan? Angel diem, di kunci kok mulutnya. Nih! " Tunjuk Reyna menyatukan jari telunjuk dan jempol yang dia gerakan di sekitar bibir.


" Di sini Opa tidak akan bicara. Kalian sudah dewasa, dan Opa yakin pemikiran kalian pun turut dewasa juga. Kalian jelas dapat membedakan mana yang benar, dan mana yang salah. Mana yang semestinya dilakukan, dan mana yang baiknya tidak dilakukan. Kalian pasti tahu itu, "


Morgan menatap Reyna yang sama sekali tidak menatap bahkan melirik kepadanya.


" Jadi... Silahkan kalian selesaikan secara kekeluargaan. Jangan membawa-bawa hukum dan, Opa tunggu kabar baiknya. " Ucap Opa Alex sebelum bangkit dan pergi diikuti Oma Lyandra.


Marchel menatap Bram yang tampak memijit pelipis dengan Elly yang menangis sesegukan dalam pelukan Mikhayla.


" Semua ini salahku. Aku ayah yang tidak becus sampai anakku sendiri berbuat dosa besar, " Ucap Bram.


" Ecel, sebagai ayah dari Rey aku benar-benar malu dan memohon maaf kepadamu. " Lanjutnya membuat Rey mengepalkan tangan.


" Ini murni karena kesalahanku, keteledoranku karena sempat kehilangan Nayara bertahun-tahun dan bertemu dengan Rey dalam hubungan asmara yang seharusnya tidak terjalin antara saudara. "


" Aku sungguh tidak tahu jika selama bertahun-tahun ini Rey masih menyimpan perasaan lamanya bahkan setelah tahu jika gadis yang dia cintai adalah adiknya sendiri. Adik kandungnya sendiri, "


" Cih, menjijikan. " Decis David menatap Rey rendah yang dibalas tatapan tidak suka oleh Rey.


" Diam! " Tegas Marchel.


" Rey, boy, putraku, kebanggaanku, sekarang kau sadar bukan jika perasaanmu itu salah? " Tanya Bram menatap Rey penuh harap.


" Ya, " Balas Rey.


" Sekarang kau tidak akan mengganggu adikmu lagi, bukan? Kau akan memendam bahkan berusaha menghilangkan perasaan terlarangmu pada Naya dan membiarkan dia bahagia bersama suaminya, bukan? Kau akan melakukan itu demi semua, bukan? Kau tidak lagi akan melakukan dosa yang bahkan akan ikut ditanggung oleh kedua orangtuamu bukan, Rey? "


Rey memejamkan matanya kuat dengan tangan semakin mengepal kuat.


" Ya, "


Saat itu juga tangisan Elly semakin pecah. Rasanya ingin sekali dia menjambak dan mencabik-cabik habis tubuh putra sulungnya. Rey keterlaluan, dia tidak hanya melakukan kesalahan di mata agama, namun perbuatannya juga menyakiti hati banyak orang terutama dirinya dan Bram selaku yang membesarkan.


" Tapi jangan kalian fikir aku melakukannya karena ingin menyatukan adikku dengan si sialan itu, " Ucap Rey membuat mereka menahan nafas karena perkataannya.


" Rey— "


" Tidak Mom. Rey tidak suka Nayara bersama David meskipun Rey tahu bahwa Rey tidak akan mendapatkan Nayara sampai kapanpun, "


" Dasar gila! " Teriak Elly. " Kau gila Rey, tidak waras! "


" Elly, Elly sudah. " Lerai Mikhayla memeluk sahabatnya semakin erat.


Marchel menghela nafas berusaha sabar menghadapi keadaan yang ada.


" Lalu apa alasanmu melepaskan Nayara? " Tanya Marchel angkat suara.


" Naya.. Sepertinya adikku tengah mengandung. Dan sayangnya anak itu pasti milik si sialan David, " Ucap Rey menatap David geram.


Semua orang terkejut dengan perkataan Rey, tidak terkecuali David. Wajah suram penuh amarahnya tergantikan dengan senyuman yang berseri-seri saat berhasil mencerna perkataan Rey yang menurutnya terlalu mengejutkan.


Nayara hamil? Wanita tercintanya sedang mengandung darah dagingnya saat ini? Betapa bahagianya David mendapat kabar gembira diwaktu yang tepat.


" Ha-mil? Istriku hamil? A-aku akan menjadi ayah? Mom, " Ucap David menatap Bella dengan binar bahagia.


Bella ikut tersenyum bahkan sampai menitihkan air mata haru.


" Iya, Kak. Selamat ya? "


Tangisan bahagia David pecah saat itu juga. Dia menghampiri Bella dan menangis dalam pelukan ibunya begitupula dengan Bram, Elly, Mikhayla dan Mikhael yang sama senangnya akan kabar kehamilan Nayara meskipun masih hanya sebuah kemungkinan.


Di ujung sana Reyna dan Morgan turut bahagia untuk David. Tanpa sadar mereka saling tatap dan terputus karena Reyna yang langsung membuang pandang.


Sedangkan Marchel, dia berdecak menatap muak pemandangan didepannya.


" Berhenti menangis! Lebih baik kalian bersiap untuk resepsi yang akan diadakan besok lusa, "


" Lusa?! " Pekik mereka.


" Dad, apa tidak terlalu cepat? " Tanya Reyna. " Resepsi pernikahan Kak David dan Nayara harus mewah loh, apalagi mereka bakalan go public. Masa iya sederhana kayak pernikahan dulu, " Protes Reyna.


" Apa dalam sejarah keluarga Alexander ada yang menikah biasa-biasa saja? " Tanya Marchel membuat mereka diam.


" Sesingkat ini? " Bram angkat suara. " Memang bisa persiapan resepsi hanya satu hari bahkan kurang? "


Marchel mengangkat sebelah tangannya dan disimpan di atas sandaran kursi.


" Memang apa yang tidak bisa dilakukan oleh uang? " Ucapnya santai.


_-_


TBC!